
Feby memberhentikan motornya di depan kedai bakso. Tanpa menunggu lama Feby segera mengajak Laras untuk memyantap bakso tersebut. Tak tanggung - tanggung Feby membirkan saus dan sabal yang sangat banyak di makngkuk baksonya sampai Laras heren melihatnya.
" Kak, kamu sudah gilanya ! "
" Aku pusing ! "
" Ya tapi kan tidak harus menuangkan saus dan sambal sebanyak itu ! " batin Laras.
" Apa tidak pedas Kak ? "
" Tidak, cobain deh "
Laras menyendokan kuah bakso tersebut dan memasuka kedalam mulutnya.
" Mmmm... Haaaaahhhh pedas sekali "
" Hahaha "
" Kak, kamu benar - benar sudah gila. Nanti lambung mu "
" Itu urusan nanti "
" Ya ampun "
Laras saja tidak kuat untuk menyantapnya karena itu pedas sekali. Bahkan sudah meminum air dingin dan manis tetap masih terasa pedas di lidah Laras.
Setelah selesai memakan bakso, Feby segara mengantar Laras pulang ke rumahnya. Tadinya Laras ingin ikut bersama Feby namun dia mengurungkan niatnya karena perasaan Feby sedang tidak baik - baik saja.
" Terikasih ya Laras sudah mengantar ku "
" Sama - sama Kak "
" Aku pulang ya "
" Iya, hati - hati ya Kak "
" Siap "
Feby pun segera pergi dari sana dan menuju warung Mang rohim untuk menemui Febry.
Dan benar saja Febry pun ada di situ bersma Roby, Deni dan Sahrul.
" Itu dia ! " kata Feby.
Feby memarkirkan motornya di depan warung Mang Rohim dan bergegas berjalan ke arah Febry dengan wajah yang begitu marah.
Bugk
Satu pukulan mendarat di pipi Febry.
" Feby ! " terkejut semuanya.
Febry yang mendapat pukulan pun juga terkejut. Mendadak dia mendapat serangan yang cukup kuat.
" Maksud kamu apa hah ! "
Febry seger berdiri di hadapan Feby dengan wajah datarnya.
" Kamu kenapa ? "
" Jangan balik tanya ! Apa maksud mu menghajar Jacky ? "
Feby mencengkram baju Febry dengan kencang. Roby, Deni dan Sahrul bahakan Mang Rohim yang berniat ingin memisahkan mereka di beri tanda oleh Febry agar tidak mendekati mereka berdua.
" Apa maksud mu menghajarnya ? Katakan ? "
" Tenang dulu By, kita bicarakan baik - baik "
" Tidak !! "
Bugk
Bugk
Ketiga kalinya Feby ingin melayangkan pukulannya langsung di tepis oleh Febry. Kali ini Feby berada di dekapan Febry.
" Dengarkan aku ! Dia ingin melakukan hal buruk pada mu ! Dan aku tidak akan tinggal diam "
Dengan sekuat tenaga Feby melepaskan dirinya dari dekapan Febry.
" Hal buruk apa hah ? "
Feby kembali mencengkram baju Febry dengan sangat kuat.
" Dia mau menikahi ku ! Apa itu hal yang buruk hah ? "
Hiks
Hiks
Hiks
Tiba - tiba Feby menangis cengkramannya pun mengendur rasa sakit dan kecawa bercampur menjadi satu.
" By By jangan menangis aku mohon " Febry mencoba menghapus air mata Feby namun Feby menepisnya dengan cepat.
" Jangan sentuh aku hiks hiks hiks "
Mereka yang melihat adegan itu serasa menonton sebuah drama film. Meraka hanya mampu menonton tanpa melakukan apa - apa pada si kembar yang sedang bertengkar.
" Aku kecewa sama kamu Feb ! Aku kecewa ! "
" Iya iya aku salah maafkan aku "
Febry kembali ingin mendekap Feby namun Feby selalu menepisnya.
" Aku tidak percaya kamu melakukan itu. Dia kekasih ku, dia orang yang ku pilih untuk jadi pendamping hidup ku tapi kamu malah menghajarnya. Aku benar - benar kecewa sama kamu ! "
Feby terus menangis di hadapan Febry, kemudian dia kembali marah dan mencengkram baju Febry.
" Kenapa kamu melakukannya ? "
Febry hanya diam.
" Jawab ? "
Febry masih diam.
" Ayo katakan ! "
Febry masih enggan menjawab.
