Febry & Feby

Febry & Feby
Mengingat Masa Kecil



Karena malam ini hujan Febry, Feby dan yang lainnya tidak berkumpul di pos ronda atau di warung Mang Rohim. Mereka memilih mabar dirumahnya masing - masing.


" Feby, tumben gak keluar ? " tanya Andri yang melihat adiknya asik dengan poselnya sambil menaikan kakinya di sofa.


" Di luar hujan. Jadi mereka tidak ada yang mau keluar " jawab Feby sambil fokus ke ponselnya.


" Main apa si Feb ? " Andri penasaran lalu mendekatkan wajahnya hingga menempel ke wajah Feby.


" Ihhhh Kakak !!! " Feby mendorong wajah Kakaknya


" Kakak mau lihat " Andri kembali menempelkan wajahnya.


" Kakak ganggu aja ih "


Andri terus mengganggu Feby sampai Feby kehilangan konsentrasinya dan akhirnya.


" Ahhhhhh matikan Kakak sih !!!!!!! "


" Hahahaha " Andri tertawa melihat wajah adiknya yang kesal pada dirinya.


" Kakak aku lagi latihan untuk pertandingan malam minggu tau ! "


" Iya - iya maaf hehee "


" Kamu tuh seneng banget jahilin adi kamu Mas ! "


" Omelin saja mbak ! "


" Habis Feby serius banget sayang main hpnya "


" Aku doain anaknya mirip sama aku "


" Ih janganlah ! "


Feby kembali lagi bermain karena heronua sudah hidup kembali.


Baru saja Andri ingin menjahili adiknya lagi. Namun dengan cepat Hilwa mencubit pinggang suaminya agar tidak menjahili adiknya itu.


Selesai mabar game online Feby lekas membuat kopi di dapur lalu dia bawa ke ruang tamu.


" Ngopi Pak hehee " kata Feby menawari Pak Ahmad kopi.


" Ini Bapak sudah ada "


Feby kembali memainkan ponselnya sambil menyesap kopi di kala hujan. Bu Siti sedang asik dengan jahitannya dia tidak bergeming sama sekali. Andri dan Hilwa asik menonton televisi.


Rasa bosan menerpa Feby, biasanya dia berkumpul dengan teman - temannya namun karena hujan turun begitu deras mereka enggan untuk keluar rumah. Kalau Feby jangan ditanya mau hujan pagi, siang, sore mau pun malam pasti dia akan menerjangnya.


" Coba whatsaap Febry "


📩Feby : Udah tidur belum ?


Febry yang sedang bersantai segera membalas pesan whatsaap tersebut.


📩Febry : Belum. Kenapa ?


📩Feby : Bosan 😭


📩Febry : Sama.


📩Feby : Mau keluar hehee ?


📩Febry : Hujan 😐


📩Feby : Gak apa - apa kita hujan - hujanan hehehe.


📩Febry : 😲


📩Feby : Ayolah.


📩Febry : Tidak ! Nanti kamu sakit.


📩Feby : Kalau aku sakit kan ada kamu. Waktu kecil kalau aku sakit atau terluka pasti kamu yang menjadi dokter dan mengobatinya 😉.


Febry terdiam membaca pesan dari Feby. Ya memang benar apa yang dikatakan Feby. Febry selalu menjadi dokter dikala Feby sedang sakit. Seketika rasa sakitnya hilang begitu saja.


Flasback


Bruk


" Aduhhh !!! " keluh Feby saat jatuh dari sepedahnya


" Feby !! "


Tidak tinggal diam Febry segera turun dari sepedahnya dan beralari kearah Feby yang tersungkur ke jalanan.


" Feby kamu tidak apa - apa ? "


" Tidak apa - apa kok " balas Feby dengan senyuman. Sebenarnya dia menahan sakit dan perih di lutut dan tangannya yang memar.


" Coba aku lihat "


Terlihat lutut Feby berdarah. Bukan hanya dilutut saja namun ditangannya juga berdarah.


Walaupun terluka Feby tetap tenang dan masih bisa tersenyum menutupi rasa perih yang dia rasakan.


Febry membuka bajunya dan membasahi bajunya itu di keran rumah tetangganya. Denga sigap Febry membersihkan luka itu.


" Tahan ya mungkin ini akan terasa sakit dan perih "


Dengan pelan Febry membersihkan luka itu.


" Awww "


" Sakit ? "


" Sedikit heehee "


Febry melanjutkan memberaihkan luka yang ada di lutut dan tangan Feby.


