
Setelah pertandingan usai, mereka berniat untuk liburan ke pantai untuk reflesing sejenak dari ke sibukan mereka di tempat kerja.
Tempat yang mereka kunjungi adalah patai Pelabuhan Ratu. Disana ombaknya lumayan besar dan pemandangannya juga indah. Selain laut mereka akan melewati gunung - gunung dan pemandangan yang indah.
Roby sempat berkecil hati karena motornya belum selesai di perbaiki. Dia pikir hanya dia dan laras yang tidak bisa ikut. Namun dengan senang hati Feby meminjamkan motornya untuk Roby. Karena dia juga pasti akan berboncengan dengan Jacky.
Awalnya Lisa juga tidak ingin ikut karena liburan mereka tidak selevel dengan Lisa. Tapi dia harus ikut karena tidak mau sampai kekasihnya itu bersenang - senang dengan sahabatnya di pantai.
Jam 06.00 pagi mereka sudah berkumpul di pos ronda, bersiap untuk melakukan perjanan.
" Oke semuanya sudah berkumpulkan ? " tanya Roby.
" Sudah !!! "
" Sudah isi bensin belum kawan ? "
" Sudah "
" Oke, Sebelum kita berangakat alangkah baiknya kita berdoa agar selamat sampai tujuan dan pulang juga dengan selamat. Mari kita berdoa menurut kepercayaan dan keyakinan masing - masing. Berdoa mulai " pimpin Jafar dan semuanya mulai berdoa.
" Berdoa selesai "
Mereka mengembangkan senyumannya dan bersiap menaiki motor.
" Lisa "
" Ya "
" Ini perjalanan yang cukup panjang, jadi aku minta bersabar ya "
" Baiklah "
" Huhhh aku takut dia akan merepotkan ! " keluh Febry dalam hatinya dan memalingkan wajahnya kearah sahabatnya yang sedang tertawa dengan kekasihnya.
" Biasanya aku yang akan tertawa seperti itu dengannya. Tapi kali ini benar - benar sudah tergantikan "
" Feb "
" Hmm "
" Ku perhatikan sahabat mu diam saja. Apa karena ada aku ? "
Kata Jacky yang menatap Febry sebentar.
" Bukan, itu karena ada pacarnya. Aku sudah bilang pada mu, kami sudah memjauh "
" seharusnya kalian tidak boleh seperti itu ! "
" Apa boleh buat, pacarnya yang tidak menginginkannya "
" Tapi aku tidak masalah kalau kalian mengobrol. Toh kalian sahabat "
" Sudahlah "
Mereka melakukan perjalanan yang cukup lama. Butuh bebrapa jam untuk sampai ke sana. Kalau tidak macet pastu akan cepat sampai tapi kalau macet jangan harap akan cepat sampai. Terlebih lagi jika hari libur pasti banyak yang berkunjung ke sana.
Ketika sudah mendekati pantau Pelabuhan Ratu. Mereka di suguhkan dengan pemandangan yang indah. Mereka menaiki gunung dan menuruni gunung. Belum lagi jalannya yang berbelok - belok.
" Pelan - pelan sayang " ucap Laras ketakutan.
" Kalau takut pejamkan saja mata mu "
" Hmmm "
Sedangkan Feby malah asik merekam perjalanan mereka. Sesekali dia mereka Febry dan Lisa. Feby tertawa melihat Lisa yang ketakutan.
" Sayang sekali tidak bisa melihat pemandangan seindah ini karena takut hahaa ! " begitu godanya pada Febry dan Lisa.
Febry hanya tertawa melihat kejahilan sahabatnya itu.
" Jack, bisa susul yang didepan gak. Aku mau rekam perjalan kita "
" Bisa. Tapu kamu jangan ceroboh ya "
" Ya "
perlahan Jacky menyusul mereka semua. Karena sudah paham mereka juga mengimbangi kecepatan kendaraan mereka agar Jacky bisa menyusul mereka dan Feby bisa merekam semuanya.
" Guys, istirahat dulu ! " teriak Jafar dan memandu semuanya untuk menepi di pom bensin.
Untungnya di samping pom bensin terdapat warung kopi, sebagian ada yang mengisi bensin dan sebagian memesan kopi, minuman dingan dan beberapa makanan.
" Lisa kamu di tunggu di sana saja " pinta Febry.
" Tidak "
" Ayolah jangan seperti ini "
" Tapi aku tidak ingin "
" Kenapa kamu mau ikut ! "
Terlihat dari ke jauhan Febry sedang berdebat dengan Lisa.
" Laras "
" Iya Kak "
" Tarik Lisa kemari. Kalau dia tidak mau paksa saja ! " ujar Feby. Dia tahu betul sifat sahabatnya ketika sedang marah.
