
" Kenapa jadi aku di jodohkan sama Febry ? "
" Iya Pa, kami ini sahabat "
" Aku tidak mau, yang benar saja "
Tolak keduanya. Mereka tidak menyetujui perjodohan ini. Awalnya mereka bersikap biasa - biasa saja bahkan mereka tidak berpikir kalau orang tuanya akan menjodohkan mereka.
Roby yang ikut terkejut hanya bisa menahan tawanya sambil menundukan kepala. Dia tak menyangka kalau kedya temannya ini akan di jodohkan.
" Hahaha bakalan seru nih " gumam Roby dalam hatinya.
" Pak, Feby tidak mau dijodohkan dengan Febry "
" Aku juga Pa "
" Aku mohon Pa, Om "
" Siapa suruh kalian melakukan hal licik " sahut Bu Siti.
Febry dan Feby saling menatap satu sama lain. Roby juga ikut menatap Febry dan Feby yang bingung dengan perkataan Bu Siti.
" Kalian berdua merencanakan sesuatu kan ? Agar perjodohan kalian gagal ? " kata Bu Irma.
" Kamu juga Roby bukan menasehati teman mu malah kamu ikut membantu " Bu Siti.
Febry, Feby dan Roby bingung mengapa Bu Siti dan Bu Irma bisa tahu rencana tersebut.
" Tidak usah bingung. Kami melihay sendiri kejadian itu di taman. Benarkan Bu Siti ? "
" Benar sekali "
" Sial ! Kenapa bisa ketahuan ? " keluh Feby.
" Rencana gagal " gumam Febry.
" Niat Papa sudah bulat. Kalian tetap di jodohkan "
" Kalau dilihat kalian itu cocok. Saling melengkapi " sahut Andrinyang ikut mendukung perjodohan ini.
" Kakak " renganek Feby.
" Kalian sangat cocok jika disandingkan "
" Apa lagi nama kalian sama. Itu benar - benar cocok " sahut Pak Ahmad.
Feby memijad keningnya pelan dia tidak tau harus berkata apa. Kali ini dia tidak mengelak. Namun rasanya sungguh aneh jika menikah dengan sahabat sendiri.
Febry masih terlihat tenang dan santai. Memang karakternya seperti itu. Lagi pula dia tidak bisa mengelak mungkin Febry akan menyerah dan menerima.
" Pak, Om kita jangan di jodohkan ya. Rasanya canggung sekali jika menikah dengan sahabat sendiri "
" Sayang tidak akan seperti itu kok, kalian juga sudah memahami karakter masing - masing. Tante akan senang jika kalian bersama "
" April juga senang jika Kak Feby jadi Kakak aku " sahut April.
" Aduhhh bagaimana ini " bisik Feby.
" Pa bagaimana kalau beri kami kesempatan untuk mencari pacar jika selama sebulan kami tidak mendapatkannya maka lanjutkanlah perjodohannya " usul Febry.
" Gila, enggak - enggak. Aku gak setuju " tolak Feby.
" Ayolah By "
" Pokoknya aku tidak setuju. Kamu tau sendiri aku tidak dekat dengan siapa - siapa "
" It's oke. Kita jalani dulu "
" Jadi bagaimana Pa ? "
Pak Rizki dan Pak Ahmad menimbang - nimbang usulan Febry. Setelah berpikir beberapa menit. Akhirnya mereka meyetujuinya.
" Baiklah. Kamu pegang janji mu Feb "
Mereka melanjutkan mengobrolnya sedangankan Febry, Feby dan Roby izin pergi karena mereka sudah ada janji dengan seseorang. Feby yang tadinya tidak mau ikut terpaksa harus ikut Febry dan Roby.
" Kita mau kemana ? " tanya Feby.
" Kita mau COD sperpat motor " jawab Roby.
" Kamu ikut aja dari pada kamu menunggu di pos " kata Febry yang sudah mengeluarkan motornya.
" Iya Feb, sebentar saja kok "
" Baiklah "
Feby ikut dengan mereka berdua untuk COD. Setelah sampai di tempat tujuan Feby hanya menunggu di motor sambil memainkan ponselnya.
" Ayo "
" Cepat sekali "
" Ngapain lama - lama ? " kata Roby.
" Yaudah kita pos sambil ngebakso " kata febry. Feby hanya diam dan menurut saja. Kemudian Febry menyentuh kepala Feby dan mengusapnya.
" Sudah jangan dipikirkan " Feby membalas dengan senyuman.
