
" Assalamualaikum " ucpa Feby yang berlalu ke kamarnya dengan wajah cemberut.
" Waalaikumsalam "
Pak Ahmad, Bu Siti, Andri dan Hilwa heran melihat Feby pulang kerumah dengan wajah yang tidak menyenangkan. Mereka saling mengangkat alis seperti bertanya - tanya satu sama lain ada apa dengan Feby ?
" Sialllll !!!! Mengapa seksak seperti ini ? Dia bukan kekasih ku tapi rasanya sakit sekali ketika kehadiran ku tidak di inginkan " perotes Feby. Rasanya ingin sekali dia berteriak sekencang - kencangnya.
" Febry baru kali ini kita bertengakar. Sejak kecil kita tak pernah bertengkar. Kenapa sekarang malah bertengkar ? "
Lalu Feby mengambil ponselnya dan mematikan ponselnya.
" Aku tidak ingin mengaktifkan hp ku ini. Ihhhh kesel hiks hiks "
Siang datang pun datang namun Feby masih enggan keluar dari kamarnya. Mereka bertanya - tanya mengapa Feby mengurung diri. Beberapa kali pintu kamarnya di ketuk namun tidak ada jawaban.
" Udah biarin aja Bu nanti kalau lapar juga keluar " kata Andri.
" Tapi Ibu hawatir. Tidak biasanya Feby seperti itu "
Mereka terdiam sejenak. Ya memang benar Feby tidak pernah murung. Dia selalu ceria jadi wajar saja mereka hawatir.
...*****...
" Assalamualaiku "
" Waalaikumsalam "
" Kirain Mama kamu gak pulang Feb "
Febry hanya membalas dengan senyuman dan berlalu ke dapur menaruh ikan hasih pancingannya.
" Makan dulu Feb "
" Aku mau mandi dulu Ma sekalian ke masjid dikit lahi azan "
" Oh ya sudah "
Keduanya masih termenung dan enggan untuk berbicara panjang lebar. Jika Febry masih bisa bersikap biasa saja beda halnya dengan Feby. Di tampak sedih dan sesekali menangis karena Febry.
Setelah pulang dari masjid Febry segera masuk kekamarnya lagi. Ketika hendek mengganti pakaiannya Febry menatap dirinya di depan cermin.
" Ya allah apa yang aku lakukan, aku harus minta maaf sama Feby. Pasti dia sangat kesal pada ku " ucap Febry lau mengambil ponselnya.
📩Febry : Aku minta maaf By. Maafin aku ya "
" Semoga dia mau memaafkan ku " harap Febry pada sahabatnya.
Tok tok tok
" Kakak makan dulu " teriak April dari luar kamar.
" Iya sebentar " ucap Febry dan segera membuka kamarnya.
" Makan Feb "
" Iya Ma"
Febry menyendokan nasi dan beberapa lauk serta lengkap dengan sayur mayur. Febry begitu menikmati masakan Bu Irma. Karena jarang sekali Bu Irma mau memasak saat sedang hari libur. Biasanya Bu Irma memilih beli makanan di luar atau dia pesan melalui aplikasi online.
" Papa kemana Ma ? "
" Pergi dengan calon mertua mu "
" Pak Ahmad ? "
" Iya siapa lagi ? "
" Cie yang mau nikah hehee. Aku seneng banget kalau Kakak mau nikah sama Kak Feby. Jadi aku punya Kakak perempuan deh " ujar April yang mereasa senang. Namun Febry hanya tersenyum dan menikmati makanannya.
Selesai makan Febry mengecek ponselnya lagi, namun belum ada balasan dari Feby.
📩Febry : Kamu mau latihan gak By ? "
" Apa aku telpon saja ya ? "
Hening.
" Ya sudah aku telpon aja "
Tut tut tut
" Huh hanya memanggil tidak berdering. Coba telpon biasa saja "
📞Maaf nomor yang ada tuju sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.📞
" Sial ! Kenapa tidak aktif ? " Febry mengumpat terlihat wajahnya memerah menahan marah.
Setiap hari sabtu jam 1 siang Feby dan febry biasanya pergi berlatih di gym. Namun sejak tadi Feby tidak bisa di hubungi dan akhirnya Febry lebih memili tidur siang di bandingkan harus marah - marah.
...*****...
" Malem minggu sepi amat ya " ucap Sahrul.
" Biasanya si kembar udah ada di sini " balas Deni.
