Febry & Feby

Febry & Feby
Tiba - Tiba Sakit



Masih di hari senin yang sibuk. Feby dan Laras baru saja meyelesaikan makan siangnya dan kembali ke tempat mereka masing - masing


Saat kembi kempat kerjanya, Feby mulai merasaan pusing dan keluar meringat dingin.


" Kepana ini kok mual ya ? "


Feby terus memijit kepalanya yang terasa pusing itu.


Semakin lama semakin perutnya bergenolak dan ingin memuntahnya.


Feby berlari tergesah - gesah ke arah kamar mandi dan meninggalman pekerjaannya.


Cklek


Uekkk


Uekkk


Uekkk


Keluarlan makanan yang baru saha dia makan. Keringatnya bercucuran dan tubuhnya menjadi lemas.


" Kok tiba - tiba sakit ya ? Gak enak banget rasanya mual, pusing dan lemas " keuh Feby dalam hatinya.


Uekkk


Uekkk


Uekkk


Lagi - lagi Feby memuntahkan makanannya lagi. Sebentar Feby memijit kepalanya itu kemudian beralih ke tengkuknya. Dia memijit dengan lembut hingga akhir dia muntah lagi.


Ueekkkkkkkkk


Bugh


Sangking kesalnya Feby meninju tembok kamar mandi dengan kencang.


" Feby " teriak seseorang namun tidak ada jawaban.


" Feby, apa kamu baik - baik saja ? "


" Iya - iya "


Feby pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas sambil memijit - mijit keningnya.


" Hei kamu kenapa hmm ? "


" Aku baik - baik aja "


" Really ? "


" Hmmm "


Feby melewati temannya yang melihatnya heran. Kini wajahnya pucat dan keringatnya bercucuran.


" Feby, hei kamu kenapa ? " tanya lagi teman kerja Feby yang berada tepat di samping meja kerja Feby.


" Gak tau nih ! Tiba - tiba sakit "


" Sampe keringat dingin gini Feb ! Sini aku olesi fresscare "


Tanpa menunggu lama temannya segera mengolesi kening dan tengkuk Feby sambil di pijit pelan.


" Terimakasih ya "


" Aku ambilkan obat ya "


" Tidak usah ! "


" Ihhh kamu tuh ! "


" Fresscarenya aja taru sini "


" Ini pegang "


Temannya terus memperhatikan Feby yang lemas dan wajahnya memucat.


" Feby aku hawatis sama kamu. Kamu ijin pulang saja "


" Tingga 3 jam lagi juga pulang. Tenang aja kok aku bisa tahan "


Temannya hanya menggelengkan kepalanya.


Feby mengambil ponsel di dalam tasnya dan mencari nama seseorang untuk dia hubungi.


Tuttt


Tuttt


Tuttt


📞Hallo.


📞Hallo Kak.


📞Ada apa Feb ?


📞Kakak bisa gak jemput aku pulang kerja ?


📞Kamu kan bawa motor cantik !


📞Iya, tapi aku lemas Kak


📞Kamu sakit ?


📞Ya


📞Oke nanti Kakak kesana sama Bapak


📞Terimakasih Kak, aku kerja lagi ya


📞Iya


Feby segera menutup telponnya dan melanjutkan pekerjaannya perlahan.


" Feby ? "


" Iya Bu "


" Kamu sakit ? Wajah kamu pucat ! "


Tanya atasannya yang baru saja melewati meja Feby.


" Pulang saja saya takut kamu kenapa - napa ! "


" Tidak Bu, sedikit lagi juga pulang kerja "


" Kamu yakin bisa bertahan ? "


" Yakin Bu "


" Baiklah "


Jam pulang kerja telah tiba, Andri dan Pak Ahmad sudah menunggu di dekat pos satpam tempat kerja Feby. Ketika Feby keluar dari tempat kerjanya Andri segera menghampiri Feby.


" Kak " Febh langsung menyalami Kakaknya.


" Kamu tunggu disana saja sama Bapak " titah Andri.


" Iya Kak "


Feby segera berjalan menuju Pak Ahmad yang sedang mengobrol dengan Pak Satpam kemudian Feby menyalami tanggan Pak Ahmad.


" Kenapa Non ? " tanya Pak Satpam.


" Biasa Pak ketembak " jawab Feby sambil terkekeh dan Pak Ahmad hanya tersenyum sambil mengelus rambut anaknya.


" Aduh ada - ada saja si Non "


Cittt


Andri menghentikan motor Feby.


" Ayo naik "


" Hmm "


" Mari Pak " sahut Pak Ahmad.


" Iya, hati - hati "


Feby yang begitu lemas bersandar pada tubuh Andri dan berpegangan dengan erat sambil memejamkan matanya. Pak Ahmad mengawasi mereka dari belakang dengan motor Andri.


Citttttt


Tiba - tiba Andri memberhentikan motornya di depan sebuah klinik karena sebelum Feby keluat dari tempat kerjanya Pak Ahmad dan Andri sepakat untuk membawa Feby ke klinik.


" Loh Kak, kok kesini ? " tanya Feby heran.


" Ayo turun "


" Tapi ? "


" Sudah ayo Nak periksa dulu " titah Pak Ahmad.


