Febry & Feby

Febry & Feby
Kejutan Saat Pertandingan



📩Sahrul : Kawan - kawan jangan lupa ya nanti malam tanding jam 8 malam 😉.


Pesan grup whatsaap dari Sahrul.


📩Feby : Asiappp.


📩Deni : Siap tempur.


📩 Roby : Jangan lupa latihan dulu ya kawan.


📩Sahrul : Oke.


Hanya Febry yang tidak membalas pesan grup. Entah dia sedang apa. Sejak pulang gjm Febry langsung pulang kerumah tidak berkumpul dulu di warung Mang Rohim.


Menjelang Pertandingan


" Mana Febry ? " mata Feby terus mencari kekanan dan kekiri namun Febry belum juga datang. Di telpon di chat tidak ada respon dari Febry.


" Gimana Feb ? " tanya Sahrul.


" Tidak ada jawaban "


Citttttt


Roby memberhentikan motornya di hadapan mereka bertiga.


" Kata Tante Irma, Febry sedang keluar " begitu kata Roby.


" Kemana itu anak ? Kok aku jadi hawatir ya " kata Feby cemas menanti Febry.


Mereka berempat harap - harap cemas menunggu Febry. Mereka berdoa agar Febry tidak kenapa - kenaoa di jalan. Karena sejak tadi Febry tidak merespon saat di hubungi melalui ponsel.


Ciitttttt


Tiba - tiba sebuah motor berhenti tepah dihadapan mereka berempat. Mereka hanya diam dan terpaku melihat Febry datang membawa kejutan. Seolah tak percaya mereka berempat saling tatap.


" Maaf ya telat " kata Febry yang sudah turun dari motor bersama kejutannya.


Mereka hanya mentap apa yanh di bawa Febry tanpa ada yang mengucapkan satu kata pun.


" Oh iya lupa. Guys perkenalkan ini Lisa. Lisa perkenalkan ini teman ku Roby, Deni dan Sahrul "


" Hai. Aku Lisa "


" Hai "


" Loh kok nama ku tidak di sebutin ?! " batim Feby yang merasa aneh pasa sahabatnya itu.


" Dan perkenalkan ini sahabat ku Feby "


" Hai "


" Hai "


Lisa tampak menatap Feby dari ujung kaki ke ujung kepala.


" *Kenapa perempuan ini dibilang sahabatnya. Dan laki - laki ini dibilang temannya. Mana namanya sama lagi "


" Perasaan ku saja atau apa ya. Kok perempuan yang di bawa Febry ngeliatin aku tajam sekali* "


" Dia pacar mu Feb ? " tanya Deni.


" Ya "


" Cie - cie " Sahrul.


Feby hanya tersenyum melihat Febry bersama dengan wanita lain. Entah apa yang Febry rasakan, seperti ada gejolak cemburu dan kecewa. Namun Feby menepis perasaannya itu.


" Kok jadi merasa cemburu ya. Ayolah dia sahabat mu harusnya kamu bahagia bukan dan menerima kekasihnya ! "


Untuk sekarang tatapan Feby tidak bisa di artikan. Antara senang dan sedih yang dia rasakan saat ini. Rasa tidak suka karena posisinya telah digantikan oleh wanita lain.


Feby pura - pura mengambil ponselnya dan memainkannya. Tidak tahu apa yang dia lihat di ponselnya. Seketika Roby menatap Feby. Dia merasa Feby tidak baik - baik saja lalu dia membisikan sesuatu pada Laras kekasihnya.


" Temani Feby sebentar, sepertinya dia tidak baik - baik saja "


" Iya sayang "


Laras berjalan mengahampiri Feby dan memeluknya.


" Ayo lagi liat apa ? "


" Eh Laras "


" Sibuk amat si Kak. Mmm lagi chatan sama itu ya ? hehee "


" Ih apa si kamu Ras "


Ada yang diam - diam mendengarkan percakapan Feby dan Laras. Dia hanya tersenyum mendengarkannya.


Kegelisahan Feby dan kebungkamannya jelas terlihat di pandangan Febry. Dia ingin sekali memberitahu kalau dirinya tidak akan tergantikan sebagai sosok sahabat. Namun dia tidak enak untuk mendekati Feby karena dia menghargai perasaan Lisa kekasihnya.


" Ayo kita berangkat " ajak Sahrul.


Mereka bergegas ke motor masing - masing. Tapi kali ini Feby tidak membawa motornya karena sudah terbiasa dia pasti akan di bonceng oleh Febry. Kali ini Feby benar - benar sudah digantikan.


