Febry & Feby

Febry & Feby
Lisa Amanda Putri



" Ma, Pa aku berangkat. Assalamualikum "


" Waalaikumsalam. Hati - hati Nak"


Rutinitas dipagi hari, Febry selalu mengantarkan adiknya Aprilia ke sekolah selepas itu baru Febry pergi menuju tempat kerjanya.


" Terimakasih Kak " ucap April sambil menyalami tangan Kakaknya.


" Iya. Kakak berangkat dulu "


" Hati - hati Kak "


Febry segera pergi ke tempat kerjanya dengan santai. Butuh 30 menit untuk sampai tempat kerjanya. Jika macet Febry selalu mengambil jalan perumahan agar terhindar dari kemacetan.


" Febry " panggil Roby.


" Tumben sudah datang "


" Iya. Kitaa ngopi yuk "


" Ayo "


Febry dan Roby berjalan keluar tempat kerja dan memesan kopi disebuah warung.


" Feb "


" Hmmm "


" Kamu tidak sadar ? "


" Kenapa ? " Febry menaikan alisnya.


" Kamu selalu menjadi bahan perhatian setiap wanita "


Terlihat Febry tersenyum sinis seakan tak menyukainya.


" Entahlah. Padahal aku berpenampilan biasa saja "


" Menurutmu biasa tapi bagi mereka kamu keren "


" Biarkan saja "


" Kamu tidak tertarik sama sekali ? "


" Tidak "


" Febry apa kamu tidak normal ? Begitu banyak wanita yang menatap mu tapi kamu mengacuhkannya. Memang cuma si Feby yang bisa mencuri perhatiannya " gumam Roby dalam hatinya.


Di ujung sana ada seorang wanita yang menatap Febry dengan perasaan yang menggebu - gebu. Setiap hari matanya selalu menatap Febry. Namun dia harus menerima kenyataan kalau Febry selalu mengacuhkannya.


" Lisa ? " panggil seseorang. Lisapun menoleh.


" Iya "


" Ayo kita masuk "


" Sebentar lagi " Lisa masih betah menatap Febry.


" CKk. Tiap hari hanya bisa menatapnya dari kejauhan ! Jika kamu berani katakan padanya ! "


" Lupakanlah ayo masuk "


" Hahaha. Kenpa kamu takut ? "


" Bukan begitu. Dia itu selalu mengabaikan ku "


" Hahaha kasihan seorang Lisa diabaikan juga dengan laki - laki "


" Ya kamu taulah laki - laki selalu tertarik melihat ku. Hanya dia yang tidak tertarik pada ku maka dari itu aku tertantang untuk memdapatkannya " tegas Lisa yang begiti percaya diri.


Lisa Amanda Putri


Seorang gadis cantik dan smart yang bekerja dibagian kantor di perusahan yang sama seperti Febry. Laki - laki yang memandangnya langsung jatuh cinta padanya karena kecantikannya dan penampilannya yang modis.


Tinggi, berkulit putih dan tumbuh yang ideal membuat dia menjadi incaran para lelaki. Terutama laki - laki dengan jabatan tinggi.


Laki - laki yang dia mau selalu dia dapatkan dengan mudah. Hanya sekali mengedipkan mata dan mengembakan senyumannya laki - laki akan terpikat. Laki - laki mana pun akan mudah dia dapatkan, kecuali satu Febryansyah Alfarizki. Dia laki - laki satu - satunya yang mengabaikan Lisa.


Karena sikap Febry yang dingin juga mesterius, membuat Lisa tertarik pada Febry. Namun dia tidak pernah mendapatkan cela dari Febry. Setiap ada kesempatan untuk berbicara dengan Febry, Febry selalu cuek padanya dan menjawabnya dengan singkat.


Bisa di bilang Lisa anak orang berada apapun yang Lisa inginkan selalu dikabulkan oleh orang tuanya. Bahkan dia begitu dimanjakan hingga dia dewasa. Mungkin karena Lisa anak tunggal jadi orang tuanya selalu memanjakannya.


" Lisa.. Lisa itu " kata orang itu sambil melirik kearah Febry. Lisa pun terus memandangi Febry yang tiba - tiba melewati meja kerjanya.


" Febry suatu saat nanti aku akan mendapatkan mu "


Terlihat Febry memasuki sebuah ruangan dan Lisa membuntutinya. Dia akan mengatur strategi agar dia bisa mengambil kesempatan untuk mendekati Febry.


Saat Febry keluar daru ruangan itu Lisa berjalan sambil membawa beberapa berkas dan dia berakting sibuk merapihkan berkas - berkas iti sambil berjalan. Dan akhirnya.


