Febry & Feby

Febry & Feby
Perjodohan Part 1



" Febry kamu sudah pulang nak ? " tanya Bu Irma yang sudah duduk di samping Febry.


" Baru saja sampai Ma "


" Nanti jam 7 malam ikut Mama ya kerumah teman Mama " pinta Bu Irma.


" Habis sholat isya aja Ma "


" Oke, tapi benar ya kamu mau ikut ? "


" Iya "


" Terimakasis sayang "


Bu Irma sangat senang karena Febry tidak menolak permintaannya jadi Bu Irma tidak perlu susah payah membujuknya.


📩Febry : Woyyyyy !!!!!


📩Feby : 😩


📩Febry : Nanti malam aku akan pergi kerumah teman Mama ku.


📩Feby : Terus masalahnya sama aku apa ???


📩Febry : Oke, gak akan aku bantu !


📩Feby : Hehehe becanda ihh


📩Febry : 😧


📩Feby : 😙


📩Febry : Jangan cium - cium RABIES 😆


📩Feby : Emangnya aku anjing ?!


📩Febry : 😆😋


📩Feby : Nanti malam teman Bapak ku juga akan datang kerumah.


📩Febry : Oke, kita pura - pura aja terima aja.


📩Feby : Oke


📩Febry : Yaudah aku mau mandi dulu.


Selesai berbalas pesan dengan Feby, Febry segera mandi. Seperti biasa Febry bersiap pergi ke masjid untuk menunaikan sholat magrib berjamaah.


" Febry, ayo siap - siap kita berangkat " kata Bu Irma yang baru saja melihat Febry pulang dari masjid.


" Iya Ma, sebentar " jawab Febry, kemudian segera masuk kedalam kamarnya.


" Ma kita mau kemana si ? " tanya April pada Bu Irma.


" Ke rumah teman Mama sayang "


" Untuk apa ? "


" Sudah nanti juga kamu tau "


" Mama mau menjodohkan Kakak ya ? " batin April.


" Woww.... Kakak ku tampan sekali " puji April pada Kakakya yang terlihat sangat tampan dengan setelan jeans dan kemeja.


" Iya dong aku pasti tampan " sahut Febry membanggakan dirinya.


" Kak, Kakak mau di jodohin ya ? " bisik April, namun Febry hanya diam.


" Kalau menurut aku, Kakak lebih cocok sama Kak Feby. Apa lagi nama kalian sama pasgi jadi pasangan yang serasi "


" Diam kamu " kata Febry sambil membekap mulut adiknya.


" Ayo kita berangkat " ajak Pak Rizki yang sudah mempersiapkan mobilnya.


Didalam mobil hanya keheningan yang tercipta. Febry malah asik dengan game onlinenya sedangkan April sibuk selfi. Bu Irma dan Pak Rizki hanya tersenyum melihat anak - anaknya.


30 menit kemudian mereka sampai ditempat tujuan. Kedatangan mereka di sambut baik dengan tuan rumah.


" Irma apa kabar ? "


" Baik, kamu gimana kabarnya Risma ? "


" Baik sekali, ayo masuk "


Febry berjalan dibelakang kedua orang tuanya bersama April. Jika April ingin meninggalkannya Febry selalu menariknya agar tetap di sampingnya.


" Ayo silahkan duduk "


Diruang tamu sudah tetsedia makan dan minuman untun di santap. Para orang tua sedang asik mengobrol sedangkan anak - anaknya hanya terdiam dan merasa canggung.


" Risma, ini anak aku Febry dan April "


" Anak mu tampan dan cantik. Ini anak ku Citra "


" Hai nak kamu cantik sekali "


" Siapa dulu Papanya " kedua suami itu membanggakan diri mereka. Dan para istri hanya menatap tidak senang.


" Febry kamu kenalan dong sama Citra " singgung Bu Irma. Febry terkesan cuek dan tidak perduli tapi mau bagaimana lagi mau tidak mau dia harus berkenalan dengan Citra.


" Hai, aku Citra "


Karena Febry diam saja Citra yang lebih dahulu mengulurkan tangan.


" Kak, kamu sok cool banget " bisik April. Namun Febry mencubit pinggangnya.


" Ihhh sakit tau !!! "


" Aku suka sekali dengan anak mu. Aku rasa mereka cocok, ya kan Pa " kata Bu Risma.


" Iya Ma, Papa juga lihat mereka cocok " seru Pak Indra.