" Baik Kak "
" Ada apa ? " tanya Jacky.
" Biasa " Feby menjawabnya dengan santai sambil menatao ke arah Lisa dan Febry.
" Kak Lisa " panggil Laras.
" Ayo kesana Kak kita ngopi " bujuk Laras.
" Tidak "
" Ayo !! " Laras menarik paksa Lisa karena sudah melihat ekspresi Febry yang sudah mulai kacau.
Akhirnya dengan terpaksa Lisa mengikuti Laras untuk bergabung dengan yang lainnya.
" Kaka mau pesan apa ? " tanya Laras sopan.
" Tidak, terimakasih "
Lisa menolaknya dan hanya duduk terdiam.
" Ini minumlah " kata Feby memberikan minuman dingin pada Lisa
Sebenarnya dia enggan berbaik hati pada Lisa. Karena dia tidak ingin merusak mood sahabatnya. Akhirnya Feby terpaksa berbicara padanya.
" Ambilah. Jangan membuat mood pacar mu rusak ! Jika moodnya rusak di bisa langsung pulang " ujar Feby berusaha menjelaskan.
" Baiklah. Aku sudah memperingati mu. Jika kamu mencobanya silahkan "
" Lisa turunkan gensi mu sedikit. Feby tahu betul sifat Febry lebih dari diri mu ! " sahut Roby.
Lisa tampak berpikir sesuatu dan oada akhirnya Lisa menerimanya juga.
" Terimakasih " kata Lisa yang mengambil minuman yang di berikan oleh Feby
" Ayolah kita kemari untuk liburan bukan untuk berdebat " ucap Deni.
Lisa hanya diam dan sesekali meminum minumanan dingin yang di berikan oleh Feby. Dari ke jauhan Febry melihat Feby memberikan minuman dingin pada kekasihnya dan itu membuat Febry lega karena sahabatnya mau berdamai dengan kekasihnya.
Sekarang giliran Jacky yang mendekati Febry yang baru saja bergabung untun meminum kopi.
" Ngopi dulu bro " kata Jacky sambil memberikan segelas kopi susu.
" Wah jadi enak udah di sedian, terimakasih ya " ucap Febry.
" By the way aku tidak tau kopi kesukaan mu. Ini rekomendasi dari sahabat mu yang judes " bisik Jacky sambil terkekeh melihat kearah Feby.
" Apa si kalian !? "
" Tuh lihat sendirikan betapa judesnya dia "
" Berhati - hatilah aku, Roby, Deni dan Sahrul sudah menjadi samsaknya jangan sampai kamu juga menjadi samsaknya juga "
" Ckckckck ternyata dia wanita tangguh "
Mereka berdua terus berbisik - bisik sambil terkekeh menatap Feby. Semua itu membuat Feby curiga dan segera mendekati mereka berdua.
" Awas dia datang ! " peringati Jacky.
" Kenapa kalian berdua tertawa sambil menatap ku hmm ? Apa yang kalian bicarakan ? "
" Ahhh tidak beb, ayo - ayo kita ngopi lagi " jawab Jacky sambil mengajak Feby duduk bersama menikmati kopi.
Febry hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata Jacky orangnya asik dan ramah.
" Aku turut bahagia kalau kamu bahagia By " daalm hati Febry.
Sekarang Febry beralih pada Lisa yang duduk menyendiri.
" Kamu mau makan ? "
Lisa hanya menganggukan kepalanya.
" Ayo ikutlah dengan ku "
Febry menggenggam tangan Lisa dan mengajaknya membei makanan.
" Lisa - Lisa sikap mu sungguh ke kanak - kanakan ! " ucap Roby menatap tidak suka ke arah Lisa.
" Harusnya dia tidak seperti itu ! "
" Sudahlah guys, Lisa belum terbiasa dengan level bawahan seperti kita " balas Feby.
" Ehem ehem " Jacky berdehem karena perkataan Feby sedikit menyinggung dia yang hanmpir sama dengan Lisa.
" Hehee maksudku bukan seperti itu " jawab Feby sambil mengusap - usap lengan Jacky.
" Ayo loh Feby ! "
" Marahin aja Jacky "
" Hahaha it's oke beb "
" Yah Jacky gak seru masa gak marah si ! " kata Sahrul.
" Bagaimana bisa marah padanya ? Kalian tau sendirikan hehee "
Perkataan Jacky membuat semuanya tertawa. Mereka sangat paham Feby seperti apa kalau marah. Tapi dia juga sangat baik.
Setelah satu jam beristirahat akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya lagi ke pantai Pelabuhan Ratu.