Febry & Feby

Febry & Feby
Daftar Pertandingan



Pertengkaran antara Febry dan Feby telah usai. Kini mereka berdua sudah berdamai dan bersikap seperti biasa. Sungguh aneh rasanya, kalau mereka bertengkar. Mereka jadi tidak semangat dan gelisah.


Dan sekarang mereka tengah berkumpul di warung Mang Rohim sambil menikmati secangkir kopi dan gorengan hangat.


" Huhhh besok udah hari senin aja ya " keluh Roby.


" Iya, cepet banget rasanya. Perasaan baru juga libur " balas Deni sambil membenturkan kepalanya di meja dengan pelan.


" Bawa happy aja guys " kata Febry.


" Sebenarnya aku juga lelah sekali " sahut Feby yang bersandar di tiang kayu.


" Kalau lelah. Sama aku juga lelah tapi aku harus ingat ada yang harus dibahagiakan. Kalau tidak bekerja keras kapan kita punya apa yang kita mau. Hanya mengandalkan harta orang tua untuk mencukupi kebutuhan kita ? Kan orang tua kita gak selamanya muda terus " jawab Febry santai.


" Iya kamu benar Feb "


" Yaa tapi boleh lah sekali - sekali kita liburan menghilangkan penat " jawab lagi Febry.


" Nah ini aku setuju " ucap mereka bertiga.


" Iya eh, kita belum pernah liburan bareng ya " kata Feby yang bersemangat.


" Ayolah kita healing " balas Deni.


" Tunggu gajian aja guys " sahut Febry.


" Setuju !! " sorak mereka.


Saat mereka sedang asik mendiskusikan liburan. Tiba - tiba Sahrul berlari menghampiri mereka.


" Guys ... guys !!! " teriak Sahrul sambil berlari.


Mereka yang melihat langsung berdiri dan panik melihat Sahrul berlari memanggil mereka.


" Kamu kenapa Sahrul ? " kata Roby yang panik.


Dengan napas yang tidak beraturan Sahrul berusaha untuk berbicara.


" Kasih minum, kasih minum " Feby segera mengambil air mineral.


" Ini minum dulu Rul "


Gluk gluk gluk


" Makasih "


" Kamu kenapa ? "


" Ada yang cari masalah ? "


" Bukan ! "


" Terus ? " mereka berbicara beriringan.


" Ada pertandingan Mobile Legend, di adakan di lapangan "


" Astagfirullah "


" Aduh kacau ! "


" Sahrul... Sahrul "


" Ampun deh nih anak ! "


Kata mereka berempat sambil menepuk jidat mereka masing - masing. Kemudian mereka kembali duduk di posisi masing - masing.


" Serius kalian mau ikutan gak ? " Kata Sahrul. Namun tak ada respon. " Lumayan loh hadiahnya 5 jt "


" Gimana ? " Feby bertanya pada yang lain.


" Ayolah " bujuk Sahrul.


Mereka berempat berpikir dan mempertimbangkannya. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka menyetujuinya.


" Oke "


" Yes, akhirnga kalian mau juga " ucuo Sahrul yang merasa senang.


" Kita langsung kesana aja " ajak Febry. Mereka mengangguk tanda setuju.


" Eh iya Rul ? " panggil Deni dan Sahrul hanya berbalik kearah Deni. " Motor kamu mana ? "


Plak


Sahrul menepuk keningnya sendiri.


" Astagfirullah aku lupa. Motornya aku tinggal disana ! " ucap Sahrul.


" Sahrul... Sahrul ayo cepat naek " ajak Deni dan yang lain hanya tertawa melihat Sahrul yang begitu senang sampai melupakan motornya.


...*****...


" Om, kalau mau daftar dimana ? " tanya Feby kepada seorang laki - laki yang terbilang belum tua.


" Om.. om ! Memangnya aku setua itu apa !!?? " perotes laki - laki itu sedangkan Feby malah tertawa.


" Ya terus manggilnya apa ? Bapak ? "


" Huhhh itu malah lebih tua ! "


" Hahahaha "


" Wah Feb, si Feby udah mulai berani godain cowo lain "


" Mulai kacau nih orang ! "


" Ada calon suaminya juga masih aja godain cowo lain ! "


Begitu kata Roby, Deni dan Sahrul.


" Biarin aja. Kan dia belum nikah jadi masih bebas "


" Ehhmmm... ehmmmm "


Kali ini Feby hanya menggelengkan kepalanyanya sambil tersenyum.


