
Sebelum berangkat ke bidan untuk melihat keponkannya, Feby berbalas pesan dulu dengan kekasihnya Jacky.
📩Jacky : Kamu mau pergi sekarang ?
📩Feby : Iya. Kamu mau ikut ?
📩Jacky : Tentu
📩Feby : Baikah aku akan tunggu kamu
📩Jacky : Aku kerumah mu sekarang
📩Feby : Oke
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Jacky tiba juga di depan rumah Feby.
" Ayo kita berangkat ! "
" Aku belum salam dengan orang tua mu ! "
" Mereka tidak ada di rumah "
" Oh ya sudah "
Tanpa menunggu lama Feby dan Jacky pergi menuju bidan untuk melihat keponakannya
...****************...
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam, masuk Feb "
Feby dan Jacky segera masuk.
" Eh ada Jacky juga "
" Iya Kak, selamat ya atas kelahiran anak pertamanya " kata Jacky langsung menyalami tangan Andri.
" Terimakasih ya Jacky "
" Mbak ini untuk si kecil "
" Terimakasih Jacky. Maaf merepotkan "
" Tidak kok mbak "
" Kak ini baju mu " kata Feby memberikan tas berisi pakaian Andri.
" Oke, aku ganti pakaian dulu ya "
" Iya mas "
" Mbak mana aku ingin melihat keponakan ku ! "
" Dia sedang tidur "
" Yahhh " Feby sedikit merasa kecewa karena dia ingin melihat keponakannya tapi dia sedang tidur.
" Kalau mau pegang - pegang anak ku cuci tangan dulu ! " sahut Andri yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Kakak bawel sekali. Aku udah bersih tau ! "
Karena si kecil masih tidur akhirnya Feby mengobrol saja dengan Andri, Hilwa dan Jacky.
Ketika asik mengobrol si kecil pun terbangun dari tidurnya.
Oekkk
Oekkk
" Mas, si dede bangun ! "
" Biar mas yang gendong "
Andri menghampiri anaknya yang tiba - tiba menangis lalu Andri menggendongnya.
" Kak aku mau lihat ! "
Kini si kecil sudah tidak menangis lagi, bahkan dia tersenyum saat Feby berbicra padanya.
" Uuuu gantengnya keponakan aunty "
Plakkk
" Awwww sakit ! "
" Jangan di pegang pipinya "
Andri memukul tangan Feby yang hampir saja memegang pipi anaknya.
" Gemes kak ngeliatnya "
" Makanya kamu menikah dulu biar dapat yang seperti ini ! "
Jacky hanya tersenyum sambil menundukan kepalanya. Tak di pungkiri Jacky memang sangat mencintai Feby dan serius ingin menikahinya.
" Pasti aku akan menikah ya kan Jacky ? "
" Iya sayang "
" Cie, sayang !!!! " Hilwa menggoda mereka berdua.
" Udah langsung lamar aja Jacky ! "
" Pasti kak, tenang saja hehee "
Setelah panjang lebar mengobrol datanglah keluarga Pak Rizki.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
" Om, masuk om "
Pak Rizki, bu Irma, April serta Febry masuk keruangan Hilwa. Dan merwka saling menyalami. Namun ketika Febry ingin bersalaman dengan Feby ada sedikit rasa enggan menyalaminya.
" Kita keluat yuk " ajak Feby.
" Loh mau kemana Feb ? "
" Mau keluar tante, takutnya si kecil nangis kalau banyak orang ! "
" Oh ya sudah "
Mereka yang di dalam ruangan begitu heran dengan sikap Feby dan Febry yang terkesan memberi jarak.
" Ada apa dengan mereka ? " bisik Bu Irma.
" Ssstttt, jangan ikut campur ma ! "
" Siap pa "
Di luar ruangan Feby dan Jacky duduk bersama.
" Kenapa mengajak ku keluar ? "
" Aku malas melihat Febry ! "
" Dia sahabat mu ! "
" Tidak lagi "
Hening seketika.
" Maafkan aku Feb, aku jahat sekali bukan memisahkan mu dengan sahabat mu ! "
Jacky menatap Feby penuh dengan rasa bersalah.
