
Jacky masih terus memikirkan perkataan temannya dan Lisa. Perkataan mereka berdua terus dengar di telingah Jacky. Sampai saat Jacky sedang bersama Feby. Jacky hanya melamun tatapannya begitu kosong.
" Jacky "
" Jacky "
" Jacky "
Karena tidak di dengar oleh Jacky, kemudian Feby mengguncang tubuh Jacky.
" Jacky "
" Ah... Apa ? "
" Kamu melamun ? "
Jacky hanya menggaruk kepalanya ya g tidak gatal.
" Hallo Jacky, kamu ada dimana ? "
" Aku ada dihadapan mu "
" Ya, kamu memang di hadapan ku. Tapi pikiran kamu entah dimana !? "
Perotea Feby lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Maafkan aku "
" Sudahlah kita pulang saja "
" Jangan dong "
" Aku udah gak mood ! "
" Please "
" Baiklah "
" Nah gitu dong, ayo kita naik biang lala "
" Tidak, aku mau naik kora - kora atau kemidi ombak "
" Tidak - tidak "
" Ayolah "
" Aku tidak mau "
Wajah Jacky langsung pucat saat Feby memaksa untuk menaiki wahana ya g menakutkan itu.
" Hahahahh. Oke - oke kita naik biang lala saja "
" Kamu menakuti ku Feb "
" Tapi aku ingin naik kora - kora "
" Ya sudah kamu saja sendiri aku menunggu di sini "
" Baiklah, tolong peganggi handphone ku ya "
" Siap Tuan Putri "
Feby segera menuju loket untuk menaiki kora - kora. Malam ini hanya Jacky dan Feby saja yang pergi ke pasar malam yang lain entah pergi kemana.
Feby terlihat menikmati wahana itu sampai dia berteriak sangat kencang.
Jacky yang memegang handphone Feby, tidak akan menunda - nunda kesempatan itu untuk mengecek handphone Feby.
" Semoga tidak menggunakan sandi " ucapnya.
Dan ternya memang handphone Feby tidak memakai kata sandi haya memakai kunci biasa saja.
" Syukurlah "
Jacky segera mengecek kontak di handphone Feby.
Alangkah terkejutnya Jacky saat menetahui nama yang tertulis di kontak handphone Feby. Tangan Jacky terkepal jantungnya berdetak lebih kencang.
" Love best friend "
" Sedangkan aku hanya Jacky ! "
" Begitu spesialnya dia dihati mu. Maka aku kan menjauhakannya dari mu. Dan menjadikan mu menjadi milik ku seutuhnya "
Jacky si selimuti oleh kemarah yang amat besar. Rasanya dia ingin bertemu Febry dan menghajarnya.
" Jacky kamu kenapa ? " tanya Feby.
" Tidak apa - apa "
" Kamu marah ? "
" Tidak sayang, ayo kota naik biang lala "
" Ayo "
Feby menatap heran ke arah Jacky.
" Ada aoa dengannya ? "
Saat sudah menaiki biang lala, tiba - tiba Jacky menggenggam tangan Feby.
" Jacky " Feby terkejut karena tangannya di sentuh.
" Jacky jangan macam - macam ! "
" Apa si ? Aku hanya ingin menggenggam tangan mu "
" Apa yang terjadi hmm ? "
" Apa kamu mencintai ku ? " tanya Jacky.
" Mau jujur atau bohong ? "
" Terserah kamu aku akan mendengarkan keduanya "
" Jujur, awalnya tidak serius dengan mu ! Tapi lama kelamaan aku jadi menyukai mu "
" Hanya suka ? "
" Ya "
Jacky melepaskan tangan Feby.
" Apa kamu mencintai orang lain ? "
" Tidak "
" Aku hanya berpacaran dengan mu Jcaky " ucap Feby lagi.
" Feby tidak berbohong. Dia benar - benar tidak mencintai siapa - siapa "
" Apa kamu kecewa dengan jawaban ku ? "
" Tidak, aku cukup lega sekarang "
" Maksudnya ? "
" Cukup lega karena kamu tidak mencintai siapa - siapa "
Hening sejenak.
" Kalau aku langsung melamar mu bagaimana ? "
Uhukk
Uhukk
" Hei pelan - pelan sayang " ucap Jacky terkekeh.
" Kamu membuat ku kaget ! "
" Bagaimana ? "
" Apa ? "
" Aku mau melamar mu "
Feby menjadi kikuk mendengar Jacky yang ingin melamarnya.
" Bagaimana Feb ? "
" Aku harus tanyakan pada kedua orang tua ku "
" Itu harus "
" Apa kamu yakin dengan perkataan mu ? Karena pernikahan itu hal yang sakral dan aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup ku "
" Aku sangat yakin "
Melihat ke sungguhan Jacky yang ingin melamarnya membuat Feby senang. Dia tidak percaya kalau Jacky akan serius berhubungan dengannya.
Setelah puas bermain di pasar malam, Jacky segera mengantarkan Feby pulang kerumahnya.
