
Setelah kejadian itu, Feby menjalani kehidupannya seperti biasa. Persahabatannya dengan Febry juga membaik, bahakan sekarang mereka telah berkumpu lagi seperti dulu.
Sahrul dan Deni senang melihat team Konoha telah kembali seperti dulu, tidak terecah belah lagi.
Namun Feby masih merasa canggung ketika berdekatan dengan Febry, entah perasaan apa yang membuat Feby menjadi malu jika berada di sisinya.
" Kakak "
" Hei Laras "
Laras memeluk Feby dengan erat seperti sedang memeluk kakaknya sendiri.
" Hei jangan peluk aku seperti itu, peluk Roby aja sana ! "
" Belum mukhrim jadi peluk kakak aja "
" Alasan ! "
" Hehehe "
" Kamu pulag di jemput Roby ? "
" Iya dong. Kakak juga di jemput sama kak Febry kan ? " menggoda.
" Dasar ini anak " Feby menepuk kening Laras pelan.
" Ayo kita tunggu mereka disana "
Mereka berdua berjalan ke depan gerbang menunggu Roby dan Febry datang.
Mata Feby terus memandangi gedung yang berada di sebrang. Dia teringat akan Jacky yang selalu menunggunya. Tapi Jacky tidak terlihat lagi disana.
" Kakak memandangi apa ? "
" Ah tidak kok Ras "
" Apa kak Feby masih memikirkan kak Jacky ? " dalam hati.
Hanya menunggu beberapa menit akhirnya mereka datang juga.
" Ahhhh itu dia mereka "
Feby segera menengok ke arah kiri, dia pikir yang datang adalah Jacky, ternya yang datang adalah Febry dan Roby.
" Maaf ya lama " kata Roby.
" Tidak apa - apa sayang "
" Ayo naik "
" Iya "
Laras sudah duduk di belakan Roby, namun Feby masih terdiam.
" Feb ayo sana naik " kata Roby.
" Kalian dulaun aja " ucap Febry.
" Oke "
Roby tersenyum menatap Febry dan Feby.
" Semoga berhasil kawan, kami duluan ya "
" Iya "
Roby dan Laras pun pergi.
" Ayo naik "
" Kamu mau bawa aku kemana hmm ? "
" Ada deh, ayo cepat naik "
" Iya "
Tanpa menunggu lama Febry memacukan motornya dengan kecepatan sedang hingga sampailah di pinggir danau.
" Ayo turun "
" Mau ngapain ke sini ? "
" Cuma ingin mengajak minum es kelapa "
" Dasar "
Mereka duduk di sebuah bangku yang menghadap danau sambil menikmati es kelapa.
" Apa ada tujuan lain selain minum es kelapa ? " tanya Feby.
" Ada "
" Apa ? "
Febry menaruh es kelapanya di sampingnya.
" Apa kamu tidak ingin menjenguk Jacky di rumah sakit ? "
" Untuk apa membahasnya lagi ? Aku tidak ingin mengenalnya "
" Tidak boleh seperti itu ! Bagaimana pun dia pernah ada di hati mu. Dan mungkin saja masih ada dia dalam hati mu "
" Sok tau ! "
" Lalu siapa yang ada di dalam hati mu ? "
" Tidak ada siapa - siapa "
" Baiklah aku yang akan mengisinya "
" Apa !!? "
" Tidak, aku mau mengisi bensin nanti kalau pulang "
" Tadi bukan itu yang kamu katakan Febry ! " perotes Feby.
" Sok tau ! " Febry malah menggoda Feby.
" Kenapa aku jadi berdebar saat bersamanya ?" dalam hati Feby.
" By, sebaiknya kita jenguk Jacky "
" Tapi "
" Ayolah "
" Baiklah, tapi kamu juga temani aku "
" Pasti "
Merekka kembali menikmati es kalapa sambil menatap danau.
" Bagaimana kalau sekarang kita ke rumah sakit ? "
" Boleh "
" Habiskan dulu esnya "
" Iya - iya "
Hanya butuk waktu 30 menit mereka berdua sudah sampai di rumah sakit dan segera menuju ruang rawat Jacky.
Namun ketika sudah sampai, pasien yang berada di sana bukan Jacky melainkan orang lain. Akhirnya Febry dan Feby memutuskan untuk mencari tahu.
" Suster ! " panggi Feby.
" Iya, ada yang bisa saya bantu ? "
" Jacky Rahman ? "
Berpikir sejenak.
