
Pukul 04.00 pagi
Dikediaman ruamh pak Ahmad.
" Hilwa "
" Iya bu "
" Tolong bangunkan Feby ya nak "
" Iya bu "
" Makasih ya nak "
Hilwa mengangguk dan bergegas pergi ke kekamar Feby.
Tanpa mengetuk pintu lagi Hilwa langsung menerobos masuk ke dalam kamar Feby.
Saat melihat Feby masih terlelap dalam tidurnya Hilwa merasa tak tega untuk membangunkannya. Namun ini hari pernikahan Feby, mau tidak mau Hilwa harus membangunkan Feby dari tidur nyenyanya.
" Maafkan mbak ya Feb "
Perlahan Hilwa membangunkan Feby.
" Feb, ayo bangun " mengguncang tubuh Feby pelan.
Masih belum ada respon dari Feby.
" Feb.... Feb ayo bangun " mengguncang agak kencang.
" Nngggg...... Sebentar lagi mbak "
" Udah jam berapa ini ? "
" Aku mau datang telat aja "
" Hah ? Datang telak kemana ? "
" Kerja "
" Feby, hari ini kamu mau menikah !!! "
" Apa ?? " Feby langsung terkejut dan bangun dari tidurnya.
" Ckckck kamu lupa ya ? "
" Iya mbak "
" Ya sudah kamu mandi dulu aja, penata riasnya sudah datang "
" Iya iya mbak "
Dengan gerak cepat Feby segera pergi kekamar mandi. Hanya butuh beberapa menit Feby sudah kembali lagi kekamar untuk di dandani.
" Banyak sekali peralatan make upnya ! Duhh udah gak kebayang bakal kaya gimana ini muka " dalam hati Feby .
" Neng jangan tegang ya " kata penata rias yangsejak tadi menatap wajah Feby yang tegang.
" Iya mbak "
" Baiklah kita mulai ya "
Dengan sangat perofesional penata rias bekerja dengan sangat hati - hati agar hasilnya memuaskan.
" Oke sudah selesai "
Feby berkaca dicermin metap wajahnya sendiri.
" Cantikkan ? "
" Iya, tapi bulu matanya berat banget mbak "
Penatarias itu terkekeh mendengar perkataan Feby.
Waktu mulai berlalu sang surya pun telah menampakan cahayanya. Semuanya telah bersiap menyambut kedatangan mempelai laki - laki dan keluarganya.
" Aku deg degan " keluh Feby dalam hatinya.
Dan akhirnya yang di tunggu - tunggu datang juga, suara petasa nyaring terdengar ditelinga menandakan memelai laki - laki telah tiba. Jantyng Feby makin berdetak kencang tak karuan, telapak tangannya bercucuran keringat.
" Rasanya ingin pingsan " kata Feby dengan nada ketakutan.
Cklek
Tiba - tiba pintu terbuka.
" Feby " panggil bu siti segera menghampiri anaknya ditemani oleh Hilwa.
" Ayo keluar "
" Bu, malu " rengek Feby.
" Tidak apa - apa "
" Tapi bu "
" Semua akan baik - baik saja nak " bu Siti memeluk Feby dengan lembut, begitu juga Hilwa.
" Aku takut bu, mbak "
" Ayo kita keluar "
" Ayo Feb "
Lambat laun Feby pun au keluar juga dari kamarnya. Perlahan mereka bertiga berjalan keluar kamar.
" Itu dia Feby " kata Roby
Mata tertuju pada Feby yang sangat tampil beda. Merasa di tatap Feby hanya menundukan kepala sampai dia duduk di samping Febry.
Rasa gugup datang menghampiri Febry dan Feby, keduanya engan untuk melirik satu sama lain.
" Ehmmm ehmmm " Sahrul pum mulai menggoda mereka berdua.
" Sikat Feb ! " bisik Deni.
Febry terlihat sangat gugup saat sang penghulu sudah memulai akad nikah, tangannya jelas bergetar, keringatnya bercucuran sampai Bu Irma mengelapnya dengan tissu.
" Santai saja sayang " bisik bu Irma.
" Aku gugup ma "
Sekali lagi pak penghulu mengucapkan ijab kabul, dengan lantanya Febry menjawabnya.
Dan pada akhirnya
" Sah ? "
" Sah..... "
Semua serempak menjawab sah.
