
Jacky datang ketempat kerjanya lebih cepat dari biasaya. Dia tidak sabar ingin cepat - cepat bertemu dengan sang pujaan hatinya itu.
Ditangannya sudah ada kotak makan yang entah berisi apa, yang jelas isinya pasti makanan.
" Jacky ! " teriak salah satu temannya dari sebrang sana.
" Ya ! " Jacky membalas dengan melambaikan tangannya.
" Tumben datang sepagi ini ? "
" Iya dong heehee "
" Sepertinya ada yang mencurigajan ? " kata temannya sambil menatap Jacky dengan penuh ke curigaan.
" Aku sedeng menunggu pacar "
Jawab Jacky dengan senyuman terukir di bibirnya.
" Oh god, kali ini siapa mangsa mu hah ? "
" Ayolah kawan kali ini spesial "
" Apa dia bekerja disana ? "
Tanya temanya itu sambil menunggu kearah bank.
" Ya "
" Oh god, aku tak percaya "
" Aku sudah lama mengincarnya "
" Serius ? "
" He,em dia berbeda dan unik "
" Kau jatuh cinta ? "
" Ya begitulah "
Temannya seolah tak percaya dengan jawaban Jacky, Karena Jacky itu type laki - laki play boy yang tidak bisa jatuh cinta. Dia kerap mengganti perempuan jika bosan maka dia camoakan begitu saja.
" Yakin kali ini jatuh cinta ? "
" Lihat saja nanti kawan "
" Baiklah aku masuk dulu "
" Oke "
Jacky kembali menunggu sang pujaan hatinya, kali ini dia berpindah tempat. Dia menunggu Feby tepat didepan tempat kerjanya sambil mengobrol dengan Pak Satpam yang bertugas disana.
Brmmm
Brmmm
Brmmm
Feby pun datang dengan motornya.
" Hai pacar " panggil Jacky.
Feby hanya tersenyum dan memarkirkan motornya di tempat parkir.
" Hai pacar "
Jacky berjalan ke arah dimana Feby sedang memarkirkan motornya.
Feby tampak mengerutkan dahinya dan bingung kenapa Jacky memanggilnya pacar.
" Hallo " Jakcy memetikan jarinya dihadapan wajah Feby yang tiba - tiba melamun.
" Apa yang sedang kamu pikirkan hmm ? "
" Ohhh Jakcy " Feby tersadar dari lamunannya.
" Pagi - pagi sudah melamun ! "
" Maaf - maaf, ada apa ? "
" Kita sarapan yuk "
" Aku sudah sarapan tadi "
Feby melirik sebuah kotak makan yang di bawa Jacky. Tampak Jacky sedikit kecewa karena penolakan Feby.
" Baiklah, kalau begitu aku pergi ya "
" Ehh tunggu ! " Feby reflek memegang tangan Jacky yang hendak meninggalkannya.
Jacky mengulum senyumnya.
" Ayo kita sarapan bersama "
" Katanya kamu sudah "
Perkataan Jacky terpotong.
" Sstttt tadi aku bohong "
" Dasar "
Sejak tadi Feby tidak sadar kalau dia masih memegang tangan Jacky hingga sampai depan tempat kerjanya.
" Hhmmm " Jakcy berdehem melirik kearah tangannya yang terus si pegang.
" Oh maaf reflek hehehe " ucap Feby dan wajahnya memerah.
" Tidak apa - apa aku suka itu "
" Dasar ! "
Mereka pun duduk di sebuah warung kopi dan memesan dua gelas kopi.
" Kamu bawa apa ? "
" Ini " Jacky membuka kotak makannya itu. Ternyata Jacky membawa sandwich.
" Oh so sweet banget si " puji Feby.
" Iya dong ini "
" Aku coba ya "
" Ya silahkan "
Feby mengambil satu sandwich yang berisi beef, telur, dan sayur - sayuran itu.
" Mmmm enak "
Jacky mengembangkan senyumannya dia merasa senang sang kekasih memakan makanan yang dia buat. Kemudian Jacky mengambil sandwich itu dan memakannya.
" Makasih ya udah repot buatin aku makanan "
" Tidak repot kok hehehe "
Jacky menatap wajah Feby dengan senyumannya. Terlihat ada bekas saus di sudut bibir Feby. Tanpa menunggu lama Jacky reflek membersihkannya.
" Eh !!! "
Feby agak sedikit terkejut dengan perlakuan Jacky yang lembut. Feby hanya diam terpaku.
" Sudah bersih " ucap Jacky.
