Febry & Feby

Febry & Feby
Menerima Mu



Ngg


Feby menggerakan tubuhnya pelan dan berusaha membuka matanya pelan.


" Perasaan baru aja tidur, gak taunya udah pagi aja "


Hoammmm


Rasa kantuknya masih terus menyelimuti dirinya. Dengan berjalan perlahan Feby mengambil sebuah handuk lalu dia membuka pintu kamaranya sambil matanya terpejam.


Hoammmmm


Feby terus berjalan menyusuri dapur kemudian masuk ke kamar mandi dan memulai ritwal mandinya.


Mandi di jam 05.30 memang sangat menyegarkan bagi tumbuh. Maka dari itu Feby selalu bangun pagi - pagi setelah mandi dia menunaikan solat subuh.


" Feb, kamu mau beli sarapan ? " tanya Hilwa yang melihat Feby keluar dari kamarnya.


" Mbak ikut ya "


" Nitip aja sini "


" Mbak mau ikut "


" Nnati Mbak cape loh "


" Tidak "


Karena Hilwa memaksa akhirnya Feby mengajaknya untuk membeli sarapan.


" Loh Mbak sendalnya gak di pakai ? "


" Tidak "


" Apa kalau hamil harus seperti ini ? "


" Iya, ibu hamil juga harus bergerak suapaya lahirannya lancar. Nanti juga kamu akan merasakannya "


Mata Feby membulat mendengar perkataan Hilwa.


" Masih lama Mbak hehee "


Selesai membeli sarapan mereka berdua segera pulang kerumah dan menyajikan sarapan yang mereka beli di ruang tamu.


" Dari mana sayang ? "


" Abis beli sarapan sama Feby "


" Kenapa gak nitip ? Nanti kamu cape "


" Tidak kok. Malah dede bayinya seneng di ajak jalan "


Andri mengelus kepala Hilwa dengan lembut lalu beralih mengelus perutnya yang mulai membesar. Feby hanya tersenyum meliat keharmonisan Kakaknya.


Seketika dia memikirkan Jacky yang selalu minta jawaban padanya.


" *Huhhhh pasti dia menagi jawabannya sekarang ! "


" Aku jawab apa ya ? Apa aku terima aja kali ya* "


Feby masih menimbang - nimbang jawabannya iya atau tidak.


" Baiklah nanti aku putuskan setelah bertemu dengannya "


Feby segera bersiap untuk berangakat ke tempat kerjanya. Setelah selesai Feby segera mengeluarkan motor lalu menyalahkan motornya.


" Aku berangkat ya "


" Assallamualaikum "


" Waallaikumsalam "


Feby memacu motornya dengan kecepatan sedang hingga sampai ketempat kerjanya.


" Hei jutek ! " panggil seseorang di sebrang sana. Lantas Feby segera menoleh kearah yang memanggilnya.


Terlihat seorang laki - laki tersenyum bodoh kepadanya sambil melambaikan tangannya.


" Dasar tidak jelas ! " begitu umpatnya sambil tersenyum tipis.


Feby segera memarkirkan motornya di area parkir. Tiba - tiba laki - laki tepat berdiri di belakangnya. Saat hendak berbalik Feby langsung terkejut.


Ah !


" Astagfirullah "


" Hei jutek "


" Aku punya nama ! "


" Hai Feby "


" Hai "


" Tuhkan kamu jutek banget "


" Bodo, awas ah aku mau masuk ! "


" Eh nanti dulu ! " Jacky menarik tangannya.


" Mau apa lagi hmm ? "


" Sepertinya kamu melupakan sesuatu "


" Apa ?! "


" Oh ayolah "


" Oh iya ya. Ternyata kamu masih ingat "


" Tentu. Tidak seperti mu yang pura - pura lupa ! "


Feby hanya nyengir - nyengir kuda.


" Lucu banget si kamu "


Jacky mencubit pipi Feby.


" Aww sakit ! "


" Jadi apa jawabannya ? "


" Pulang kerja akan ku beri tau "


" Kalau sekarang "


" Aku sibuk bye ! "


Feby segera berlari masuk kedalam tempat kerjanya meninggalkan Jacky yang terus menatapnya sambil tersenyum.


" Oke aku tunggu pulang kerja ! " teriak Jacky dan segera kembali ke tempat kerjanya.


...*****...


Sore hari


Jacky masih setia menunggu Feby keluar dari tempat kerjanya. Dan akhirnya yang di tunggu datang juga.


" Kirain kamu lupa ! "


" Sudah jangan basa basi ! "


" Kenapa tidak di sana " Feby menunjukan warung kopi temapat biasa dia bersantai menikmati kopi.


" Biar terkesan romantis gitu hehee " balas Jacky.


