Febry & Feby

Febry & Feby
Menjaga Perasaan



Selesai pertandingan mereka segera pulang ke rumah masing - masing. Feby masih menghindari Febry karena meghargai perasaan Lisa. Feby takut jika dia terlalu dekat dengan Febry, Lisa akan cemburu.


" Eh Feby mana ? " tanya Febry sambil mencari sosok sahabatnya itu.


Febry kelihatan panik karena tida mendapatan sosok sahabatnya itu tanpa menghiraukan Lisa.


" Betapa pentingnya gadis itu ! " gumam Lisa kesal melihat kekasihnya.


" Sepertinya dia sudah pulang ! " kata Roby.


" Kembaran mu sudah pulang di bonceng Jafar ! " sahut salah satu teman Jafar.


Febry hanya menganggukan kepala pada laki - laki yang umurnya lebih tua sedikit darinya.


" Feby bikin panik saja. Ya sudah kita pulang yuk " ajak Deni.


Seketika Febry baru menyadari ada Lisa disampingnya dengan wajah cemberutnya.


" Ayo aku antar pulang " ucap Febry.


" Di tidak melihat wajah ku yang cemberut apa ? Bahkan dia bersikap biasa saja ! "


" Ayo "


Febry langsung mengantarkan Lisa pulang kerumahnya. Sebelum sampai rumah Lisa. Febry mengajaknya untuk minum kopi di sebuah cafe sederhana.


" Loh kita gak langsung pulang ? "


" Kamu tidak ingin mampir dulu ? Oh klau begitu kita pulang saja ! "


" Ehhhh wait wait ! Aku mau "


Lisa mengembangkan senyumannya yang manis itu. Lama kelamaan Febry jadi terbiasa melihat senyuman manis milik Lisa dan dia menyukai hal itu.


" Aku suka melihatnya tersenyum. Hanya suka ? Ya hanya suka bukan cinta ! " batin Febry.


Mereka berdua sudah duduk di dalam cafe itu dengan 2 gelas kopi dan roti bakar.


" Besok kamu mau ikut lari pagi bersama ku ? "


" Mmmm, sepertinya tidak bisa. Besok aku sudah janji mau kerumah Nenek dan Kakek ku "


" Oke "


...*****...


Hari minggu pagi semua orang berkumpul di taman kota untuk lari pagi mau pun senam. Febry, Feby dan yang lainnya juga ikut lari pagi ke taman kota.


Beberaoa putaran telah mereka lakukan sampai keringat bercucuran membasahi pakaian mereka.


" Huhhhhh "


Mereka duduk dan meluruskan kaki mereka dan menggerakannya pelan.


" Semalam kamu kenapa ? " tanya Febry.


" Kamu menghindari ku semalam ! " kata Febry lagi.


" Aku tidak enak hati dengan Lisa jika aku tetap dekat dengan mu "


" Kamu sahabat ku jadi wajar kalau kita dekat ! "


" Ingat aku juga seorang perempuan kekasih mu juga perempuan. Pasti dia akan cemburu kalau ada yang mendekati kekasinya sekalipun itu sahabatnha ! "


" Iya - iya terserah mu saja tapi aku tidak ingin seperti semalam. Aku ingin kita sepeti biasa "


Feby hanya menggarukan kepalanya.


" Hei kembar semalam kalian kenapa ? " tanya Roby yang lain hanya memperhatikan dan mendengar.


" Aku hanya tidak enak hati dengan kekasihnya " jawab Feby cepat.


" Benar juga Feb. Kalau Feby tetap mendekati mu pasti kekasih mu akan cemburu ! " balas Sahrul.


" Aku hanya tidak ingin terjadi salah paham. So, jika ada Lisa di samping mu aku akan menjaga jarak oke "


" Tapi jangan terlalu ! " bbalas Febry agak kesal.


" Sudah ku katakan tentang kalian " kata Roby yang sudah memperingati Febry.


" Udah - udah bagaimana kita makan ? Aku lapar banget nih ! " Deni mengusap perutnya yang rata.


" Dasar tukang makan ! " Feby.


Deni hanya terkekeh dan akhirnya mereka membeli makanan yang mereka mau.


Febry terus berjalan bersama Feby seperti tidak mau dipisahkan. Bahkan Febry ikut membeli mie ayam agar dia bisa di sisi Feby.


