Febry & Feby

Febry & Feby
Jantung Ku Berdebar



Sekian banyak drama yang mereka berdua hadapi akhirnya hubungan persahabatan mereka kembali seperti dulu lagi.


Aktifitas yang pernah dia jalani bersama kini di mulai dari awal lagi, seperti lari pagi saat weekend, memancing, gym, latihan bela diri dan berkumpul dengan teman yang lain sambil main mobile legend.


Di pagi hari saat hari libur, Febry dan Feby lari pagi bersama ke taman kota. Namun kali ini rasanya berbeda saat mereka sedang berdua.


" Ada apa ini ? Menagapa jantung ku berdebar ? " dalam hati Feby.


Febry pun juga merasakan hal yang sama tetapi Febry masih bisa mengabaikannya.


" Heiii " Febry menyenggol bahu Feby.


" Mmmmm "


" Ada apa dengan mu ? " tanya Febry, lalu tanpa sengaja tangan Febry menyentuh tangan Feby.


" Kamu sakit ? Tangan mu dingin sekalai ? " Febry memegang tangan Feby.


" Ihhhh jangan pegang - pegang "Feby menarik tangannya.


" Kita istirahat dulu " titah Febry lalu mengajak Feby duduk di bawah pohon rindang.


Febry memperhatikan Feby sedari tadi yang selalu memalingkan wajahnya. Tidak biasanya Feby seperti itu saat bersama Febry.


" By "


" Mmm "


" Kamu kenapa si ? "


" Tidak apa - apa "


" Aku di sini bukan di bawah " kata Febry kesal karena Feby terus melihat ke bawah.


Feby pun menarik nafasnya kemudian menatap mata Febry.


" Sudah puas " Feby mentap mata Febry.


" Kenapa dia jadi imut sekali ? " ucap Febry dalam hati.


Sekarang giliran Febry yang memalingkan wajahnya.


" Tuh kan, kamu juga tidak menatap ku ! " perotes Feby.


" Aku mau beli minum dulu " Febry segera berdiri dan berlari.


" Dasar aneh ! " umpat Feby kesal.


Feby terus memandangi Febry dari ke jauhan. Sesekali Febry menoeh padanya dan tersenyum.


Deg


Jantung Feby berdebar lagi.


" Jantung ku berdebar lagi ! Mana mungkin aku jatuh cinta pada Febry " keluh Feby.


" Ini untuk mu " Febry memberikan minuman dingin.


" Terimakasih "


" By "


" Mmm "


" Aku jujur pada mu "


" Jujur aja "


" Inin serius "


" Ya udah ngomong aja "


" Kamu gak serius "


" Bentar aku minum dulu hehee " Feby segera memimum air itu.


" Oke, apa ? "


" Gak jadi "


" Ihhh kok gitu !? "


" Udah males "


" Oke, aku pulang "


" Eh nanti dulu "


" Makanya ngomong !


" Iya, jujur aku punya perasaan pada mu "


Deg


Jantung Feby kembali berdebar tak karuan.


" Bagaiman dengan mu ? "


Feby hanya diam saja.


" By, kok melamun si "


" Hah ? "


" Bagaimana ? "


" Mmm aku .... "


" Kamu masih belum bisa melupakan Jacky ya ? "


" Bukan begitu, aku malu "


Feby semakin salah tingkah didepan Febry.


" Kita pulang yuk "


" Aku masih ingin bersama mu "


Melihat Feby yang salah tingkah Febry malah sengaja menggodanya.


" Tapi aku mau pulang "


Febry terkekeh melihat sikap Feby.


" Oke - oke, ayo kita pulang "


Mereka berdua menaiki motor dan bersiap untuk pulang.


Dalam perjalan tiba - tiba ada kendaraan yang tiba - tiba berhentin pada akhirnya Febry jadi ngerem mendadak.


Cittttttt


Bugk


Feby reflek memeluk Febry kini tak ada jarak diantara mereka berdua.


" Bu maaf, kalau mau berhenti menepi dulu " tegur Febry dengan sopan.


" Emang kenapa ? Motor - motor saya, terserah saya dong "


" Bukan begitu bu "


" Sstttt, udah - udah. Gak akan selesai kalau berurusan dengan ibu - ibu " ucap Feby. " Ayo kita pergi "


Febry hanya menggelengkan kepalanya.


" Feby belum melepas pelukannya, dia sadar atau enggak ya hehee " ucap Febry dalam hati dan membiarkan Feby terus memeluknya.


" Ehhmmm " Febry berdehem.


" Ngomong - ngomong, mau sampai kapan kamu memeluk ku " goda Febry.


