Febry & Feby

Febry & Feby
Meresa Tak Di Anggap



Senin saat pulang kerja


Waktu pulang kerja telah tiba, Jacky cepat merapihkan berkas - berkas kerjanya dan segera melesat keluar gedung.


Sambil membuka kancing atas kemja dan lengan Jacky berjalan dengan gaya kerennya bak casanova. Memang ketampanannya sangat mendominan. Tak terpungkiri para wanita selalu meliriknya.


" Aku harus cepet bertemu dengan wanita ku "


Kata Jacky dengan semangat yang menggebu - gebu. Dia seperti menjadi abg yang sedang kasmaran. Entah mengapa setelah dekat dengan Feby dia tidak ingin melirik wanita mana pun.


Jacky berjalan menuju ke tempat parkir dan menaiki motor ninja f1 miliknya. Dan tepat berhenti di samping pintu gerbang tempat kerja Feby. Seperti biasa dia selalu menunggu Feby di situ.


" Oke tinggal menunggu sang pujaan hati " kata Jacky.


Namun sungguh sangat disayangkan orang yang sedang dia tunggu sudah pulang lebih dulu.


Merasa jenuh menuggu sang pujaan hati Jacky mengeluatkan handphonenya. Namun sang kekasih tak kunjung datang.


" Mana dia ? Kok belum keluar juga ya ? " Jacky menengok kekanan dan kekiri. Akhirnya dia menghampiri Pak Satpam yang bertugas disana.


" Permisi Pak "


" Iya Mas ? "


" Apa semua sudah pada pulang ? " tanya Jacky.


" Sudah Mas "


" Serius Pak ? "


" Dua rius Mas "


Jacky mengacak - acak rambutnya frustasi. Dia merasa tak di anggap sebagai kekasih. Jelas sekali dia kesal dengan perilaku Feby yang seenaknya mempermainkan hatinya. Padahal kaliini Jacky sungguh seriua menjalin hubungan.


" Tega sekali dia ! " ucap Jacky dengan nada kesal.


" Aku merasa tidak di anggap olehnya ! "


" Apa ini karma karenan aku selalu memaninkan perasaan perempuan ? Begini kah sakitnya di permainkan ? "


Akhirnya Jacky menyerah dan kembali menuju motornya untuk pulang kerumahnya Dia sangat kecewa dengan Feby karena sudah seenaknya mempermainkan dia.


" Aaahhhh " Jacky teriak sambil memacu motornya kencang sekali. Baru kali ini dia merasa patah hati karena seorang perempuan. Biasanya dia yang akan membuat para perempuan patah hati.


Sesampainya di rumah Jacky mengambil sebotol minuman yang berisikan alkohol. Jika dia kesal dengan seseorang maka dia akan melampiaskannya pada minuman itu. Itulah kebiasaan buruk Jacky yang tidak bisa di ubah.


Keesokan harinya Jacky datang seperti biasa tidak seperti kemarin yang berangkat kerja lebih awal. Biar begitu Jacky tetap setia menunggu kedatangan Feby. Sambil menyesap kopinya Jacky terus menatap kearah bank dimana tempat Feby bekerja.


Hingga beberapa menit lagi menuju waktu jam kerja Feby belum juga terlihat dipandangan matanya.


" Shittt kemana dia ? Apa dia di pindahkan ? Atau dia berhenti kerja ? "


" Woy !!! "


Tiba - tiba ada seorang perempuan yang mengejutkannya yang tak lain adalah teman kerja Feby.


" Kurang ajar bikin kaget saja ! " umpat Jacky sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.


" Menunggu kekasih mu ?"


" Ya "


" Sepertinya kekasih mu tidak akan masuk hari ini ! "


" Kenapa ? Apa dia berhenti kerja ? "


" Bukan ! Dia sakit, sehabis istirahat dia muntah - muntah "


" Apa ?! "


Jacky terkejut mendenar kalau Feby sakit.


" Apa jangan - jangan ? "


" Udah deh jangan memikirkan yang tidak - tidak, aku tidak melakukan apapun pada teman mu ! "


" Oke - oke santai aja "


" Dimana alamatnya rumahnya aku ingin sekali menjenguk pujaan hati ku yang selalu membuat ku resah"


" Hahaha lebay sekali kau ini ! "


Teman kerjanya Feby segera memberikan alamat rumah Feby pada Jacky yang saat itu hawatir bercampur kesal pada kekasih hatinya itu.


...*****...


Terbangun dari tidurnya Feby segera membuka matanya dan bangun perlahan.


" Ssss... Awwww sakit sekali " Feby meringis sambil memegang perutnya.


" Kenapa Feb ? " tanya Hilwa yang langsung masuk kekamar Feby saat mendengar rintihan Feby.