" Terimaksih "
" Untuk apa ? "
" Untuk menunggu pacar ku "
" Dasar ! Tidak usah berlebihan seperti itu, biasa saja oke "
" Oke "
Feby sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Jacky untuk saat ini. Saat bersama Jacky, Feby sedikit melupakan rasa sakitnya mengingat sahabatnya.
" Selama liburan kamu tidak pernah menghubungi ku. Bahkan kamu tidak membalas pesan ku " sindir Jacky pada Feby.
Plak
Feby menepuk keningnya sendiri.
" Maaf aku lupa " ucap Feby dengan sangat menyesal.
" Tidak masalah, mungkin kamu belum terbiasa berhubungan dengan ku "
" Maaf ya "
" Iya, sudah lupakan saja. Bagaimana pulamg kerja kita main ? "
" Main kemana ? "
" Terserah kamu "
" Sepertinya aku tidak bisa deh. Kamu taukan kalau hari senin pasti kerjaan ku menumpuk. Bagaimana kalau hari jum.ay saja sepulang kerja "
" Boleh juga "
" Kamu gak marahkan ? "
" Untuk apa marah ? "
" Kiarain gitu kamu marah karena penolakan ku "
" Tidaklah sayang " ucap Jacky sambil mengusap rambut Feby.
" Masuk yuk " ajak Feby.
" Ayo, aku antar sampai dalam "
" Ihhh jangan ! "
Feby mencubit lengan Jacky.
" Awwwww sakit, aku becanda sayang "
" Dasar ! "
Feby jalan beriringan dengan Jacky, terlihat mereka begitu serasi. Semua mata tertuju pada mereka.
" Oh hebat sekali laki - laki itu bisa mendekati Feby "
" Iya hebat sekali dia, padahal Feby itu galak "
" Laki - laki itu juga dapat penolakan beberapa kali namun dia tidak menyerah "
" Hah ?! Masa si ? "
" Iya, kalau tidak percaya tanya saja "
Begitu gumam para laki - laki yang satu kerjaan dengan Feby.
" Kak ! " panggil Laras dan melambaikan tangannya saat melihat Feby.
" Pagi Laras "
" Pagi Kak, cie pagi - pagi udah di apelin ayang " ledek Laras.
" Iya dong, bahkan aku rela berangkat awal hanya ingin menunggu pacar ku ini "
" Ohh so sweet sekali "
" Sudah - sudah, ayo Laras kita masuk "
" Ayo "
" Aku masuk dulu ya "
" Iya, selamat bekerja sayang "
" Kamu juga "
" Dah pacarnya Kak Feby "
" Dah juga "
Feby dan Laras masuk kedalam tempat kerjanya sambil mengobrol ringan.
" Kak ? "
" Mmm "
" Tadi Roby memperhatikan Kakak, saat Kakak bersama pacar Kakak "
Feby mengerutkan dahinya.
" Roby melihat kalian berdua dengan tatapan tidak senang juga sedih "
" Sudah biarkan saja Ras "
" Apa Kakak tidak ingin baikkan dengan Kak Febry ? "
" Entahlah, kamu tau sendirikan Lisa tidak menyukai aku, jadi aku tidak ingin mendekati Febry lagi "
" Yang sabar ya Kakak semoga keadaannya cepat membaik " ucap Laras sambil memeluk Feby.
" Apa kamu cemburu saat aku berasama dengan Roby ? "
" Tentu tidak ! Kalian itu kan bertemaan sejak kecil jadi kesekatan kalian hanya sebatas teman "
" Ini bedanya Lisa dengan mu ! "
" Mungkin Lisa takut kalah saing sama Kakak"
" Apa ? Hhahahaha "
Feby tertawa mendengar perkataan Laras.
" Loh kok ketawa si Kak ? "
" Laras, apa yang dilihat daru diri ku ini ? Aku tidak bisa dandan dan penampilan ku biasa saja. Jadi untuk apa dia takut kalah saing ? "
" Iya juga si, Lisa kan good looking. Mungkin cara Kak febry memandang Kakak itu berbeda kali "
" Maksudnya ? "
" Ya Kak Febry lebih perhatian sama Kakak ! "
" Tentu saja dia kan sahabat ku. Maka dari itu aku lebih baik menghindar saja. Aku tidak ingin di bilang pelakor hehee "
" Dasar Kakak ini "
" Ayo semangat kerjanya "
" Iya Kak "
Feby dan Laras ke posisi masing - masing mengerjakan tugas - tugas mereka. Sesuai dengan perkataan Feby, hari senin pekerjaan begitu menumpuk dan membuatnya pusing sendiri. Dengan sabar Feby mengerjakannya dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan.