Febry & Feby

Febry & Feby
Merasa Bersalah



Mendapatkan berita daru kekasihnya bahwa Feby sedang sakit, Roby segera bersiap untuk kerumah Feby mengambil surat dokter.


" Aku ajak Febry atau tidak ya ? "


Roby berpikir sejenak.


" Ah sudahlah aku sendiri saja "


Roby segera mengeluarkan motornya dan bersiap untuk pergi ke rumah Feby.


Brmmm


" Roby - Roby kamu mau kemana ? " teriak sang Ibu sambil berlari kekuar rumah


" Mau kerumah Feby "


" Ibu titip gamis Nak "


" Untuk apa Bu ? "


" Ya untuk di jahit sama Bu Siti gimana si kamu ! "


" Oh hehee "


" Sebentar Ibu ambil dulu gamisnya "


" Siap "


Roby menunggu Ibunya keluar sambil mengaca di kaca spionnya. Terdengar suara nyanyian keluar dari bibir Roby.


" Ini "


" Siap Bu, Roby pergi dulu ya "


" Iya, jangan pulang malem - malem "


" Siap Bos "


Brmm


Brmmmmm


Roby mengendari motornya dengan kecepatan rendah karena dia sedang berada di komplek takut nanti ada anak kecil yang berlari sembarangan.


Tok


Tok


Tok


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam, masuk Rob "


" Iya Pak "


Roby menyalami Pak Ahmad dan Andri.


" Kamu mau jenguk Feby ? " tanya Andri.


" Iya Kak, sekalian mau vermak gamis Kak "


" Kamu pakai gamis ? "


" Eh eh bu...buka seperti itu Kak "


Roby menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kirain kamu sekarang pake gamis Rob ? "


" Ya engga dong Kak. Masa cowok seganteng aku pake gamis hahaa "


" Terlalu percaya diri "


" Kamu udah laku belum ? " tanya Pak Ahmad.


" Maksudnya Pak ? "


" Udah nikah belum ? "


" Ya belum Pak "


" Kalau belum laku berarti kamu gak ganteng Rob ! "


" Tapi kan aku punya pacar "


" Sama saja, kalau belum nikah berarti gak ganteng "


" Ah Bapak bisa saja jadi malu Roby "


Mereka bertiga terkekkeh.


Tak lama Bu Siti dan Hilwa keluar dari kamar Feby.


" Feby sudah selesai di kerokinnya Bu ? "


" Sudah Pak. Eh ada tamu "


Roby segera menyalami Bu Siti dan Hilwa.


" Bu, ini titipan dari Ibu "


Roby menyerahkan gamis itu kepada Bu Siti.


" Nanti Ibu kerjakan ya. Paling besok sore sudah selesai "


" Siap Bu nanti Roby ambil kalau udah selesai "


" Kamu mau jenguk Feby, Rob ? " tanya Hilwa.


" Iya Mbak "


" Ayo kekamarnya "


Roby pun mengekori Hilwa.


Tok


tok


tok


" Feb, ini ada Roby "


" Masuk aja Mbak "


Ckelek


Pintu pun terbuka segera Hilwa dan Roby masuk.


" Kamu bisa sakit juga Feb ? " goda Roby sambil terkekeh.


" Mbak juga tidak menyangka dia bisa sakit hehee " balas Hilwa.


Feby hanya menggelengkan kepala saat di goda oleh Hilwa dan Roby.


" Oh iya Rob. Titip surat dokter ya, tolong berikan ke Laras "


Kata Feby sambil menyerahkan aplop putih berisikan surat keterangan dokter.


" Baiklah. Cepet sembuh ya Feb, maaf aku gak bawa apa - apa hehee "


" Lebay deh. Kamu mau jenguk, aku juga udah bagaian "


" Yaudah aku pamit ya "


" Hmmm salam buat yang lain. Maaf gak bisa latihan dulu "


" Tenang, yang penting kamu istirahat dulu biar pas pertandingan kamu sembuh "


" Oke, aku pergi dulu ya "


" Makasih ya Rob "


Roby mengacungkan ibu jarinya dan segera keluar bersama Hilwa.


Setelah Robu dan Hilwa keluar, Feby segera menonaktifkan ponselnya karena dia tidak ingin di ganggu. Kemudian dia mencoba memejamkan matanya dan terlelap dalam mimpi indahnya.


...*****...


Brrmmmm


Brrmmmm


Brmmmm


Ciiiiittttt


Roby memberhentikan motornya di depan warung Mang Rohim. Terlihat disana sudah ada Febry, Deni dan Sahrul yang sedang menunggu kedatangannya.


" Mang kopi satu "


" Siaap "


Mang Rohim segera membuatkan kopi untuk Feby.