Febry hanya tersenyum simpul, padahal Citra gadis yang cantik dan elegan. Apabila disandingkan dengannya sangat cocok. Tapi entah mengapa Febry belum tertarik dengan seorang wanita.


" Bagaimana Febry ? " tanya Pak Ahmad.


" Kalau aku tidak ingin terburu - buru Pa. Aku ingin kita berdua pendekatan dulu "


" Suara cool banget, aku jadi tambah suka sama dia " gumam Citra dalam hatinya saat mendengar suara Febry.


" Baiklah nak kami juga tidak keberatan kalau kamu ingin pendekatan dulu dengan anak kami " sahut Pak Indra.


" Ya sudah kalian saling kenal dulu saja. Kami berdoa semoga kalian cocok " ucap Bu Irma.


Citra hanya tertunduk malu, sesekali ia mencuri pandangan ke arah Febry. Namun Febry tidak pernah memandangnya karena Febry sibuk dengan pikirannya sendiri.


" Tunggu apa lagi, kalian mengobrol saja ditaman " kata Pak Indra.


" Ayo Citra ajak Febry ketaman " sahut Bu Risma.


" Baik Ma, Ayo Febry ikut aku "


Mau tidak mau Febry bangkit dari duduknya dan mengikuti Citra dari belakang. Sesampainya ditaman mereka berdua duduk hanya keheningan yang tercipta kala itu. Citra bingung harus bertanya apa karena Febry juga cuek dan tidak sedikit pun meliriknya.


" Padahal aku sudah berdandan secantik ini tapi dia sama sekali tidak melirk ku " batin Citra.


" Kamu masih kuliah ? " tiba - tiba Febry membuka suara.


" Iya, kalau kamu ? "


" Aku bekerja "


" Kenapa tidak kuliah ? "


" Nanti saja, aku ingin kuliah dengan hasil uang ku sendiri "


Keheningan kembali tercipta, mereka hanya terdiam dengan sambil memandangi taman.


" Aku ingin bertanya padanya tapi kenapa aku tidak mempunyai keberanian ya ? " batin Citra


" Sungguh canggung sekali, selain Mama dan adik ku hanya Feby lah yang duduk disamping ku " gumam Febry dalam hatinya.


" Feb, apa kamu sudah punya pacar ? " Citra memberanikan diri untuk bertanya, namun Febry masih terdiam dan hanya tersenyum tipis.


" Apa itu penting ? " Febry berbalik bertanya pada Citra. Citra hanya terdiam dengan senyum manisnya.


Didalam rumah para orang tua sedang membahas masalah anak mereka sambil tertawa bahagia. Apa lagi Bu Irma, dia lah yang paling antusias menjodohkan anak lelakinya dengan putri sahabatnya.


April yang belum dewasa sungguh canggung berada di tengah - tengah orang dewasa. Dia hanya diam sambil memainkan ponselnya.


" Aku tidak ingin di jodohkan seperti Kakak ! Zaman sekarang masih berlaku saja perjodohan seperti ini ! " gumam April.


Karena bosan hanya berdiam diri April melihat jam di ponselnya dan waktu menunjukan pukul 21.05, wajah April semakin di tekuk karena kedua orang tuanya masih asik mengobrol. Kemudian dia mengirim pesan pada Kakaknya.


📩April : Kak, ayo pulang. Sudah malam


📩Febry : Iya Kakak juga ingin pulang


📩April : Aku bosan Kak 😩


📩Febry : Iya sebentar


" Citra, sudah jam 9 lewat. Kita masuk yuk " ajak Febry yang sudah mulai bosan.


" Ayo Feb "


Mereka berdua berjalan berdampingan masuk kedalam rumah.


" Kok sudah masuk nak ? " tanya Bu Irma.


" Sudah malam kita pulang saja Ma " jawab Febry.


" Oh baiklah "


" Terimakasih Pak Indra dan Bu Risma atas jamuannya " kata Pak Rizki.


" Sama - sama Pak, lagi pula kita kan mau besanan " sahut Pak Indra.


" Sering - sering main kesini Febry " ucap Bu Risma "


" Inn syaa Allah tante "


Mereka pun pamit untuk pulang. Didalam mobil Bu Irma tersenyum bahagia karena merasa rencana dia sukses, padahal sebenarnya Febry tidak ingin menerima perjodohan itu.


" Bagaimana Febry, canti kan Citra ? " tanya Bu Irma.


" Iya Cantik "


" Mama yakin kalian pasti cocok "


Febry hanya tersenyum agar Bu Irma tidak sedih karena sebutulnya Febry tidak tertarik pada Citra.