" Ini mau daftar apa mau ngeledekin aku sama Febry ? " tegas Feby.


" Ya daftar dong hehehe "


" Ayo loh adaa yang marah " bisik Febry dan yang lain hanya menahan tawa.


" Baiklah "


Feby mulai mengisi formukir itu dengan teliti.


" Nama team ? "


" Guys nama teamnya apa? " tanya Feby. terlihat mereka segera memikirkan nama team yanh cocok untuk mereka.


" Bagimana kalau konohagakure ? " usul Roby.


" Ya ide bagus "


" Deal ya "


Akhirnya mereka sepakat memberi nama teamnya adalah konohagakure. Karena mereka sangat menyukai anime Naruto. Anime Naruto menemani masa kecil mereka sampai mereka dewasa. Jadi mereka tidak masalah memberi nama teamnya Konohagakure.


" Ini udah di isi semua Om. Eh... mmmmm makasudnya Mas hehee "


" Oke " laki - laki itu memeriksa dengan detail. Hingga berhenti di nama team. " Konohagakure ? " terlihat jelas sekali laki - laki ingin tertawa namun tertahan.


" Kenapa Om ? Ada yang lucu ? " tanya Feby sambil menaikan tangannya di pinggang dan tangan yang satu lagi di atas meja. " Aneh sama nama teamnya ? "


" Aahhh tidak kok. Ini unik hehee "


Keempat temannya hanya menahan tawa di belakang Feby karena melihat Feby menegur laki - laki itu.


Selesai mendaftar, mereka duduk tidak jauh dari tempat pendaftaran sambil mengobrol ringan. Kebetulan disana memang ada anak - anak muda yang mereka kenal sedang berkumpul jadi mereka ikut bergabung disana.


Beberapa laki - laki ada yang menatap Feby. Entah itu tatapan suka atau tidak suka hanya mereka yang tahu. Sesekali Febry melirik para laki - laki yang menatap Feby dengan tatapan tajam. Seakan tak ingin sahabatnya itu di tatap laki - laki lain.


" Wah kalian ada di sini ? " ucap Kak Jafar, laki - laki yang pernah Feby suka.


" Iya nih Kak. Kita abis daftar " sahut Roby.


" Sama dong. Siap - siap nih kita bakal jadi lawan " Kak Jafar.


Feby hanya melirik Kak Jafar dengan senyuman dan itu terlihat jelas di mata Febry.


" Sepertinya Feby sangat menyukai Kak Jafar "


" Feby kamu ikut juga ? "


" Ah... i..ya Kak " jawab Feby gugup.


" Jangan gugup begitu " bisik Febry.


" Siapa yang gugup si ? " balas Feby.


" Wajah mu memerah. Coba lihat saja "


Feby hanya diam dan mencoba menyembunyikan wajahnya.


" Jika kamu tidak keberatan aku akan membantu untuk mendekati Kak Jafar hehee "


" Hentikan omongkosong mu Feb "


" Ayolah By mengaku saja hehee "


" Diam !! "


Febry terus menggoda Feby sampai wajahnya memerah. Kak Jafar juga enggan pergi meninggalkan merekan malah dia memanggil teman - temannya untuk bergabung.


" Pengen pulang rasanya " gumam Feby.


" Feb pulang yuk " bisik Feby.


" Tidak "


" Please "


" Nanti dulu By. Kamu malu ya hehee "


" Shut up "


" Semuanya aku pulang duluan ya " kata Febry.


" Yah kok pulang si ? Nanti aja Feb "


" Mau anter nyokap dulu kawan "


" Oke deh "


" Kamu mau pulang ga By ? "


" Iya mau "


" Yah kok kamu pulang juga si Feby ? " Kata Kak Jafar.


" Iya Kak "


" Nanti aja aku yang antar kamu pulang "


" Tidak usah Ka terimakasih " tolak Feby dengan senyuman.


" Oke deh. Kamu hati - hati ya "


" Iya Kak. Semuanya aku pamit ya "


" Oke "


Saat berada di motor tiba - tiba Feby menempelkan dagunya ke pundak Febry, yang membuat Febry merasakan hal aneh.


" By ? "


" By ? "


" Mmmm "


" Bisa gak posisi jangan seperti itu. Aku tidak nyaman "


" Udah PW "


" By ? "


" Tidak mau "


" Yaudah terserah kamu sajalah " Febry mengalah dan fokus untuk mengendarai motorh hingga sampai tujuan.