Febry & Feby

Febry & Feby
Tempat Latihan



" Kalian tahu, mereka menggosipi kita. Tapi mereka tidak tahu diri, bagaimana kelakuan anak mereka. Huh menyebalkan ! " ucap Feby yang masih terlihat kesal.


" Sabar Feb " Roby mengusap bahu Feby.


" Sudah kita lanjut lari saja yuk " ajak Febry agar Feby tidam merasa kesal lagi.


" Feby... Feby... masih aja emosian ! " batin Febry.


Mereka bertiga melanjutkan lari pagi menuju taman kota. Disana begitu ramai, banyak sekali tukang jajanan, pakaian dan sebagainya.


" Makan yuk. Laper nih " kata Roby.


" Nanti aja dulu " tolak Feby.


" Kamu ga denger nih perut aku udh bunyi "


" Huh.. Iya - iya "


" Kalian mau makan apa ? " tanya Febry.


" Makan ketopra aja " Roby.


" Kalau kamu Feb ? "


" Samain aja "


Febry segera berjalan ke tukang ketoprak dan memesan tiga porsi untuk mereka. Setelah pulang dari taman kota, seperti biasa Febry mengantarkan Feby pulang kerumahnya. Dalam perjalanan mereka bertemu lagi dengan emak - emak komplek yang masih berkumpul dilapangan.


" Mau meter balik ga ? " tanya Febry, sambil menatap Feby yang sudah bersikap biasa saja.


" Tidak usah, kita lewat saja "


Mereka berdua terus berjalan tanpa melirik emak - emak yang masih berkumpul.


" Kalau mereka berceloteh lagi aku tidak akan tinggal diam ! " batin Feby.


" Semoga mereka tidak berceloteh seenaknya " batin Febry.


Emak - emak yang tadi sedang mengobrol sekarang tatapannya menuju Febry dan Feby yang sedang berjalan melewati mereka. Emak - emak itu saling menyenggol bahu satu sama lain yang mengisyaratkan melihat kearah Febry dan Feby. Untung saja emak - emak itu tidak berceloteh lagi hanya menatap Febry dan Feby.


" Oh iya Feb, nanti aku absen dulu dari latihan "


" Loh kenapa ? "


" Aku mau bantu Roby bongkar motornya "


" Oh, ya sudah nanti aku sendiri aja " kata Feby sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


" Jangan marah " ucap Febry sambil menyenggol bahu Feby.


" Apa si lebay banget ! Siapa yang marah ? "


" Itu langsung diam "


" Aku lagi balesin fans kamu "


" Fans ? "


" Iya fans kamu di tempat latihan "


Febry terdiam dan tidak memperdulikan soal yang feby katakan.


" Aku heran ya, kenapa cewe - cewe naksir berat sama kamu ? "


" Ya karena aku ganteng hahaha "


" Wait ganteng ? " Feby berhenti dan menatap wajah Febry dengan seksama. " Model kaya gini dibilang ganteng hahaha . Ganteng dari mananya coba ? "


" Kamu belum menyadarinya. Kalau sudah menyadarinya pasti kamu bakal tergila - gila pada ku "


" Uekk.. Amit - amit "


Febry tertawa melihat ekspresi Feby yang tidak terima dengan perkataannya barusan. Febry terus mengacak - acak rambut Feby sampai berantakan. Feby tidak tinggal diam, tangannya memukul badan Febry. Mereka saling kejar - kejaran seperti anak kecil sampai didepan rumah Feby.


" Kelihatannya Feby cocok banget sama Febry. Andai mereka bukan sahabat. Eh tapi bisa aja kan sahabat jadi cinta hehee " batin Hilwa. Sejak tadi Hilwa memperhatikan mereka berdua sambil senyum - senyum dan berandai - andai kalau mereka itu sepasang kekasih.


" Udah sampe rumah. Aku pulang dulu ya Feb "


" Oke, makasih ya udah dianterin hehee "


" Mbak Hilwa aku pamit "


" Iya Febry hati - hati "


Febry berlalu meninggal mereka berdua yang sedang berada didepan rumah.


" Feb, kalau mbak perhatikan kalian cocok loh "


" Ihh apa si mbak. Kami sahabat baik "


" Loh memangnya kenapa kalau sahabat ? Jodoh tidak ada yang tahu Feby "


" Tapi aneh aja kalau aku berjodoh sama Febry " Feby diam sejenak sambil membayangkan bagaimana nanti kalau mereka berjodoh.


