
" Maksud aku, aku melihat Febry tersenyum saat bersama mu " ucap gadis itu sambil tersenyum manis. Feby hanya menggelengkan kepala sambil melakukan kegiatannya.
Selesai berlatih Feby pun menuju ke tempat latihan beladiri. Tempatnya tidak jauh dari tempat gym.
" Lolita aku duluan ya "
" Oke Feb, jangan lupa salamin ya hehee "
" Siap, bye "
" Bye "
" Aku ingin tahu Febry menolak Lolita atau tidak ya ? Secara Lolita cantik seksi lagi, idaman cowok banget kan ! Hmmm sudahlah lihat saja nanti " batin Feby sambil terus berjalan ketempat yang dia tuju.
Ketika Feby berjalan ketempat beladiri. Ada laki - laki dan perempuan yang menepikan motornya tepat didepan gym. Mereka berdebad dan saling dorong mendorong. Feby hanya memperhatikannya tanpa mendekat kearah mereka.
Plak
Laki - laki itu menampar si perempuan dengan keras. Tidak tinggal diam Feby segera berlari kearah mereka yang sedang bertengkar.
" Woy... santi aja bang gak usah kasar gitu sama cewek ! " kata Feby yang sudah menengahi mereka.
" Diem lu jangan ikut campur urusan gua ! " jawab laki - laki itu yang sudah emosi tangan sudah menjambak rambut perempuan itu.
" Aww.. Lepas sakit !! "
Feby menarik tangan laki - laki itu dengan kasar dan mendorong perempuan itu agar menjauh.
" Udah gua bilang jangan ikut campur ! "
" Lo bisa gak ngomong baik - baik gak usah pake kekerasan dia cewek ! "
" Kok lo nyolot ! " kata laki - laki itu yang sudah mendorong bahu Feby.
" Tenang bang " kata Feby pelan. Namun laki - laki itu tetap mendorong Feby dan menantang Feby.
" Apa lu hah ! Mau jadi pahlawan ! cewek bisa apa paling tereak doang ! " sindir laki - laki itu sambil melayangkan tangannya hendak memukul Feby.
Dengan cepat Feby menangkisnya dan berbalik menyerang laki - laki itu dengan amarah yang memuncak. Laki - laki itu kualahan dengan pukulan Feby yang tiada henti. Karena diremehkan Feby jadi emosi dan tidak bisa menahan dirinya. Situasi yang sudah memanas orang - orang pun berdatangan menghentikan Feby yang sedang bergulat dengan laki - laki itu.
" Feb sudah Feb ! "
" Lepasin bang ! tuh cowok songong banget bang ! " kata Feby yang masih berontak.
" Tenang - tenang oke "
Feby dibawa pergi menjauh dari tempat itu dan ditenangkan agar emosinya tidak memuncak. Napas Feby masih bergemuruh dan matanya memerah.
" Feby tenang oke " kata Bang Anton.
" Gila tuh cowok kasar banget sama ceweknya ! Terus dia make nantangin aku bang ! Ya aku lawan bang ! " Bang Anton mengusap - usap bahu Feby agar dia tenang.
" Nih minum dulu " kata Bang Anton yang memberi botol air meneral kepada Feby. Sesudah meminumnya Feby mulai mengatur napasnya lagi dan mengontrol emosinya.
" Sudah tenang ? " tanya Bang Anton dan Feby menganggukan kepalanya.
" Makasih bang "
" Oke, Abang tinggal dulu ya "
" Iya aku juga mau pergi "
" Hati - hati ya jangan berantem lagi hehee "
" Siap bang " kata Feby.
Feby kembali menuju tempat beladiri. Sesampainya disana Feby berjalan sambil menunduk dan tidak melihat kalau ada yang sedang memperhatikannya.
" Feb " Feby yang dipanggi segera menoleh.
" Iya Kak "
" Tumben sendiri ? Kembarannya mana ? "
" Dia absen dulu Kak Ali "
" Oh, ya sudah kamu ganti baju sana "
" Siap Kak "
" Tumben tidak biasanya Feby diam saja ? Apa dia lagi bertengakar dengan kembarannya ? " batin Kak Ali.
Feby bersiap mengganti bajunya untuk belajar beladiri. Selesai mengganti baju Feby segera berkumpul dengan yang lain. Feby masih saja memikirkan kejadian yang tadi, dimana seorang perempuan diperlakukan kasar dengan laki - laki.
" Untung saja aku bisa beladiri jadi aku tidak perlu takut jika diriku terancam oleh siapa pun " batin Feby dan tangannya sudah terkepal
" Feby, apa kamu baik - baik saja ? " tanya guru yang melatih beladiri.
" Saya baik - baik saja "
" Ayo kemarilah "
Feby segera berdiri dan mengahampiri gurunya dan disana juga sudah ada Kak Ali yang berdiri tepat disamping guru bela diri.
