Febry & Feby

Febry & Feby
Curhat



" Hei bro " sapa Roby yang tidak sengaja bertemu Febry di tempat parkir.


" Hei "


" Kenapa tuh muka lemes banget ! "


" Entahlah "


Mereka berdua pun masuk kedalam tempat kerja dengan berjalan pelan.


" Benar kata mu " kata Febry dengan nada yang begitu penuh penyesalan.


" Maksudnya ? "


" Ya, apa yang kamu katakan itu benar. Persahabatan aku dan Feby tidak lama lagi akan renggang ! "


" Kok bisa ? "


" Kemarin Feby kerumah ku mengantai jahitan bokap, seperti biasa kita mengobrol dan bercanda. Tiba - tiba Lisa datang tanpa di undang dan dia melihat kebersamaan ku dengan Feby. Lisa merasa tidak senang dengan hal itu lali dia memasang wajah yang tidak mengenakan "


Roby mendengarkan dulu apa yang di ceritakan oleh Febry tanp memotong pembicaraannya.


" Karena tidak enak dengan Lisa, Feby segera pulang. Setlah Feby pergi Lisa menangis dia bilang pada ku agar menghargai perasaannya. Dia tidak ingin melihat kami bersama ! "


Ckkkk


Robu berdecak kesal.


" Sudah ku katakan pasti akan terjadi seperti itu " balas Roby.


" Aku jadi serba salah ! Aku ingi minta putus tapi aku gak tega. Kalau aku menjauhi Feby juga tidak mungkin ! Aku tidak ingin menyakiti mereka berdua "


" Tunggu kekasih mu yang berbuat salah, dan jadikan itu sebagai alasan untuk kamu tidak nyaman bersamanya " usul Roby.


" Usulanan mu sangat bagus ! Tapi sampai kapan aku menunggunya ? "


" Sampai hal itu terjadi hahaha " ledek Roby.


" Dasar ! "


" Jujur ya Feb, sebenarnya kamu punya perasaan tidak sama Lisa ? "


" Aku suka orangnya tapi tidak dengan cinta ! " tegas Febry.


Plak


Roby memukul keningnya sendiri.


" Kamu gila Feb itu menyakitkan ! "


" Ya memang itu yang sebenarnya "


" Kamu terlalu jujur hahaa "


" Aku menerimanya karena aku menghargainya. Dari pada dia terus mengejar ku dan merendahkan dirinya sendiri ! Itu sangat memalukan bukan ! "


" Benar juga bro "


" Bagaimana caranya agar Lisa tidak cemburu dengan Feby ? "


" Bagaimana ya ? "


" Kamu taulah kalau Feby sudah marah seperti apa ? Mungkin sekarang dia bisa sabar tapi kalau nanti dia kehilangan kesabarnnya gimana ? "


" Huhhhh kamu benar Feb, kamu aja gak bisa mengatasinya saat dia ngamuk ! " kata Roby frustasi.


" Kamu tau. Setiap pagi laki - laki selalu memdekati Feby saat Feby mau masuk kerja. Aku selalu memergokinya di tempat parkir. Laki - laki itu sangat berani mendekati Feby. Mungkin sebentar lagi Feby akan luluh dengan sikapnya yang berterus terang " ucap Roby lagi.


Sejenak Febry terdiam.


" Kita ngopi dulu yuk masih lama ini masuknya " ajak Roby.


" Oke "


Kemudian mereka berjalan kekantin dan memesan kopi di sana.


" Bagimana ciri - ciri laki - laki itu ? " tanya Febry penasaran.


" Cukup tampan, dia sangat aktif tidak seperti mu. Mmm dan tingginya seperti kamu "


" Apa Feby tidak menghindari dia ? "


" Feby terus menghindar namun laki - laki itu terus berusaha mendekati Feby "


Febry menyeruput kopinya pelan.


" Sabar bro semua akan indah pada waktunya " ucap Robu sambil menepuk bahu Febry.


Febry hanya tersenyum kecut.


" Aku hanya ingin persahabatan ku dan Feby tetap terjalin walaupun kami sudah mempunyai kekasih "


" Kamu kasih pengertian pada Lisa agar dia mengerti "


" Sudah ! "


" Nanti aku akan bantu jelaskan pada Lisa tentang Feby agar dia bisa mengerti persahabatan kalian "


" Masuk yuk ! " ajak Febry.


" Ayo "


Mereka menghabiskan kopinya dan lanjut masuk ke tempat kerja.


" Makasih ya bro sudah mendengarkan curhatan ku "


" Sama - sama bro "


...*****...


