
Selama bekerja Jacky selalu memikirkan kekasihnya itu. Ketika Jacky menutup matanya terlihat jelas bayangan sang kekasih sedang bercanda dengan sahabat baiknya.
Bugk
Tanpa di sadari tiba - tiba Jacky memukul meja kerjanya yang membuat teman - teman yang berada di sekitarnya terkejut.
" Jackyyy !!! " teriak salah satu temannya dan yang lain hanya menatapnya heran.
" Maaf - maaf " ucap Jacky pada semua.
Kini Jacky kembali duduk kursinya sambil mengusap wajahnya kasar.
" Hei, ada apa ? " tanya temannya.
" Tidak "
" Yakin ? "
Jacky hanya terdiam sambil merapihkan dokumen yang berada di atas mejanya.
" Dari tadi ku perhatikan kamu sedang tidak baik - baik saja ? "
" Ya "
" Pekerjaan atau wanita yang berhasil membuat mu gelisah ? "
" Wanita ! "
" Sudah ku duga. Kalau pekerjaan tidak mungkin karena kamu selalu menyelesaikannya "
Jacky tidak menjawab perkataan sahabatnya, dia malah bersandar dan memejamkan matanya. Kemudian temannya mengambil salah satu kursi untuknya duduk dan menaruh di samping Jacky.
" Dengarkan aku ! Apa kamu mencintai wanita mu ? "
" Tentu. Dia begitu berbeda dengan wanita yang pernah singgah di hidup ku "
" Apa dia mencintai mu ? "
" Entahlah, aku merasa ada yang ingin memiliki dia juga "
" Lakukanlah itu padanya agar dia tetap bersama mu ! "
" What !? Maksudnya ? " Jacky sedikit terkejut mendengar perkataan temanan.
" Jangan pura tidak tahu kamu kan paling jago soal itu ! " goda temannya.
" Kamu gila ! Aku gak mungkin melakukan itu padanya ! Dia itu berbeda "
" Maka dari itu, lakukanlah padanya. Wanita seperti itu pasti akan bertahan dan terus berada di samping mu "
Jacky menatap tajam temannya itu bukan memberi saran yang baik pada Jacky dia malah memberi saran yang buruk.
" Pikirkanlah Jack " kata temannya sambil menepuk - nepuk bahu Jacky.
Setelah kepergian temannya, Jacky langsung memrapihkan mejanya dan bergegas untuk pulang.
Saat dia tepat berada di depan kantornya dia melihat sang kekasih sedang tertawa pada laki - laki yang tak lain adalah sahabatnya. Tangan Jacky terkepal rasanya di ingin melayangkan pukulannya pada Febry.
" Pikirkanlah Jack " kata temannya lagi yang tiba - tiba berada di belakang Jacky dan temannya belalu begitu saja.
" Ayo Jacky, kendalikan emosi mu ! " dalam hatinya.
Perlahan Jacky berjalan menyebrangi jalan dan terlihat jelas bagaiman ekspresi keduanya sangat bahagia. Walaupun disana juga ada Roby dan Laras yang ikut bercanda namun Jacky masih saja cemburu.
" Jacky " sapa Feby yang baru saja melihat kedatangan Jacky. Febry langsung menoleh kebelakannganya.
" Hai Jacky "
" Hai "
Feby segera berjalan ke arah Jacky dan menggandeng tangannya.
" Tumben baru pulang ? "
" Tadi banyak kerjaan " Jawab Jacky tak lupa dengan senyum di bibirnya.
" Kalian mau pergi ? " tanya Jacky.
" Tidak, aku hanya mengembalikan motornya Feby " jawab Febry dan Jacky hanya menganggukan kepalanya.
Bodohnya Febry terus memandangi Feby dengan senyumannya. Sungguh Febry tidak menyadari ada sepasang mata yang menatapnya tajam.
" Kamu mencintainya juga kan ? Pandanglah sahabat mu ! Sebentar lagi dia akan menjadi milik ku seutuhnya dan mengabaikan mu " gumam Jacky dalam hatinya.
" Ehmm ehm " Roby berdehem
" Feb ayo pergi nanti bengkelnya keburu tutup "
" Ayo "
" Sayang kamu pulang bareng Feby dulu ya " ucap Roby pada Laras.
" Iya, ya udah sana pergi "
" Kamu ngusir ? "
" Tadi kan kata kamu takut bengkelnya tutup ! "
" Oh iya ya hehehe "
" Dasar ! "
Mereka semua terkekeh melihat tingkah Roby.
" Jacky, kami pergi dulu ya "
" Ya bro hati - hati "
Setelah Febry dan Roby pergi tinggalah mereka bertiga.
" Kita jalan - jalan dulu yuk " ajak Feby pada Jacky.
" Loh kenapa ? Gak biasanya kamu menolak "
" Aku merasa tidak enak badan "
Dengan gerakan cepat Feby menempelkan telapak tangannya ke kening Jacky lalu berpindah keleher.
