Febry & Feby

Febry & Feby
Pertengkaran



Malam hari telah tiba, Feby berjalan sendiri menuju pos roda. Disana sudah ada Roby, Deni dan Sahrul yang menunggu kedatangannya. Sedangakan Febry sedang megantar Bu Irma ke apotik setelah itu Febry akan ke pos ronda.


" Febry belum datang guys ? " tanya Feby pada mereka yang sedang berkumpul.


" Belum Feb "


Feby pun duduk di samping Roby.


" Apa Febry menjemput pacarnya ? " tanya Feby pada Roby.


" Tidak, katanya mengatar Tante Irma setelah itu langsung kesini "


" Oh "


" Tenang kali ini tidak akan ada Lisa hehee "


" Mau ada dia juga tidak apa - apa ! Paling aku akan jaga jarak sama Febry "


" Kawan pokonya besok kita harus masuk final ya " kata Sahrul.


" Siap "


" Feby kamu harus fokus ! " titah Sahrul.


" Siap "


" Jangan di pikirkan soalnya pacarnya Febry, jika besok dia datang anggap saja dia gak ada " kata Sahrul.


" Iya Feb, kalau dia memandang mu sinis balik sinis aja ! "


" Kok kalian ngomongnya gitu ? "


" Karena kita mengetahuinya Feb, dan kami merasa ada jarak diantara kau dan Febry " balas Deni dengan serius.


" Ya tenang saja "


Ting


Ting


Ting


" Ada tukang bakso tuh " kata Roby.


" Berhenti Rob kita begal hahaha " ucap Sahrul sambil tertawa.


" Mang... Mang "


Tukang bakso itu berhenti


" Ya "


" Mang bakso 4 ya " ucap Roby.


" Asiappp "


Tukang bakso dan tukang jajanan yang lain sudah menjadi langganan mereka dan sudah mengenali mereka berlima.


" Satu lagi temanannya kemana Rob ? " tanya Mamang tukang bakso.


" Lagi pergi Mang, nanti juga datang kemari "


" Kirain absen gak maen dulu "


Mamang tukang bakso segera membuay pesanan untuk mereka.


Terlihat Sarul dan Deni pergi kewarung untuk membeli minuman, rokok dan kerupuk untuk toping bakso mereka.


Bakso pun sudah di siapkan untuk mereka. Tanpa menunggu lama mereka segera menikmati bakso yang sudah di hidangkan.


Dengan lahapnya mereka menyantap bakso itu. Bahkan ada yang minta saus dan sambal lagi agar lebih pedas. Hingga akhirnya bakso itu tandas.


" Alhamdulillah kenyang " ucap mereka.


Kemudian mereka menaruh mangkuk bakso itu dibawah gerobak dan segera mereka membayar bakso yang sudah mereka santap.


" Mana si Febry belum muncul juga ? " tanya Roby cemas.


" Mungkin dia sedang menjemput kekasihnya " balas Feby dengan nada santai.


" Tunggu aja nanti juga datang " Sahrul.


" Kita main ludo aja dulu " ajak Deni.


" Oke "


Deni membuka aplikasi game ludo di ponsel miliknya.


" Aku yang biru ! " ucap Feby cepat.


" Aku merah " Roby.


" Aku kuning aja " Sahrul.


" Oke aku hijau " Deni.


Secara bergiliran mereka mengacak dadu itu agar ludo milik mereka keluar satu persatu.


Sedang asik bermain ludo di ponsel milik Deni. Tiba - tiba......


Byurrrrrrrr


Tiba - tiba sebotol teh pucuk membasahi wajah Feby.


Mereka berempat terkejut ada yang menyiram Feby dengan teh pucuk.


" **** !!!! " umpat Feby dengan nada tinggi.


" Oh no hp ku basah ! " keluh Deni dengan cepat dia mengelap ponselnya itu.


Yang lebih mengejutkan mereka adalah siapa orang yang melakukah hal itu.


Ya, Lisa datang bersama kedua temannya. Sesuai janjinya dia akan membuat perhitungan dengan Feby karena Feby sudah berani dekat dengan kekasihnya.


Namun Lisa salah memilih bertikai dengan Feby. Kelihataannya saja Feby diam tapi jika ada yang membuat masalah dengannya Feby akan membalasnya dua kali lipat dari yang mereka lakukan.


" Apa - apaan ini ?! " teriak Feby pada Lisa.


" Kamu yang apa - apaan ?! " balas Lisa tidak kalah kencang dari suara Feby.


