
Pak Ahmad, Bu Siti, Andri serta Hilwa meninggalkan mereka berdua di ruang tamu memberika privasi untuk mereka berdua berbicara.
" Ayo di minum "
" Iya "
" Maaf ya rumah ku berantakan hehee "
" Apa si kamu, apa penting membahas itu ? "
Feby hanya membalasnya dengan senyuman.
" Boleh aku jujur ? " tanya Jacky serius.
" Ya "
" Sejujurnya aku kecewa pada mu "
" Maaf " Feby langsung menundukan kepalanya.
" Sebagai kekasih, aku seperti tidak di anggap "
" Maaf "
Hanya itu yang bisa di ucapkan feby sekarang.
" Tapi aku sadar diri dengan semua ini. Oh ternya seperti ini rasanya sakit hati, rasanya tak dianggap, rasanya di acuhkan ! "
" Biasanya akulah yang berlaku seperti itu pada wanita yang aku dekati ! Tapi sekarang aku kena karmanya "
Jacky tertawa kecil mengingat kelakuannya.
" Aku berpikir, begitu jahatnya aku menyakiti mereka. Mengacuhkan mereka saat mereka sedang sayang - sayangnya "
Feby hanya diam dan mendengarkan keluhan hati Jacky.
" Aku benar - bernar jahat kan ?! "
" Hmm "
Jacky megusap wajahnya kasar.
" Tapi aku memang benar - benar kecewa pada mu "
" Aku ini kekasih mu tapi kamu sakit, aku tidak di beri tau "
" Maaf " kata Feby dengan wajah yang begitu menyesal.
" Iya aku maafkan, tapi jangan di ulangi lagi ya "
" Mmm gimana nanti aja deh " ledeh Feby.
" Dasar ! " Jacky mencubit hidung Feby.
" Jacky ? "
" Hmm "
" Aku ingin mengatakan sesuatu "
" Katakan saja pasti aku dengarkan "
" Aku punya seorang sahabat, sejak kecil hingga sekarang kami tetap menjadi sahabat "
" Lalu ? "
" Tapi sahabat ku laki - laki, apa itu menjadi masalah untuk mu ? "
" Apa yang harus di masalahkan. Toh kalian itu sahabatan kan "
" Syukurlah kalau kamu tidak masalah dengan persahabatan ku "
" Kami ini aneh - aneh aja "
Feby cukup lega dengan pernyataan Jacky yang tidak mempersalahkan persahabatannya.
" Siapa nama sahabat mu ? "
" Febry "
" Haah ! Siapa - siapa ? "
" Febry "
" Oh God namanya sama dengan mu cuma beda r saja "
" Ya begitulah, bahkan kami lahir di tahun, bulan dan hari yang sama. Cuma beda jam saja "
" Waaawwww aku jadi penasaran, boleh aku bertemu dengannya ? "
" Boleh. Malam minggu kamu datang aja kesini ya "
" Untuk apa ? Memangnya kita tidak jalan - jalan gitu ? "
" Kan aku sudah katakan padamu setiap malam minggu aku ada pertandingan mobile legend dan ini grand finalnya "
" Ohhhh maaf - maaf aku lupa, oke nanti aku akan melihat mu tampil "
" Aku juga ada teman Roby, Deni dan Sahrul "
Jacky memgerutkan keningnya.
" Wait ! Kenapa teman mu laki - laki semua ? "
" Heehee ya begitulah "
" Teman cewe tidak ada ? "
" Ada cuma tidak terlalu dekat. Kalau sama mereka berempat aku dekat "
" Oh God, kamu tomboy ya "
Feby hanya terkekeh.
" Apa Febry sudah punya pacar ? "
" Sudah, tapi pacarnya tidak suka kalau aku dekat dengan Febry jadi aku menjauhinya "
" Loh kok gitu, maksudnya dia cemburu gitu ? "
" Hmm "
" Untuk apa cemburu kaliankan bersahabat ? "
" Entahlah "
Mereka berdua terdiam dan membuang wajahnya kearah lain.
" Maka dari itu aku bertanya pada mu. Apa masalah kalau aku punya sahabat ? "
" Aku takut kamu seperti pacarnya Febry yang akan menyuruhku menjauhi Febry "
" Tentu tidak sayang. Malah aku penasaran ingin bertemu dengannya dan bertanya tentang diri mu "
" Untuk apa ? "
" Ya biar aku tau apa kesukaan mu dan yang tidak kamu sukai "
" Tidak ah "
" Terserah kamu lah "
" Baiklah "
" Ayo itu di minum, cicipi juga kuenya " titah Feby.
