
" Jangan bercanda Roby ! "
" Aku serius "
" Udah jangan di dengerin Den "
" Tanya aja sama orangnya langsung " kata Roby. Kemudian Sahrul dan Deni menoleh ke arah Febry dan Feby.
" Hahahaa " Sahrul dan Deni tertawa.
" Ck ck ck jadi itu beneran "
" Tapi seru kalau kalian sampai menikah " kata Deni.
" Eh nanti pas malam pertama bukannya romantis - romantisan ini malah mabar hahaha " goda Roby sambil tertawa.
" Oh iya bener tuh Rob hahaha "
" Kurang ajar ya kalian bertiga " sahut Feby sambil mencubit mereka. Febry hanya tersenyum melihat mereka.
" Tapi serius ya FF kalian tuh cocok. Apa salahnya jika kalian menikah " kata Deni serius.
" Iya setuju. Dan pasti kalian jadi terending topik " balah sahrul.
" Entahlah aku bingung " jawab Feby. Sedangkan Febry hanya diam.
" Semua keputusan kembali pada kalian. Tapi menurut kami kalian memang cocok " Sahrul.
Febry dan Feby hanya terdiam memikirkan semua itu. Hingga mereka tiba di rumah mereka masih memikirkannya, karena perjodohan ini begitu mendadak.
" Mas, coba lihat adik mu " bisik Hilwa. Andri segera menoleh ke arah Feby yang duduk termenung.
" Heiii jangan bengong " Andri mendekati Feby dan mengusap wajahnya.
" Apa si Kak ? Aku lagi malas bercanda "
" Febry itu cocok untuk mu. Selain dia itu sahabat mu dia sosok laki - laki yang bertanggung jawab, tegas, bijaksana dan rajin beribadah pula "
" Iya aku tau tapi rasanya aneh jika jadi istrinya Febry "
" Aneh bagaimana ? Kalian selalu bersama dan saling melengkapi "
" Entahlah aku bingung "
" Apa karena kamu belum mencintainya ? "
" Ya mungkin itu aku belum mencintainya " Andri menggelengkkan kepalanya karena adiknya ingin jatuh cinta baru menikah.
" Kamu tau ? Setelah kamu jatuh cinta kamu harus siap merasakan sakit hati " ucap Andri sambil berjalan menuju Hilwa. " Ayo sayang kita kekamar " ajak Andri.
" Apa salahnya jika aku jatuh cinta ? " Feby bertanya - tanya sendiri.
...***...
Febry masih duduk di teras rumahnya sambil menikmati secangkir kopi. Dia bertengkar dengan pikirannya sendri Entah apa yang harus dia lakukan. Rencana apa lagi yang harus dia jalankan.
" Jujur aku tidak keberatan jika menikah dengan mu By. Kamu sahabat ku, kamu tau sifat ku, hoby ku dan banyak lagi. Tapi mengapa saat menatap mu, aku merasa kamu menolak ku. Masalah cinta pasti akan datang sendirinya. Karena kalau aku dekat dengan wanita lain aku merasa risih. Tapi jika aku bersama mu terasa nyaman " kata Febry yang berbicara sendiri.
" Aaaargghhhh " Febry mengacak - acak rambutnya dia bingun sendiri dan akhirnya dia memutuskan untuk tidur saja agar pikirannya lebih tenang.
...***...
Pagi yang sangat cerah Febry sudah terbangun dari tidur. Biasanya saat libur Febry akan lari pagi dengan Feby dan yang lain. Kali ini Febry enggan mengajak Feby lari pagi. Mungkin karena kejadian semalam Febry jadi enggan berkomunikasi dengan Feby.
Akhirnya Febry memilih untuk memancing saja agar pikirannya lebih tenang. Diambilah tas pancingnya lalu Febry segera memanaskan motornya.
" Febry tumben tidak lari pagi ? " tanya Bu Irma.
" Iya Ma, sudah lama aku tidak mancing "
" Oh, nanti pulangnya jangan sore - sore ya. Hari ini Mama masak "
" Iya Ma, aku pergi ya Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
" Febry lari pagi Ma ? "
" Tidak Pa dia pergi memancing "
" Tumben " jawab Pak Rizki yang merasa aneh pada anaknya.
Sedangkan Feby sudah siap untuk lari pagi, namun Febry belum datang menjemputnya.
" Tumben banget Febry belum datang ? Di chat juga gak di balas ! "
Akhirnya Feby memutuskan untuk datang kerumahnya saja daripada harus menunggunya dirumah.