Setelah proses ijab kabul, penghulu membacakan doa dan di ikuti dengan yang lainnya. Rasa haru dan bahagia menyelimuti suasana disana. Febry dan Feby tak percaya kalau mereka adalah sepasang suami istri bukan seorang sahabat lagi.
Dengan wajah yang memerah Feby mencium tangan Febry lalu Febry mencium kening Feby dengan penuh kasih sayang.
" Cie - cie udah sah " ledek Roby membuat wajah Feby memerah.
Selesai acara ijab kabul, Febry dan Feby lanjut melakukan resepsi, kedua keluarga, sanak saudara, para kerabat satu persatu memberikan selamat pada Febry dan Feby.
" Selamat ya brother " ucap Roby sambil memeluk Febry dan menjabat tangan Feby.
" Makasih Rob, cepet nyusul ya " kata Febry.
" Kak FF selamat ya " kata Laras bersemangat sampai mencium pipi Feby dan memeluknya.
" Makasih Laras, kamu cepet nyusul ya " balas Feby.
Sekarang gilirang dua sejoli Deni dan Sahrul.
" Selamat ya Febry dan Feby " ucap Deni.
" Selamat ya kembar kalian luar biasa " ucap Sahrul sambil memeluk Ferby dan saat hendak memeluk Feby, dengan cepat Febry menariknya.
" Ehhhh mau apa !! "
" Mau peluk "
" Peluk aku aja "
" Oke - oke hehe "
" Ayo kita foto dulu dong " ucap Feby.
" Ayo - ayo "
Mereka berenam bergaya dengan cara masing - masing.
" Sekarang kalian berlima " ucap Laras yang turun dari pelaminan.
" Ihhhh udah ayo kamu ikut foto " kata Feby.
" Kalian berlima dulu biar ada kenang - kenangannya "
" Oke "
Mereka berlima berfoto bersama dengan penuh semangat.
" Kakak juga mau ikut foto " sahut Andri.
" Mbak juga hehe "
" Gantian ya guys "
" Siap kak Andri "
Habis sudah sesi foto - foto dengan pengantin. Dan waktu terus berjalan hingga mereka tidak menyadari bahwa hati sudah semakin gelap.
" Cepet banget udah malam aja ! " batin Feby.
Para tamu sudah mulai sepi karena waktu sudah menunjuka pukul 21.00.
" Pak udah jam 9 " kata bu Siti.
" Iya bu, tamunya juga udah sepi "
Karena acara pernikahan selesai pada jam 21.00, Febry dan Feby seger mengganti pakaian dengan pakaian biasa saja. Kemudian mereka berkumpul karena ada sesuatu yang ingin di sampaikan.
" Loh kok pengantin duduknya berjauhan " goda bu Irma.
" Maklum tante masih malu - malu " sahut Andri.
" Kakak " balas Feby.
" Sini Feb duduk dekat Febry "
Mau tidak mau Feby segera duduk di samping Febry.
" Sekali lagi selamat ya untuk kalian berdua, papa, mama dan April bahagia melihat kalian bahagia. Pesan papa terutama untuk Febry sebagai kepala rumah tangga, kamu harus bertanggung jawab, membimbing istri kamu, dan membahagiakannya lahir dan batin. Pasti kamu udah mengertikan nak. Dan tolong jaga sakiti Feby jaga dia sayangi dia " ucap Pak Rizki.
" Baik pa, Febry mengerti tugas sebagai seorang suami. Mohon doa untuk keluarga Febry agar menjadi keluarga sakinah mawadah warohma "
" Pasti kami akan selalu doakan kalian berdua nak " balas bu Irma.
Sekarag gilirang pak Ahmad menyapaikan sesuatu untuk pengantin baru ini.
" Bapak dan ibu turut bahagia dengan pernikahan kalian. Febry, bapak titip anak perempuan bapak yang sangat bapak cintai. Tolong jaga Feby jangan buat dia menangis, jika ada masalah selesaikan baik - baik dengan kepala dingin. Dan Feby, hormati suami mu hargai dia nak, jangan keras kepala ya nak jangan kasar "
" Iya pak " Feby hanya menundukan kepalanya sambil menghapus air matanya.
" Titip Feby ya Feb " kata bu Siti.
" Febry tolong jaga adik aku ya. Kakak pecaya sama kalian, kalian bisa membina rumah tangga "
" Iya kak "
" Mbak selalu doakan yang terbaik untuk kalian berdua "
" Terimakasih mbak "