" Oh mungkin si kembar lagi pacaran dulu hahaha "
" Nah itu si Febry " kata Deni yang melihat Febry berjalan seorang diri.
" Tumben sendiri Feb ? Mana kembaran kamu ? "
" Dia belum kesini ? " Sahrul daan Deni hanya menggelengkan kepalanya.
" Sial "
" Sebentar ya aku kerumah Feby dulu "
" Oke. Kami tunggu di sini "
Febry berjalan dengan langkah cepat sesekali dia berlari kecil agar cepat sampai ke rumah Feby.
" Akhirnya sampai juga "
" Assalamualaikum "
tok tok tok
" Waalaikumsalam. Tunggu sebentar " ucap Hilwa sambil membukakan pintu.
" Febry ? "
" Mbak, ada Feby "
" Ada Feb. Ayo masuk dulu "
" Terimakasih Mbak. Aku di luar saja "
" Sebentar ya Mbak panggilkan dulu "
Febry menganggukan kepalanya. Hilwa segera masuk kedalam dan memanggil Feby.
" Febry, Mas "
" Kok tidak di suruh masuk ? "
" Dia bilang mau di luar saja "
Andri segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Febry yang sedang bersandar di dinding rumahnya.
" Feb "
" Eh Kak Andri "
" Masuk Feb "
" Disini saja Kak "
Kemudian Andri menemani Febry mengobrol hingga Feby datang.
Tok tok tok
" Feb "
" Feby ada Febry diluar "
Feby yang sedang tidur - tiduran di atas kasur langsung segera bangun dan membuka pintu kamarnya.
" Apa Mbak ? "
" Ada Febry di luar "
" Tolong bilangin Mbak, aku sudah tidur "
" Ihhh gak boleh gitu "
" Ada apa ? " tanya Bu Siti yang melihat anaknya enggan menemui sahabatnya.
" Mmm itu Bu " Hilwa bingung mau jawab apa "
" Temui dia, jangan lupa cuci muka mu yang terlihat lesuh seperti baju tidak di seterika " tegas Bu Siti.
" Baik Bu "
Hilwa pun berjalan keluar menemui Febry dan suaminya yang sedang mengobrol.
" Tunggu ya Feb. Feby lagi kekamar mandi dulu "
" Iya Mbak "
Beberapa menit kemudian Feby keluar dengan wajah yang lebih segar dan sudah mengganti pakaiannya. Tapi tidak menutupi matanya yang sebab.
" Ada apa Feb ? "
Febry menoleh kearah Feby terlihat jelas matanya yang masih sembab dan senyum yang dipaksakan.
" Kakak kedalam dulu ya, ayo sayang " kata Andri yang menggandeng istrinya.
" Kenapa hp mu tidak di aktif ? "
" Tidak apa - apa "
" Kamu masih marah ? "
" Sebaiknya kita ke pos saja " ajak Feby, dia tidak ingin orang tua dan kakaknya mengetahui masalahnya.
" Pak, Bu. Aku main dulu ya "
" Kamu gak makan ? Kamu belum makan loh dari tadi siang "
" Tidak Bu, nanti saja "
Feby segera pergi dan di ikuti oleh Febry.
" Kenapa gak makan ? "
" Gak napsu "
" Makan nanti sakit "
" Bawel "
" Tunggu " Febry menangkap tangan Feby agar Feby berhenti berjalan di depannya.
" Maafin aku ya ? "
Feby menatap dalam wajah Febry. Terlihat Febry menyesali perbuatannya.
" Oke aku maafkan "
" Ayo aku teraktir makan ya "
" Pinter banget ngerayu ! "
" Aku tidak mau bertengkar dengan sahabat ku "
" Cie so sweet calon penganten " goda Roby.
" Mulai deh ! "
" Hahaha. Laras liat mereka cocokan ? "
" Cocok sekali "
" Sudah - sudah jangan meledek terus ya "
" Kalian mau ke pos ? "
" Iya "
" Oke. Kami duluan ya "
" Iya sana dasar pengganggu " umpat Feby.
Robu dan Laras pergi dengan tertawa keras karena meledek meraka berdua. Febry hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Jadi, kita sudah berdamai ? " kata Febry.
" Tergantung "
" Ko tergantung ? Baiklah aku akan meneraktir mu selama seminggu gimana ? "
" Kamu menyuap ku hah ? Tapi baiklah aku terima perdamaian ini "
" Dasar tukang makan "
" Hehee. Ayo kita pergi "
" Oke "