" Oke, sudah sampai "
" Kamu mau mampir dulu ? "
" Tidak, ini sudah malam. Salam ya buat Bapak sama Ibu maaf aku gak bisa mampir "
" Siap, hati - hati ya sayang "
" Iya sayang. Aku pergi ya "
Jacky tidak berniat untuk pulang, melainkan dia ingin mencari Febry dan membuat masalah dengannya.
Beberapa menit berkeliling mencari Febry akhirnya Jacky menemukannya. Ternyata Febry sedang berada di angkringan bersama Roby dan yang lainnya. Namun Febry sedang duduk seorang diri.
" Pas banget dia lagi sendiri " kata Jacky sambil berjalan mendekati Febry.
" Hei bro "
" Eh Jacky "
" Kok sendirian "
" Biasa, lagi ingin sendiri aja "
" Wah berarti aku ganggu dong ? "
" Tidak kok, santai aja "
Tak lama Jacky juga memesan beberapa makanan dan minuman hangat untuk di nikmati. Dia juga mengobrol ringan dengan Febry.
Awalnya mereka mengobrol santai sambil tertawa bersama namun lama kelamaan obrolan itu menjadi serius dan menegangkan.
" Aku sangat mencintai Feby. Dia perempuan yang berhasil mencuri hati ku. Aku tidak ingin melepaskannya dan tidak akan membiarkan dia di dekati oleh lelaki mana pun. Termasuk kamu ! " kata Jacky yang nadanya seperti memperingati, agar Febry tidak mendekati Feby.
" Maksud mu ? "
Tatapan Febry berubah jadi serius menatap Jacky. Begitu pun juga Jacky.
" Aku tak akan membiarkan kalian bersama ! " kata Jacky lagi.
" Maksud mu apa berbicara seperti itu ? "
" Kamu juga mencintai Feby kan ? "
" Omong kosong ! "
" Aku tidak bodoh. Kamu laki - laki dan aku juga, terlihat jelas saat kamu menatap Feby "
" Kamu sudah gila Jacky "
" Kamu menganggap Feby lebih dari seorang sahabat "
" Kamu tidak waras ! "
" Dengar ! Aku akan melakukan apapun agar Feby tetap bersama ku dan menjadi miliki ku bahkan akan melakukannya agar Feby terus bersama ku " ucap Jacky sambil tersenyum mengejek Febry.
" Jangan coba - coba menyentuhnya ! Jika kamu melakukannya kamu akan berurusan dengan ku !!! "
" Dia akan senang hati memberikannya pada ku tanpa ada paksaan "
" Kurang ajar !! "
Bugk
Bugk
Febry melayangkan pukulannya tepat di pipi Jacky sampai Jacky tersungkur di tanah. Febry tidak memberi kesempat untuk Jacky bergerak.
" Rob... Rob liat si Febry berkelahi " ucap Sahrul panik melihat ke arah Febry da Jacky.
Roby dan Deni segera berlari ke arah Febry dan di susul oleh Sahrul.
" Berengsek ! "
Bugk
Bugk
Bugk
Febry terus melayangkan pukulannya dan Jacky hanya tertawa saat mendapat pukulan bertubi - tubi. Karena memang sengaja Jacky tidak melawannya agar Febry yang di salahkan oleh Feby.
" Feb udah Feb "
Roby dan Deni menarik tubuh Febry dengan sekuat tenaga. Sedangkan Sahrul berusaha membantu Jacky berdiri.
" Apa - apaan si kalian !? Perasaan tadi kalian baik - baik aja ! " kata Roby yang berada di tengah - tengah antara Febry dan Jacky.
Febry masih menatap Jacky dengan amarah. Bahkan Febry berusaha untuk memukul Jacky lagi. Namun Roby, Deni dan Sahrul berhasil menghalanginya.
" Rob bawa Febry pergi. Biar Jacky aku yanh tangani " titah Sahrul.
Roby dan Deni segera membawa Febry pergi jauh dari sana.
" Jacky, aku bawa ke klinik ya "
" Tidak usah Rul "
" Tapi luka mu ? "
" Tidak apa - apa. Akan ku obati di rumah "
" Aku antar ya "
" Tidak terimakasih. Kamu urus aja Febry agar dia tenang "
" Benar nih ? "
" Iya Rul. Aku pergi ya "
" Iya hati - hati kalau kenapa - kenapa telpon aku ya "
" Baiklah. Terimakasih Rul "
Jacky segera pergi dari sana karena sudah puas mencari masalah dengan Febry. Walaupun wajahnya babak belur karena mendapat pukulan dari Febry, Jacky sangat senang karena lukanya bisa di jadikan alasan untuk memprofokasi Feby agar menjauhi Febry.
" Ada apa dengan mereka berdua ? Kenapa mereka jadi berkelahi ? " tanya Sahrul sambil menggaruk kepalannya karena bingung melihat keadaan saat ini.
Setelah Jacky sudah menghilang dari pandangannya Sahrul segera berlari kearah Febry yang sedang di tenangi oleh Roby dan Deni.