" Ahhhh maaf - maaf " Febybsegera melepas pelukannya.


" Bodoh banget si Feby !!!! " umpat dalam hati.


" Gak di lepas juga gak apa - apa hehee "


" Ihhhh " Feby malah mencubit pinggang Febry.


" Ampun - ampun "


" Makanya jangan ngeledek "


" Iya engga deh "


" Terimakasih ya "


" Eh tunggu " Febry memegang tangan Feby agar dia tidak masuk kerumah.


" Apa ? "


" Nanti mau mancing atau ngegym ? "


" Gak dua - duanya ! "


" Kenapa ? "


" Males "


" Tumben "


" Ayo deh belum muhrim udah pegang - pegang " sahut Andri yang baru saja keluar.


" Eh kak " Febry segera melepaskan tangan Feby.


" Pak - pak Febry sama Feby udah berani pegang - pegangan nih ! " goda Andri.


" Apa si kakak ! " Feby segera berlari masuk kedalam rumah dengan wajah memerah.


" Cie malu !!! "


" Ckckck kak Andri bisa aja nih "


" Ayo langsung lamar "


" Aku bilang dulu sama papa sama mama "


" Jangan lama - lama nanti di ambil orang hehee "


" Siap kak, aku pulang dulu ya "


" Oke, hati - hati "


Didalam kamar Feby menutup wajahnya dengan bantal dan berteriak disana.


" Aku malu banget ihhh !!! "


...****************...


" Assalamualikum "


" Waallaikumsalam "


" Loh tumben sebentar Feb ? "


" Iya ma, ada yang lagi salah tingkah hehee " balas Febry sambil duduk di samping mamanya.


" Siapa nak ? Feby ? "


Febry menganggukan kepalanya.


" Kok bisa ? "


Febry hanya tersenyum sambil memakan brownis buatan mamanya.


" Pa " bu Irma melirik suaminya sambil tersenyum.


" Apa papa dan mama harus kerumah pak Ahmad sekarang ? "


" Nanti saja pa "


" Jangan lama - lama Feb " sahut mamanya.


" Aku menunggu Feby mengatakan iya "


" Pasti dia malu Feb "


" Bagaimana kalau kita langsung lamar saja Pa "


" Boleh, bagaimana Feb ? "


" Terserah papa sama mama aja " jawab Febry santai. " Febry ke kamar dulu ya "


" Iya nak "


Di dalam kamar Febry membaringamkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil tersenyum - senyum sendiri memandangi foto Feby. Kemudian Febry mengirim pesan singkat pada Feby.


📩Febry : Sayang 😁


📩Feby : Siapa ya ? Gak kenal


📩Febry : Serius gak kenal ?


📩Feby : Febry ! Ayolah jangan menggoda ku ! 😢


📩Febry : Siapa yang menggoda ? Aku serius !


📩Feby : Serius apa ?


📩Febry : Serius ingin menjadikan mu pendamping ku 😄😄😄


📩Feby : 😲😲😲


📩Febry : Bagaimana ?


📩Feby : Febry, aku jadi malu kalau ketemu sama kamu 😭


📩Febry : Kenapa malu ? Apa perasaan mu sama seperti ku ?


📩Feby : Iya


📩Febry : Serius ?


📩Feby : Udah ah aku gak mau bahas ! Bye !


📩Febry : Ihhh kok marah ?


Feby tak lagi membalas pesan Febry karena dia terlalu malu untuk mengungkapkannya.


" Dasar, malah gak di bales ! "


Ckrek


Pintu kamar Febry terbuka.


" Hallo yang lagi kasmaran hehee "


" Huhhhh aku kira siapa !? "


Febry terkejut melihat kedatangan Roby di kamarnya.


" Jadi bagaimana dengan Feby ? "


" Dia malu - malu "


" Serius ? "


" Iya serius "


" Ternyata orang seperti dia bisa mali juga hahaha "


" Entahlah "


" Aku sangat mendukung kalian, jika kalian menikah "


" Tapi Feby masih malu - malu "


" Berarti Feby juga punya perasaan yang sama seperti mu "


" Sikapnya berubah saat bersama ku, dia jadi sedikit pendiam tidak seperti biasanya yang cerewet "


" Tidak salah lagi pasti Feby juga punya perasaan yang sama seperti mu "


" Apa aku langsunh melamarnya saja ? "


" Kamu serius Feb ? "


" Iya "


" Aku setuju sekali "


" Tapi jangan katakan apa pun padanya "


" Siap "


Febry terus menatap handphonenya sambil tersenyum. Roby hanya menggelengkan kepalanya seakan tak percaya orang seperti Febry bisa jadi seperti itu hanya karena cinta.


"