Febry & Feby

Febry & Feby
Ketahuan



" Assalamualaikum " ucap Feby.


" Waalaikumsalam " jawab Febry dan Roby. Febry dan Roby mengalihkan pandangannya ke arah Feby. Dengan cepat Febry berdiri dan menghampiri Feby yang masih duduk di motornya.


Maksud hati ingin singgah sementara di rumah Febry, malah Feby membuat sahabatnya itu panik.


" Feb, kamu kenapa ? Siapa yang melakukan semua ini ? " tanya Febry panik.


" Feby ! Are you oke ? " Roby tidak kalah panik dengan Febry.


Menerima pertanyaan bertubi - tubi, Feby hanya diam dan memperhatikan Febry dan Roby yang terus saja berbicara.


" Feb !! " bentak Febry. " Jawab jangan diam aja, bilang sama aku siapa yang membuat kamu jadi seperti ini ? "


" Gimana aku mau jawab, kalian aja tidak memberi ku kesempatan untuk berbicara ?! " balas Feby yang sudah memanyunkan bibirnya.


" Sebaiknya kamu masuk dulu ke dalam Feb " ajak Febry. Feby pun turun dari motornya dan duduk di teras rumah Febry.


" Ayo ceritakan "


Feby masih diam tidak berbicara, dia binggung mau bercerita apa. Karena di situ ada Roby, selama ini Roby tidak tahu kalau Feby ikut belajar bela diri.


" Tuh kan malah diam ! Feb katakan biar Febry yang hadapin orang yang sudah memukul kamu " kata Roby yang masih penasaran.


" Ayolah Feby katakan ! Biar aku yang hadapi ! " kata Febry yang mulai geram melihat sahabatnya terluka.


" Kak Ali yang melakukannya "


" Apa ?! "


" Hah ? Kak Ali ? Siapa itu ? " kata Roby bingung.


" Kok bisa ? "


" Bisalah. Tadi aku gak fokus latihan jadi seperti ini deh " jawab Feby frustasi.


" Kamu di adu sama dia ? "


" Iya "


" Hahahaha kamu ada - ada aja Feb, sudah tau di adu sama Kak Ali malah gak fokus " Setelah memdengar siapa yang memukul Feby, Febry malah tertawa dan mengejek.


" Tadi tuh ada ada yang berantem didepan tempat latihan, cewek sama cowok. Dan yang paling bikin aku marah si cowok itu nampar cewenya. Aku gak tinggal diam melihat kejadian itu "


Roby hanya bengong dan menjadi pendengar yang baik. Roby tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Febry dan Feby. Dia mencoba mencerna apa yang dikatakan mereka tapi tetap saja dia tidak mengerti.


" Wait ! Kak Ali ? Tempat latihan ? Sebernarnya kalian itu melakukan apa si ? Aku jadi bingung " keluh Roby sambil menggaruk kepalanya.


Tak lama April datang dengan membawa makan dan miuman untuk kakaknya.


" Kak ini, kembaliannya buat aku kan ? hehehe "


" Iya ambil aja Pril "


Seelah memberi makanan dan minuman April pun masuk kedalam. Tapi April merasa ada sesuatu yang janggal dan akhirnya April berjalan mudur dan berdiri tepat di hadapan Feby.


" Ya ampun kakak kenapa ? " tanya April panik.


" Gak apa - apa kok Pril "


" Ihhh kakak santai banget si. Udah di obati kak ? "


" Sudah kok Pril "


" Kakak jatuh atau kenapa ? " April masih penasaran dengan luka yang ada di mata Feby.


" Kak Feby habis akrobat dijalan jadinya seperti itu hahaha " Jawab Febry sambil tertawa. " Masuk sana Pril "


" Iya - iya aku masuk. Lain kali hati - hati ya kak Feby. Cepat sembuh ya kakak "


" Iya April " jawab Feby sambil tersenyum. April pun masuk kedalam dan asik dengan dunianya sendiri.


" Hei kalian belum jawab pertanyan aku loh " kata Roby yang masih penasaran.


" Huh " Feby mmbuang napas kasar. " Aku ikut belajar beladiri dan Febry juga ikut "


" Apa ? "


" Maaf ya kami gak ajak kamu heehehe " kata Feby sambil cengengesan.


" Wah kalian memang penuh kejutan ya " sambung Roby.


