Febry & Feby

Febry & Feby
Rencana Part 2



Di tempat lain ada Febry dan Roby beserta Sahrul yang siap merekam akting mereka. Sambil menunggu target tiba Febry dan Roby melakukan pemanasan kecil. Namun yang ditunggu belum tiba juga.


Feby, Laras dan Deni masih mengawasi dari kejauhan, apakah Reno sudah tiba atau belum.


" Den, kamu di make over dulu sama Laras biar terlihat ada luka lembam di wajah mu " ucap Feby.


"Siap, ayo Laras dandani aku hehee "


" Oke "


Dengan make up yang dibawanya, Laras membuat wajah Deni seperti babak belur. Feby yang masih terus mengawasi, akhirnya Reno pun datang dengan tampilan yang sangat menggemaskan sampai Feby tertawa geli melihatnya.


" Feb " Roby memanggil Febry yang serius melakukan pemansan, setelah Febry memoleh Roby mengisyaratkan ke arah Reno.


Roby menahan tawanya saat melihat Reno datang. Reno memakai setelan olahragara berwarna cerah dan mencolok dan terkesan seperti perempuan, membuat Febry dan Roby heran melihatnya.


" Kalau laki - laki ini berjodoh dengan Feby, pasti laki - laki ini yang akan tersiksa " gumam Febry.


" Serius ini laki - laki yang dijodohkan dengam Feby ? Bisa kalah ini orang, secara Feby itu galak dan kasar " gumam Roby.


" Deni... Deni, itu orangmya sudah datang "


" Mana - mana "


Deni dan Laras tertawa melihat Reno yang terlihat mencolok.


" Hus jangan sepeti itu, jangan membully dia mungkin itu sudah jadi ciri khas nya dia " kata Feby menyuruh Laras dan Deni untuk diam.


" Kan kamu duluan yang tertawa " balas Deni.


" Oh iya ya, aku lupa hehee, Ya sudah cepat sana hampiri mereka "


" Oke "


Deni berlari kearah mereka dengan tergesh - gesah.


" Deni, kamu kenapa ? " tanya Roby.


Deni berhenti dan mengatur napasnya.


" Wajah mu kenapa ? " tanya Febry.


"Ini semua gara - gara Feby ! " tegas Deni dengan wajah kesal "


" Feby ? "


" Iya Feby, adiknya Kak Andri "


" Yang benar saja kamu Den ? " tanya


Roby.


Reno yang mendengar nama Feby langsung menoleh dan mendekati mereka bertiga.


" Maaf, tadi aku dengar kalian menyebut nama Feby ? "


" Iya kenapa ? " tanya Deni.


Reno terkejut melihat wajah Deni yang terdapat luka lebam.


" Apa itu Feby yang ini ? " kata Reno sambil menunjukan foto Feby dari ponsel miliknya.


" Iya benar, ini dia orangnya. Gara - gara dia aku jadi begini "


" Kamu ada masalah sama Feby ? " tanya Febry.


" Aku tidak sengaja menyenggolnya. Dan dia malah memukulku "


" Aku tidak percaya Feby melakukan itu. Dia gadis yang baik " tegas Reno.


" Ya ampun dia polos sekali " batin Febry.


" Baik apanya ? Kamu tau tidak dia itu sangat berbahaya. Salah sedikit dia langsung memukul " sambung Roby.


" Asal kamu tau ya, Feby itu rutin fitnes jadi tubuhnya itu menjadi kekar " kata Febry sambil mendekati Reno.


" Masa si "


" Kalau kamu tidak percaya lihat itu " Febry menunjuk kearah Feby yang sedang mengangkat barbel yang begitu berat.


" Astaga ! " Reno terkejut melihat calon istrinya sekuat itu.


" Memangnya kamu siapanya Feby si ? " tanya Roby.


" Aku calon suaminya "


" Hahaha " mereka bertiga tertawa.


" Sebaiknya jangan deh " Deni.


" Bisa - bisa kamu akan terluka seperti dia " Roby menunjuk Deni.


" Dia jauh lebih kuat dari mu, jika kalian bertengkar nanti, kamu yang akan kalah " kata Febry.


" Kalian benar sekali, aku tidak ingin wanita seperti itu. Aku ingin wanita yang lemah lembu dan tidak kasar "


Akhirnya Reno terpancing sedikit. Namun Reno akan tetap menanyakan langsung pada Feby saat mereka bertemu.


" Kita pergi yu, laper nih " ucap Roby "


" Ayo, Oh iya kita pergi dulu ya "


Reno menganggukan kepalanya dan duduk menunggu Feby.


" Papa sama Mama bagaimana si menjodohkan aku dengan wanita perkasa seperti itu" keluh Reno sambil memnyunkan bibirnya.