" Tidak Mbak, aku hanya ingin duduk "


Hilwa duduk di samping Feby sambil mengusap kepalannya. Bagi Hilwa, Feby sudah seperti adiknya sendiri.


" Ayo makan dulu Feb "


" Iya Mbak "


" Sini Mbak suapi "


" Issss Mbak kaya anak kecil aja di suapi "


" Loh emang kenapa ? Kan kamu lagi sakit "


" Ya kan malu Mbak "


" Buka mulutnya " titah Hilwa yang sudah menyendokan bubur. Dengan senang hati Feby membuka mulutnya.


" Maaf ya jadi merepotkan semuanya, Pagi - pagi sudah membelikan ku makanan "


" Issss yang belikan ini semua itu Febry "


" Hah ! "


Feby ternganga dan Hilwa langsung memasukan sesendok bubur kemulut Feby.


" Biasa aja ! "


" Kalau tidak percaya tanya saja Bapak, sama Kak Andri "


Feby langsunh termenung, dia tidak percaya kalau Febry datang kemari untuk menjenguknya.


" Pantas saja tadi aku merasa memdengar suaranya sedang bercanda dengan Kak Andri "


Setelah selesai menyuapi Feby makan, Hilwa segera keluar dari kamar Feby meninggalkan Feby untuk istirahat.


Beberapa jam kemudian, Feby merasa tubuhnya agak membaik. Perlahan Feby bangkit dari tidurnya dan berjalan perlahan keluar kamar. Kemudian Feby mencoba untuk membersihkan dirinya di kamar mandi karena tubuhnya sudah terasa lengket.


" Uhhh lengket sekali tubuh ku "


Kata Feby sambil membuka pakaiannya satu persatu lalu dia membasuhkan air secara perlahan ke tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan dirinya Feby mengganti pakaiannya dan duduk di ruang tamu.


" Ngapain kamu di luar ? Sana di kamar saja " titah Bu Siti.


" Bosan Bu "


Bu Siti segera pergi kekamar Feby mengambil bantal dan selimut lalu memberikannya pada Feby agar dia bisa berbaring di sofa.


" Makasih Ibu baik banget deh hehee "


" Dasar ! "


Bu Siti kembali mengerjakan tugas menjahitnya karena dia tidak ingin pelanggannya kecewa karena pakaian mereka belum di kerjakan.


Sore hari telah tiba Pak Ahmad dan Andri juga sudah pulang kerumah dan bersantai di ruang tamu.


" Ckckck, lihat Pak habis di jenguk sama Febry dia langsung sembuh " goda Andri.


" Berarti memang si Febry obatnya "


" Apa si kalian " Feby cemberut karena di goda oleh Bapak dan Kakaknya.


Sedang asik menggoda Feby tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka.


Tok


Tok


Tok


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " jawab Bu Siti segera melangkah keluar rumah.


" Iya Mas, cari siapa ? "


" Maaf Bu apa ini benar rumahnya Bapak Ahmad ? "


" Iya benar "


" Saya Jacky temannya Feby "


" Oh temannya Feby, ayo masuk Nak "


" Terimakasih Bu "


Jacky berjalan mengekori Bu Siti.


" Siapa Bu ? "


" Temannya Feby "


" Assalamualaikum " ucap Jacky sambil menyalami tangan Pak Ahmad, Andri dan Hilwa.


" Waalaikumsalam "


Mata Feby membulat saat melihat Jacky berkunjung kerumah. Feby merasa bersalah karena melupakan Jacky dan tidak mengabarinya.


" Duduk Nak "


" Iya Bu "


Jacky segera duduk di dekat sofa yang Feby tempati.


Mata Jacky terus menatap Feby dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Dan Feby hanya bisa menundukan kepalanya karena sudah tidak menganggap Jacky.


" Kenapa tidak memberi tahu ku hmm ? "


" Maaf "


" Kamu tau, aku menunggu mu begitu lama "


" Maaf "


" Bagaimana sekarang keadaan mu ? hmm "


" Sudah lebih baik "


" Ini untuk mu "


" Repot - repot ka "


" Sstttttt gak repot sama sekali "


Tiba - Tiba Jacky memotong pembicaraan Feby.


" Di minum dulu Nak "


" Terimakasih Bu, Ini Bu "


Jacky memberikan sekotak kue pada Bu Siti.


" Repot - repot bawa kue segala "


" Tidak repot kok Bu "


" Terimakasih ya "


" Sama - sama Bu "


Pak Ahmad dan Andri juga tidak sungkan mengajak ngobrol Jacky. Seperti biasa Jacku selalu cepat akrap bila bertemu dengan orang baru.


Feby juga senang Jacky bisa di terima baik oleh orang tuanya dan juga kakaknya.