
Keesokan harinya setelah pulang kerja Febry, Roby, Deni dan Sahrul berkumpul di warung Mang Rohim tanpa adanya Feby.
Begitu terasa sepi, sunyi tanpa adanya Feby di tengah - tengah mereka. Ibarat sebuah meja yang kakinya patah satu.
" Mabar gak ? " ajak Sahrul.
" Mumpung Feby lagi online nih ! " kata Sahrul lagi.
" Coba kamu undang dia " sahut Roby.
" Oke "
Sahrul mencoba mengundang Feby, namun Feby langsung menolaknya dan segera keluar dari permainan.
" Sial, dia langsung off ! " umpat Sahrul.
Mereka berempat merasa kecewa dengan Feby, karena masalahnya dengan Febry semuanya jadi terkena imbasnya.
" Feb, coba kamu minta maaf sama Feby ! " kata Roby.
" Sudah "
" Lalu "
" Nomor ku langsung di block ! "
" Aku juga sudah menghubunginya tapi tidak di respon ! " sahut Deni.
" Ini gak adil banget hanya karena Febry, Feby jadi menjauhi kita juga ! " keluh Roby seakan dia menyalahkan Febry.
" Maksud mu apa Rob ? " balas Febry.
" Mungkin waktu kejadian pemukulan Jacky, kita tidak bertindak cepat menolongnya jadi Feby ikut kecewa dengan kita " sambung Sahrul.
" Bisa jadi seperti itu " Deni.
" Memang kamu ada masalah apa sama Jacky sampai kamu memukulnya ? " Roby mulai mengencangkan suaranya.
" Santai Rob ! " Deni mencoba menahan Roby.
" Apa tidak bisa di selesaikan baik - baik ? "
" Apa harus kamu memukulnya seperti itu ? "
" Dan sejak kapan kamu mencintai Feby ? "
" Sudah ku katakan sejak awal dan aku berulang kali memperingati mu, untuk menerima perjodohan kalian, tapi kau malah membuatnya begitu sulit ! "
" Ternyata kamu juga mencintainya kan ? "
" DASAR MUNAFIK !!! "
Roby terus memojokkan Febry, hingga akhirnya Febry pun terpancing emosinya dengan perkataan Roby.
" HENTIKAN ROBY ! "
" Jangan keterlaluan ! "
Balas Febry.
" Keterlaluan apanya. Kalau kau memang mencintainya kenapa kau pura - pura menolak perjodohan itu ! Dan memilih bersama wanita itu ! "
" Rob udah Rob ! " Deni mulai berada di tengah - tengah anatara Febry dan Roby.
" Aku tidak ingin memaksnya untuk hidup berasama ku ! "
" Tapi nyatanya persahabatan kalian kan yang hancur ! "
Febry dan Roby semakin memanas.
" Sekarang kamu terima akibatnya Feby orang yang selalam ini menjadi sahabat mu dan orang yang kamu cintai telah menjauhi mu. Bahkan menghapus mu dari kehidupannya. Selamat Febryansya Alfarizki ! "
" Karena ulah mu juga kami jadi ikut di jauhi oleh Feby. Puas ! "
Tiba - tiba Roby mendorong Febry dengan sekuat tenaga hingga Febry jatuh ke tanah.
" Roby ! "
Febry segera berdiri dan membalas serangan Roby. Akhirnya terjadilah perkelahian antara mereka berdua.
Deni dan Sahrul berusaha memisahkan mereka berdua. Hingga Mang Rohim dan dua orang lainnya ikut membantu memisahkan mereka berdua. Dan mereka bisa di pisahkan juga.
" Apa - apaan si kalian ! Kenapa jadi berkelahi seperti ini ? " teriak Sahrul.
" Sudahlah kita akhiri saja ! Semoga kamu puas Feb ! "
" Baiklah kalau itu mau kalian. Jika ketiadaan ku bisa mengembalikan suasan membaik maka aku yang pergi " balas Febry.
" Febry ayolah jangan seperti anak kecil ! "
" Iya kita sudah dewasa, selesaikanlah masalah ini dengan kepala dingin "
Kata Deni dan Sahrul yang mencoba membujuk mereka berdua.
" Tidak ada artinya lagi semua ini "
" Heiii kalian mau kemana ! " teriak Sahrul.
" BERENGSEK KALIAN BERDUA !!!!!!!! " umpat Deni yang merasa kesal dengan keduanya.
Hanya tersisa Deni dan Sahrul di warung Mang Rohim. Mereka menyaksikan sendiri retaknya kebersamaan mereka. Deni dan Sahrul hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa - apa. Karena perpecahan ketiga orang itu.
