Febry & Feby

Febry & Feby
Bertemu Tanpa Sengaja



Suara ponsel terdengar nyaring di telingah.


Pak Ahmad yang sedang fokus menonton berita di televisi jadi merasa terganggu karena ponsel Feby yang di taruh di ruang tamu terus berdering.


" Feby ! Ini hp berbunyi ! " teriak Pak Ahmad.


" Sebentar Pak ! "


Pak Ahmad seklias melihat panggilan masuk di ponsel putrinya. Ternyata yang menelpon putrinya itu adalah Febry.


Setelah beberapa menit ponselnya berbunyi lagi. Kali ini bukan Febry melainkan Jacky.


" Siapa Jacky ? " tanya Pak Ahmad pelan.


" Feb ! Hp mu bunyi terus "


" Iya Pak, sebentar lagi selesai "


Pak Ahmad kembali fokus pada berita yang dia lihat di televisi.


Selang beberapa menih poselnya pun berbunyi lagi.


" Angakat saja Pak siapa tau penting " sahut Bu Siti.


" Biarkan saja Bu "


" Memang siapa Pak yang telpon ? " tanya Andri penasaran.


" Fans adik mu hehehe "


Feby pun berlari dari dapur menuju ke ruang tamu dengan tergesah - gesah.


📞Feby : Ya hallo.


📞Febry : Jadi latihan tidak ?


📞Feby : Jadi.


📞Febry : Aku jemput sekarang.


📞Feby : Ya.


Feby menutul telponnya dan masuk kekamar untuk bersiap pergi ketempat latihan bersama Febry.


Tak memakan banyak waktu Feby telah selesai mengganti pakaiannya.


" Pergi dengan Febry atau Jacky hmm ? " goda Pak Ahmad.


" Febry " jawab Feby dan tidak menyadari perkataan Pak Ahmad. Seperkiandetik Feby tersadar


" Hah ! Apa Pak ? "


" Ah tidak "


" Kok Bapak tau soal Jacky ? " gumam Feby namun Feby tidak mau menggubrisnya.


" Aku pamit ya " Feby menyalami tangan kedua orang tuanya dan juga kakaknya.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


" Pak - Pak, Jacky siapa ? " tanya Andri penasara.


" Ah tidak. Bukan siapa - siapa kok "


Andri hanya bisa tersenyum kikuk.


Feby berjalan ke luar rumahnya sambil menunggu Febry.


Citttttt


" Kok kamu nunggu disini ? tanya Febry heran melihat Feby menunggunya di jalan bukan di rumahnya.


" Sudah ayo jalan "


Feby segera menaiki motor Febry.


Dalam perjalanan Feby terus sibuk dengan ponselnya. Itu semua membuat Febry tidak nyaman.


" By, bisa tidak jangan maenin hp ?! "


" Kenapa ? "


" Bisa atau tidak ? "


" Iya - iya aku taruh hpnya "


Dengan kesal Feby menaruh ponselnya didalam tasnya. Terihat dari kaca spion Feby memanyunkan bibirnya.


" Kamu sibuk chatan sama siapa si ? "


" Kepo ! "


" Sekarang kamu berubah ya "


Feby segeran mendekatkan wajahnya kebahu Febry dan memajukan jarak tubuhnya agar berdekatan.


" Apa kata mu ? Berubah ? "


" Ya "


" Aku berubah karena kamu ! "


Jawab Feby cepat namun masih menepelkan wajahnya di bahu Febry.


" Kok karena aku ? "


" Ya, karena kamu pacaran sama perempuan yang tidak pengertian ! "


Febry hanya terkekeh melihat sahabatnya kesal ingin sekali dia mencubit hidungnya yang kecil itu.


" Aku harus jaga jarak saat kamu sedang bersama dia menyebalkan sekali ! "


" Memangnya aku ini terlihat seperti pelakor apa ?! Bisa - bisanya dia mencurigaiku "


" Kalau bukan karena kamu mencintai dia aku pasti sudah menghabisinya ! "


" Kamu tau, kekasih mu itu memasang wajah sinis saat menatapku. Entah apa salah ku pada kekasih mu itu ? "


Feby terus mengomel dan Febry tetap setia mendengarkan omelan Feby.


" Padahal aku belum mencintai dia By ! "


" Padahal kita itu sahabatankan. Laras pun tidak masalah saat aku mengobrol atau bercanda dengan Roby ! "


" Ya aku akui kekasih mu itu cantik bak seorang artis dan aku ini tidak ada apa - apanya. Tapi apakah harus sesombong itu ? "


" Sudahlah, aku mencintai mu apa adanya By bukan karena fisik dan menampilan ! "


" Apa kata mu ? "


Samar - samar Feby mendengar kata mencintai dari mulut Febry.


