Febry & Feby

Febry & Feby
Masih Di Hari Minggu Yang Panas



Feby berjalan ke rumah sambil melamun. Rasa tidak enak hati terus menghantam dirinya. Dia pikir Lisa tidak akan datang kerumah Febry namun nyatanya Lisa datang.


Feby menggaruk kepalanya yang tidak gatal, rasanya ingin sekali dia berteriak kencang tapi takut di bilang gila.


" Lihat wajahnya begitu sinis padaku seakan aku mau mengambil miliknya ! Padahal akulah yang pertama dekat dengan Febry tapi dia datang dan membatasi kami " keluh Feby.


Ingin dia perotes pada Lisa kalau yang pertama dekat dengan Febry itu adalah dia. Tapi kenapa malah dia yang tersingkir dari sisi Febry.


" Kenapa jadi sulit sepeti ini ? "


" Apa aku menghindar saja ya ? "


" Tapi aku udah janji gak akan menghindar "


" Oh Febry setidaknya kamu beri penjelasan pada kekasih mu itu kalau kita bersahabat sejak kecil ! "


Feby menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.


Sesampainya di rumah Feby langsung masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan orang tua dan kakaknya.


" Kenapa lagi itu anak " tanya Bu Siti yang melihat anaknya tidak bersemangat. Bahkan saat memberikan uang yang diberikan oleh Pak Rizki, Feby tidak mengucapkan apa - apa dan langsung masuk ke kamar.


" Andri coba tanya adik mu " titah Bu Siti. Dia merasa hawatir akan putrinya itu.


Di dalam kamar, Feby memendamkan wajanya di bantal. Tanpa izin air mata itu jatuh ke pipinya.


" Kok jadi sedih ya ? Rasanya seperti ada yang mengambil sesuatu yang aku sukai ! "


Feby pun terisak tangisnya pecah begitu saja.


Hilwa yang tidak sengaja melewati kamar Feby, sedikit mendengar Feby terisak.


" Loh Feby kenap ? Apa dia menangis ? "


Tok tok tok


" Feb, kamu kenapa ? "


Feby yang mendengar ketukan pintu segera menghapus air matanya dengan cepat.


Karena tidak ada jawaban dari Feby, Hilwa segera masuk karena dia tidak ingin Feby kenapa - napa.


" Hei Feby, kamu kenapa ? " tanya Hilwa. Dengan cepat Hilwa menutup pintu dan menguncinya. Terlihat Feby sedang menghapus air matanya yang masih bercucuran.


" Kenapa Feb ? "


Lantas Hilwa segera memeluknya dengan hangat dan menepuk - nepuk pundak Feby.


" Istigfar "


Tangis Feby semakin pecah. Feby berusaha menutup mulutnya dengan tangan agar tidak ke dengaran oleh yang berada di luar kamarnya.


" Cerita sama Mbak. Ada apa hm ? "


Febu menggelengkan kepalanya dia juga bingung ingin cerita apa. Yang dia tau dan rasakan saat ini hatinya begitu sakit.


" Soal Febry kah ? "


" May be "


" Sabar sayang "


" Maaf Mbak aku tidak bisa cerita. Bahkan aku bingung mau cerita apa "


" Iya Mbak paham Feb. Ya suadah sekarang kamu tenang jangan nangis lagi. Mbak takut nanti Kakak mu dengar "


" Iya Mbak makasih ya "


" Mbak keluar dulu ya "


" Iya mbak "


Hilwa keluar dari kamar Feby dan Andri sedikit bingung melihat istrinya.


" Ada apa ? "


" Tidak ada "


" Apa dia baik - baik saja ? " tanya Andri serius.


" Semuanya baik sayang "


...*****...


" Kamu dekat sekali dengan teman mu tadi ? "


" Dia sahabat ku "


" Sejauh apa hubungan kalian ? "


" Haruskah aku menjawabnya ? "


" Iya. Aku ingin tau ! "


" Lisa behenti bersikap seperti itu. Aku sudah bilang jangan mengatur ku ! " bisik Febry


Mata Lisa mulai berkaca - kaca. Walaupun Febry tidak membentaknya dengan nada keras namun itu sangat melukai hatinya.


" Kau tau Feb, aku cemburu ! " jawab Lisa jujur. Kini perempuan cantik itu mulai menangis.


" Kamu cemburu melihat kedekatan kalian. Setidaknya hargailah perasaan ku ! " Lisa terlihat menghapus air matanya yang jatuh di pipi mulusnya.


Febry paling tidak bisa melihat perempuan menangis apa lagi itu karena dirinya.