" Hahahaa " tiba - tiba Feby tertawa dan membuat Hilwa terkejut.


" Ih kamu bikin mbak kaget ! "


" Maaf - maaf mbak hahaha " Feby masih tertawa sambil meremas perutnya.


" Kamu kenapa ? "


" Kamu ada - ada aja Feb "


Sore telah tiba, Feby bersiap untuk latihan ditempat biasa. Sebelum pergi, Feby pamitan dengan ibu dan bapaknya.


" Bu, pak, Feby pergi dulu ya "


" Kamu mau kemana ? " tanya Pak Ahmad.


" Ke toko buku pak "


" Mau bapak antar ? "


" Tidak usah aku sendiri saja pak "


" Loh kok kamu tidak sama Febry ? " tanya Bu Siti.


" Febry lagi bongkar motor si Roby. Kak Andri sama mbak Hilwa kemana bu ? "


" Pergi ke bidan, periksa kehamilan Hilwa "


" Oh, aku berangkat ya. Aasalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Feby pergi dengan motor meticnya yang berwarna biru terang da kelnpot berisik. Itulah ciri khas Feby. Bu Siti maupun Hilwa sudah hapal suara berisik motornya Feby.


Sesampainya di tempat latihan Feby segera melatih otot - ototnya. Dengan dibantu alat - alay disana.


" Feb tumben sendiri ? " tanya abang - abang yang sedang berlatih disana.


" Iya nih bang "


" Mana kembara kamu ? "


" Dia lagi sibuk bongkar motor bang "


" Dari tadi banyak yang nanyain kembaran kamu. Khususnya cewe - cewe di sebelah sana " Feby menoleh ke arah yang ditunjuk abang - abang itu. " Kamu lihatkan mereka menatap ke arah mu Feb "


" Udah biarin aja bang "


Feby melanjutkan latihan ototnya. Kali ini Feby tidak ditemani oleh Febry. Rasanya sunyi tidak ada yang mengajak ngobrol dan mengajak Feby bercanda. Saat asik melatih ototnya seorang gadis menghampiri Feby.


" Hai "


Feby menoleh sebentar kearah gadis itu dan kembali fokus.


" Hai "


" Kamu Feby kan ? "


Feby tidak menjawab karena serius melatih ototnya.


" Hello " gadis itu melambaikan tangannya tepat dihadapan Feby. Mau tidak mau feby berhenti dengan kegiatannya dan mengatur napasnya.


" Apa ? "


" Kamu Feby kan ? "


" Iya, memang kenapa ? " kata Feby yang sudah duduk sambil minum air putih.


" Mmm kamu kembarannya Febry ? "


" Apa ? "


" Aku mengagumi Febry. Salamin ya ke kembaran kamu "


Feby menatap gadis itu dari kepala hingga ujung kaki. Gadis itu cantik, tinggi, putih dan bentuk tubuhnya sangat indah. Feby tersenyum tipis pada gadis itu.


" Kamu suka sama Febry ? "


" Iya - iya, kalau bisa comblangin aku ya "


" Are you serious ? "


" Sure "


Feby kembali lagi latihanya lagi dengan alat yang lain. Gadis itu masih berceloteh dan Feby hanya tersenyum.


" Lumayan ada yang temenin latihan. Ya walau pun aku tidak terlalu fokus sama yang dia katakam hehee " batin Feby.


" Oh iya sampe lupa. Nama Aku Lolita "


" Oke Lolita nanti setelah pulang aku akan memberitahu Febry "


" Benerkah " gadis itu terlihat senang sekali karena Feby merespon perkataannya.


" Tapi aku tidak janji ya kamu bisa dekat sama Febry. Soalnya itu tergantung sama Febrynya " kata Febry memperjelas agar wanita itu tidak terlalu berharap.


" Iya deh. Kamu sudah sampaikan salam ku ke Febry aja, aku sudah senang " kata gadis itu sambil tersenyum manis.


" Oh iya ? "


" Nih cewe begitu tergila - gilanya sama Febry " batin Feby.


" Senyuman Febry itu membuat aku tergila - gila "


" What ? Senyum ? Kapan si Febry senyum sama nih cewe ? " batin Feby. Feby begitu heran dengan gadis yang ada di hadapannya.


" Maaf. Setahu aku Febry ga pernah tersenyum dengan orang yang belum dia kenal " ucap Feby.