" Huhhhhh hampir saja "


Ketika Febry dan Feby memasuki area parkir sepasang mata sedang menatapnya tajam. Dia tidak percaya bertemu tanpa sengaja dengan kekasihnya. Dan Kekasihnya itu sedang bercanda berama perempuan lain.


" Berengsek ! " umpat Lisa dengan nada di tekan membuat temannya menatap ke arahnya.


" Wow santai saja Lisa ! Ada apa ini ? "


" Lihat itu ! "


Temannya itu menoleh ke arah tempat parkir.


" OMG itukan Febry ! "


" Kurang ajar perempuan itu selalu menempel dengan kekasih ku ! "


" Memang dia siapanya Febry ? "


" Dia sahabatnya ! "


Temannya hanya menutup mulut dan tidak ingin berkata apa - apa.


Kedatangan Lisa ke tempat gym sungguh tidak beruntung. Niat hati ingin berolahraga dia malah mendapat pemandangan yang tidak mengenakkan.


Lisa mengambil ponselnya dan beberapa kali memotret Febry dan Feby yang sedang bercanda di area parkir. Mata Lisa membulat sempurna wajahnya juga memarah karena marah.


Kemudian Lisa menelpon Febry.


Tut tut tut.


📞Febry : Hallo.


📞Lisa : Sayang kamu lagi dimana ?


📞Febry : Aku lagi ditempat latihan beladiri. Ada apa ? "


📞Lisa : Hanya sendiri ?


📞Febry : Tidak , aku bersama Roby.


Jawaban Febry sangan membuat Lisa marah. Sudah jelas Lisa melihat dia pergi dengan Feby namun Febry malah berbohong.


📞Lisa : Oke sayang, aku tutup dulu ya.


📞Febry : Oke sayang.


" Awas kamu ! Lihat saja nanti aku akan memberi perhitungan dengan mu ! " kata Lisa yang begitu kesal.


" Siapa Feby ? "


" Biasa "


Feby tersenyum sinis.


" Nenek lampir ! "


" Husss tidak boleh berkata seperti itu "


" Cie ngembela pacar "


" Bukan seperti itu, aku tidak ingin sahabat ku jadi orang yang kasar "


" Iya - iya "


" Ihhh "


Febry gemas dengan ekspresi Feby lalu Febry mencubit hidungnya.


" Awww sakit !! "


" Sukur ! "


Kebersamaan mereka masih di pantau oleh Lisa di balik jendela tempat gym yang mengahadap sempurna ke tempat area parkir dimana Febry dan Feby berada.


Air mata Lisa jatuh ke pipinya tangannya terkepal.


" Sudah Lisa jangan di tatap terus ! "


" Nanti kita akan buat perhitungan sama perempuan itu "


Begitu kata kedua teman Lisa yang juga ikut geram dengan Feby.


" Ayo kita masuk By "


" Ayo "


Ferby dan Feby melangkah bersama masuk ketempat latihan. Mereka berdua tidak menyadari ada sosok yamg memperhatikan mereka berdua.


Di tambah Febry berbohong dengan siapa dia bersama sekarang.


Lisa tidak marah dengan Febry namun dia sangat membenci Feby. Jadi Lisa akan membuat perhitungan dengan Feby saja.


" Hai kembar " sapa Kak Ali.


" Hai Kak "


" Ayo mulai pemanasan dulu " ucap Kak Ali.


" Siap "


Di tempat latihan masih saja ada perempuan yang selalu memperhatikan Febry dan tersenyum bodoh padahal Febry tidak pernah menanggapi mereka.


" Feb lihat itu "


" Oh yang benar saja ! " keluh Febry saat para perempuan sedang memandangnya denga sebuah senyuman.


" Kamu selalu di jadi pusat perhatian perempuan. Tapi kamu malah memilih nenek lampir itu ! "


" Aku sudah memilih mu ! Kamu saja yang tidak sadar "


" Hah ?! "


" Ah tidak ! "


" Kamu mulai bicara tidak jelas Feb "


" Biarin "


Febry dan Feby memulai latihannya bersama yang lainnya. Mereka terlihat sangat fokus saat mempelajari gerakan bela diri.


Setelah selesai latihan, Febry dan Feby pergi meninggalkan tempat tersebut.


" Mau jajan dulu tidak ? "


" Langsung pulang saja Feb, nanti malam kita kan harus latihan "


" Baiklah, kita pulang sekarang "


Febry memacukan motornya dengan kecepatan sedang. Seperti biasa Febry selalu mengatar Feby pulang terlebih dahulu.