" Iya sayang "
Jacky segera mengambil kue dan mencicipinya kemudian meminum minuman yang sudah disediakan.
Kerena sudah terlalu sore akhirnya Jacky pamit untuk pulang. Sesungguhnya Jacky ingin berlama - lama disana tapi Jacky tidak enak dengan orang tua dan Kakak Feby.
" Terimakasih ya sudah menjenguk ku " ucap Feby sambil tersenyum manis.
" Ohhh senyuman mu terlalu manis " goda Jacky sambil memandang wajah Feby.
" Shut up " protes Feby sambil mencubit lengan Jacky.
" Aku pamit ya "
" Hmmm hati - hati ya "
" Bu, Pak, Kak , Jacky pamit ya " ucap Jacki menyalami mereka.
" Kok cepat sekali, kita makan bersama dulu "
" Terimakasih Bu, Jacky harus pulang "
" Ya sudah kalau begitu "
" Hati - hati Nak " sahut Pak Ahmad
" Siap Pak "
Kedatangan Jacky membuat Feby menjadi lebih membaik. Ibarat tidak ada rotan akar pun jadi, tidak ada Febry Jacky pun jadi.
" Sstttt yang tadi itu siapa ? " tanya Andri sambil berbisik pada Feby.
" Kepo ! "
" Ihh serius ? "
" Kakak mau tau aja ! "
" Ya harus tau ! "
" Dia teman ku "
" Teman atau teman hmm ? " sahut Pak Ahmad.
" Bapak pernah lihat dia menelpon mu beberapa kali "
" Iya benar dia hanya teman ku "
" Ibu tidak percaya dia teman mu ! "
" Ihhh kalian ini "
" Siapa katakanlah ? "
" Iya - iya dia pacar ku " jawab Feby santai.
" Sudah Bapak duga "
" Selera mu bagus juga " goda Andri.
" Iya dong "
" Ibu boleh jujur gak ? Jacky tampan sekali ya hehee "
Baru saja Hilwa ingin berbicara soal Jacky namun Andri melotot ke arah Hilwa.
" Apa ?! Kau mau bilang Jacky tampan juga ! "
" Hehee tidak Mas, kamu sensitif sekali ! "
Hilwa mencubit perutnya pelan.
" Tidak boleh ada laki - laki selain aku ya ingat itu ! " peringati Andri.
" Suka - suka orang dong ! Lagian masalahnya apa kalau Mbak Hilwa bilang Jacky tampan ! "
" Aku cemburu ! "
" Woooo lebayyyyy ! " goda Feby sambil melemparkan bantalnya. Hilwa hanya tersipu malu melihat tingkah suaminya.
" Dasar kamu tuh "
" Wajarkan Bu kalau Andri cemburu ? "
" Ya terserah kamu saja "
" Mas, kamu tuh seperti abg aja ih "
" Biarin sayang bukan kah kita masih abg ? "
" Ckckck abg ? Tidak tahu diri sekali. Lihat rambut mu sudah tumbuh uban hahaa " goda Feby.
" Dasar adik kurang ajar " ucap Andri yang langsung mengelitiki adiknya.
" Ampun Kak ampun hahaha "
" Andri, adik mu lagi sakit ! "
" Habis dia menyebalkan sekali Bu "
" Kalian ini kalau udah bercanda kaya anak kecil " kata Bu Siti sambil menggelengkan kepalanya.
" Feb, kamu kan sudah dewasa Bapak sama Ibu tidak bisa selalu mengawasi mu. Jadi, Bapak minta kamu jangan melakukan hal yang tidak baiknya ya jangan bikin malu keluarga. Jaga kehormatan kamu karena itu sangat berharga "
" Baik Pak, aku mengerti "
" Pokoknya kamu jangan macam - macam Feb " sahut Andri.
" Iya Kakak ku yang ganteng "
" Kalau bisa secepatnya kalian menikah " ucap Pak Ahmad dengan serius.
" Aku masih ingin berkarir Pak, aku masih punya keinginan yang harus aku capai. Dan aku juga belum membahagiakan Bapak sama Ibu. Jadi aku belum berpikir kearah situ Pak "
" Iya Bapak paham maksud mu "
" Feby janji gak akan macem - macem Pak "
" Tapi lebih cepat lebih baik Feb " balas Bu Siti.
" Tapi Bu, aku saja baru beberapa tahun lulus sekolah, aku belum kepikiran untuk menikan Bu. Aku masih ingin berkarir "
" Iya tapi jangan lama - lama ! Ibu tidak ingin kalau kamu menikan saat umur mu sudah 30 tahun "
" Iya Bu, tenang saja "