" Baiklah ayo "


Mereka berangakat menuju cafe yang di pilih oleh Jacky.


Semapainya disana Feby mengerutkan dahinya karena cafe yang di tuju cukup mewah.


" Aduh bisa habia uang ku ! " keluh Feby berbisik pelan.


" Ada apa ? "


" Ah tidak "


" Ayo masuk ! "


" Wait ! Kita pergi ke cafe lain saja " pinta Feby.


" Di sini saja. Ini tempat biasa aku nongkrong "


" Sudah berapa perempuan yang kamu bawa kesini hmmm ? " goda Feby sambil meninju lengan Jacky.


" Hahahah banyak "


" Terlalu berterus terang ! "


" Ya harus dong, ayo masuk "


" Oke "


Feby menggarukan kepalanya yang tidak gatal bisa ditebak pasti di cafe itu harga kopi dan makanannya sangat mahal dan aka menguras dompet Feby.


" Berapa yang harus ku keluarkan dari dompet ku ? Kalau dibayarin si gak apa - apa tapi kalau aku bayar sendiri abis dong gaji ku ! "


" Kami kenapa si ? Dari tadi aku perhatiin wajah mu cemas ! "


" Aku tida biasa datang ketempat mewah seperti ini ! " Jawab Feby jujur.


Jacky menaikkan alisnya.


" Oh ya ya aku tau. Tenang ini aku yag teraktir hehee " balas Jacky dengan lantang.


" Serius "


" Serius dong "


" Hehee jadi enak "


" Dasar "


Jacky tak sengeja mengelus rambut Feby dan itu membuat Feby terpaku.


" Mbak " panggil Jacky pada seorng pelayan.


" Iya Mas, mau pesan apa ? "


" Capucino sama kentang, kamu mau pesan apa ? " tanya Jacky pada Feby.


" Samain aja "


" Serius ? "


" Ya "


" Hanya itu saja ? " tanya pelayan lagi.


" Itu aja Mbak "


" Baik, ditunggu ya "


Feby hanya terdiam sambil matanya melirik setiap sudut cafe yang terlihat begitu klasik.


" Bagus ya tempatnya ? " tanya Jacky.


" Ya "


Tak lama pelayan pun datang membawa pesanan mereka.


" Silahakan di nikmati "


" Terimakasih "


Tanpa canggung Feby langsung meminum kopinya dan juga memakan kentang goreng.


" Aku suka dengan gaya mu " ucap Jacky.


" Masa ? "


" Ya, kamu cuek dan apa adanya "


Feby hanya tersenyum sambil menyeruput kopinya lagi.


" Apa boleh jujur ? " tanya Feby sambil menaru kopinya.


" Boleh, silahkan "


" Aku tidak suka datang ketempat mewah seperti ini. Ya bukannya aku pelit atau apa tapi sungguh tidak nyaman rasanya. Aku lebih suka ke warkop dan makan makanan di lesehan. Bahkan ke mall bisa di bilang jarang. Aku selalu menolak ajakan teman kerja ku untuk nongkrong di tempat - tempat mewah. Aku suka berpikir dan selalu melihat kebawah banyak orang kurang beruntung di luar sana ! Untuk makan pun rasanya susah di dapatkan dan aku dengan mudahnya menhambur - hamburkan uang di tempat seperti ini ! " ujar Feby sambil menyeruput kopinya kembali.


" Maka dari itu kamu ragu ? "


" Ya "


" Aku penasaran bagaimana kehidupan mu di rumah "


" Aku tipe cewe yang sederhana. Bahakan teman - teman di rumah ku juga sama seperti ku "


" Jadi kembali ke awal. Saat pertama melihat mu entah mengapa ada sesuatu yang berbeda. Ada rasa ingin mendekati mu dan ingin terus bersama mu. Apa kamu mau meneri ku mejadi kekasih mu ? "


" Ya kita jalani saja " jawab Feby cepat.


" Maksudnya ? "


" Aku menerima mu "


" Serius ? "


" Tidak, aku bercanda ! Yaa iyalah aku menerima mu "


" Yes akhirnya ! "


Ingin sekali Jacky melompat karena senang namun dia sangat malu untuk melakukannya.


" So, malam minggu mau kemana "


" Bukan kah aku sudah mengatakan pada mu tempo hari ? "


" Aku bilang, setiap malam minggu aku ada pertandingan mobile legand dan aku juga pernah bahas tentang aku tidak suka dengan tempat yang mewah ! "


" Maaf aku sudah lupa heheee "


" Dasar masih muda udah pikun hahaha " goda Feby.


" Tapi kamu suka kan ? " kata Jacky sambil memincingkan matanya.


" Dasar !!! "