" Badan kamu panas "
" Maaf ya aku gak bisa temenin kamu "
" Iya gak apa - apa, mau aku antar pulang ? "
" Tidak usah "
" Baikalah aku pulang ya "
" Iya hati - hati ya sayang "
Jacky mengusap pipi Feby dengan lembut dan Feby pun membalasnya dengan senyuman. Laras agak bingung dengan reaksi Jacky, setiap harinya pasti Jacky tidak bisa diam dan banyak omong namun kali ini Jacky diam saja.
" Kak kami duluan ya " ucap Laras pada Jacky.
" Iya Laras, kamu juga hati - hati ya "
Dan akhirnya Feby pun pergi dengan mengendarai motornya.
" Maaf aku berbohong pada mu, untuk sekarang aku ingin sendiri dulu " keluh Jacky merasa bersalah karena membohongi Feby.
Beberapa menit kemudian Jacky berada di kafe favoritnya di temani dengan minuman dan makanan yang biasa dia pesan. Jacku hanya terdiam di sudut kafe tersebut tampak wajahnya sedih dan gelisah. Sekarang dia berkelahi dengan pikirannya sendiri.
" Huhhhh ingin sekali aku melarangnya dekat dengn Febry tapi aku juga tidak mau egois " kata Jacky yang menyandarkan tubuhnya sambil sesekali mengusap wajahnya.
" Hai Jacky ! " sapa seseorang.
Mendengar ada yang menyapanya Jacky segera menoleh kearah suara yang menyapanya.
Alangkah terkejutnya Jacky saat mengetahui siapa yang menyapanya.
" Hai " katanya lagi dengan gaya centilnya.
" Lisa ! " sahut Jacky heran menatap Lisa.
" Girls kalian duluan aja ya " pinta Lisa pada teman - temannya.
" Lisa jangan macam - macam kamu kan sudah punya Febry " peringati temannya.
" I Know ! Aku hanya ingin menyapanya "
" Baiklah "
Temannya Lisa memgedipkan matanya e arah Jacky dan mengisyaratkan sesuatu namu Jacky hanya tersenyum.
" Ganteng, hati - hati dengan Lisa bisa - bisa kamu jadi mangasanya hehee "
" Dasar kalian !! Sudah sana - sana pergi mengganggu saja "
Temannya Lisa tertawa dan segera pergi meninggalkan Jacky dan Lisa di sana.
" Boleh aku duduk ? "
" Tentu, silahkan "
Lisa duduk tepat dihadapan Jacky dengan gayanya yang anggun dan memukau namun tak sedikit pun Jacky tertarik padanya. Malah Jacky hanya menundukan kepalanya.
" Ada apa dengan mu ? Kelihatannya kamu sedang tidak baik - baik saja ? "
" Bukan urusan mu ! "
Lisa hanya tersenyum sinis menatap Jacky yang tengah di landa kegelisahan.
" Apa kamu sudah menyadarinya hmm ? "
" Apa kamu sudah merasakan sesuatu antara mereka ? "
Tanya Lisa dengan sungguh - sungguh.
" Lisa, jika kamu ingin mengoceh silahkan pergi ! "
" Baiklah "
Lisa pun berdiri hendak meninggalkan Jacky. Namun baru beberapa langkah Lisa berbalik ke arah Jacky.
" Ingat perkataan ku baik - baik ! Laki - laki dan perempuan tidak bisa menjadi sahabat. Pasti salah satu dari mereka menyimpan rasa "
Jacky terdiam menatap Lisa.
" Kamu cemburu melihat kedekatan mereka kan ? Kamu bisa lihat betapa perhatiannya Febry pada wanita mu. Bagaiman rasanya sakit bukan ? "
Lisa sengaja berkata seperti itu agar Jacky terhasut. Kemudian Lisa mendekatkan dirinya dan membungkukkan tubuhnya.
" By the way, coba cek handphonenya Feby, nomor mu di beri nama apa ? dan coba cek nomor Febry juga. Pasti kamu akan terkejut saat mengetahuinya " bisik Lisa.
" Jauhkan lelaki mu dari wanita ku ! " perkataan itu keluar begitu saja dari mulut Jacky.
" What !? "
" Jauhkkan saja ! "
" Oh... jadi benarkan kamu sudah merasakan hal yang sama seperti yang ku rasa kan ? "
" Tidak usah banyak mulut ! Aku tidak ingin lelaki mu mendekati wanita ku "
" Baiklah "
Lisa pun melangkahkan kakinya lagi menuju teman - temannya dengan senyum kemenangan karena telah berhasil menghasut Jacky.
Sedangkan Jacky sudah mengambil keputusan untuk menjaukan Feby dari Febry. Jacky berhasil terhasut oleh perkataan temannya dan Lisa. Dan Jacky terus mengingat perkataan keduanya.