
" Hei bro " sapa Roby yang tidak sengaja bertemu Febry di tempat parkir.
" Hei "
" Kenapa tuh muka lemes banget ! "
" Entahlah "
Mereka berdua pun masuk kedalam tempat kerja dengan berjalan pelan.
" Benar kata mu " kata Febry dengan nada yang begitu penuh penyesalan.
" Maksudnya ? "
" Ya, apa yang kamu katakan itu benar. Persahabatan aku dan Feby tidak lama lagi akan renggang ! "
" Kok bisa ? "
" Kemarin Feby kerumah ku mengantai jahitan bokap, seperti biasa kita mengobrol dan bercanda. Tiba - tiba Lisa datang tanpa di undang dan dia melihat kebersamaan ku dengan Feby. Lisa merasa tidak senang dengan hal itu lali dia memasang wajah yang tidak mengenakan "
Roby mendengarkan dulu apa yang di ceritakan oleh Febry tanp memotong pembicaraannya.
" Karena tidak enak dengan Lisa, Feby segera pulang. Setlah Feby pergi Lisa menangis dia bilang pada ku agar menghargai perasaannya. Dia tidak ingin melihat kami bersama ! "
Ckkkk
Robu berdecak kesal.
" Sudah ku katakan pasti akan terjadi seperti itu " balas Roby.
" Aku jadi serba salah ! Aku ingi minta putus tapi aku gak tega. Kalau aku menjauhi Feby juga tidak mungkin ! Aku tidak ingin menyakiti mereka berdua "
" Tunggu kekasih mu yang berbuat salah, dan jadikan itu sebagai alasan untuk kamu tidak nyaman bersamanya " usul Roby.
" Usulanan mu sangat bagus ! Tapi sampai kapan aku menunggunya ? "
" Sampai hal itu terjadi hahaha " ledek Roby.
" Dasar ! "
" Jujur ya Feb, sebenarnya kamu punya perasaan tidak sama Lisa ? "
" Aku suka orangnya tapi tidak dengan cinta ! " tegas Febry.
Plak
Roby memukul keningnya sendiri.
" Kamu gila Feb itu menyakitkan ! "
" Ya memang itu yang sebenarnya "
" Kamu terlalu jujur hahaa "
" Aku menerimanya karena aku menghargainya. Dari pada dia terus mengejar ku dan merendahkan dirinya sendiri ! Itu sangat memalukan bukan ! "
" Benar juga bro "
" Bagaimana caranya agar Lisa tidak cemburu dengan Feby ? "
" Bagaimana ya ? "
" Kamu taulah kalau Feby sudah marah seperti apa ? Mungkin sekarang dia bisa sabar tapi kalau nanti dia kehilangan kesabarnnya gimana ? "
" Huhhhh kamu benar Feb, kamu aja gak bisa mengatasinya saat dia ngamuk ! " kata Roby frustasi.
" Kamu tau. Setiap pagi laki - laki selalu memdekati Feby saat Feby mau masuk kerja. Aku selalu memergokinya di tempat parkir. Laki - laki itu sangat berani mendekati Feby. Mungkin sebentar lagi Feby akan luluh dengan sikapnya yang berterus terang " ucap Roby lagi.
Sejenak Febry terdiam.
" Kita ngopi dulu yuk masih lama ini masuknya " ajak Roby.
" Oke "
Kemudian mereka berjalan kekantin dan memesan kopi di sana.
" Bagimana ciri - ciri laki - laki itu ? " tanya Febry penasaran.
" Cukup tampan, dia sangat aktif tidak seperti mu. Mmm dan tingginya seperti kamu "
" Apa Feby tidak menghindari dia ? "
" Feby terus menghindar namun laki - laki itu terus berusaha mendekati Feby "
Febry menyeruput kopinya pelan.
" Sabar bro semua akan indah pada waktunya " ucap Robu sambil menepuk bahu Febry.
Febry hanya tersenyum kecut.
" Aku hanya ingin persahabatan ku dan Feby tetap terjalin walaupun kami sudah mempunyai kekasih "
" Kamu kasih pengertian pada Lisa agar dia mengerti "
" Sudah ! "
" Nanti aku akan bantu jelaskan pada Lisa tentang Feby agar dia bisa mengerti persahabatan kalian "
" Masuk yuk ! " ajak Febry.
" Ayo "
Mereka menghabiskan kopinya dan lanjut masuk ke tempat kerja.
" Makasih ya bro sudah mendengarkan curhatan ku "
" Sama - sama bro "
...*****...
Sepulang kerja Feby tidak sengaja melihat Roby sedang duduk di pos ronda.
