
Feby masih dilema antara menerima atau tidak tapi, mereka bertiga membujuknya untuk ikut bersama Febry.
" Tapi "
" Udah sana ! " jawab Roby cepat.
Febry masih setia menunggu Feby dengan penuh harapan agar Feby mau diantar pulang olehnya.
" Baiklah " jawab Feby dengan nada yang serba salah namun dia tetap melangkahkan kakinya kearah Febry.
" Nah gitu dong "
Ucap mereka bertiga yang senang melihat Feby mau diantar pulang oleh Febry.
Febry mengembangkan senyumannya namun dia tidak mau memperlihatkannya.
" Ayo jalan " ucap Feby.
" Ehhhh tunggu ! " teriak Deni dan berlari membawa bungkusan plastik.
" Ini ketinggalan "
Kemudian Deni memberikan bungkusan plastik itu pada Feby.
" Apa nih ? "
" Tadi kan kita - kita mau jenguk kamu eh gak taunya orangnya nongol ! "
" Oh hehee, makasih ya kawan "
" Iya sama - sama "
" Aku duluan ya "
Mereka bertiga hanya menganggukan kepala.
Brmmmmm
Motor pun menyalah dan segera Febry membawa Feby pulang kerumah.
" Aku yakin Febry gak akan bawa Feby pulang ! " ucap Roby santai sambil duduk di tempatnya kembali.
" Maksudnya ? "
Tanya Deni dan Sahrul bersamaan.
" Pasti Febry akan membawa Feby ke suatu tempat untuk berbicara "
" Apa !? "
" Febry sungguh nekat ! "
" Takutnya nenek sihir itu melihat mereka berdua ! "
" Aku juga berpikir seperti itu ! "
Mereka bertiga menghawatirkan Febry dan Feby kalau sampai mereka teriht bersama oleh Lisa pasti suatu hal yang buruk akan terjadi.
" Loh... Loh mau di bawa kemana aku !? "
Febry tidak bergeming sama sekali.
" Febry !!! "
" Sstttt "
" Aku mau pulang ! " teriak Feby.
Lagi - lagi Febry hanya diam dan hanya fokus ke jalan.
" Febry ! Kamu mau apa si ?? "
" MENCUKIK MU ! "
" Jangan macam - macam ya ! "
" Aku serius ingin menculik mu "
" Aku bilangin Kak Andri ya ! " ancam Feby.
" Bilang saja " jawab Febry santai.
" Hihhhhh "
Feby sangat kesal dengan apa yang di lakukan Febry. Dia kesal karena Febry tidak berpikir panjang, bagaimana kalau Lisa mengetahui kalau mereka sedang jalan berdua ? Feby malas untuk meladeninya nanti.
" Kamu egois ! "
" Aku atau kamu hmm ? "
" Berhenti ! "
Febry pura - pura tidak mendengarkan.
" Oke, kalau tidak mau berhenti aku lompat " ancam Feby.
" Lompat aja kalau berani " Febry menantang balik Feby. Dia ingin tau apakah Feby berani atau tidak ? Tapi tau sendirikan sahabatnya itu sangat nekat.
" Baiklah "
Feby mencoba untuk berdiri dan melompat.
" Ehhh By apa yang kamu lakukan ? " Febry pun panik.
" Kamu menantang ku bukan ? "
" Ayo duduklah nanti kitajatuh "
" Makanya berhenti "
" Tidak ! "
Febry terus melajukan motornya hingga sampai tempat tujuan. Selama perjalanan Febry menahan Feby agar tidak nekad untuk melompat.
Cittttttt
" Ayo turun "
" Tidak "
" Tadi kamu mau turun sekarang malah tidak mau ! "
Ucap Febry dengan nanda tidak senang.
" Aku mau pulang ! "
" Sebentat saja, aku ingin berbicara "
" Turun dulu "
" Tidak di sini saja "
" Dasar keras kepala "
Akhirnya Febry turun dari motornya meninggalkan Feby yang masih duduk di motornya. Sejenak Febry terdiam sambil menatap Feby. Kemudian denga gerak cepat Febry mengankat Feby agar dia turun dari motornya.
" Febry ! Apa - apaan si turunkan aku ! "
Seketika wajah Feby memerah karena malu semua orang jadi memperhatikannya. Walaupun di dekat taman hanya ada beberapa orang saja yang sedang nongkrong tetap saja dia malu. Sedangkan Febry hanya bersikap biasa saja.
" Pak sekutengnya dua ya " pesan Febry pada penjual sekuteng.
" Iya Mas "
Febry berjalan ke arah Feby dan duduk disampingnya.
" Ada apa membawa ku kesini ? "
" Kan sudah aku bilang "
" Hih menyebalkan "
" Gak jadi bilang kek Kak Andri ? "
" Gak ! "
Febry hanya terkekeh melihat ekspresi Feby yang kesal. Pasti Feby sudah mengetahui kalau Kakaknya sudah memberi izin pada Febry untuk membawanya pergi.
