Febry & Feby

Febry & Feby
Antara Senang Atau Kecewa



" Aku harus membertahu Febry " kata Feby yang sudah berada di dalam kamarnya.


" Mana hp ku " Feby mencari - cari ponselnya yang sembarangan dia taruh saat pulang kerjanya.


" Mana si ? Ni hp kalau di cari malah ilang ! "


Tok tok tok


" Feby hp kamu tuh bunyi terus dari tadi " teriak Andri dari luar kamar Feby.


" Oh ternyata di luar hahaa "


" Iya - iya Kak "


Feby bergegas keluar kamarnya dengan terburu - buru.


" Taruh hp sembarangan ! Untung saja di rumah coba kalau di luar rumah " kata Bu Siti pada anaknya yang ceroboh.


" Maaf Bu hehee "


" Febry telponin kamu terus tuh " ucap Pak Ahmad sambil memberikan ponsel itu pada anaknya.


" Masa si Pak ? "


" Lihat saja "


Feby mengecek ponselnya dan benar saja ada beberapa panggilan tak terjawab dari Febry. Tanpa meunggu lama Feby masuk lagi ke dalam kamar.


Tut tut tut


📞Febry : Hallo.


📞Feby : Ada apa telpon ?


📞Febry : Kamu keluar gak ?


📞Feby : Iya nanti habis solat isya aku ke pos.


📞Febry : Mau aku jemput ?


📞Feby : Tidak usah.


Hening.


📞Feby : Oh iya Feb, nanti aku mau ngomong sama kamu ya.


📞Febry : Soal ?


📞Feby : Nanti saja kalau ketemu baru aku beritahu.


📞Febry : Oke.


📞Feby : Aku tutup ya ?


📞Febry : Ya.


Feby lekas menutup telponnya lalu Feby bersiap untuk solat isya karena azan sudah berkumandang.


...*****...


Feby sudah berada di pos ronda lebih dahulu sambil menikmati bakso malang yag baru dia pesan dan juga dengan satu cup capucino cincau.


" Nikmat mana yang kamu dustakan " ucap Feby sambil memakan bakso malang itu perlahan.


" Makan sendirian aja "


Tiba - tiba Febry datang masih mengenakan baju koko lengkap dengan kain sarung.


" Mau ? Sini aku suapi "


" Ihhh kaya anak kecil aja "


" Dulu waktu kecil juga kamu sering aku suapi hehee " Feby tertawa kecil saat mengenang kenangan masa kecil.


" Kamu selalu menangis kalau aku di bawa pulang oleh orang tua ku dan Kak Andri harus rela membelikan mu makan pakai uang sakunya agar kamu diam hahahaha "


" Dulu sangat menyenangkan ya "


" Iya " Febry mengembangkan senyumannya.


" Mang bakso malangnya satu ya " pesan Febry.


" Oke siap "


Tukang bakso malanh itu sudah hapal dengan pesanan Febry, Feby, Roby, Deni dan Sahrul.


" Kamu gak ganti baju ? "


" Oh iya lupa hahaa "


" Dasar pikun ! Masih muda sudah pelupa hahaa " ledek Feby.


" Maklum deh aku terburu - buru karena ingin bertemu dengan mu "


Feby mengangkat alisnya dan mengerutkan dahinya.


" Aku pulang dulu ya " ucap Febry " Mang nanti baksonya taruh di situ aja ya "


" Siap "


" Febry kenapa si ? "


Tidak menunggu lama Febry sudah kembali lagi ke pos ronda dengan berlari kecil.


" Cepet amat Feb "


" Ialah "


" Nih baksonya "


Mereka berdua menikmati bakso malang iti bersama dan Feby membagi minumannya pada Febry.


" Alhamdulillah kenyang " ucap Feby.


" Sini biar aku yang bayar "


" Serius ? "


" Iya bawel "


" Makasih bestie "


Febry mengembalikan mangkuk itu sambil membayar. Feby memperhatikan Febry sambil tersenyum, dia bingung harus memulai pembicaraan dari mana.


" Kamu mau ngomong apa By ? "


" Katakan saja jangan di pendam "


" Laki - laki yang aku ceritakan kemarin, dia mengatakan I LOVE YOU pada ku "


" What ?! "


" Iya. Dia menjahili ku dengan mengambil kunci motor ku lalu memasukannya kedalam saku celana. Dia menyuruh ku untuk mengambilnya. Ya aku jadi kesal ingin menghajarnya. Tapi saat aku ingin memukulnya dia menghindar. Kemudian dia membalas seranganku dengan mengunci tangan ku di belakang "


Febry mendengarkan cerita Feby dengan serius. Namun hati Febry ingin sekali menghajal laki - laki itu.