" Oke maafkan aku. Sudah jangan menangis lagi "


" Aku tidak ingi melihat kalian berduaan "


" Come on Lisa. Sebelum kamu menjadi kekasih ku, dia sudah dekat dengan ku bahkan sejak lahir ! "


" Tapi hargai perasaan ku "


" Astagfirullah " ucap Febry sambil mengusap wajahnya kasar.


" Oke - oke aku akan menjaga perasaan mu " ucap Febry lagi. Dia tidak ingin masalahnya bertambah panjang.


" Jangan menagis lagi ya "


" Iya sayang "


Tak lama Bu Irma dan Pak Rizki keluar dan bergabung bersama Febry dan Lisa.


" Tidak apa - apa Tante " jjawab lisa cepat.


" Kamu jangan salah paham ya dengan Feby " kata Bu Irma.


" Maklum sejak kecil Febry dan Feby selalu bersama. Sampai sekarang mereka masih bersahabat. Kamu tidak perlu cemburu atau iri padanya ya cantik "


" Iya Tante "


" Kamu sudah siap kalau di lamar hmm ? " tanya Pak Rizki.


Seketika mata Febry dan Lisa membulat.


" Pa ! "


" Papa tanya Lisa bukan kamu "


" Nanti Lisa tanya orang tua Lisa dulu Om "


" Jangan kelamaan pacaran loh hehee " sahut Bu Irma.


" Lebih cepat lebih baik " ucap Bu Irma lagi.


" Jika kamu siap Om akan datang kerumah mu meminta mu untuk anak Om "


" Iya Om, Lisa akan katakan nanti pada orang tua Lisa "


" Baiklah "


" Om Tante, Lisa pamit ya "


" Kok buru - buru sayang ? " tanyaBu Irma.


" Iya Tante "


" Baiklah "


Lisa menyalami tangan Pak Rizki dan Bu Irma.


" Ayo aku antar " kata Febry.


Mereka pun berjalan sampai depan karena mobil Lisa terparkir disana.


" Loh kamu sama supir ? "


" Iya "


" Kenapa tidak di suruh masuk " kata Febry. Lisa hanya tersenyum.


" Pak ayo kita pulang "


" Baik Nona "


Supir itu segera masuk lahi kemobil dan menyalahkan mobilnya.


" Sial ketemu mereka lagi ! " umpat Feby. Dia baru saja membeli sesuatu di indomart dan sungguh tidak menguntungkan Feby harus berpapasan dengan Febry da Lisa.


Lisa sudah menyadari akan Feby dan dia sengaja memeluk lengan Febry dengan begitu mesrah kemudia mencubit hidung Febry.


Febry tak bergeming saat Lisa mencubit hidungnya dia malah tersenyum senang.


Rasa panah timbul di dada Feby. Pemandangan yang dia lihat sunggup membuat sakit mata.


" Dih apaan si masa aku cemburu ! Tapi jujur ya hati ku sakit " Feby menggerutu sendiri.


Senang dengan yang dia lakukan Lisa segera masuk ke mobil.


" Aku pulang ya "


" Ya hati - hati "


Sopir Lisa melajukan mobilnya meninggalkan Febry. Saat mobil Lisa melewati Feby, Lisa melirik Feby dengan tajam.


Feby yang di tatap hanya diam tidak menanggapi dan terus berjalan sampai melewati Febry.


" Heh ! " ucap Febry sambil menarik tangan Feby karena Feby melewati dirinya.


" Apa si ?! " balas Feby jutek.


" Galak banget ! "


" Kekasih mu belum pergi jauh ! Jadi jangan dekat - dekat ! " peringati Feby.


Benar saja Lisa memperhatikan mereka dengan tagan terkepal.


" Kenapa si cewe itu selalu menempel dengan Febry ! "


Seketika Lisa menjadi panas melihat Febry memegang tangan Feby.


" Ihhhh sumaph ini membuat ku panas ! " ucap Lisa kesal.


" Mobilnya sudah menghilang kita bisa mengobrol " ujar Febry.


Huhhhhhh


" Sebaiknya kita harus jaga jarak ! Aku tidak ingin kekasih mu salah paham ! "


Cckkkkk


Febry berdecak kesal.


" Hei itu pilihan mu bukan untuk menerima cinta Lisa ! "


" Ya tapi itu semua salah kamu karena tidak peka ! "


Feby mengerutkan dahinya saat Febry menyalahkan dirinya.


" Bodo ah, aku mau pulang ! "


" Aku antar "


" Tidaak usah ! "


" Awas nanti pacar mu putar balik hehee " goda Feby.


" Biarkan saja "


" Yakin ? "


" Kamu lama - lama nyebelin ya By ! " kata Febry lalu mengelitiki Feby.