" Feb, aku takut pulang ke rumah. Pasti mereka panik "


" Sudahlah hadapi saja Feb "


" Yaudah aku pulang dulu ya "


" Mau dianterin gak ? "


" Ga usah "


Feby pun pergi menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan Feby memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan orang tuanya. Akhirnya sampailah di depan rumah, Feby segera memarkirkan motornya.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


" Hei kamu kenapa ? " tanya Andri.


" Tidak apa - apa "


" Tidak apa - apa bagaimana lihat ini " Andri memperlihatkan luka memar Feby. Dan itu membuat Pak Ahmad, Bu Siti dan Hilwa terkejud dan panik.


" Ya Allah nak kamu kenapa ? " tanya Bu Siti panik. Feby hanya duduk diam. Semuanya mulai bertanya, Feby bingung ingin menjawab apa.


" Feby jawab jangan diam saja " kata Pak Ahmad yang terlihat khawatir dengan anak gadisnya.


" Tadi aku jatuh dijalan. Tapi ini sudah di obati ko "


" Kamu serius jatuh ? Atau kamu berkelahi ? " taya Andri penasaran.


" Tidak kak "


" Kalau kamu berkelahi katakan siapa orang yang sudah memukul mu "


" Aku hanya terjatuh kak. Aku mau mandi dulu ya "


Mereka tidak puas dengan jawaban Feby. Tapi setidaknya mereka sudah mengetahui kalau luka iti karena Feby terjatuh.


Hingga malam tiba Feby hanya berdiam diri dikamar, karena lukanya masih terasa sakit dan dia juga tidak ingin di tanya - tanya oleh orang tuanya dan kakaknya.


" Hilwa, ibu minta tolong panggilkan adik mu. Dia belum makan sejak pulang "


" Baik bu, Hilwa panggilkan ya "


Hilwa berjalan kekamarnya Feby. Keran tidak ada jawaban Hilwa pun masuk kedalam. Ternyata Feby sedang bermain game online dengan menggunakan headset.


" Pantas saja aku panggil tidak dijawab " kata Hilwa. " Feby, dipanggil ibu tuh " kata Hilwa yang sudah duduk di kasur Feby.


" Hah apa mbak ? " Feby segera membuka headsetnya.


" Dipanggil ibu, suruh makan katanya "


" Iya nanti mbak "


" Sekarang. Nanti ibu marah loh "


" Iya mbak " Feby segera mengakhiri permainanya dan keluar dari kamarnya. Alangakah terkejutnya saat dia berjalan ke ruang tamu. Feby melihat sosok yang dia kenali sedang duduk bersama kakaknya.


" I... itu kan Kak Ali, kok dia bisa tahu rumah aku ? Ah jangan - jangan si Febry nih yang memberi tahu Kak Ali " batin Feby.


" Feby kok kamu diam aja, ayo makan " kata Hilwa.


" Ah iya mbak "


Ali yang sedang asik mengobrol dengan Andri segera berpaling menatap Feby.


" Loh Feby "


" Hai kak Ali "


" Kalian saling kenal ? " tanya Andri heran. Pak Ahmad dan Bu Siti juga Hilwa merasa heran.


" Kalian kenal dimana ? " tanya lagi Andri.


" Dia kan satu perguruan dengan ku "


" Apa ? Maksudnya gimana Li ? "


" Itu aku dan Feby belajar beladir ditempat yang sama "


" Matilah aku "


" Dan Feby juga ikut gym bersama kembarannya "


" Aduh kacau "


" Kembaran ? Si Feby mana punya kembaran lah aku ini kakaknya " jawab Andri.


" Apa kamu kakaknya ? Lalu kembarannya ? "


" Oh itu si Febry. Dia memang sahabatnya Feby sejak masih kecil sampai sekarang "


" Oh gitu. Feby bagimana luka mu masih sakit ? "


" Sedikit kak " jawab Feby gugup.


" Cepet sembuh ya. Maafin kakak ya "


" Itu juga salah aku kak "


" Tunggu - tunggu, jadi luka kamu karena si Ali ? "


" Iya Aku yang memukulnya. Aku kira Feby sudah siap menerima pukulan ku eh ternyata dia tidak fokus maaf ya Andri adik mu kena pukulan ku "


" Tidak apa - apa. Wajar aja si namanya juga ikut beladiri "


" Kak Ali aku tinggal kebelakang dulu ya " kata Feby.


" Yah ketahuan deh. Pasti aku kena omel. Febry tolongin aku " batin Feby.