Febry & Feby

Febry & Feby
Cemburu



📩Roby : Feb, aku mau balikin motor kamu.


📩Feby : Bawa dulu aja.


📩Roby : Nanti kamu gimana ?.


📩Feby : Gampang.


📩Roby : Serius.


📩Feby : Iya Roby.


📩Roby : Aku anter ya kerumah mu.


📩Feby : Terserah kamu. Tapi kalau aku udah tidur kasih aja ke Kak Andri kalau engga kasih Bapak ku ya.


📩Roby : Oke.


Setelah membalas chat dari Roby, Feby segera menarik selimutnya dan siap untuk bermimpi.


Saat Roby hendak pergi kerumah Feby, tiba - tiba handphonenya berdering.


" Huhhh siapa yang menelpon malam - malam begini ! " kata Roby.


Dan ternyata yang menelpon adalah Febry.


" Tumben dia menelpon ku malam - malam begini. Apa dia sakit ? "


📞Roby : Hallo, ada apa Feb ? .


📞Febry : Kamu sudah mengembalikan motor Feby belum ? .


📞Roby : Belum. Memangnya kenapa ? .


📞Febry : Jangan di kembalikan dulu ya hehee.


Febry terkekek di sebrang sana.


📞Roby : Mmmm aku tau rencana mu. Baiklah aku tidak akan mengemablikannya.


📞Febry : Bagus. Sudah dulu ya.


📞Roby : Oke.


" Ada - ada aja nih anak. Kadang sifatnya tidak bisa di tebak ! " ucap Roby mengelengkan kepalanya.


Ke esokan harinya Feby baru saja bangun dari tidurnya dan berjalan keruang tamu.


" Mana motor ku ? " katanya sambil menggaruk kepalanya.


" Sudahlah mandi dulu saja ! "


Selesai mandi Feby segera bertanya pada Kakaknya.


" Kak, semalam Roby ke sini gak ? "


" Tidak, memang kenapa ? "


" Tidak apa - apa "


Feby segera masuk kedalam kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kerjanya.


" Roby gimana si katanya mau kembaliin motor ! Ckkkk "


Feby mengambil handphonenya dan mencoba menelpon Roby namun Feby koutanya habis jadi Feby tidak bisa menelponnya.


" Sial ! "


Feby menjadi kesal pada Roby, jika Roby tidak jadi mengembalikan motornya setidaknya Roby mengabarinya terlebih dahulu.


Akhirnya Feby keluar kamarnya dan menyantap sarapannya di ruang tamu.


" Pagi - pagi sudah cemberut begitu ! Kenapa hmm ? " tanya Hilwa.


" Kesal ! "


Hilwa hanya menggelengkan kepalanya.


" Sini Mbak make up dulu "


Jika Feby ingin berangkat kerja dia selalu di make up oleh Hilwa karena dia tidak pandai bermake up. Pernah sekali dia make up sendiri dan hasilnya sangat buruk.


" Feby, ada Febry di luar " kata Andri.


" Hah ! "


" Dia ingin mengantar mu bekerja "


" Hah ! "


" Hah... hah, cepat keluar temui Febry ! " titah Andri.


" Baiklah "


Feby berlari kecil ke depan rumahnya.


" Pasti ini kerjaan mereka berdua ! " batin Feby.


" Apa ? "


" Ayo "


" Tunggu sebentar "


Feby masuk kedalam lagi mengambil tas dan sepatunya. Kemudian Feby memyalami Bu Siti, Pak Ahmad, Hilwa dan Andri.


" Aku berangkat ya "


" Iya hati - hati "


Feby berjalan keluar rumah menghampiri Febry yang sudah menunggunya.


" Jujur ya, sebenarnya aku keberatan berangkat kerja bareng sama kamu "


" Kenapa ? "


" Kamu tau alasannya " jawab Feby cepat sambi naik ke motor Febry.


Bremmm


Bremmm


Febry menyalahkan motornya dan lekas pergi.


" Ni rencana mu kan ? " tanya Feby.


" Hmmm "


" Ckckckck, kamu itu jahat sekali pada ku ! "


" Kenapa ? "


" Aku hanya ingin bersama dengan mu apa itu salah ? "


" Salah ! "


" Salahnya dimana ? "


" Kamu sudah punya pacar dan aku juga sudah punya pacar ! Jadi kita harus jaga jarak "


" Jadi masalahnya di pacar. Baiklah putusin aja pacar kita ! "


" Apa !? "


Feby terkejut mendengar pernyataan Febry barusan.


