
Duarrr
Duarrr
Duarrr
Suara petir bergemuru disaat waktu istirahat. Hujan pun turun dengan derasnya. Para karyawan dan karyawti gunda gulana karena hujan menerpa. Ada yang rela tak makan siang dan hanya memakan makanan ringan di dalam ruangan. Ada yang mengenakan jas hujan atau pun payung untuk keluar. Ada juga yang menitip makan dan mengoder online.
Sedangkan Feby dia malah senang ketika turun hujan. Dia menerobos hujan dengan berlari kegirangan bersama Laras tanpa payung dan jas hujan.
" Hahahaha ayo Laras kita mandi hujan " ajak Feby yang tidak memperdulikan bajunya basah.
" Iya Kak tunggu aku ! " teriak Laras sambil berlari mengejar Feby.
" Woyyyy hujan nanti baju mu basah !!! " teriak salah satu teman kerja Feby.
" Biarin !!! " teriak Feby sambil tertawa.
" Dasar gila ! Setiap hujan pasti dia senang. Udah kaya film india aja kamu Feb ! " teriak lagi.
" Iya aku kan Kajol. Hahaha "
Temannya hanya menggelengkan kepalanya.
Feby terus berlari hingga berhenti di depan penjual soto.
" Makan soto aja yuk Ras ? "
" Ayo "
Saat ingin memesan soto Feby tidak sengaja menginjak kaki seorang laki - laki yang sedang duduk tidak jauh dari penjual soto.
" Awwwww ! " laki - laki iti meringis kesakitan.
" Ehhhh maaf - maaf ya Om , eh Mas "
" Iya tidak apa - apa "
" Sakit banget lagi ! " gerutu laki - laki.
" Maaf banget ya " kata Feby merasa jadi tidak enak. Laki - laki itu hanya tersenyum penuh paksa.
" Kak aku sudah pesankan sotonya "
" Oh, makasih Laras "
Feby dan Laras segera duduk tidak jauh dari laki - laki itu. Karena merasa tidak enak Feby menegur laki - laki itu.
" Mas masih sakit tidak ? "
" Nanti juga hilang sendri "
" Mau di obati Mas ? "
" Bagaimana kalau kita kenalan saja ? hehee "
" Huhhhhh modus !! "
" Ya tidak salahkan kalau aku mau kenalan ? "
" Tipe cowo yang berterus terang ! " Feby langsung membuang mykanya ke arah lain. Dia malas meladeni laki - laki seperti itu.
Laki - laki itu hanya tertawa sambil melihay ekpresi waja Feby yang merasa kesal.
" Aku tau nama kamu Feby kan ? "
" Sok tau "
" Memang tau kok "
" Nyebelin ! "
" Hati - hati nanti cinta loh hehee "'
" Ihhhh amit - amit "
Laki - laki itu malah iseng menggoda Feby dan membuat Feby kesal.
Laras hanya terdiam sambil tersenyum sambil memakan soto yang sudah di hidangkan.
" Keren si tapi nyebelin " gumam Feby.
Sesekali Feby melirik laki - laki itu dengan tatapam tajam. Namun wajah laki- laki itu memang benar - benar tampan membuat Feby betah melihatnya.
" Apa liat - liat ? Naksir ya ? "
" PD banget si Om - Om ini "
" Om ? Tidak lihat aku ini masih muda "
" Gak peduli " Feby pura - pura mengacuhkan laki - laki itu.
" Feby " sapa salah satu teman kerja Feby.
" Aduh pake ada yang sebutin nama aku lagi "
" Iya "
" Kamu gak ngajak - ngajak si Feb "
" Aku takut kamu tidak mau hehehe "
" Ya sudah aku makan dulu ya "
" Oke siap "
Wajah laki - laki itu terlihat senang saat ada yang memanggil Feby.
" Benar kan nama mu Feby "
" Iyaa terus kenapa ? Masalah ? "
" Tidak hanya ingin berkenalan "
" TIDAK TERTARIK ! Ayo Laras kita pergi "
" Iya Kak "
" Apaan si laki - laki itu ? " kata Feby kesal dan menyebrang dengan sembarangan.
" Kak awas !!! " teriak Laras.
Dengan gerak cepat laki - laki itu menarik tangan Feby.
" Aaaaaaa !!! "
" Hei nona kalau jalan lihat - lihat ! Aku tahu kamu kesal pada ku tapi tetap perhatikan sekitar mu " kata laki - laki itu lalu laki - laki itu meninggalkan Feby begitu saja. Sedangkan Feby hanya diam terpaku.