Terpakas Feby harus ikuti permintaan Kakak dan Bapaknya untuk berobat.


Andri dan Pak Ahmad menunggu di luar saat Feby di periksa. Untung saja kliniknya tidak mengantri jadi Feby cepat di periksa.


" Bagaimana ? " tanya Pak Ahmad saat Feby keluar dari ruang pemeriksaan.


" Asam lambung ku tinggi " jawab Feby.


" Kamu telat makan ? " tanya Andri namun Feby hanya mengelengkan kepalanya.


" Ya sudah ayo kita pulang pasti Ibu mu menunggu kita "


" Baik Pak "


Feby segera mengirim pesan singkat pada Laras dan meminta bantuan padanya.


📩Laras


📩Besok aku gak masuk. Aku titip surat dokter ya ke kamu. Nanti aku titip ke Roby. Makasih cantik. 🤗🙏


" Ayo naik Feb " ucap Andri.


" I..iya Kak "


Sesampainya di rumah Feby segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Bu Siti sibuk membuatkan bubur nasi untuk anaknya. Walaupun Bu Siti kadang cerewet pada anak - anaknya tapi Bu Siti sangat menyayangi anak - anaknya.


" Feby makan dulu buburnya " ucap Bu Siti.


" Makasih Bu. Maaf aku ngerepotin ibu "


" Tidak sayang. Yasudah makan dulu "


" Iya Bu "


Saat sedang menyantap bubur buatan ibu tercinta ada pesan masuk di ponselnya.


📩Laras📩


Feby seger membukan pesan itu dan membalasnya.


📩Siap Kak, Kakak cepat sembuh ya 🤗


📩Makasih ya Laras 🤗


📩Sama - sama Kakak


Sesekali Feby memijit kepalanya yang pusing itu. Dan perutnyapun mulai bergejolak ingin mengeluarkan makanan yang bari saja dia makan. Cepat - cepat Feby berlari ke kamar mandi.


Uekkkk


Uekkkk


Ueeekkkkkkkkkkk


Mereka yang mendengar Feby muntah segera berlari ke kamar mandi. Feby bersandar di tembok kamar mandi sambil memijit tenkuknya.


" Kamu yakin asam lambung kamu naik ? " tanya Bu Siti dengan nada curiga.


" Iya Bu, apa kalian mengira aku ini hamil hmmm ?! "


" Ibu takut Nak ! "


" Awas saja kalau kamu macam - macam ! " ancam Pak Ahmad.


" Aku tuh lagi sakit kenapa malah di curigain si. Ayo test saja Pak, Bu biar kalian percaya "


" Sudah - sudah. Andri percaya sama Feby. Dia gaka akan macam - macam. Apa lagi sampai bikin malu keluarga "


" Sini Ibu kerokin aja "


" Lemes Bu badan Feby "


" Mas, bantuin Feby " bisik Hilwa.


" Iya sayang "


Andri langsung menggendong Feby menuju kamarnya.


" Huhhh, badannya kecil tapi beratnya astagfirullah ! " protes Andri yang kelelahan menggendong adiknya.


" Siapa suruh Kakak gendong aku ! "


" Abis kamu bilang lemes ya aku gak tegalah "


" Heehee makasih ya Kakak ku yang ganteng "


" Dasar ! "


" Mas aku disini aja ya temani Feby "


" Iya, aku mau keluar dulu temenin Bapak. Kasian nanti di gondol kucing lagi hahaha "


" Kurang ajar kamu ya ! " Bu Siti melempar bantal kearah Andri namun tidak kena karena Andri segera berlari keluar dan menutup pintunya.


" Ada - ada Kak Andri "


" Begitu tuh suami kamu Hilwa "


" Mohon di maklumiya Bu hehee "


" Ayo buka baju mu biar Ibu kerokin "


" Tapi pelan - pelan ya Bu "


" Iya insya allah "


" Perasaan ku tidak enak " keluh Feby sambil melirik Ibunya.


Bu Siti pun mulai mengolesi badan Feby dengan balsem kemudian Bu Siti mengeroknya.


" Aduhhhhhh Ibuuuu sakitttttt !!! "


" Baru juga di mulai udah ke sakitan "


Hilwa hanya terkekeh melihat Feby kesakitan.


" Aduuuhhhh Ibu pelan - pelan ! "


" Mata mu memer tidak mengeluh apa - apa ! Cuma di kerokin aja teriak - teriak ! "


" Itu beda Bu "


" Tahan Feb kamu kan kuat hehee " ledek Hilwa.


" Aku gak tahan sama kerokan Ibu Mbak ! Mbak aja deh yang kerokin "


" Sudah diam !!! " titah Bu Siti.


" Aduhhhhh sakit Bu !!! "


Teriakan Feby sampai terdengar ke ruang tamu. Pak Ahmad dan Andri hanya tertawa saat mendengar rintihan Feby.


" Bapak saja tidak kuat kalau di kerokin Ibu. Gimana Feby ? "


" Apa lagi Andri Pak, Andri malah tidak mau di kerokin sama Ibu. Terlalu kejam hahaha "


Mereka berdua tertawa bersama sambil menikmati kopi dan gorengan.