Febry & Feby

Febry & Feby
Tenanglah, Aku Bersama Mu



Kejadian yang menimpa Feby sudah di selesaikan dengan tuntas. Lisa pun meminta maaf pada Feby karena sudah berniat buruk terhadapnya. Sedangkan Febry tidak mau melirik Lisa sama sekali bahakan dia mengabaikan Lisa saat Lisa berbicara padanya.


" Maafkan aku Feb " Lisa bersimpuh di kaki Feby.


" Tidak usah seperti itu ! "


Lisa hanya menangis, jika Feby tidak mencabut tuntutannya pasti Lisa akan masuk penjara. Setelah meminta maaf Lisa segera pergi dari hadapan Feby dan yang lainnya. Pelayan club juga meminta maaf pada Feby dan sangsi untuknya di keluarkan dari pekerjaannya. Sedangkan Jacky masih terbaring di rumah sakit dengan pengawasan kepolisian.


Di luar kantor polisi.


" Ayo kita pulang " ajak Roby.


Feby masih diam di tempat duduknya


" Kenapa ? " tanya Roby


" Jangan katakan pada siapa pun tentang hal ini, aku mohon "


" Tenanglah Feb kita tidak akan katakan hal yang sebenarnya " sahut Sahrul yang duduk di sebelah Feby.


Deni tak tega melihat Feby yang termenung.


" Feb, jangan cemaskan hal itu. Kita tidak akan memberitahukan hal ini pada siapa pun " sahut Deni.


Febry masih diam menatap Feby.


" By, ingin sekali aku memeluk mu "


Butiran bening keluar dari mata Feby.


" Aku malu " Feby menutup wajahnya. Dia membayangkan kejadian itu.


Roby mengisyaratkan agar Febry menenangkan Feby. Namun Febry enggan untuk mendektinya. Tiba - tiba Sahrul bangun dari duduknya dan menrik tangan Febry agar duduk di samping Feby.


" Tenanglah, aku bersama mu " ucap Febry sambil mengelus kepala Feby.


Tanpa berkata - kata Feby langsung memeluk Febry dan menangis dalam pelukan Febry.


" Maafkan aku " begitu ucapnya.


Feby menyesal karena sudah menjauhi Febry sahabat terdekatnya. Dia malah lebih percaya dengan orang yang baru dia kenal.


Melihat dua sahabat saling berpelukan, Roby, Deni dan Sahrul pergi meninggalkan mereka berdua untuk berbicara dari hati ke hati.


" Aku salah sudah mempercayai orang yang baru aku kenal hiks hiks hiks "


" Ssttttt, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang kamu jangan pikirkan hal itu lagi "


" Bagaimana aku tidak memikirkannya, aku sudah kotor ! "


" Tidak, kamu tidak seperti itu. Apapun yang terjadi aku akan tetap mencintai mu "


" Kamu tidak marah pada ku ? "


" Untuk apa, kau adalah sahabat ku dan orang yang aku cintai sejak lama "


" Jangan katakan apapun soal Jacky pada keluarga ku "


" Tenang saja By, sekarang pulanglah bersama ku "


" Mmmmm " Feby menganggukan kepalanya.


Febry dan Feby berdiri berjalan menuju tempat parkir.


" Akhirnya mereka selesai juga " goda Deni yang membuat Roby dan Sahrul tersenyum.


" Akhirnya mereka bersama lagi ! " teriak Deni karena seneng melihat Febry dan Feby bersama lagi.


" Welcome to team konoha " sahut Sahrul menyambut kedatangan Feby.


" Aku senang kita bisa berkumpul lagi " ucap Roby.


" Aku juga, maafkan aku ya " ucap Feby.


" Sudah lupakanlah " balas Sahrul.


" Ayo kita anatar kamu pulang Feb, aku yakin keluarga mu sangat hawatir " kata Roby.


Mereka pun segera pergi meninggalkan kantor polisi menuju kerumah Feby.


...****************...


" Pak, mereka belum datang juga " kata bu Siti cemas.


" Sabar bu "


" Apa Andri susul aja ya pak ? "


" Tidak usah, bapak percaya sama Febry "


" Tapi pak "


" Andri, kamu disini aja temani istri dan anak mu "


" Tidak apa - apa kok pak, biar mas Andri susul mereka, Faishal juga gak rewel " jawab Hilwa.


" Tidak usah nak, kamu juga baru melahirkan butuh istirahat "


Tak lama terdengarlah suara motor yang berhenti tepat didepan rumah pak Ahmad. Andri segera berlari keluar untuk memastikan itu adiknya atau bukan.