" Ini Mas "
" Terimakasih Pak "
Febry memberikan satu sekuteng yang masih panas pada Feby.
" Eh iya kamu masih sakit tidak ? "Febry mengambil lagi sekuteng yang ada di tangan Feby.
" Tidak, berikan itu pada ku " ucap Feby sambil merebut sekuteng yang ada di tangan Febry.
Mereka berdua meniup sekuteng itu dan menikmatinya perlahan. Sensai hangat masuk dari mulut ke tenggorokan dan ke perut saat mereka menghirup sekuteng itu. Tidak luda dengan topingnya ada kacang, mutiara, kolang kaling dan roti yang di potong dadu. Sungguh nikmat rasanya menyantap sekuteng pada malam hari.
" By, bisa tidak kamu jangan menjauhi ku ? "
" Ngomong - ngomong apa kamu tidak takut pacar mu akan mengetahui kita bersama ? " Feby mengalihkan pembicaraan.
" Tidak "
" Kalau sampai dia tau, aku malas meladeninya jadi jangan salahkan aku jika aku langsung menghajarnya ! " peringati Feby.
" Aku yang akan bertanggungbjawab. Kalau perlu aku yang akan meninggalkan kalian berdua "
Feby mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan Febry yang cukup mengejutkan bahwa dia akan " meinggalkan dia dan Lisa " .
" Oke kembali ke awal pertanyaan ku. Bisa tidak, kamu tidak menjauhi ku ? Rasanya seperti ada yang hilang dari hidup ku "
" Ckckck lebay sekali " Feby tersenyum sinis.
" Aku serius "
" Ya "
" Maksud ku kitaa bersikap seperti biasanya aja tidak usah saling menjauhi " pinta Febry.
" Ya "
" Hihhh, sekarang kamu jadi menyebalkan ya "
" Kita harus terbiasa tidak bersama ! Karena suatu hari nanti kita akan punya pasangan masing - masing "
" Aku tidak setuju "
" Keras kepala ! "
" Oke, aku hanya meminta mu bersikap seperti biasa "
" Tidak bisa ! "
" Kenapa "
" Pokonya tidak bisa "
" Terserahlah "
Akhirnya Febry menyerah mengahadapi sikap sahabatnya yang keras kepala. Karena sifat mereka keras kepala dan teguh pada pendiriannya jadi harus ada yang mengalah antara mereka.
" Jika Lisa sedang bersama mu maka aku akan pura - pura tidak punya hubungan apapun dengan mu. Tapi kalau Lisa tidak bersama mu maka aku akan bersikap seperti layaknya teman biasa dan tidak akan terlalu dekat pada mu "
" Atur saja sesuka mu !
" Baiklah, ayo pulang " ajak Feby yabg sudah menghabisi sekutengnya.
Tangan Febry mengepal melihat tingkah laku sahabatnya itu yang semakin lama semakin menjauhi dirinya. Tanpa berbicara apa - apa Febry segera membayar sekuteng yang mereka nikmati lalu segera Febry menaiki motornya dan di susul oleh Feby.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang tercipta di tengah - tengah mereka berdua.
" Apa kamu marah Feb ? Maafkan aku, aku tidak bermaksud sepertu itu. Jujur aku senang bisa dekat seperti ini lagi dengan mu tapi ada perasaan yang harus jaga. Aku tidak ingin nantinya kita saling membenci satu sama lain " gumam Feby dalam hatinya sambil memandan Febry yang sedang merajuk.
" Kenapa kamu jadi seperti ini si By. Aku tidak suka melihat mu seperti ini ! Tapi bagaimana pun kamu mengubah sikap mu pada ku tetap saja aku mengetahui isi hati mu yang sebenarnya. Kamu tidak benar - benar ingin menjauhi ku. Kamu melakukan ini karena ada hati yang harus di jaga " gumam Febry dalam hatinya.
Ciittttt
Febry memberhentikan motornya tepat di depan rumah Feby. Disana sudah ada Andri yang sedang menunggu di depan rumah sambil memainkan ponselnya.
" Sudah menculiknya ? " tanya Andri dengan nada meledek Febry.
" Sudah. Ini ku kembalikan lagi "
" Oke akan ku ambil "
" Dasar kalian berdua " kata Feby kesal melihat Kakaknya bersekongkol dengan sahabatnya. Feby segera masuk kedalam rumah tanpa berpamitan dengan Febry.
" Dia kenapa ? "
" Adik mu sangat keras kepala Kak ! "
" Yang sabar ya Feb "
" Ya. Aku pulang dulu Kak "
" Yo, hati - hati di culik tante - tante hahaha "
" Aku tidak akan menolaknya Kak hahaa "