...***...
" Mang baksonya 3 ya, seperti biasa " pesan Febry.
" Siap "
" Aku beli minuman dulu ya " ucap Feby yang langsung berjalan kewarung.
Mereka berdua sungguh aneh melihat Feby yang jadi pendiam. Biasanya dia selalu ceria dan tidak bisa diam.
" Nih baksonya "
" Makasih mang "
Feby pundatang dengan membawa beberapa minuman dingin.
" Ayo dimakan By "
" Apa mau di suapin sama calon suami hahaha " goda Roby agar Feby terpancing " Feb suapinlah "
" Sini - sini aku suapin " Febry menyendokan baksonya dan memberikan kepada Feby. " Ayo buka mulutnya "
" Ihhh apaan si memangnya aku anak kecil " tolak Feby sambil mengembangkan senyumnya.
" Lagian dari tadi diam aja " kata Roby.
" Aku syok dengan semua ini " jawab Feby.
" Sudah makan dulu By. Nanti kita pikirankan "
Feby pun menurut dan memakan makan bakso iti hingga tandas.
" Boleh gak aku mengeluarkan pendapat ku " kata Roby dengan wajah serius.
" Ya silahkan "
" Menurut ku, lebih baik kalian menerima perjodohan itu "
" Kamu gila Rob "
" Deengarkan aku dulu Feb "
" Oke lanjut "
" Kalau dilihat kalian memang benar - benar cocok. Jika kalian menolak perjodohan ini dan kalian mempunyai pasangan masing - masing makan persahabatan kalian bisa retak " ujar Roby masih dengan wajah serius.
" Kok bisa gitu ? " tanga Febry.
" Secara kalian akan lebih meluangkan waktu dengan kekasih kalian. Kalau kekasih kalian memahami persahabatan kalian, jika tidak kalian berdua akan bertengkar "
Apa yang di katakan Roby ada benarnya juga tapi mereka sungguh canggung bila mereka menjadi suami istri.
" Tidak salah kalau kalian menerima. Sudah jelas kalian memahami satu sama lain. Kalian kompak "
" Iya tau. Tapi rasanya aneh jika kami bersama "
" Kalau aku si tidak keberatan dengan perjodohan ini. Aku merasa kemistri kita sangat baik dan saling melengkapi. Tapi aku juga merasa aneh jika kita jadi suami istri " jawab Febry tegas.
Feby hanya terdiam mendengar pendapt Febry. Febry tidak merasa keberatan karena memang Febry merasa cocok dengan dia.
" Itu si hanya pendapat ku ya. Semuanya terserah kalian "
Terlihat Febry dan Feby hanya terdiam dan bertengakar dengan pikiran mereka masing - masing. Sebenarnya Febry tidak masalah jika di jodohkan dengan sahabatnya namun Feby terus saja menolak.
" Hahaha " tiba - tiba Roby tertawa geli. Feby melihatnya heran tadi Roby diam saha sekarang dia tertawa keras.
" Tau gak si. Dari tadi aku menahan tawa. Aku tidak percaya kalian di jodohkan hahaha "
Feby melemparkan sampah botol kearah Roby yang masih saja tertawa.
" Woyyy kalian baru nongol " kata Sahrul yang datang bersama Deni sambil membawa gitar.
" Huhh datang lagi orang - orang rese " keluh Feby.
" Kali mau bakso ? " tawarkan Febry.
" Tidak, tadi kita sudah makan " tolak Sahrul.
" Kamu kenapa Rob ? " tanya Deni yang heran melihat Roby tersenyum sendiri.
" Dia sudah gila ! " jawab Feby sebal.
" Heh kamu kenapa ? " senggol Deni. Roby masih diam menahan tawanya.
" Kamu benar Feb, si Roby sudah gila " Deni
" Kasian Laras pacarnya sudah gila " Sahrul.
" Kalau kalian tau pasti kalian akan terkejud " sahut Roby.
" Hentikan Roby aku cubit ya "
" Ada apa si sebenarnya ? "
" Iya nih bikin penasaran, Febry ada apa si ? " Sahrul.
" Tanya aja sama si Roby "
" Kalian benar mau tau ? " Sahrul dan Deni mengangguk pelan.
" Tadi kami habis di sidang oleh kedua orang tua mereka, karena rencan ketahuan "
" Serius ? "
" Serius, dan sebagai gantinya Febry harus mau dijodohka dengan Feby "
" APA !!!???? "