" Apa yang harus kita lakukan Den ? "
" Tidak tau Rul, aku pusing "
" Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian ? " tanya Mang Rohim. Dia juga menjadi saksi atas retaknya kebersamaan mereka.
" Entahlah Mang "
" Awalnya dari Febry dan Feby lalu jadilah seperti ini "
Jawab Sahrul.
" Anak muda ! Emosi kalian memang tidak bisa dikendalikan " kata Mang Rohim yang langsung masuk ke warungnya.
Akhirnya Deni dan Sahrul memutuskan untuk pulang saja. Sebelum pulang mereka tidak lupa untuk membayar kopi dan makanan yang mereka nikmati tadi pada Mang Rohim.
Febry tak percaya bahwa hubungan mereka akan retak seperti ini. Dalam perjalanan pulang Febry tak mampum membendung air matanya. Hingga sampai rumah Bu Irma hanya diam melihat anaknya menitihkan air mata.
Sakit yang di rasa Bu Irma melihat anak laki - lakinya menangis. Walaupun Febry menyembunyikan rasa sedihnya tapi seorang ibu akan merasakannya.
" Febry mandi dulu habis itu langsung makan ya " ucap Bu Irma yang langsung segera keluar dari kamar Febry.
Dia begitu tak tega melihat anaknya sedih dan akhirnya Bu Irma lun menitihkan air mata.
" Kamu kenapa Nak ? Kalau ada masalah ceritakan pada Mama. Pasti Mama akan memdengarkan mu sayang " batin Bu Irma.
Sedangkan Roby setelah sampai rumah dia memilih segera masuk ke kamarnya tanpa menyapa Ibu dan Ayahnya. Roby tidak ingin orang tuanya tahu kalau dia habis berkelahi. Apa lagi dia berkelahi dengan teman kecilnya sendiri.
Hari berganti hari, tidak ada satu pun yang terlihat dari mereka. Biasanya mereka selalu berkumpul dan bermain bersama seprti biasanya. Namun kali ini mereka benar - benar terpisah.
" Kok Kakak - Kakak kita tidak ada ya ? "
" Iya, biasanya mereka sudah berkumpul "
" Sudah beberapa hari aku juga tidak melihat mereka "
" Maklum namanya juga orang dewas "
" Mungkin mereka sibuk kerja kali "
Begiti kata anak - anak kecil yang bisa ikut bermain bersama mereka.
Tak ada lagi team konoha yang selalu kompak. Kemana - mana mereka selalu bersama, sekarang mereka masing - masing.
Feby juga selalu menghindar jika bertemu salah satu dari mereka. Kini Feby hanya berhubungan dengan Jacky dan Laras.
Sedangkan Laras, dia senantiasa mendengar curhatan Roby sang kekasih. Roby selalu berkeluh kesah padanya. Dia sangat menyesal telah berkelahi dengan Febry dan berakibatan pada pertemanan mereka yang hancur.
Laras hanya bisa memberi semangat pada kekasihnya itu agar dia menerima kenyataannya.
Terkadang Roby sengaja menjemput Laras sambil menunggu Feby. Namun Feby tidak pernah muncul. Padahal Roby ingin sekali berbicara dengannya.
" Berikan Kak Feby waktu untuk menenangkan dirinya "
" Feby menjauhi mu juga ? "
" Tidak. Kami tetap makan siang bersama dan mengobrol "
" Dia terlihat sedih ? "
" Mungkin iya. Tapi, Kak Feby pintar sekali menyembunyikan perasaannya "
" Apa dia masih bersama Jacky ? "
" Iya, katanya Kak Jacky ingin melamar Kak Feby secepatnya "
" Baguslah jadi bisa ada yang menjaganya "
" Sayang, apa benar Kak Febry mencintai Kak Feby ? "
" Benar. Mereka berdua itu bodoh sekali " umpat Roby yang hanya bisa tersenyum pahit melihat kedua sahabat yang saling menjauhi.
" Bagaimana dengan Kak Lisa ? "
" Lisa masih tetap bersama Febry. Dan kelihatannya Febry juga mulai terbiasa dengan adanya Lisa "
" Sayang sekali ya hubungan peremanan kalian hancur begitu saja "
" Ya mau bagaimana lagi sayang "
" Lalu bagaimana Kak Deni dan Kak Sahrul ? "
" Entahlah, mereka juga tidak pernah terlihat lagi "
" Yang sabar ya sayang. Semoga pertemanan kalian bisa kembali lagi seperti dulu "
" Aamiin "