" Kak kamu tidak apa - apa ? "
Feby hanya menggelengkan kepalanya. Laras menuntun Feby hingga sampai ruangnya. Sepertinya Feby masih terkejut dengan kejadian tadi.
" Astahfirullah. Apa yang aku lakukan " kata Feby.
" Minum dulu Kak. Pasti Kakak terkejut " Laras memberikan air putih pada Feby.
" Makasih Laras "
" Iya Kak. Aku kembali ketempat kerja ku ya "
" Iya silahkan "
Jacky Rahman
Laki - laki yang tampan. Dan bukan hanyan tampan tetapi dia juga cerdas dan punya ide - ide cemerlang. Ketampanannya membuat para wanita yang melihatnya terpikat.
Jacky kerap kali mengganti pasangan. Dia tidak pernah serius dalam menjalin hubungan. Dia hanya sekedar iseng dengan para wanita.
Beberapa hari ini Jacky tidak sengaja melihat Feby. Pertama kali melihatnya Jacky meresa Feby sangat jutek mungkin karena memang raut wajahnya yang seperti itu. Namun setelah berinteraksi langsung ternyata Feby tidak sejutek itu. Walaupun Feby agak sedikit kesal padanya Jacky malah menyukainya.
Karena tertarik dengan Feby, Jacky selalu membuntuti Feby hingga dia bisa mengtahui namanya.
Pulang kerja sudah tiba Feby cepat - cepat merapihkan tempat kerjanya dan cepat melesat ke parkiran.
" Feb mau nonton gak ? " kata Roby yang sedang menunggu Laras.
" Nonton apa ? "
" Topeng monyet hahaha "
" Gila ! Hahaha " Feby juga ikut tertawa.
" Serius kita nonton yuk "
" Kapan ? "
" Sekarang "
" Kenapa gak weekend aja si ? "
" Yaudah nanti weekend aja sekalian ajak calon suami kamu hehehe "
" Hahaha dasar gila. Yaudah aku duluan. "
" Oke "
Feby mengendari motornya keluar tempat kerjanya kemudian dia melihat laki - laki menyebalkan itu sedang berhenti ditepi jalan dengan motornya.
" Hai "
" Oh, Hai "
" Terimakasih ya sudah menolong ku "
" Tidak masalah "
Laki - laki itu dengan santai berkata tanpa menatap Feby.
" Ihhh nyebelin ! " karena kesal Feby pun menyalahkan motornya lagi.
" Ehh tunggu " ucap laki - laki itu sambil menahan tangan Feby.
" Jangan pegang - pegang " peringati Feby pada laki - laki itu.
" Ihhh judes banget si jadi cewe hihihi "
" Biarin ! "
" Aku Jacky " kata laki - laki itu sambil mengulurkan namanya.
" Gak nanya ! "
" Dasar ratu judes ! "
" Dah ah aku mau pulang "
" Tidak mau ngopi dulu gitu ? "
" MALES "
Feby langsung melesat pergi meninggalkan Jacky yang sedang menertawakannya.
" Judes + aneh. Tapi aku tertarik padanya karena dia tidak terpikat dengan ku. Ini semakin menantang aku harus bisa mendapatkan dia "
Tak sengaja Roby melihat kebersamaan Feby dengan Jacky. Entah mengapa Roby menjadi gelisah dan perasaannya menjadi tidak enak. Roby hanya takut persahabatan antar Febry dengan Feby retak karena datangnya orang baru dalam hidup mereka.
" Sayang kamu kenapa ? " tanya Laras.
" Aku hawatir dengan Febry dan Feby "
" Hawatir kenapa si yang ? "
" Ya mereka mulai membuka jalan untuk orang lain masuk dalam kehidupannya. Aku hawatir persahabatan mereka akan retak. Apa salahnya mereka menikah ? Secara mereka itu cocok. Sudah mengetahui sifat masing - masing "
" Kita doakan saja yang terbaik untuk Kak Febry dan Kak Feby. Semoga mereka berjodoh "
" Aamiin. Huhhhhh, yuk kita pulang sayang "
" Oke sayang "
Sungguh Roby sangat menghawatirkan temannya itu. Mengapa mereka tidak menerima saja perjodahan itu ? Mengapa harus mencari pasangan yang lain ? Begitu yang ada di otak Roby.