Feby kaget dan tidak mengira kalai dia akan bartarung dengan Ali. Ilmu beladiri Feby masih jauh dibawah Ali.
" Fokus Feb " kata Kak Ali yang memperingatkan Feby.
" Baik Kak "
Mereka pun mulai bertarung dengan serius. Feby hanya menghindar tanpa menyerang Ali. Beberapa kali guru beladiri memperingatkan Feby untuk menyerang Ali namun Feby tidak dapat kesempatan untuk menyerang.
Kali ini Ali memberi Feby peluang untuk menyerangnya, tanpa menyianyiakan kesempatan Feby pun menyerangnya. Namun Feby kembali tidak fokus dan mengingat saat kejadian perempuan itu ditampar didepan umum. Seketika Feby lengah dan terjadilah kecelakaan.
Bugh
" Awwwww " Feby meringis kesakitan dan terjatuh karena mendapat pukulan dari Ali.
" Feby ! " teriak Ali dan menghamiri Feby. Guru dan yang lainnya juga menghampiri Feby yang terkapar.
" Feby maafkan aku ya " ucap Ali yang sudah membalikan tubuh Feby. Terlihat jelas dimata Feby terdapat luka memar bekas pukulan Ali.
" Ayo bawa ke klinik "
Untunglah klinik tidak jauh dari tempat latihan hanya berjarak beberapa meter saja. Karena Ali yang memukul Feby, jadi Ali yang mememani Feby ke klinik.
" Kak " panggil Feby yang sudah selesai di obati. Ali segera bangkit dari duduknya.
" Gimana Feb ? "
" Gak apa - apa kok Kak, cuma luka ringan "
" Serius kamu ? "
" Beneran deh "
" Maafin kakak ya "
" Dih apaan si kak lebay banget. Lagian aku juga yang gak fokus tadi "
" Iya si, tapi tetep aja kakak yang salah "
" Santai saja kak "
" Kamu lagi bertengakar ya sama kembaran kamu ? Maaf bukan maksud kakak ikut campur masalah pribadi kamu "
" Hahaha enggak sama sekali kak. Febry absen karena dia lagi bongkar motor kak "
" Oh gitu. Lah terus kamu kenapa ? "
" Tadi sebelum aku masuk, aku melihat ada yang bertengakar. Yang parahnya lagi tuh cowok namar ceweknya. Aku geram lihatnya kak jadi aku baku hantam dengan cowok itu "
" Astagfirullah, lain kali kamu jangan sendiri mengambil tindakan kalau kamu yang kenapa - napa bagaimana ? "
" Hehee maaf kak abis aku geram "
" Kamu bisa pulang sendiri ? Apa mau kaka yang antar kamu pulang ? "
" Tidak usah kak terimakasih, aku sendiri saja " tolak Feby sambil fokus melihat wajah Ali dan senyumannya.
" Kalau dilihat - lihat kak Ali cool ya hehee. Tapi sayang sudah punya istri, coba kalau belum pasti aku pepet hahaha. Dih kenapa jadi halu begini sini ! Sadar woy Feb tipe cewe kak Jafar dan kak Ali bukan seperti kamu ! " batin Feby.
Akhirnya Feby memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sebelum sampai rumahnya, Feby menyempatkan diri untuk singgah di rumah Febry sebentar.
Sementara itu Febry masih sibuk membongkar motor Roby dengan fokus. Terkadang Febry tidak menanggapi apa yang dikatakan Roby. Sehingga membuat Roby kesal.
" Feb, kamu kebiasaan banget diajak ngobrol malah gak dijawab " keluh Roby.
" Kamu gak ngeliat ? Aku tuh lagi fokus. Mau bener lagi gak nih motor ? " tanya Feby serius.
" Iyalah "
" Makanya diem "
" Coba ada si Feby. Kemana si dia ? "
" Udah jangan cerewet mending kamu bantuin "
" Tau gak si tenggorokan aku kering mana perut bunyi mulu " sindir Roby sambil melirik Febry.
" Hehee maaf aku lupa sediain minum " kata Febry sambil cengengesan.
" April ! April ! " panggil Febry.
" Iya kak "
" Tolong beliin minuman sama jajanan ya kembalinya buat April "
" Oke kak " tanpa membantah kakaknya April segera berjalan menuju warung.
Asik dengan membetulkan motor, tiba - tiba Feby datang dan mengejutkan mereka karena luka memar yang ada dimata kiri Feby.
" Assalamualaikum " ucap Feby.
" Waalaikumsalam " jawab Febry dan Roby. Febry dan Roby mengalihkan pandangannya ke arah Feby. Dengan cepat Febry berdiri dan menghampiri Feby yang masih duduk di motornya.