
Hari yang di tunggu telah tiba, baik Pak Ahmad dan Bu Siti atau pun Pak Rizki dan Bu Irma sedang mempersiapkan semuanya. Mereka sepakan akan berkumpul di rumah Pak Ahmad. Sekarang tinggal menunggu Febry dan Feby pulang kerja.
" Pa, Mama sungguh tak sabar menunggu nanti malam " kata Bu Irma yang bersemangat sekali.
" Sama Papa juga "
" Pasti mereka berdua akan terkejut "
" Tentu Ma, Papa juga mau lihat ekpresi mereka berdua nanti "
Sepasang suami istri itu sungguh bersemangat mengerjai anaknya. Awalnya mereka kecewa dengan kelakuan Febry yang terkesan menyakiti perasaan Citra. Namun mereka sudah memaafkannya dan malah berniat menjodohkan Febry dengan sahabatnya Feby.
" Hilwa, Ibu tidak sabar menunggu nanti malam hihihi "
" Sama Hilwa juga Bu "
" Tentunya adik mu itu akan terkejut. Siapa suruh bertindak sesuka hati "
" Iya Bu hehee "
" Asslamualaikum " ucap Pak Ahmad dan Andri yang baru saja pulang kerja.
" Waalaikumsalam "
" Bu ini pesanannya " kata Andri memberikan bungkusan pesanan Ibunya.
" Makasih anak Ibu "
" Iya Ibu ku yang canti, aku mau mandi dulu ya "
" Aku siapin bajunya Mas "
" Oke sayang "
" Bu sudah siap ? "
" Sudah Pak tinggal tunggu mereka datang " Pak Ahmad hanya menganggukan kepalanya dan duduk di sofa. Bu Siti segera membuatkan kopi untuk suaminya dan menemaninya duduk di sofa.
" Nih Pak kopinya "
" Makasih ya Bu "
Hingga petang tiba Febry dan Feby belum kunjung pulang ke rumah. Biasanya mereka sudah sampai di rumah dan ikut berkumpul bersama mereka.
" Pah kok Febry belum pulang ya ? "
" Paling dia sedang di warung Mang Rohim " jawab Pak Rizki santai.
Sedangkan Bu Siti malah ingin menyusul anaknya di warung Mang Rohim dan menyuruhnya segera pulang.
" Sudah Bu jangan disusul. Biarkan dia pulang sendiri " kata Pak Ahmad dan Bu Isti menurutinya.
...***...
" Pulang yuk udah sore " ajak Feby pada teman - teman yang lain.
" Ayo " seru mereka.
" Febry nanti jadi kan ? " tanya Roby.
" Iya bawel "
" Kamu mau ikut By ? "
" Tidak, aku ingin dirumah "
" Oke "
Feby pulang di iringi oleh Febry dan Roby. Setelah sudah sampai di depan rumah Feby, Febry dan Roby menuju rumah mereka masing - masing.
" Assalamualaikum " ucap Feby sambil membuka pintu.
" Waalaikumsalam "
" Akhirnya pulang juga " batin Bu Siti.
Feby memperhatikan ruang tamu yang sudah tertata rapih dan juga ada makanan dan minuman yang tersedia.
" Kak, apa ada tamu lagi yang datang ? " bisik Feby pada Kakaknya.
" Seperti yang kamu lihat "
" Oh ayolah " Feby menghentakan kakinya karen kesal dan berlalu kekamar.
📩Feby : Sepertiya aku ingin di jodohkan lagi ! "
Feby mengirim sebuah pesan pada Febry namun belum direspon karena sudah memasuki waktu magrib.
Setelah menyelesaikan solat magrib dan isa Febry baru membuka ponsel.
" Kenapa lagi nih anak ? " kata Febry sambil membalas pesan sahabatnya itu.
📩Febry : Sabar.
Hanya satu kata yang dikirim oleh Febry yang membuat Feby jengkel.
" Pasti dia marah nih aku balas singkat hehee "
Tak lama Febry keluar kamar dan duduk di teras rumahnya menunggu Roby. Dan yang ditunggu telah tiba.
" Lama banget ! " keluh Febry.
" Aku dandan dulu lah "
Febry hanya menggelengkan kepalanya melihat Roby yang begi rapih dan memakai parfum yang begitu menyengat.
" Loh kalian mau kemana ? " tanya Pak Rizki.