Bugk


" Aahh "


Berkas - berkas berjatuhan kelantai. Sedangkan Lisa jatuh di pelukan Febry.


" Yes "


" Sial ! Kenapa harus berada disituasi seperti ini " umpat Febry dalam hati.


Para karyawan dan karyawati memperhatikan kejadian itu dengan mata melotot.


" Maaf ya "


" Ck. Aduh jadi berantakan "


" Sini aku bantu " Febry berjongkok mengambil satu persatu berkas yang nerjatuhan.


" Kamu tidak apa - apa ? "


" Tidak. Aku baik - baik saja "


" Syukurlah kalau begitu. Ini " Febry memberikan berkas yang tadi dia ambil.


" Hai aku Lisa " tiba - tiba Lisa mengulurkan tangannya.


" Apa lagi ini ! "


" Febry " Febry terpaksa menjawabnya.


" Salam kenal ya Febry "


" Iya. Aku permisi dulu masih banyak kerjaan "


" Baiklah. Bye Febry "


Febry terus berjalan tanpa menghiraukan perkataan Lisa.


" Hahahah Yes yes yes aku berhasil " Lisa melompat kegirangan.


" Wah Lisa kamu hebat "


" Eh tapi jangan senang dulu. Febry belum terpikat sama kamu ! "


" Ya ya aku tau. Lihat saja nanti aku akan memdapatkannya "


Sebenarnya Febry sudah mengetahui kalau Lisa sengaja melakukan itu. Namun Febry tidak bisa menghindar kalau dia menghindar pasti Lisa akan jatuh ke lantai. Jadi mau tidak mau Febry harus menangkapnya.


" Kenapa kamu Feb ? "


" Males bahas "


Roby lagsung diam dan tidak bertanya lagi karena dia sudah oaham sifat temannya itu.


Kejadian itu menyebar hingga ketelingah Febry membuat para karyawan menatap Febry. Akhirnya semua tau kalau Lisa tertarik pada Febry. Para Karyawan pun tak segan - segan untuk menggoda Febry.


" Hebat kamu Feb. Bisa membuat orang kantor jatuh cinta pada mu "


" Ah Bapk bisa aja " balas Febry.


" Udah Feb sikat jangan kasih kendor "


" Dia salah satu wanita idaman Feb "


" Kamu beruntung jika mendapatkannya "


Masih banyak lagi kata - kata yang di lontarkan pada Febry agar dia bisa jadian dengan Lisa.


" Kalian tidak tahu saja. Febry tidak tertarik dena wanita itu " gumam Roby.


Gara - gara kejadian itu Febry jadi di jodoh - jodohkan dengan Lisa. Apalagi dengan para atasan yang mendukung Febry bersama Lisa.


" Lisa kamu hebat dalam sekejap kamu jadi trending "


" I'm the best. Kita lihat beberapa waktu lagi Febry akan memjadi milik ku "


Lisa sangat percaya diri kalau Febry akan menjadi miliknya. Sedangkan Febry masih tidak perduli dengan ocehan para karyawan.


" Rob "


" Apa "


" Apa aku saama Lisa saja ya ? "


" Hah ? "


" Kok hah ? "


" Maaf aku terkejut "


" Jadi gimana ? "


" Kamu yakin mau sama Lisa ? "


" Ga tau "


" Semua terserah sama kamu Feb. Aku sudah mengatakan pendapat ku lebih baik kamu sama Feby aja "


" Tapi dia sahabat ku "


" Apa salahnya dengan sabahat ? Justru itu kalian cocok "


" Aku juga tidak masalah jika akan bersanding dengan Feby. Tapi Feby, sepertinya dia yang tidak mau bersanding dengan ku "


" Omong kosong ! "


" Tanyakan saja sendiri "


" Masa si "


" Kamu tanyakan saja sama Feby. Kalau dia mau aku juga mau "


" Oh jadi kamu mencintai Feby " Roby mengembangkan senyumnya seakan menggoda Feby.


" Apa si !? Bukan itu maksudnya "


" Hahaha. Sudahlah Feb aku tidak akan beritahu siapa - siapa termasuk Feby "


" Terserahlah. Jadi bagaimana ? "


" Yaa jika kamu kekeh untuk mendekati Lisa. Kami harus siap - siap menjauh dari sahabat mu "


Roby mengatakan hal itu karena dua lebih setuju Febry dengan Feby. Bukan berarti Roby membenci Lisa. Namun dia takut persahabatan Febry dan Feby akan hancur.