Febry & Feby

Febry & Feby
Kehidupan Setelah Menikah



Bebeberapa hari setelah menikah, Febry sudah mengajak Feby untuk tinggal di rumah barunya. Rumah yang menjadi impian Febry, dimana dia akan mengajak kekasih halalnya untuk tinggal disana. Membangun rumah tangga dan membesarkan anak - anak mereka.


Mereka berdua juga tak menyangka persahabatan mereka berakhir di pelaminan. Awalnya mereka tidak setuju untuk di jodohkan namun lama kelamaan mereka tidak bisa saling berjauhan dan pada akhirnya timbul rasa cinta yang mereka tidak sadari sudah melekat sejak lama.


Sore hari, Feby sedang menikmati suasan di teras rumah barunya. Tiba - tiba Febry datang menghampiri.


" By " panggil Febry


" Iya, kamu mau kopi ? "


" Boleh "


" Bentar ya aku buatin "


" Eh tapi jangan deh "


" Kenapa ? "


Febry tidak menjawabnya hanya melihat jam di handphonenya.


" Kita ke warung mang Rohim yuk " ajak Febry.


" Ayo " Feby pun tak menolaknya.


Beberapa menit kemudian, meraka sudah siap untuk ke warung mang Rohim. Dan berharap Roby, Deni dan Sahrul ada di sana.


Dalam perjalanan ke warung mang Rohim, Febry menarik tangan Feby agar memeluknya namun Feby menolaknya karena dia terlalu malu.


" Kenapa di lepas ? "


" Malu ah !! "


" Ngapain malu ? "


Feby hanya diam tak menjawab, dia hanya tersenyum malu.


" Gemes banget si Feby " dalam hati Febry yang melihat istrinya dari kaca spion motornya.


Hanya butuh beberapa menit mereka berdua sampai di warung mang Rohim. Dan benar saja Roby, Deni dan Sahrul sedang berada di sana.


" Ehhhh pengantin baru !!! " seru mang Rohim yang membuat mereka bertiga yang sedang asik menikmati kopi langsng menoleh ke arah Febry dan Feby.


" Ini dia nih bintang kita ! " teriak Sahrul.


Febry dan Feby berjalan ke arah mereka bertiga dan bersalaman ala - ala mereka.


" Mang biasa ya " ucap Feby "


" Siap neng "


Mang Rohim tau betul apa yang mereka pesan dengan cepat mang Rohim membuatkannya.


" Aku kira kalian gak akan nongkrong di sini lagi " kata Deni.


" Pasti nongkronglah Den " jawab Feby.


Roby hanya terkekeh melihat mereka berdua yang duduk berdampingan.


" Kenapa kamu Rob ? "


" Enak gak ? " tanya Roby sambil terkekeh.


" Mesum !!! "


" Ihhh kok mesum. Orang nanya enak gak nikah ? "


" Ini si Feby aja yang otaknya mesum hahaa " kata Sahrul.


Febry hanya mentap Feby sambil tersenyum nakal.


" Jangan gitu ih ! " bisik Feby pada Febry.


" Mabar yuk ah " ajak Sahrul.


" Ayolah " sahut Feby.


Beberapa menit setelah mereka mabar mobile legend mereka lanjut mengobrol seperti biasa.


" Gak nyangka kalian bakal nikah " kata Roby sambil terkekeh.


" Sama aku juga, tapi jujur ya kalian tuh cocok " sambung Deni.


" Wajah kalian juga mirip " sahut Sahrul.


Febry dan Feby hanya tersenyum dan salinh pandang.


" Eh iya, kalian maen dong kerumah kita "


" Nanti hari minggu kita main deh Feb "


" Serius gak ? "


" Serius "


" Oke, nanti kita bikin seblak haha "


" Siap, nanti aku ajak Laras "


" Kita berdua ajak siapa ? " tanya Sahrul yang masih menjomblo.


" Sabar nanti juga kalian berdua dapet pasangan " jawab Febry.


" Hari senen kamu udah mulai kerja kan Febry ? "


" Iyaa Rob "


" Oke "


" Aku juga masuk kerja ya Feb "


" Kamu gak usah kerja biar aku aja "


" Gak mau ah ! Bosen tau di rumah " tolak Feby.


" Harus nurut sama suami, ya gak ? "


" Bener banget "


" Itu gak adil ! Masa aku gak boleh kerja " Feby langsung cemberut.