Karena Mereka bertiga sudah pergi, Feby pun mendekati Reno yang duduk sendiri. Kemudian Laras pergi menyusul Roby yang sudah menunggunya di dekat air mancur.


" Hai Reno "


" Hai "


" Maaf ya menunggu lama "


" Tidak apa - apa "


" Ayo kita lari bersama "


" Kenapa gak mau ?! Aku ajak kamu kesini untuk ikut berolahraga bukan hanya duduk santai ! " kata Feby yang pura - pura marah.


" Ma.. Maaf Feb aku le.. lah sekali "


" Yasudah "


Feby oyn ikut duduk disamping Reno yang mulai bergetar.


" Aduh maaf ya Reno, aku jadi jahat pada mu " batin Feby.


" Aku ingin pulang saja dan menyudahi semua ini " batin Reno.


" Feby ? "


" Iya " menjawab pelan.


" Apa kamu suka fitnes ? "


" Iya "


" Apa kamu ikut belajar ilmu beladiri ? "


" Iya, memang kenapa ? "


" Untuk apa kamu melakukannya ? "


" Untuk melindungi diri ku sendiri para laki - laki kurang ajar. Jadi jika ada yang macam - macam pada ku akan ku remukan tulangnya " tegas Feby membuat Reno ketakutan.


" A... aku i..ngin pulang "


Feby memasang wajah yang serius saat menatap Reno dan itu membuat Reno tambah ketakutan.


" Aku pulang " Reno beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Feby.


Feby manahan tawa melihat Reno yang ketakutan. Dan semua itu berhasil direkam oleh Deni.


...***...


" Hai "


Citra menoleh kearah yang menyapanya. Ternyata itu adalah Febry.


" Oh, hai "


" Maaf menunggu lama "


" It's ok "


" Mau lari ? "


" Tidak, aku merasa lelah "


" Ok "


Febry masih melakukan pemanasan lagi. Citra hanya duduk dan menatap Febry. Ingin sekali bertanya tapi Citra ragu - ragu. Akhirnya Citra memberanikan diri untuk bertanya.


" Febry ? "


" Hmmm "


" Apa kamu sudah punya pacar ? "


" Apa itu penting ? "


" Penting, karena aku tidak ingin kamu berhubungan dengan wanita lain "


Febry tersenyum dab dudhk disamping Citra.


" Sebelumnya aku minta maaf Citra. Aku tidak bisa berhubungan hanya dengan kamu. Jika ada wanita yang mendekati ku ya aku terima dan aku tidak ingin mengabaikannya. Bahkan kalaj kita menikah manti aku akan sepeti itu "


" Tidak ada wanita yang bertahan dengan laki - laki yang mempunyai banyak wanita ! "


" Aku tidak mengatakan ingin memiliki mereka. Aku hanya berteman dengan mereka ingat hanya teman. Tidak mungkinkan teman ku hanya laki - laki saja. Jadi aku akan membiarkan jika ada wanita yang ingin mendekati ku "


" Walau hanya sekedar teman, aku tidak bisa menerimanya Feb. Itu terlalu menyakitkan "


" Aku juga tidak memaksa mu untuk bersama ku kan ! "


" Kamu " Citra begitu kesal dengan perkataan Febry. " Baiklah aku pergi ! Aku tidak ingin berhubungan dengan laki - laki seperti mu "


Citra pun pergi meninggalkan Febry yang masih terdiam di temlat duduk.


" Apa aku terlalu kasar padanya ? " gumam Febry.


" Febry akting mu sungguh luar biasa " ucap sahrul yang merekam kejadian itu.


Mereka pun berkupul lagi, dan mendiskusikan rencana selanjutnya.


Feby dan Laras sengaja berlari mendekati Citra yang sedang bersedih.


" Hai, kamu kenapa ? " tanya Feby.


" Iya, kok kamu nangis "


" Kamu benar, Febry itu berengsek. Dia ingin berhubungan dengan wanita lebih dari satu. Makanya dia sengaja mendekati kalian "


" Memang kamu siapanya Febry ? Kamu kenal sama dia ? "


" Iya, aku tunangannya "


" Ohhh " mereka berdua pura - pura terkejut.


" Aku akan menyudahi pernodohan ini. Aku tak sanggup jika bersanding dengam laki - laki seprti itu " tegas Citra dan menghapus air matanya.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikab mereka bertiga. Dan juga manatap Deni yang sedang merekam.


" April, itu bukanyanya Feby dan Citra. Dan itu Deni sedang apa dia ? Mengapa dia merekam ketiga wanita itu ? " tanya Bu Irma menyelidiki.


" Entahlah Ma, agar lebih jelas kita dekati saja " jawab April.


Tanpa sengaja Bu Irma melihat Citra menangis dan mendengar Citra ingin memutuskan perjodohan.


" Astagfirullah, ada apa ini ? " Bu Irma terkejut melihat kejadian tersebut.