Febry & Feby

Febry & Feby
Aku Akan Menjauhimu



Sebelum terjadi pertengkara


" Kok kenapa ya perasaan ku jadi tidak enak ! " ucap Febry dalam hatinya. Sambil mengendari motornya Febry terus melajukan motornya ke apotik.


" Feb, nanti setelah ke apotik kita beli bebek goreng ya di tempat biasa "


" Iya, Ma "


Karena belum terlalu malam Febry senantiasa menemuruti kemauan Mamanya.


" Tunggu sebentar ya Nak, Mama gak lama di apotik "


" Siap Ma "


Bu Irma langsung ke dalam apotik dan membeli obat yang di butuhkan. Sedangkan Febry sedang memikirkan perasaannya yang tiba -tiba tidam enak.


" Ada apa ya ? Kok makin degdegan aja ?! "


Febry termenung memikirkan sesuatu sampai Bu Irma memanggilnya pun dia tidak mendengar.


" Feb, ayo kita pergi " kata Bu Irma sambil mengecek sesuatu di dalam tasnya. Karena tidak mendapatkan jawaban dari sang anak Bu Irma langsung menatap anaknya itu.


" Febry kenapa ya ? Seperti ada yang dia pikirkan ? "


" Sayang ! "


Febry masih tak bergeming.


" Febry ! Ayo Nak kita pergi ! "


Tetap tidak ada respom dari Febry.


" Febry !!!!! "


Akhirnya Bu Irma menepuk bahu Febry.


" Hah ? Mama ! "


" Mama sudah beli obatnya " tanya Febry bingung.


" Sudah, ayo kita pergi "


" Iya Ma "


Bu Irma merasa heran dengan Febry, tidak biasanya Febry melamun seperti tadi.


" Kamu ada masalah sayang ? " tanya Bu Irma.


" Tidak Ma "


" Kalau ada masalah ceritakan pada Mama "


" Iya Ma "


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah rumah makan yang menjual bebek goreng.


Kali ini Febry ikut turun menemani sang Mama tercintanya.


" Kamu apa Feb ? "


" Samain aja Ma "


" Oke deh "


Akhirnya Bu Irma memesan 1 ekor bebek goreng untuk di bawa pulang. Untungnya tidak mengantri jadi pesanan Bu Irma cepat dibuatkan.


Saat pesanan bebe gorengnya sudah di berikan ada Bu Irma, tiba - tiba Bu Irma berjumpa dengan teman semasa SMA.


" Irma ? "


Bu Irma pun menoleh pada orang yang memanggilnya.


" Hai, apa kabar ? "


Mereka berdua saling cium pipi kiri dan kanan tanpa basa basi mereka mengobrol panjang lebar.


" Duh Mama lama banget lagi ngobrolnya " keluh Febry yang mulai resah.


Bu Irma tengah asi mengobrl denganteman lamanya itu tanpa mengihiraukan anaknya yang menunggunya.


Kegelisahan Febry semakin bertambah. Pikirannya terus tertuju pada teman - temannya.


" Ya Allah, semoga tidak terjadi apa - apa "


Akhirnya Bu Irma menyudahi obralannya dengan temannya dan bergegas untuk pulang kerumah.


Febry yang tidak sabar untuk sampai di pos ronda tidak sadar dengan kecepatan motornya.


" Febry pelan - pelan Nak ! " teriak Bu Irma.


" Ma... maaf Ma "


" Kamu ada masalah Nak ? "


" Tidak, tapi perasaan ku tidak enak sejak tadi Ma ! "


Febry kembali menurunkan kecepatan Motornya hingga sampai di rumahnya.


Ketika sampai di rumahnya Febry segera pergi ke pos ronda karena perasaannya semakin tidak karuan.


" Ma aku langsung pergi ya, Assalamualaikum "


Dengan cepat Febry pergi dengan motornya.


" Nak hati - hati ! " teriak Bu Irma.


" Kenapa anak itu ? Kok aku jadi ikut gelisah ya ? "


Benar saja dengan yang dirasakan febry telah terjadi sesuatu pada di pos ronda hingga banyak sekali kerumunan disana.


" Ya Allah, ada apa ini ? " secepat kilat Febry berlari kesana.


Dan akhirnya dia meliha sahabatnya mengamuk dan tidak bisa di kendalikan.


...*****...


Feby melayangkan tangannya dan mengarah pukulannya tepat ke wajah Lisa.


Bugh


Secepat kilat Febry berlari ke arah mereka dan berdiri tepat di tengah - tengah Feby dan Lisa.