" Kamu bisa beli yang lain ! Aku hanya ingin makan mie ayam "


" Pesan dua aku yang bayar " sahut Febry.


" Aneh ! Awas nanti sakit perut loh hahaha "


" Kalau aku sakit perut itu salah kamu By "


Feby menaikkan alisnya karena pernyataan Febry.


Mereka tidak seperti semalam yang saling mendiami, sekarang mereka tertawa riang dan saling bercanda ria.


Mereka terlihat serasi saat bersama malah ada yang mengira kalau dia sepasang ke kasih nyataya mereka hanya sahabat.


Roby begitu lega melihat mereka kembali akrab tidak seperti semalam saling mengacuhkan bahkan mereka bertingkah seperti tidak saling kenal. Ternyata Feby hanya ingin menjaga perasaan Lisa.


" Kalian gak belanja ? " tanya Roby.


" Mau lah. Mumpung ada obralan, ya gak bestie " kata Feby semangat bertemu dengan obralan yang murah meriah.


" Betul Feb " jawab Deni dan Sahrul.


" Sayang kamu mau beli apa ? " tanga Roby pada Laras.


" Aku mau beli sepatu "


" Mmm disa ada obralan sepatu 50 ribu " sahut Febry.


" Serius Kak ? "


" Serius "


" Ayo yang kita kesana " ajak Lisa yang antusias. Mereka berenam langsung mendatangi tulan sepatu itu.


Sambil berjalan sesekali Febry mengjahili Feby dan Feby memukul Febry karena tidak terima dijahili. Jarak Febry dan Feby sangat begitu dekat hingga ada sengaja yang melihat kedekatan mereka berdua.


" Sial ! Ternyata di belakang ku mereka sangat dekat ! Jadi semalam hanya akting perempuan itu ? Sungguh memuakkan " umpat Lisa dalam hatinya tangannya mengepas dan memukul pelan ketangan yang satunya.


Canda tawa mereka sangat mengganggu Lisa, ingin sekali dia turun dari mobilnya dan menarik Febry kedalam pelukannya. Tapi Lisa tidak mau ceroboh dan tidak ingin kehilangan Febry.


Selesai bebelanja mereka segera pulang. Seperti biasa Febry mengantarkan Feby pulang kerumahnya.


" Apa kamu keberatan aku pacaran dengan Lisa ? "


" Tidak "


" Jadi bisakah kamu bersikap biasa saja ? "


" Ya tapi aku tidak ingin terlalu dekat dengan mu jika ada Lisa "


Terlihat Febry membuang nafasnya kasar. Dia tidak ingin seperti itu, dia mau Feby tetap bersikap biasa saja.


" Kamu tahu By, aku kira semalam kamu cemburu hehee " perkataan konyol yang di lontarkan oleh Febry.


" Aku tidak tau itu cemburu atau apa ? Yang jelas aku merasa tidak senang saat dia menggantikan posisi ku. Tapi aku sadar Lisa adalah kekasih mu dan aku hanya sahabat jadi aku memilih untuk menghindar " batin Feby.


" Ehhhh kok melamun ? Ayo katakan ? " kata Febry.


" Ihhhh jangan terlalu percaya diri ! " jawab Feby.


" Siapa tau kalau kamu cemburu ? hahaa "


" Ihhhh males banget "


Bibir dan hatinya begitu bertolak belakang. Feby jadi bingung dengan perasaannya sendiri.


" Masa iya aku cemburu ? Tapi kenapa rasanya sesakit itu saat melihat Febry bersamanya "


" Kalau cemburu juga tidak apa - apa By hehee "


" Aku sudah katakan kalau aku hanya menjaga perasaan Lisa ! Aku tidak ingin ada kesalah pahaman antara kita "


" Tidak ada kesalah pahaman ! Kita itu kan sahabat "


" I know, but aku takut Lisa cemburu "


" Oke aku menyerah "


" Lagi pula Lisa tidak 24 jam kan bersama mu ? Jika kita masih bisa bermain bersama ! " kata Feby.


Memang benar yang dikatakan Feby, Lisa tidak 24 jam bersama Febry jadi mereka masih punya banyak waktu untuk bermain.


Namun tetap saja Febry merasa aneh jika mereka tidak dekat dan saling menghidar.


" Kalau di pikir - pikir memang benar yang Feby katakan. Tapi aku tidak bisa kalau harus saling diam dengan sahabat ku sendiri ! "