" Assalamualaikum, Febry "
" Waalaikumsalah, eh Feby, masuk Feb "
" Terimakasih Om. Aku mau samper Febry Om "
" Febry pergi tadi "
" Hah "
" Kok dia pergi duluan si ! "
" Lari pagi Om ? "
" Tidak, dia pergi memancing Feb "
" Feb, Feby "
" Ah iya Om ? "
" Om kira Febry pergi ajak kamu "
" Aku malah tidak tau Om kalau dia memancing ? "
" Mmmm... Ya sudah Om aku menyusulnya saja "
" Baiklah hati - hati ya Feb "
" Iya Om, Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Feby berjalan sampai keluar komplek dan memesan ojek online untuk menyusul Febry ke danau. Feby malas jika harua balik lagi kerumah jadi lebih baik dia memesan ojek online biar cepat.
" Mba Feby ya "
" Ya Mas "
" Mau pakai helm Mbak ? "
" Boleh "
Di sepanjang perjalanan Feby terus meimikirkan Febry. Kenapa Febry tidak mengabarinya dan pergi sendirian.
" Kamu kenapa Feb ? Kenapa jadi seperti ini ? "
Feby terus bertanya - tanya dalam hatinya. Sampai dia tidak sadar kalau sudah melewati tempat tujuannya.
" Eh eh Mas Mas, maaf sudah terlewat "
Pengemudi itu meenepikan kendaraannya ke sisi jalan.
" Tapi titiknya masih agak jauh Mbak "
" Iya tidak apa - apa Mas saya turun disini saja " ucap Feby mengeluatkan beberapa uang dan memberikannya pada pengemudi ojek online itu.
" Terimakasih ya Mas "
" Sama - sama Mbak "
Feby pergi menuju tempat dimana Febry berada. Benar saja motornya Febry sudah terparkir disana.
" Itu dia "
Feby menuruni beberapa batu yang agak rumit. Jika dia berjalan mutar itu cukup jauh dari tempat Febry berada.
" Hmmmm " Feby berdehem.
" Feby ? "
Tanpa di persilahkan Feby segera duduk disamping Febry yang sedang memperhtikan pancingannya.
" Kamu kenapa hah ? Pergi gak ajak - ajak ? Aku nungguin kamu dari tadi di rumah ! " kata Feby dengan mata melotot. Feby terus mengoceh dan Febry hanya diam mendengarkannya dan akhirnya Febry menutup mulut Feby dengan tangannya.
" Kalau bukan tempat umum udah aku cium kamu By " gumam Febry dalam hatinya.
" Sstttttt, tenang dulu oke " ucap Febr santai dan Feby menurutinya.
" Bukan gak mau ajak kamu. Tapi aku lagi pengen sendiri "
" Tapi... "
" Ssstttttt.... Beri aku waktu untuk sendiri ya By "
Feby memanyunkab bibirnya dan wajahnya berubah tidak menyenangkan. Rasanya seperti dia di usir oleh sahabatnya.
" Baik aku pergi ! " ucap Feby yang sudah siap meninggalkan Febry. Terlihat Febry memejamkan matanya, sepertinya di sudah membuat sahabatnya kesal. Dengan gerak cepat Febry menangkap tangan Feby.
Feby menoleh karena tangannya di tarik oleh Febry.
" Lepaskan ! Aku mau pulang ! "
" Maafkan aku "
" Sudahlah Feb aku mau pulang ! "
" Tunggu dulu "
" Adaa apa lagi ? Kamu sendiri yang bilang tadi katanya kamu mau sendirikan ? "
" Iya tapi dengar dulu "
" Aku mau pulang ! Dan aku tidak akan mengganggu mu ! tegas Feby lalu menarik tangannya kasar.
Dengan rasa kesal Feby meninggalkan Febry begitu saja. Baru kali ini mereka bertengkar. Hatinya seperti tercabik - cabik, tanpa sadar Feby meneteskan air matanga.
" Kamu membuat ku kesal Feb ! Kamu tidak pernah seperti ini pada ku. Tapi kenapa tiba - tiba sikap mu berubah. Menyebalkan sekali "
Sambil menunggu ojek online Feby dudu di depan sebuah warung. Wajahnya masih begitu kesal dan sedih. Air matanya masih menetes tanpa permisi.
" Aduh !!! Kenapa jadi nangis si ? Lebay banget ! " Feby menghapus air matanya berulang - ulang kali.
" Mbak Feby ya ? "
" Iya Mas "
Febu segera naik dan pergi menuju rummahnya.