Febry & Feby

Febry & Feby
Hari Minggu Yang Panas



" Mau mampir dulu gak ? " kata Feby menawarkan sahabatnya untuk mampir kerumahnya.


" Aku langsung pulang saja ! "


" Baiklah "


Feby segera masuk kerumahnya dengan membawa belanjaannya.


" Ehmmm yang abis di antar calon suami " goda Andri.


" Stttt sembarangan, nanti yang punya marah ! " sahut Feby.


" Maksudnya ? "


Feby menjatuhkan tubuhnya di sofa dan menghadap ke Andri.


" Kakak gak ngeliat semalam Febry bawa siapa ? "


" Itu pacarnya ? "


" Ya "


Hilwa, Bu Siti dan Pak Ahmad langsung menoleh ke arah Feby dan Andri. Mereka begitu terkejut karena Febry punya pacar.


" Sudah ah aku mau mandi " Feby berlalu ke kamarnya membawa belanjaannya.


Mereka begitu terkejut dengan pernyataan Feby.


" Bagaimana Pak " tanya Bu Siti.


" Tidak apa - apa Bu. Mungkin mereka belum berjodoh. Kalau jodoh pasti akan di permudah jalannya " jawab Pak Ahmad santai dan tidak mau ambil pusing.


Andri cukup kecewa saat mengetahui kebenarannya. Mengapa mereka tidak menerima saja perjodohan ini. Sama halnya dengan Roby, Andri juga hawatir persahabatan mereka akan renggang. Andri adalah saksi kedekatan mereka sejak kecil. Karena memang Andrilah yang menjaga danengajak main mereka berdua sejak kecil.


" Kenapa Mas "


Tanya Hilwa karena tanganya di pegang oleh suaminya. Terlihat rasa hawatir di raut wajah suaminya.


" Tenang Mas, kalau mereka memang jodoh pasti akan di pertemukan " ucap Hilwa menenangkan hati suaminya.


...*****...


Selesai mandi Febry bersantai di teras bersama Papanya dengan menikmati secangkir kopi.


" Bagaimana kerjaan mu Feb ? "


" Alhamdulillah lancar Pa "


" Kamu gak mau kuliah ? "


" Aku pikir - pikir dulu Pa "


" Semua terserah kamu aja Nak, apapun pilihan mu Papa tetap mendoakan ya g terbaik untuk anak - anak Papa "


" Makasih Pa atas pengertiannya "


Ke akraban antara anak dan orang tua terlihat jelas diantara mereka berdua. Walaupun sudah berumur Pak Rizki masih terlihat gagah malah di sandingakan dengan febry mereka berdua seperti adik kakak.


" Assalamualaikum " ucap Feby yang tiba - tiba datang bawa bungkusan.


" Waalaikumsalam " ucak Febry dan Pak Rizki.


" Masuk By "


" Ya "


Feby segera menyalami tangan Pak Rizki.


" Kok sama aku gak salaman ? "


" Ihhh males ! "


" Dasar "


" Oh iya Om, ini jaznya sudah selesai " ucap Feby lalu memberikam bungkusan itu pada Pak Rizki.


" Aduh Feby repot - repot antar kesini "


" Gak apa - apa Om, sekalian main "


" Sebentar ya " Pak Rizki masuk kedalam rumahanya. Tak lama Bu Irma keluar dengan April.


" Eh ada tamu "


Feby segera berdiri dari duduknya dan menyalami Bu Irma.


" Kakak " April tiba - tiba memeluk Feby dengan hangat. Anak itu sangat dekat dengan Feby dibandingkan dengan Febry.


" Kakak jarang main ke sini si ? "


" Kakak sibuk kerja sayang "


" Nanti jalan - jalan yuk Kak "


" Kapan sayang ? "


" Mmmm kapan ya nanti aku pikir - pikir deh "


" Dasar "


" Feby, ini " Pak Rizki keluar dan memberika uang untuk membayar jahitan jaznya pada Feby.


" Makasih Om "


" Jaz Mas sudah selesai ? "


" Iya Ma "


" Kamu mau minum apa Feb "


" Tidak usah Tante, yang ada di rumah keluarin aja hehehe "


" Dasar kamu "


" Tapi serius Tante tidak usah "


" Gak apa - apa cuma air ini, sebentar ya " Bu Irma segera kedalam membuatkan minum untuk Feby. Dan April juga ikut dengan Mamanya masuk kedalam rumah meninggalkan Febey dan Feby.


" Tumben ! "


" Yaa sudah aku pulang ! " kata Feby yang sudah berdiri.


" Ihhh aku becanda "


Bu Iram dan Pak Rizki menyaksikan ke akraban mereka berdua dari jendala. Terlihat mereka sangat cocok.