" Febry, nanti baju kamu kotor terkena darah ku. Mungkin noda ya tidak akan hilang "


" Sssttt "


Tanpa memperdulikan Feby, Febry tetap membersihkan luka itu.


" Mmm " Feby menganggukkan kepalanya.


" Sebaiknya kamu tunggu disini saja ya "


" Tidak aku akan ikut bersamam mu "


Kebetulan sekali Roby melintas dihadaoan mereka.


" Roby " panggil Febry.


" A...ada apa Feb ? " dengan perasaan takut Roby menghampiri Febry.


" Tolong bantu aku ya bawakan sepedah Feby. Kasian dia tadi terjatu.


" Ba..iklah "


" Ayo Feby aku bantu. Pelan - pelan saja "


" Aww aww aww " Feby meringis kesakitan.


" Sudah ku bilang pelan - pelan "


" Iya dokter ku "


" Febry sebaiknya sepedah mu aku yang pegang saja " ucap Roby yang merasa kasian pada Febry yang harus membawa sepedahnya dan juga Feby.


" Terimakasih ya Roby " kata Febry yang sudah memebrikan sepedahnya pada Roby.


Mereka bertiga berjalan menuju rumah Feby. Feby yang merasakan perih di lutut dan tangannya harus terus berjalan dan menahan perih.


" Assalamualaikum " ucpa mereka bertiga.


" Waalaikumsalam "


" Ibu " panggil Feby yang sudah berkaca- kaca.


" Astagfirullah, Feby kamu kenapa ? " Bu Siti panik dan berlari keluar.


" Feby jatuh Bu " jawab Febry.


" Makanya kamu kalau main sepedah hati - hati Nak ! "


" Maaf Bu, Febry tidak bisa menjaga Feby "


" Tidak apa - apa Nak. Ini pasti Feby yang ceroboh "


" Waktu aku mengayuh sepedah tiba - tiba kucing berlari di depan ku lalu aku kehilangan keseimbangan " ujar Feby menjelaskan pada Bu Siti.


Bu Siti segera masuk kedalam rumah mengambil P3K.


" Sini Ibu obati "


" Biar Febry saja Bu "


" Memang kamu bisa Feb ? "


" Bisa Bu "


" Baiklah ini. Ibu tinggal kedalam dulu ya "


" Iya Bu "


" Roby sini duduk jangan berdiri disana " sahut Feby. Karena Roby kecil sangat pemalu dan suka menjadi bullyan. Roby menurut dan duduk di samping Feby.


" Sini aku obati Feb "


" Pelan - pelan ya ! "


Diambillah betadin dan kapas. Perlahan Febry mengolesi lutut dan tangannya Febry.


" Awww sakitttttt !!!! " rangek Feby.


" Tahan sedikit "


" Kamu yang lembut sedikit. Kamu lupa aku juga seorang perempuan ! " perotes Feby dan itu membuat Roby dan Febry tertawa.


" Oh iya aku lupa hahahah "


" Dia selalu berlaga seperti laki - laki " sahut Roby.


" Diamlah kalian ! "


Febry kembali mengolesi luka Feby sambil mengajak Feby mengobrol agar Feby tidak merasakan sakit dan perih.


Flasback off


Dari situlah Roby menjadi saksi kebersamaan mereka berdua. Dari kecil Febry dan Feby selalu bersama. Dan sekarang Roby merasa hawatir pada mereka. Apakah persahabatan mereka terus terjalin atau tidak ?


📩Feby : Bagaimana ingat tidak ?


📩Febry : Iya - iya aku ingat. Tapi sekarang berbeda kamu itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi !


📩Feby : Memang kalau aku sudah dewasa kamu tidak ingin mengobati luka ku ?


📩Febry : Tidak !


📩Feby : Kalau ada seseorang yang melukai ku apa kamu mau mengobati ku ?


📩Febry : Aku akan memberi perhitungan pada orang yang sudah melukai mu.


📩Feby : 😄. Sudah ah aku mau tidur dulu.


📩Febry : Ya tidur sana.


📩Feby : Bye Febry.


📩Febry : Bye bawel !!!


Feby terkekeh melihat balasan sahabatnya itu. Ya memang dia bawel jika sudah bersama Febry. Dan Febry akan selalu mendengarkan keluh kesahnya. Febry juga banyak bicara saat bersama Feby.


" Tidak terasa ya kita sudah bertumbuh dewasa. Semoga kita selalu menjadi sahabat dekat ya Feb walaupun nanti kita sudah mempunyai pasangan masing - masing " ucap Feby sambi menatap foto Febry.


Di seberang sana Febry juga mengucaokan hal yang sama seperti Feby.