" Eh iya Feby ? "


Seketika mereka pada melihat kearah Feby.


" Feby kamu di sini saja " titah Roby.


" Aku jalan aja deket ini kok "


" Kami disini aja biar aku yang jalan " titah Sahrul yang sudah turun dari motor.


" Ayo Feb sama aku " ajak Deni.


" Lebih baik kita bertiga saja " kata Feby sambil berjalan kearah Deni dan Sahrul.


" Hah ?! "


" Sini aku yang bawa "


" Hah ?! "


" Iya "


Deni turun dari motornya dan memberikannya pada Feby.


" Kalian duluan aja " titah Feby.


" Oke " ucap Roby. Lalu Roby dan Febry melajukan motornha ke tempat tujuan.


" Ayo naik "


Deni dan Sahrul secara bergantian menaiki motor yang dikendarai Feby.


" Pelan - pelan saja Feb "


" Iya siap "


Feby segera memacu motor Deni menyusul Roby dan Febry.


Deni dan Sahrul yang tadinya ketakutan karena dibonceng Feby sekarang mereka santai karena Feby bisa menyeimbangkan mengendarai motor tersebut. Bahkan Feby membalap Roby dan Febry yang berada di depannya.


Ketika melewati motor yang di kendarai Roby. Deni dan Sahrul iseng untuk meledek Roby dan Laras.


" Ya kebalap ! " begitu kata mereka sambil melambaikan tangannya.


Roby dan Laras hanya bersorak dan tertawa melihat meraka bertiga.


" Da... da... Febry ! " kini giliran Febry yang di ledek oleh merek berdua.


" Awas jatuh kalian bertiga ! " teriak Febry.


" Tenang joky kita sudah handal, ya gak Den ? "


" Bener Rul "


Febry hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Feby mengintip senyuman Febry dari kaca spion itu tanpa menoleh kebelakang.


Sesampainya disana mereka segera turun dari motor mereka dan memarkirkannya.


" Kak Febyyyyy !!! " teriak April sambil berlari memeluk Feby.


" Ehh April kamu nonton juga ? "


" Iya dong. Mmmm aku kangen sama Kakak "


" Kakak juga "


Seketika mata Lisa tertuju pada April dan juga Feby.


" Kelihatannya mereka sangat akrab. Padahal aku ini pacar Kakaknya harusnya dia akrab dengan ku " gumam Lisa dalam hatinya.


" April nanti temani Kak Lisa ya " titah Febry


" Siap "


" Yaa sudah Kakak kesanan ya Pril "


" Oke Kak Feby "


" Lisa kamu sama April dulu ya "


" Iya sayang "


Febry mengelus rambut Lisa pelan.


" Oh no !!! " batin Feby yang merasa cemburu melihat Febry dan Lisa.


Mereka berjalan ketempat pertandingan. Disitu Febry mencoba menyeimbangkan jalannya dengan Feby.


" Kamu kenapa ? " bisik Febry.


" Tidak apa - apa "


Hening.


" Oh ya selamat ya. Pacar mu sangat cantik "


" Ya "


Feby berjalan begitu cepat agar Febry tidak mengikutinya dan berbicara padanya. Entah mengapa Febu jadi mengindari Febry.


" Feby kamu tidak bisa berbohong pada ku ! " batin Febry.


MC sudah menyambut kedatangan para hadirin dan mengumumkan siapa yang bertanding malam ini.


" Feby " sapa Kak Jafar yang tiba - tiba berada dibelakangnya.


" Eh Kak Jafar "


" Semangat ya "


" Harus dong. Kakak juga ya "


" Siap "


Roby yang menyadari kalau Feby sedang menghindari Febry, segera berjalan mendekati Febry.


" Sudah ku bilang kamu lihat perubahannya " bisik Roby


" Ya. Aku ingin mengatakan padanua tapi dia terus menghindari ku "


" Tidak biasanya dia mengobrol dengan Kak Jafar lihat sekarang dia mau mengobrol dengan Kak Jafar "


" Aku akan mencoba menjelaskannya nanti kalau Lisa tidak ada disini "


" Sepertinya ini akan sulit Feb. Lisa pasti akan terus menempel pada mu "


Febry hanya diam memandang Feby sejenak yang masih mengobrol dengan Kak Jafar.


" Dulu Feby paling malu jika diajak ngobrol dengan Kak Jafar. Mungkin karena dia ingin menghindari ku dan membuang rasa malunya " batin Febry.