" Sayang sekali ya Pa mereka tidak mau di jodohkan ! Padahal mereka cocok "


" Tapi sekarang Febru sudah punya pacar. Kasihan Feby "


" Nanti juga Feby akan punya pacar Ma. Kamu tidak usah hawatir "


Pak Rizki mengusap - usap rambut istrinya.


" Tadaaaaa " Bu Irma keluar bersama Pak Rizki dengan membawa es jeruk dan juga kue bolub pandan buatannya.


" Tante repot - repot, jadi enak hehee "


" Kalau enak ayo di cicipi sayang "


" Terimakasih Tante, Om "


" Ya sama - sama sayang "


Bagi mereka Feby sama saja seperti anak mereka sendiri.


" Aku mau Ma " sahut April yang berlari dari dalam rumah.


" April, kamu tuh udah SMA tapi kelakuan mu seperti anak SD "


" Biarin " jawab April sambil menjukurkan lidahnya pada Febry.


" April gak boleh gitu ! " tegur Pak Rizki.


" Habis Kakaknya "


Febry langsung terkekeh melihat adiknya cemberut.


Saat mereka sedang bercengrama bersama seseorang datang mengejutkan mereka semua.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Mata Lisa membulat saat melihat Feby berada di rumah kekasihnya. Bahkan Feby begitu akrab dengan keluarga kekasihnya. Tangan Lisa terkepal karena melihat pemandangan yang tidak sedap dipandang mata. Rasa iri dan cemburu menjadi satu. Hari minggu yang panas untuk Lisa.


" Kurang ajar ! "


" Oh no " bisik Feby.


" Lisa, masuk Nak "


Lisa segera masuk dan menyalami Pak Rizki dan Bu Irma.


" Ini Tante "


" Aduh sayang terimakasih ya "


Lisa membawa cake tiramisu untuk di berikan pada Bu Irma.


" Ayo sini gabung " ajak Pak Rizki.


Keadaan menjadi canggung antara Febry, Feby dan juga Lisa.


" Sebaiknya aku pulang " batin Feby.


Saat hendak berdiri, Febry menahan tangan Feby. Dengan menggunakan bahasa isyarat Febry melarangnya untuk pulang.


Lisa tambah tidak senang melihat kekasihnya menggenggam tangan perempuan lain.


" Maaf kalau kedatangan ku mengganggu " kata Lisa sambil melirik Feby.


Jelas Feby merasa tidak enak ingi sekali dia kabur namun tangannya masih di tahan oleh Febry.


" Tidak sama sekali kok sayang "


" Perkenalkan ini Feby " kata Pak Rizki.


" Kami sudah berkenalan kemarin Om " sahut Lisa yang tak ingin berjabatan tangan dengan Feby.


" Lepas !! " bisik Feby sambil matanya melotot.


" Iya "


" Feby sudah kami anggap seperi anak sendiri "


Lisa hanya tersenyum kecut.


" Katanya kamu mau kerumah Nenek dan Kakek mu ? " tanya Febry.


" Sudah sayang. Kebetulan aku lewat sini jadi sekalian mampir. Eh tapi waktunya kurang tepat aku jadi mengganggu deh "


" Tidak sama sekali " balas Bu Irma yang mengelus rambut Lisa.


Entah mengapa Pak Rizk dan Bu Irma juga April masuk kedalam meninggalkan merek bertiga.


" Keadaan macam apa ini ? Seperti kami tertangakap basah sedang selingkuh ! " gumam Feby dalam hatinya.


" Ayo di minum Lisa "


" Terimmakasih Feb "


Lisa masih enggal menatap Feby. Hanya wajah sinis yang perlihatkan kearah Feby.


" Feb aku pulang ya "


" Nanti aja dulu ! "


" Takut ibu cariin aku ! "


Feby mencari alasan yang tepat dan akhirnya Feby berdirk dari duduknya dan pamit untuk pulang pada Pak Rizki dan Bu Irma.


" Lisa aku pulang ya "


" Hmm "


" Aku antar kamu ya "


" Tidaak usah Feb deket ini. Lagi pula ada Lisa masa kamu ninggalin dia di sini "


Febry langsung diam dan menatap Feby kemudian bergantian melirik Lisa.


" Oke aku pulang "


" Ya Hati - hati ya "


Dengan cepat Feby langsung menghilang dari sana. Terasa sesak dan panas saat di rumah Febry.


Hari minggu ini memenga minggu yang panas . Cuaca panas di tambah lagi suasananya juga panas.


" Akhirnya bisa keluar juga " kata Feby yang lega bisa pergi dari suasan mencekam.