" Aku mau keluar sebentar sama Roby "
" Sekarang perginya ? "
" Nanti si sekitar jam 9 "
" Oh, ya sudah sekarang ikut Papa sama Mama ya "
" Kemana Pa ? "
" Ikut saja, Roby juga ikut ya "
" Ganti baju sana Feb "
Pak Rizki berlalu kedalam rumah. Febry dan Roby hanya saling menatap.
" Sepertinya ada pertemuan penting lagi nih hehee " bisik Roby.
" Entahlah, aku ganti baju dulu ya "
" Yang rapih ya biar ganteng hehee "
Keluarga Pak Rizki sudah siap untuk berangkat kerumah Pak Ahmad. Febry bertanya - tanya dalam hatinya mau dibawa kemana aku ini.
" Sudah siap Feb ? " tanya Pak Rizki.
" Sudah Pa "
" Anak Mama tampan sekali " puji Bu Irma sambil mencubit pipi Febry.
" Cie siap - siap ya Feb " bisik Roby.
" Rese !! "
" Ayo kita berangkat " ajak Pak Rizki.
" Loh Pa jalan kaki ? "
" Iya, ayo ikut aja "
" Mau kemana si sebenarnya ? Bikin penasaran " batin Febry.
...***...
" Feb, ayo ganti baju " kata Bu Siti.
" Tapi Bu "
" Sudah turuti saja Nak " sahut Pak Ahmad dan Feby mengalah.
" Siapa lagi yang mau datang ? " batin Feby.
Keluarga Pak Ahmad sudah siap menyambut kedatangan keluarga Pak Rizki. Semua hidangan sudah tersedia disana.
" Tunggu - tunggu ini mau ngapain kerumah Feby ? " bisik Roby.
" Mungkin Papa ku mau mengajak keluarga Pak Ahmad jalan - jalan "
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam, ayo masuk "
Melihat keluarga Pak Rizki yang datang membuat Feby lega. Feby menyangka Pak Rizki datang hanya bertamu saja namun Feby salah.
"Tadi aja aku tidak usah rapih - rapih toh yang datang kamu dan keluarga kamu " kata Feby pada Febry.
" Tadi aja aku tidak ikut kalau datangnya kerumah kamu By "
" Kalian jangan senang dulu, takutnya orang tua kalian ada maksud tertentu " sahuy Roby.
Mereka saling mengobrol satu sama lain sesekali mereka tertawa bersama. Febry dan Feby mengira pertemuan ini hanya bertamu biasa karena orang tuanya jarang sekali berkunjung kerumah Pak Ahmad.
" Hilwa bagaimana kandungan mu ? "tanya Bu Irma.
" Alhamdulillah baik Tante "
" Syukurlah "
" April juga sudah tumbuh dewasa ya Bu Irma "
" Iya nih Bu, tidak terasa anak - anak sudah tumbuh dewasa "
" Sebentar lagi Pak Ahmad dan Bu Siti punya cucu ya " sahut Pak Rizki.
" Aamiin, doakan ya Pak Rizki agar persalinannya lancar " balas Pak Ahmad.
" Kalian bertiga kenapa diam saja ? " tanya Andri.
" Itu pembicaraan orang tua kami hanya menyimak saja Kak "
" Ayo, di cicipi makanannya " kata Bu Siti.
" Ayo April jangan malu - malu " kata Andri yang menyuguhkan kue dihadapan April.
" Terimakasih Kak "
" Ayo Om Tante di nikmati, jarang - jarang Om dan Tante berkunjung kemari" ucap Andri lagi.
" Makasih Andri, saya banyak sekali pekerjaan di kantor jadi tidak sempat kemana - mana. Setelah pulang kerja saya langsung istirahat "
" Iya Om, Andri paham "
" Nantikan kita akan sering saling berkunjung, ya kan Pa "
" Iya Ma "
Febry, Feby dan Roby masih menyimak percakapan mereka sambil memakan kue dan meminum segelah es jeruk.
" Pak, Bu. Jadi niat kami datang kesini untuk mempererat tali silahturahmi "
" Saya dan istru saya berniat untuk melamat anak Bapak dan Ibu "
" APA !!!!!????? " seru mereka bertiga bersamaan.
" Saya berniat melamar Feby untuk Febry "
" Hah !!!!! "
" Ini maksudnya apa ? " tanya Feby dan Febry bersamaan. Namun tidak ada yang ingin menjawabnya.
" Jadi bagaimana Pak, Bu ? Apa diterima ? "
" Tentu saja saya terima dengan seneng hati "
" Mereka itu sangat cocok kan " ucap Bu Irma sambil melirik Febry dan Feby.
" TIDAKKKK !!! " seru Febry dan Feby bersamaan.