" Feby ! " ucap Andri panik melihat kondisi adiknya.


" Apa yang terjadi, mana yang luka "


" Aku baik - baik saja kak "


" Syukurlah " Andri memeluk erat tubuh Feby.


" Feby, kamu kenapa nak ? " bu Siti segera memeluk anaknya.


" Feby baik - baik aja bu "


" Ayo ayo masuk " ajak pak Ahmad.


" Kita langsung pulang aja pak, sudah larut malam juga " balas Febry sopan.


" Baiklah kalau begitu, terimakasih ya kalian sudah mencari Feby "


" Kalau begitu kita pamit dulu ya "


Mereka berepat menyalami pak Ahmad, bu Siti, Andri dan Hilwa.


" Sekali lagi terimakasihnya " sahut Andri.


" Sama - sama kak "


Setelah kepergian mereka berempat, Feby dan keluarganya masuk kedalam rumah.


" Bagaimana bisa terjadi " tanya bu Siti.


" Entahlah bu, aku merasa seperti di tabrak "


" Lalu Jacky bagaimana ? " tanya pak Ahmad.


" Jacky masih dirumah sakit, dia yang terluka "


" Innalillahi "


" Besok kita jenguk ya "


" Tidak usah pak, kata dokter dia belum boleh di jenguk "


" Apa keluarganya sudah di beri tahu ? "


" Sudah pak "


" Ya sudah sekarang kamu istirahat ya "


" Iya pak "


" Ayo mbak antar ke kamar "


Hilwa menemai Feby sampi kekamarnya sambil menggendong Fishal yang tiba - tiba saja terbangun.


Perlahan Feby membuka jaket yang diberikan oleh Febry. Terlihatlah bajunya yang sobek.


" Feb, baju mu "


" Iya mbak "


" Kamu jatuhnya bagaimana kenapa bisa robek begitu "


" Entahlah aku juga tidak mengerti " jawab Feby santai namun Hilwa menaruh curiga pada Feby.


" Kamu mau mandi ? Nanti mbak siapkan air panas "


" Tidak usah mbak, mbak juga harus istirahat "


" Mbak hawatir sama kamu "


" Makasih mbak sudah menghawatirkan aku " Feby memeluk Hilwa dengan penuh kasih sayang.


Sementar di ruang tamu pak Ahmad, bu Siti dan Andri masih bertanya - tanya soal kecelakaan yang menimpa Feby.


" Andri penasaran dengan keadaan Jacky "


" Sama ibu juga "


" Kita doakan aja semoga Jacky tidak kenapa - napa "


" Masalahnya Feby tidak terluka parah, Andri bingungnya disitu "


" Sama ibu juga "


" Sudah jangan di pikirkan lagi yang terpenting Feby pulang dengan selamat "


Cklek


Suara pintu terbuka.


" Feby sudah tidur ? Hilwa "


" Sudah bu "


" Syukurlah "


Melihat raut waja istrinya yang begitu cemas membuat Andri jadi memukirkan adiknya.


" Ada apa ? " bisik Andri.


" Tidak "


" Kamu bohong, aku tau itu " bisiknya lagi.


" Andri ajak Hilwa dan anak mu ke kamar ini sudah larut malam, besok ita bahas lagi. Mungkin sekarang adik mu juga masih syok.


" Iya pak, ayo sayang "


" Pak, bu, Hilwa kekamar dulu ya "


" Iya nak, istirahat jangan pegang kerjaan dulu "


" Baik bu "


Di dalam kamar Feby hanya berpura - pura tidur agar Hilwa keluar dari kamarnya. Feby tidak ingin membuat Hilwa hawatir dengan keadaanya saat ini.


" Maafkan aku mbak tidak mau membagi cerita "


Feby menatap langit - langit kamarnya, dan memikirkan Jacky yang tega ingin merebut kehormataannya.


" Aku masih tidak percaya kamu akan melakukan itu pada ku ! Padahal aku sangat mempercayai mu Jacky. Bahkan aku menjauhi sahabat ku hanya demi cinta ku. Tapi kamu malah mengecewakan ku dan bekerja sama untuk menghancurkan ku ! "


Air mata keluar lagi dari matanya, dia tak percaya karena orang yang dia cinta ingin berniat buruk padanya.


" Aku sudah membuka hati untuk mu ! Tapi kenapa kamu mengecewakan ku Jacky ? Kenapa harus kamu ? "


Feby mengingat lagi perkataan Febry saat dia sedang berad bersama Febry.


" Tenanglah, aku bersama mu "


" Febry " Feby tersenyum sambil membayangkan wajah Febry.