" Oh ya tuan Jacky Rahman sudah di bawa pulang oleh keluarga ya tadi pagi mbak "
" Apa dia sudah sembuh ? "
" Harusnya masih di rawat beberapa hari lagi tapi pasien meminta di rawat di rumah saja "
" Oh begitu, terimakasih suster atas informasinya "
" Sama - sama, saya permisi dulu, mari "
Febry dan Feby saling melirik.
" Bagaimana ? " tanya Feby.
" Kita kerumahnya saja "
" Tidak "
" Ayolah By "
" Oke - oke "
" Kamu tau kan rumahnya ? "
" Iya "
" Ayo kita kesana "
Kali ini perjalanan mereka memakan waktu 1 jam karena jarak tempuh ke rumah Jacky cukup jauh dari rumah sakit.
Satu jam kemudian.
" Apa ini rumahnya ? "
" Iya "
Feby memencet bel rumah itu.
" Ada yang bisa saya bantu mbak ? " tanya seorang satpam.
" Maaf pak, apa Jackynya ada ? "
" Mbaknya siapa ya ? Ada keperluan apa ? "
" Saya Feby "
" Sebentar ya mbak Feby "
" Iya pak "
Satpam itu masuk kedalam dan tak lama dia keluar lagi menemui Feby.
" Maaf mbak Feby, mas Jacky sedang istirahat dia belum bisa bertemu siapa - siapa "
" Oh, kalau begitu samapaikan salam ku saja ya pak, semoga cepat sembuh "
" Iya mbak, sekali lagi maaf ya mbak "
" Tidak apa - apa pak, saya permisi dulu ya pak "
" Iya mbak "
Feby berjalan lagi menghampiri Febry yang menunggunya.
" Kita pulang aja "
" Ayo "
" Mungkin dia malu bertemu dengan ku " ucap Feby.
" Sudah jangan di pikirkan "
" Ayo kita pulang "
" Yakin mau pulang ? "
" Memang mau kemana lagi ? "
" Gak ke warung mang Rohim dulu ? "
" Nanti malam aja, aku mau pulang dulu "
" Iya sayang "
" Sayang - sayang ! "
" Eh denger orangnya hehe "
" Dengerlah kan punya kuping ! Dasar gombal "
Febry hanya tersenyum kemudian menyalahlan motornya.
Di balik jendela kamar Jacky terus memperhatikan Feby. Dari Feby berbicara dengan satpam hingga dia berbicara dengan Febry.
Ada rasa penyesala dalam dirinya karena sudah melakukan hal buruk pada orang yang sangat di cintai karena hasutan Lisa.
Nasi sudah menjadi bubur, Jacky malu bila bertemu dengan Feby mau pun yang lainnya. Maka dari itu dia memutuskan untuk pergi keluar negri bersama orang tuanya meninggalkan pekerjaannya dan cintanga.
" Maafkan aku Feby, aku terlalu takut bertemu dengan mu "
Jacky terus memandangi Feby hingga Feby pergi bersam dengan Febry.
" Kamu pantas bahagia, tapi bukan bersama ku melainkan dengan sahabat mu "
Rasa penyesalan terus menghantui Jacky. Dia tidak bisa berkata - kata, bahkan orang tuanya turut perihatin dengan kondisi anaknya.
" Jacky, siapa perempuan tadi ? Kenapa kamu tidak ingin menemuinya ? " tanya mamanya.
" Dia Feby "
" Kenapa tidak di suruh masuk saja ? "
" Aku terlalu malu untuk bertemu dengannya ma ! Aku sudah berniat buruk padanya "
Mamanya hanya mentap sedih.
" Yang sabar nak "
" Jacky, menurut papa, Feby berniat baik datang kesini untuk menjenguk mu "
" Pa, Jacky merasa bersalah padanya "
" Iya papa tau, mungkin dengan bicara baik - baik akan menyelesaikan masalahnya "
" Aku tidak ingin pa "
" Saran papa, sebelum kamu pergi temui dia dan keluarganya. Jika Feby masih menerima mu maka papa akan datang menemui orang tuanya agar secepatnya kalian di nikahkan. Tapi kalau Feby tidak ingin menerima mu lagi iklaskanlah dan tetap jalani kehidupan mu "
" Benar apa kata papa mu nak "
" Jacky pikir - pikir dulu pa "
" Sekarang kamu istirahat nak, kamumasih belum sembuh total "
" Iya ma "
" Ayo papa bantu "
" Terima kasih pa "