" Febry ! "


Mereka terkejut saat melihat kedatangan Febry.


" Minggir ! " ucap Feby.


" Hentikan By "


" Aku bilang minggir ! "


" Aku mohon hentikan By "


" Minggir !!! "


" Pukulan aku sepuas mu, aku siap jadi pelampiasan kemarahan mu " jawab febry.


" Oh, kamu membela dia ! Baiklah Febry sekarang aku tau posisi ku ! "


" Bukan maksudku membela dia ! Tapi aku tidak ingin kamu seperti ini ! Ayo kita selesaikan baik - baik "


Feby tersenyum sinis dan berjalan mendekati Febry sampai wajah mereka sangata dekat.


" Apa kata mu ? Selesaikan baik - baik ! Harusnya loe bilang sama pacar loe itu ! Bukan sama gue ! Dia tiba - tiba datang nyiram gue nyari masalah sama gue ! "


" Kok kamu jadi kasar By "


" Kenapa gak suka ! "


" Lihat sahabat yang kamu bela, dia malah kurang ajar pada mu " sahut Lisa.


" Lisa aku mohon diamlah ! " bentak Febry.


" Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api ! " balas Roby.


" Kamu sudah membangunkan harimau yang sedang tidur " Sahrul.


" Jadi terimalah amukkannya ! " Deni.


" Jelas dia salah kenapa kalian menghakimi ku. Dan kamu Febry mengapa kamu berbohong pada ku ? Katanya kamu pergi bersama Roby taoi nyatanya kamu dengan si ****** ini ! "


" Lisa ! " bentak Febry.


" Aku sudah bilang pada mu jaga perasaan ku ! hiks... hiks... hiks... "


" Oke - oke aku yang salah. Aku mohon sebaiknya kamu pulang Lisa sebelum terjadi sesuatu pada mu ! "


" Aku ingin di sini bersama mu "


" Kenapa loe gak rante aja si Febry biar dia selalu ada disamping loe seperti anjing peliharaan "


Mata Febry melotot saat Feby menyebut hal itu dia tidak percaya sahabatnya mengucapkan kata - kata kasar.


" Kurang ajar kamu ! Dasar murahan jauhi pacar ku ! "


" Oke ! Gue akan jauhi dia biar loe puas ! " bentak Feby.


" Lisa, aku mohon pulanglah "


" Baik aku pulang "


" Ingat pegang kata - kata mu untuk menjauhi pacar ku ! " ucap Lisa lagi.


Orang - orang pun ikut membubarkan diri dan meninggalkan mereka berlima yang masih terdiam di pos ronda.


" By "


Feby hanya diam dan membuang wajahnya ke arah lain.


" Ini salah ku, maafkan aku By "


Kemudian Feby menoleh dan menatap tajam ke arah Febry.


" Mulai hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini aku putuskan ! AKU AKAN MENJAUHI MU ! " ucap Feby sampai air matanya jatuh kepipinya.


" Apa - apaan ini ? " balas Febry.


" Feby, ayolah jangan seperti itu "


" Kalian berdua sahabatan dari kecil masa putus hubungan gara - gara pacar ! "


" Gak seru nantinya kalau kalian berjauhan "


Begitu kata Roby, Deni dan Sahrul.


Feby terlihat menghapus air matanya jatuh.


" Kelutusan ku sudah bulat. Sudah aku pulang ! "


Secepat kilat Febry memeluk Feby.


" Engga - engga pokonya aku gak mau persahabatan kita putus ! "


Feby terus berontak tidak ingin di peluk oleh Febry.


" Lepas ! Lepasin gue berengsek ! "


Dengan sekuat tenaga Feby mendorng tubuh Febry yang lebih besar dari tubuhnya.


" Gak ada lagi hubungan diantar kita ! Agap aja kita gak pernah dekat ! "


Feby berbicara sambil menangis sedangkan Febry mencoba meraih tubuh Feby namun Feby selalu menghindar.


" Ayolah By jangan begitu !


" Loe lebih milih dia kan ? Buktinya loe rela kena pukulan gue agar pacar tercinta loe gak kenapa - napa ! Bahkan loe masih bersikap baik pada dia ! "


" Bukan itu maksud ku ! "


" Udah ya ! Gue gak mau dengar lagi. Diantar kita gak ada hubungan apa - apa oke ! "


" Feby ! Feby ! "


Febyerus berjalan meninghalkan mereka. Tidak tinggal diam Febry berusaha menarik tangan Feby. Namun Feby berhasil menghindar bahkan Feby tidak segan memukul dan mendorong Febry agar menjauhinya.