Orang - orang mulai berdatagan melihat apa yang telh terjadi. Roby sudah bersiap memeganggi tangan Feby takut akan terjadi hal yang mengerikan.


" Maksud kamu apa Lisa menyiram ku ?! "


" Kamu sudah berani bermesraan denga Febry ! "


Feby mengerutkan keningnya bahkan Roby, Deni dan Sahrul hanya tersenyum sinis.


" Bermesraan ? Kapan ? "


" Ini lihat "


Lisa menunjukan foto - foto Febry dan Feby yang asik bercanda di tempat parkir siang tadi.


" Setiap sabtu memang kita sering berlatih bela diri di tempat itu ! " jawab Feby santai.


" Seengganya kamu hargai perasaan ku ! " balas Lisa emosi.


" Aku akan menjauhinya, tapi bisakah kamu memintanya dengan cara baik - baik ? Kami hanya besahabat ! "


" Di depan mu dia akan berkata manis Lisa, dasar ****** ! " ucap salah satu teman Lisa.


" Hei jaga ucapan mu ! " ucap Feby.


Plak


Tiba - tiba Lisa menampar Feby dengan kencang.


" Lisa ! " teriak Roby. Deni dan Sahrul juga ingin bertindak namun Feby menghadang.


" Tidak sepadan kalau kalian melawan perempuan ! Biar aku yang hadapi kalian diam saja ! " ucap Feby sambil menundukan kepalanya.


" Dasar cewe murahan ! Kasihan orang tuanya membesarkan anaknya untuk menjadi pelakor memang didikan tidak baik " umpat Lisa dengan kata - kata yang menyinggung orang tua Feby.


Dengan cepat Feby mencekik leher Lisa dan membuat orang nya di sekitarnya panik.


" Feb ! "


" Feb lepas Feb ! Dia bisa mati ! "


Feby tidak bergeming sedikit pun. Tatapannya sangat tajam dan mematikan mungkin kemarahannya sudah memuncak.


Lisa kesakitan dan mulai tidak bisa bernafas.


" Telpon Febry ! " teriak Roby.


Sahrul mengambil ponselnya dan menelpon Febry. Namun tidak di respon oleh Febry.


" Gak di angkat ! "


" Feby tenang oke ! Lepasin dia Feb ! "


" Kalau loe menghina gue, gue masih bisa terima. Tapi kalau loe ngehina orang tua gue sampe mati pun gak akan gue lepasin ! "


" Hei lepaskan teman ku ! "


" Kalau dia kenapa - kenapa aku tuntut kamu ! "


Begitu kata temannya Lisa, namun Feby masih enggan melepaskan.


Akhirnya beberapa bapak - bapak dan anak muda datang memisahkan. Mereka juga mencoba menenangkan Feby yang sudah di selimuti emosi.


" Feb ayolah lepaskan tenang oke " bujuk Roby.


Perlahan Feby mengendurkan tangannya dan Lisa terlepas dari cekikan Feby.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


" Kurang ajar kamu ! " umpat Lisa lagi.


" Hei sudahlah jangan mencari ribut ! " teriak Deni.


Feby masih dipegangi oleh Roby, Sahrul dan Deni. Bahkan dibantu dengan Mamang tukang bakso dan beberap anak muda.


" Sudah salah malah menyerang ku tidak tau diri ! "


" Aku juga memperingati ku agar tidak mendekati Febry tapi kamu masih mendekatinya ! "


Lisa terus memaki Feby seakan menantanganya.


" Dia sahabat ku ! " teriak Feby dan berusaha memberontak.


" Sebelum mengenal loe dia sudah mengenal gue ! Gue yang mengenalnya sejak kecil ! Loe tau apa tentang dia hah ! "


" Iya ya kamu sahabatnya ! Tapi aku kekasihnya seharusnya kamu tau diri ! Dasar perempuan murahan ! MURAHAN ! " teriak Lisa lagi.


" Berengsek ! " umpat Feby. Seketika Feby bisa meleparkan diri dari merwka yang memeganginya.


Secepatnya Feby berlari ke arah Lisa dan sudah siap untuk menghajarnya.


Mereka tidak bisa menggapai Feby yang sudah berlari kencang ke arah Lisa.


Feby melayangkan tangannya dan mengarah pukulannya tepat ke wajah Lisa.


Bugh


Pukulan itu tepat mengenai wajah, namun bukan wajah Lisa yang terkena pukulan Feby