" Baiklah. Mulai detik ini, hari ini, saat ini persabatan kita sampai di sini ! "
Semua terkejut mendengar perkataan Feby.
" Apa - apaan si kamu ! Aku tidak mau seperti itu "
" Keputusan ku sudah bulat. Aku akan melupakan kalau kamu pernah menjadi sahabat ku. Mulai sekarang aku tidak akan mengenal mu lagi ! "
Feby langsung pergi begitu saja meninggalkan Febry dan yang lainnya.
" Kamu ingin tau jawabannya ? " teriak Febry dan Feby menghentikan langkah kakinya.
" Baiklah maka dengarkan ini "
" KARENA AKU MENCINTAI MU !!! "
Feby segera menoleh pada Febry dengan tatapan tajam.
" Kau mengataskan namakan hubungan kita hanya persahabatan, maka aku tidak ! Aku menganggap mu lebih dari sahabat "
Mendengar jawaban dari Febry, Feby hanya menggelengkan kepalanya dan tidak percaya bahawa sahabatnya mencintai dia. Kemudian Feby kembali melangkahkan kakinya dan pergi dari sana.
Entah mengapa tiba - tiba hujan pun turun dengan derasnya. Benar - benar keadaan seperti di dalam drama film. Feby menangis tersedu - sedu di tengah derasnya hujan sambil mengendari motornya.
Febry tidak tinggal diam, dia pun menyusul Feby dengan motornya. Dia tidak ingin mantan sahabatnya kenapa - kenapa di jalan, walaupun jarak rumahnya hanya beberapa meter dari warung Mang Rohim.
" Hei Feb kamu mau kemana ? " teriak Roby namun Febry tidak menjawabnya.
" Kenapa jadi seperti ini ? " tanya Sahrul.
" Benar - benar kacau ! "sambung Deni.
Febry tepat berada di belakang Feby dan Feby menyadari hal itu.
" Sial kenapa jadi seperti ini ! " kata Febry sambil menatap Feby yang berada di depannya.
" Kenapa Feb kenapa ? Aku kecewa sama kamu ! " kata Feby yang masih menangis di bawah hujan.
Dan pada akhirnya Feby samapi didepan rumahnya. Febry hanya memperhatikannya dari kejauhan dengan tatapan bersalah.
Sempat Feby menoleh ke arahnya sebentar lalu Feby memalingkan wajahnya lagi dan memsukan motornya ke teras rumahnya.
" Feby tengakan diri mu jangan sampai mereka tau kalau kamu habis menangis "
Feby mengambil napas dan membuangnya perlahan, sampai tiga kali dia melakukan itu agar dia bisa lebih tenang.
" Oke, huhhhhhh tenang - tenang "
Sebelum membuka pintu rumah Feby memasang senyum lebar agar terlihat seperti biasanya.
Cklekkk
Pintu di buka oleh Feby.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
" Ya ampun ini anak malah mandi hujan ! " kata Bu Siti yang menggelengkan kepalanya "
" Hehee " Feby hanya cengengesan dan langsung masuk kedalam.
" Cepat mandi nanti masuk angin "
" Iya Bu " teriak Feby yang sudah berada di dapur.
Dengan cepat Feby segera masuk kekamar mandi untuk membasuh tubuhnya.
Beberapa menit kemudian Feby telah menyelesaikan mandinya dan sudah bergabung dengan yang lain di ruang tamu. Feby sengaja tidak berdiam diri dikamarnya karena dia tidak ingin yang lain curiga kalau dia sedang tidak baik - baik saja.
" Ini minum dulu air jahenya " kata Bu Siti yang menaruh segelas air jahe di hadapan Feby.
" Mmmm makasih Ibu, aku cinta sama ibu " balas Feby lasngung memeluk Bu Siti dengan erat.
" Ada apa dengangnya ? Mengap anak ku memeluku dengan erat " dalam hati Bu Siti.
" Lebay ! " kata Bu Siti yang langsung duduk di samping Pak Ahmad.
" Kamu habis dari mana tadi Feb ? " tanya Pak Ahmad.
" Biasa Pak paling bersama kawan - kawannya mandi hujan "
" Ckckck sudah dewasa tapi kelakuan kalian masih seperti anak kecil "
" Tidak apa - apa Pak biar awet muda hehehee "
" Bisa aja kamu Feb "
Untungnya Feby bisa menetralisir perasaannya yang galau agar tidak terlihat oleh mereka. Feby tersenyum, tertawa dan bercanda untuk menutupi rasa sedih. Jika dia berada di kamar pasti dia akan menangis terisak seorang diri.