" Aku tidak bisa melawannya dia mengunci gerakan ku. Sepertinya dia punya ilmu bela diri lebih dari ilmu bela diri ku deh ! "


" Kamu terluka ? "


" Tidak. Hanya saja aku jadi kagum padanya saaf dia menunjukan kalau dia bisa ilmu bela diri "


" Oh kamu mengukainya " batin Febry.


" Menurut mu aku menjawabnya atah menolaknya ? "


" Gimana ya ? "


" Ayo katakan "


" Ikuti kata hati mu jika kamu nyaman dengannya maka jalani saja. Tapi ingat kamu harus jaga diri jangan terbuai dengan kata - kata manis hingga kamu melakukan hal bodoh "


" Asiappp " Feby memberi hormat pada Febry.


" Asal kamu bahagia By, aku juga bahagia. Tapi kalau ada yang menyakiti mu sedikit saja aku akan membuat perhitungan padanya bahkan dengan diri ku sendiri ! " batin Febry sambil tersenyum pada Feby.


Perasaan Febry kini campur aduk. Dia bingung dengan perasaannya antara senang atau kecewa mendengar sahabatnya mulai menyukai seseorang.


" Eh yang lain kemana ya ? Tumben belum ada yang datang ? "


" Entahlah "


" Bagaimana dengan mu Feb ? "


" Maksudnya ? "


" Kata Roby ada cewe yang deketin kamu ? "


" Oh itu. Memang kenapa ? "


" Kamu coba saja pendekatan sama cewe itu "


" Gimana nanti aja By "


Hening sejenak.


" By, apa aku boleh bertannya ? "


" Tentu "


" Aku ingin tahu apa alasan mu tidak menerima perjodohan kita ? "


Pertanyaan Febry berhasil membuat Feby diam terpaku. Terlihat jelas raut wajah Feby yang kebingungan dan tak berani menatap Febry.


" Apa aku tidak pantas untuk mu By ? "


" Bukan seperti itu"


" Lalu kenapa kamu tidak menerima saja sejak awal "


" Hmmm itu hmmm "


" Kamu tau jika kamu menerimanya aku juga akan menerimanya dengan senang hati "


" Febry maaf "


" Iya - iya aku paham "


" Bukan berarti kamu tidak pantas untuk ku. Tapi karena kita sahabat, sungguh canggung ketika kita bersama bahkan aku lebih takut kamu terpaksa menikah dengan ku "


" Yasudah lupakan saja By "


" Kamu tidak marah ? "


" Tidak. Aku mau tahu saja alasa mu dengan jelas "


" Tapi kita tetap sahabatkan ?


" Tentu saja, kamu sahabat terbaik ku " ucap Febry sambil mengusap lembut kepala Feby.


" Cie - cie so sweet " ucap Roby yang baru saja datang dengan Deni dan Sahrul.


" Kalian dari mana saja ? "


" Biasa abis pemotretan hahaa " jawab Sahrul.


" Pemotretan di pemakaman hahaha " balas Feby.


" Enak aja. Kamu tidak lihat betapa gantengnya aku seperti Lee Min Ho dan lihat Deni seperti Shahrukh Khan, satu lagi Roby seperti Tom Crus "


" Ihhhhh pengen muntah aku deengernya juga " jawab Feby dengan wajah sinis.


" Perhatikan wajah kita baik - baik "


" Tidak tertarik "


" Jelas tidak tertarik karena Feby lebih tertarik dengan Febry hahaha " sahut Deni sambil tertawa.


" Biarin lebih gantengan Febry dari pada kaliam bertiga. Lihat dia mirip artis india yang ibu jarinya ada dua ? " Feby coba berpikir dan mengingat - ingay nama artis itu.


" Ah ya Hrithik Roshan yang main film Dhoom 2 "


" Apa si kalian ini " ucap Febry sambil menggelengkan kepala.


" Tapi lebih jelas gantengan aku karena aku sudah punya pacar dan kalian para jomblo hahaha "


" Wowwwwww " mereka menyuraki Roby yang sok kegantengan.


" Sudah - sudah dari pada kalian berdebat lebih baik kita mabar sambi latihan untuk menghadapi pertandingan nanti " ucap Febry.


" Iya benar itu.


" Ayo kita mulai "


" Eh jangan ada yang pake hero aku ya ! " peringati Feby.


" Iya tenang saja "


Mereka berlima memulai permainannya dengan sangat serius untuk menyusun strategi agar bisa menang di pertandingan malam minggu nanti.