" Apa aku tidak salah dengar ? "


" Tidak "


" Kamu gila "


" Kalau tidak ada mereka pasti kita dekat lagi ! "


" Dasar ! "


Sepanjang perjalanan Febry dan Feby terus mengobrol. Sudah lama mereka tidak seperti ini saling mengobrol, membahas yang tidak penting dan tertawa bersama.


" Febry, aku menjauhi mu karena ada hati yang harus kita jaga, hargai perasaan mereka yang mencintai kita ! "


" Ya aku tau "


" Lalu kenapa masih mendekati ku hmm ? "


" Karena kamu sahabat ku "


Jawaban Febry ada benarnya juga. Mereka berdua memang sahabat namun hanya karena mereka sudah punya pacar persahabatan mereka harus berjarak.


Keasikan mengobrol mereka sampai melewati tempat kerja Feby bahkan mereka tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


" Ehhhh kelawat Feb ! " teriak Feby sambil menepuk pundak Febry.


" Astagfirullah, maaf By "


Febry segera memutar balik motornya dan berhenti tepat di depan tempat kerja Feby.


" Oke, terimakasih atas tumpangannya "


" Ya "


" Aku masuk ya "


" Nanti Roby akan mengantarkan motor mu ke sini "


" Bawa dulu aja "


" Motornya sudah selesai "


" Oh, baiklah "


" Aku pergi dulu ya " ucap Febry.


Tanpa sengaja tangan Febry mengusap kepala Feby dengan lembut penuh perasaan. Feby juga tersenyum saat kepalanya di usap dengan lembut.


Di sebrang sana sedang memperhatikan mereka berdua. Rasa cemburu sudah menerpa dirinya tangannya mengepal sempurna. Rasa tidak suka menghampirinya. Jacky tidak senang wanitanya di dekati tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa karena yang mendekati wanitanya adalah sabahat baiknya. Dia harus menahan dan memendam rasa cemburunya.


Febry berlalu meinggalkan Feby di depan gerbang tempat kerjanya. Setelah menatap kepergian Febry, Feby melempar pandangannya ke arah lain dan terlihatlah Jacky berada di sebrang sana tepat di hadapnnya.


" Jacky ! "


Feby mulai cemas, dia takut Jacky salah paham padanya dan Febry. Wajah Jacky sangat datar saat menatap Feby. Perlahan Jacky menyebraki jalan untuk menghampiri Febry.


" Apa dia marah ? Ckk kenapa aku ceroboh sekali, aku keasikan mengobrol sampai aku melupakannya "


Semakin dekat semakin jelas Feby melihat raut wajah Jacky yang kecewa.


" Pagi judes " sapa Jacky dan tiba - tiba dia tersenyum seperti biasa.


" Hei kok diam ? Ada apa ? " tanya Jacky.


" Ah tidak "


" Kamu udah sarapan ? "


" Sudah "


" Tumben "


" Aku kemari hanya ingin menyapa mu "


Jacky menatapnya serius sampai Feby salah tingkah di buatnya.


" Tadi kamu di antar Febry ? "


" Iya, maaf ya "


" Maaf untuk apa ? "


" Kamu marah ? "


" Untuk apa aku marah "


" Maaf ya "


" Sudahlah lupakan saja. Kalau kamu tidak ada kendaraan katakan pada ku pasti aku akan menjemput mu "


" Iya, maaf ya " hanya kata maaf yang terlontar dari mulut Feby. Dia tidak enak pada Jacky.


" Ayo masuk, sudah waktunya jam kerja "


" Iya "


" Hati - hati kerjanya jangan sampai kamu sakit lagi "


" Kamu juga semangat ya kerjanya "


" Hmmm " Jacky mengelus pipi Feby dengan lembut.


" Pasti dia berbohong ! Aku tau dia pasti marah " batin Feby.


" Sebenarnya aku cemburu melihat mu dengan Febry. Tapi aku tidak bisa marah karena kalian berdua bersahabat. Tapi perasaan ini sangat jelas kalau aku itu cemburu ! Aku tidak suka ada laki - laki yang mendekatimu seperti itu ! " dalam hatu Jacky.


Perasaan Jacky sangat kacau rasa cemburu terus menghantuinya sampai dia tidak fokus dengan pekerjaannya. Sesekali Jacky mengacak - acak rambutnya. Dia kesal kenapa harus secumburu itu. Padahal jelas sekali kalau mereka berdua hanyalah sahabat tidak lebih.


" Ayolah lupakan ! Mereka berdua hanya sahabat bukan kekasih ! " teriak Jacky meyakinkan dirinya.