" Nih kopinya "


" Makasih Mang "


Roby segera membawa kopi itu dengan beberapa cemilan.


" Dari mana Rob ? " tanya Deni.


" Yang pasti abis dari rumah ayang " balas Sahrul.


" Kalau abis dari rumah ayang pasti si Roby nongolnya dari arah sana ! " sahut Deni.


" Aku abis dari rumah Feby " jawab Roby cepat.


Febry langsung reflek menoleh kearah Roby.


" Lah tumben ? Tuh anak gak ikut kesini ? " tanya Sahrul.


" Dia sakit "


" Apa ? " Febry langsung panik.


" Dia sakit apa Rob ? Apa parah sakitnya ? " tanya Febry penasaran.


" Kalau penasaran Bro, lasung samperin aja orangnya " jawab Roby sambil memincingkn matanya.


" Huhhhh pasti dia marah dan tidak menerima kedatangan ku ! " keluh Febry.


" Dia bisa sakit juga hehee ? " ledek Deni.


" Tadinya juga aku gak percaya waktu Laras bilang kalau Feby sakit. Katanyaa Laras dia muntah - muntah di tempat kerja sampai pucat wajahnya " tutur Roby.


" Kenapa tuh anak ? Gak mungkinkan dia telat makan ? Secara dia itu paling gak bisa nahan kalau udah lapar ! " sahut Sahrul.


" Jangankan pada saat lapar, sebelum lapar juga kalau dia udah melihat makanan langsung dihajar " balas Deni.


" Entahlah "


Febry hanya diam pandangannya lurus kedepan. Dia memikirkan sahabatnya itu.


" Dia sakit pasti gara - gara aku ! " begitu kata hatinya.


Bugh


Roby melayangkan pukulannya ke lengan Febry


" Woy Feb jangan melemun nanti kesambet "


Febry pun tersadar dari lamunannya.


" Sudah jangan di pikirkan nanti juga dia sembuh "


" Iya Feb. Kamu taukan teman kita yang satu itu strong woman "


" Paling juga sehari atau dua hari dia sakit. Mana betah dia cuma diam tidak melakukan aktifitas ! "


" Aku merasa bersalah padanya ! " keluh Febry.


Mereka bertiga hanya diam sambil menatap Febry.


" Pasti gara - gara aku dia sakit ! "


" Jangan menyalahkan diri mu Feb ! "


" Huhhhh "


Terdengar Febry mengambil nafas dan membuangnya kasar.


Dia hapal betul dengan sahabatnya, kalau ada sesuatu yang terjadi pasti selalu dia pikirkan. Dia tidak bisa tidak peduli dengan masalahnya pasti selalu dia pikirkan. Terlihat dia masa bodo tapi kenyataan bertolak belakang dengan hatinya.


" Aku tau betul bagaimana Feby ! Pasti dia kepikiran terus ! " ucap Febry.


" Sabar Feb ! "


Mereka berempat hanya diam sambi sesekali menyeruput kopinya. Mereka tampak sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.


" Sepi gak ada Feby ! "


" Seperti sebuah meja yang kakinya hilang satu "


Ujar Deni dan Sahrul.


" Ya kalian benar " sahut Febry membenarkan perkataan Deni dan Sahrul.


" Kenapa kamu gak coba ngomong sama Feby ? " tanya Roby.


" Aku masih memebrikan dia waktu untuk sendiri "


" Siapa tau Feby menunggu mu buka suara ? "


" Bagaimana nanti saja "


Febry kembali menyeruput kopinya itu.


" Bagaimana dengan Lisa ? "


" Sudah jangan bahas dia ! " jawab Roby cepat sangking tidak senangnya mendengar nama Lisa.


" Wowwww santai Bro ! "


" Tenang - tenang Rob jangan emosi! "


" Gila ! Gara - gara cewe itu pertemanan kita jadi renggang ! " keluh Roby.


" Santai brother "


Sahrul memijit - mijit bahu Roby agar menjadi tenang dan tidak emosi.


" Febry gimana Lisa buat aku aja hehee " ucap Deni santai.


Febry mengerutkan keningnya sambil senyum meledek.


" Aku juga sama tampannya dengan mu kan ! " sahut Deni lagi.


" Ahhh sudah jangan bermimoi mendapatkan gadis seperti dia ! " balas Roby.


" Tidak tahu diri hahaha " sahut Sahrul.


Febry hanya mengelengkan kepalanya melihat peedebatan teman - temannya. Febry masih terus memikirkan Feby yang sedang sakit. Rasa bersalah terus menerpa dirinya.


" Besok pagi aku harus menjenguknya " batin Febry