" Ya ya " Seketika mood Feby berubah. Roby, Deni dan Sahrul saling menyenggol satu sama lain saat melihat ekspresi Feby.


" Jangan cemberut gitu, nanti kita cari solusinya ya " kata Febry sambil merangkul Feby dan mencium keningnya.


" Aduhh " Deni langsung menutup matanya.


" Please ya please hargai kita yang belum punya kekasih halal ! " Sahrul pun mengalihkan wajahnya.


" Dasar penganten baru meresahkan ! Roby juga ikut mengalihkan pandangannya. Seolah mereka bertiga tidak mampu melihat pemandangan seromantis itu di hadapan mereka.


" Cieeee sirik hahaha " goda Feby sambil tertawa. Sedang Febry hanya ikut tertawa sambil memeluk erat istrinya.


" Kacau !! Balik yuk ahhh " kata Deni frustasi.


" Jangan dong masa balik si hehee "


" Kita gak sanggup melihat kemesraan kalian ! " ucap Sahrul dengan wajah memelas.


Febry dan Feby hanya tertawa melihat tingkah konyol temannya itu.


" Kalian gak bulan madu ? " tanya Roby.


" Pake bulan madu segala, di rumah juga sama aja ! " jawab Feby dengan santai.


" Tuh denger gak kata istri ku "


" Emang kamu doang kali ya Feb, yang beda dari cewe lain " kata Sahrul.


" Dia paling unik " sahut Deni.


" Unik ! Kata lain dari aneh hahaha " sambung Roby.


" Kurang ajar ya si Roby !" Feby mencoba memukul Roby yang berada di depannya sambil tertawa.


" Ehhh gak kena hahaha !! " Roby cepat menghindar dari serangan Feby.


" Ihhh ngeselin banget si Roby "


" Febry tuh istri kamu jinakin biar gak galak hahaa "


Febry hanya menggelengkan kepala melihat mereka berdua yang seperti anak kecil.


" Rese ! " akhirnya Feby berdiri dan menghampiri Roby yang masih tertawa lalu mencubitnya.


" Awwwww ampun Feb ampun "


" Rasain ! "


" Ampun Feb "


Feby pun melepaskan Roby sambil tertawa puas melihat Roby kesakitan.


" Liat aja aku bilangin ayang aku " kata Roby sambil mengusap tangannya.


" Amit - amit ! Lebay banget si Roby ! " sahut Deni.


" Ayang kamu juga pasti takut sama Feby hahaha "


" Eh iya ya hehehe, nanti ayang aku di galakin lagi "


" Lebay banget kamu Rob ! "


Setelah berkumpul dengan Roby, Deni dan Sahrul di warung mang Rohim, Febry dan Feby segera pamit pulang.


Sesampainya dirumah Feby ingin sekali membahas tentang masalah pekerjaan namun Feby menunggu momen yang tepat.


Beberapa menit kemudian Feby mencoba membuka suara untuk membahas masalah pekerjaan karena Febry juga sedang bersantai di teras.


Dengan membawa dua gelas kopi dan beberapa cemilan Feby menghampiri suaminya yang sedang bersantai.


" Istri ku baik sekali, pasti ada maunya " kata Febry sambil melirik Feby yang senyum - senyum sendiri.


" Aku mau bahasa soal pekerjaan "


" Ada apa ? "


" Aku ingin tetap bekerja "


" Terus "


" Aku pengen kamu izinin aku hehehe "


" Kamu diam aja di rumah By biar aku yang kerja "


" Pasti aku aka bosan dirumah "


" Kamu bisa main kerumah orang tua kita "


" Tapi "


" Ssttttt "


Febry menyuruh agar Feby diam sejenak. Kemudian Febry meneguk kopinya dan memakan cemilan.


" Begini saja, aku izinkan kamu bekerja tapi " perkataan Febry terhenti


" Tapi apa ? "


" Tapi kalau kamu hamil aku minta kamu tidak bekerja lagi By, aku ingin kamu yang merawat anak kita bukan orang lain "


" Ihhh aku juga gak mau anak kita di rawat oleh orang lain "


" Jadi bagaimana ? Setuju gak ? "


" Iya setuju "


" Kalau kamu lelah mengerjakan pekerjaan rumah, aku akan carikan pembantu untuk membantu mu "


" Tidak usah ! Aku bisa "


" Yakin ? "


" Yakin dong "


Febry tau jelas bagaimana istrinya itu karena dia adalah sahabatnya.