Sepulang kerja Feby tidak sengaja melihat Roby sedang duduk di pos ronda.


Tinnnnnnn


" Astagfirulla Feby ! " ucap Roby yang terkejut mendengar bunyi klakson yang sangat kencang.


" Hahaha "


" Ketawa lagi ! "


Feby segeraa memarkirkan motornya di dekat pos ronda kemudian Feby duduk di samping Roby.


" Tumben, biasanya kamu sama Laras ? "


" Laras sedang tidak enak badan "


" Kenapa gak di warung Mang Rohim ? "


" Tutup Feb "


" Oh "


" Mana si Febry ? Kok kamu sendirian saja ? "


" Febry pergi bersama Lisa tadi. Aku sengaja duduk di sini nunggu kamu, Deni dan Sahrul lewat "


" Dasar ! "


Teng teng teng


Tukang mie ayam melintasi mereka yang sedang asik mengobrol.


" Mang Mang ! "


Tukang mie ayam pun berhenti di dekat pos ronda.


" Iya neng "


" Mie ayam satu ya "


" Siap "


" Kamu gak beli ? "


" Beli dong laper banget nih "


" Mang satu lagi ya " teriak Feby.


" Asiaap "


Feby membuka sepatunya dan menaikan kakinya dan duduk bersila.


" Kamu tumben jam segini baru pulang ? " tanya Roby.


" Tadi ke cafe dulu "


" Udah abis dari cafe masih aja pesen mie ayam ! "


" Tidak kenyang hahaha "


" Dasar perut karung ! "


" Mana kenyang si Rob cuma makan kentang goreng doang. Kamu taulah porsi ku hehehe "


" Tidak di sangka badan kurus makanya banyak hahaha "


" Biarin "


" Ni neng mie ayamnya "


" Makasih Mang "


" Feb aku beli air minum dulu ya " kata Roby yang segera berjalan ke warung.


Sambil menunggu Roby kembali, Feby memainkan ponselnya.


" Nih buat kamu " kata Roby.


" Makasih "


Mereka berdua menikmani mie ayam yang baru saja di berikan.


Beberapa menit mie ayam itu tandas tak tersisa.


" Alhamdulillah kenyang " ucap keduanya.


" Sini aku aja yang bayar " kata Roby.


" Nih uangnya " Feby memberikannm uangnya pada Roby namun di tolak.


" Aku yang teraktir "


" Wah hari ini aku beruntung sekali ada dua orang yang meneraktir hahaha "


Roby hanya menggelengkan kepalanya.


" Aneh rasa nya " kata Feby.


" Aneh kenapa ? "


" Entahlah, aku merasa asing dengan Febry semenjang dia punya kekasih "


" Mereka berdua bisa kompak begini curhatnya " gumam dalam hatinya.


" Beda sekali dengan Laras. Dia tidak cemburu saat aku mengobrol atau bercanda dengan mu. Tapi Lisa sungguh dia menatap ku sinis. Aku jadi tidak enak untuk mendekati Febry "


" Aku mengerti ! Sudah ku katakan kenapa kalian tidak menerima perjodohan itu "


Feby hanya diam tanpa kata dan menundukan kepalannya.


" Aku merasa kehilangan sesuatu Rob ! Aku hanya ingin persahabatan kami terus terjalin walaupun kami sudah mempunyai kekasih ! "


" Aku mengerti kok. Aku salah satu saksi persahabatan kalian dari kecil hingga dewasa "


" Mau menyesal pun sudah terlambatkan Rob ? "


" Ya, kamu harus sabar nanti aku yang akan bicara pada Lisa "


" Baiklah "


" So, kamu sudah jadian dengan laki - laki itu ? "


" Ya, dia mengajak ku ke cafe lalu aku menerimanya di sana "


" Bagaimana perasaan mu padanya ? "


" Aku suka sama dia tapi tidak dengan cinta ! "


" Jawaban mereka pun sama " batin Roby.


" Kalian berdua benar - benar jahat ya "


Kata Roby sambil menggelengkan kepalanya.


" Maksudnya berdua ? "


" Kamu dan Febry "


" Oh hehee, apa boleh buat jalani saja "


" Dasar ! "


" Pulang yuk udah mau magrib "


" Ayo "


Kerena yang lain belum juga muncul akhirnha Feby dan Roby memutuskan untuk pulang saja.


" Kenapa bisa berbarengan seperti ini mereka curah kepada ku hehee. Kalau dipikir - pikir lucu juga, tadi pagi Febry curat pada ku sekarag Feby yang curhat. Dan curhatan mereka pun sama. Semoga persahabatan mereka tetap terjalin " gumam Roby dalam hatinya.