Tinnnnnnn
" Astagfirulla Feby ! " ucap Roby yang terkejut mendengar bunyi klakson yang sangat kencang.
" Hahaha "
" Ketawa lagi ! "
Feby segeraa memarkirkan motornya di dekat pos ronda kemudian Feby duduk di samping Roby.
" Tumben, biasanya kamu sama Laras ? "
" Laras sedang tidak enak badan "
" Kenapa gak di warung Mang Rohim ? "
" Tutup Feb "
" Oh "
" Mana si Febry ? Kok kamu sendirian saja ? "
" Febry pergi bersama Lisa tadi. Aku sengaja duduk di sini nunggu kamu, Deni dan Sahrul lewat "
" Dasar ! "
Teng teng teng
Tukang mie ayam melintasi mereka yang sedang asik mengobrol.
" Mang Mang ! "
Tukang mie ayam pun berhenti di dekat pos ronda.
" Iya neng "
" Mie ayam satu ya "
" Siap "
" Kamu gak beli ? "
" Beli dong laper banget nih "
" Mang satu lagi ya " teriak Feby.
" Asiaap "
Feby membuka sepatunya dan menaikan kakinya dan duduk bersila.
" Kamu tumben jam segini baru pulang ? " tanya Roby.
" Tadi ke cafe dulu "
" Udah abis dari cafe masih aja pesen mie ayam ! "
" Tidak kenyang hahaha "
" Dasar perut karung ! "
" Mana kenyang si Rob cuma makan kentang goreng doang. Kamu taulah porsi ku hehehe "
" Tidak di sangka badan kurus makanya banyak hahaha "
" Biarin "
" Ni neng mie ayamnya "
" Makasih Mang "
" Feb aku beli air minum dulu ya " kata Roby yang segera berjalan ke warung.
Sambil menunggu Roby kembali, Feby memainkan ponselnya.
" Nih buat kamu " kata Roby.
" Makasih "
Mereka berdua menikmani mie ayam yang baru saja di berikan.
Beberapa menit mie ayam itu tandas tak tersisa.
" Alhamdulillah kenyang " ucap keduanya.
" Sini aku aja yang bayar " kata Roby.
" Nih uangnya " Feby memberikannm uangnya pada Roby namun di tolak.
" Aku yang teraktir "
" Wah hari ini aku beruntung sekali ada dua orang yang meneraktir hahaha "
Roby hanya menggelengkan kepalanya.
" Aneh rasa nya " kata Feby.
" Aneh kenapa ? "
" Entahlah, aku merasa asing dengan Febry semenjang dia punya kekasih "
" Mereka berdua bisa kompak begini curhatnya " gumam dalam hatinya.
" Beda sekali dengan Laras. Dia tidak cemburu saat aku mengobrol atau bercanda dengan mu. Tapi Lisa sungguh dia menatap ku sinis. Aku jadi tidak enak untuk mendekati Febry "
" Aku mengerti ! Sudah ku katakan kenapa kalian tidak menerima perjodohan itu "
Feby hanya diam tanpa kata dan menundukan kepalannya.
" Aku merasa kehilangan sesuatu Rob ! Aku hanya ingin persahabatan kami terus terjalin walaupun kami sudah mempunyai kekasih ! "
" Aku mengerti kok. Aku salah satu saksi persahabatan kalian dari kecil hingga dewasa "
" Mau menyesal pun sudah terlambatkan Rob ? "
" Ya, kamu harus sabar nanti aku yang akan bicara pada Lisa "
" Baiklah "
" So, kamu sudah jadian dengan laki - laki itu ? "
" Ya, dia mengajak ku ke cafe lalu aku menerimanya di sana "
" Bagaimana perasaan mu padanya ? "
" Aku suka sama dia tapi tidak dengan cinta ! "
" Jawaban mereka pun sama " batin Roby.
" Kalian berdua benar - benar jahat ya "
Kata Roby sambil menggelengkan kepalanya.
" Maksudnya berdua ? "
" Kamu dan Febry "
" Oh hehee, apa boleh buat jalani saja "
" Dasar ! "
" Pulang yuk udah mau magrib "
" Ayo "
Kerena yang lain belum juga muncul akhirnha Feby dan Roby memutuskan untuk pulang saja.
" Kenapa bisa berbarengan seperti ini mereka curah kepada ku hehee. Kalau dipikir - pikir lucu juga, tadi pagi Febry curat pada ku sekarag Feby yang curhat. Dan curhatan mereka pun sama. Semoga persahabatan mereka tetap terjalin " gumam Roby dalam hatinya.