" Ada apa hmm ? "
" Tidak !! "
" Jangan menatap ku seperti itu !! "
" Kenapa hmm ? "
" Issss jangan menatap ku ! "
" Hahaha malu ya ? "
Feby tersipu malu.
" Bagaimana kalau kita makan siomay didepan "
" Oke, teraktir iya hehehe "
" Siap !! "
Mereka berdua segera memesan siomay dan menyantapnya.
Beberapa menit kemudian.
" Bapak, ibu ! "
Mereka berdua menyalaminya.
" Pesan aja pak, bu nanti Jacky yanh bayar "
" Gampang. Bapak masuk dulu ya "
" Iya pak "
" Nanti teraktir ibu ya "
" Siap bu "
" Didalam ada om Rizki sam tante Irma, pak " kata Feby.
" Ya sudah pak ayo kita kedalam "
Pak Ahmad dan bu Siti segera masuk kedalam.
Setelah beberapa saat akhirnya keluaga pak Rizki pamit pulang. Feby sengaja tidak masuk dulu ke dalam ruangan Hilwa karena tidak ingi berpapasan denga Febry.
" Ayo masuk lagi " ajak Feby kerena Febry sudah pulang.
" Ayo "
" Kalian dari mana saja ? " tanya Andri.
" Mereka habis makan siomay di depan " sahut bu Siti.
" Kalian curang ya makan siomay tidak ngajak - ngajak ya ! "
" Heehee maaf kak, ya udah pesan saja nanti Jacky yang bayar "
" Serius gak ? "
" Serius kak "
" Asik di teraktir adik ipar "
" Ibu juga mau ya "
" Hih ibu malu - maluin aja ! " kata pak Ahmad.
" Gak apa - apa, pesan aja pak nanti Jacky yang bayar "
" Maaf ya Jacky jadi ngerepotin kamu "
" Ngerepotin apa si pak ? Tenang aja pak hehee "
...****************...
Sepulang dari bidan.
" Feb "
" Iya pak "
" Kamu lagi ada masalah ya sama Febry ? "
" Tidak "
" Jangan bohong "
" Iya pak "
" Bapak tidak suka kamu berbohong "
Feby hanya diam.
" Jika ada masalah selesaikan baik - baik, jangan saling menjauhi "
Pak Ahmad mengusap - usap kepala Feby yang hanya terdiam tanpa kata.
" Tidak enak juga kan feb sama pak Rizki dan bu Irma " sahut bu Siti.
" Iya maaf bu, pak "
" Kamu sekarang sudah dewasa harus bijak dalam melakukan sesuatu ! Jangan bertengkar seperti anak kecil "
" Iya pak "
" Ya sudah, besok jangan lupa untuk menjemput keponakan mu ya "
" Memang sudah di bolehkan untuk pulang pak "
" Sudah "
" Asik bisa puas melihat keponakan ku "
" Ibu juga tidak sabar lagi menggendong cucu ibu "
" Si kecil namanya siapa bu ? "
" Faishal "
" Faishal, bagus namanya "
" Iya dong hehehe "
" Kalau kamu kapan ? "
" Apanya pak ? "
" Engga hehehe "
" Ihhh si bapak "
Feby segera masuk kekamarnya dan membuka handphonenya.
" Aku mau video call kak Andri ah "
Tut
Tut
Tut
📞Andri : Ada apa Feb ?
📞Feby : Tidak, aku hanya ingin melihat keponakan ku
📞Andri : Kakak kira ada apa ? Sebentar
Andri mengarahkan handphonenya ke anaknya yang mungil itu.
📞Feby ; Hai ganteng ponakan aunty
📞Hilwa : Udah tau belum namanya ?
📞Feby : Udah dong mbak hehee
📞Andri : Siapa ?
📞Feby : Faishal
📞Andri : Betul
Mereka semua tertawa dan si kecil hanya tersenyum.
📞Andri : Kakak mau nanya boleh ?
📞Feby : Boleh
📞Andri : Ada masalah apa kamu sama Febry ?
📞Feby : Entahlah kak
📞Andri : Tidak baik seperti itu, kasian Febry !
📞Feby : Aku malas melihat dia
📞Andri : Kalian bukan anak kecil lagi jangan seperti itu. Ya mungkin kakak tidak tau masalahnya tapi jangan seperti itu. Selesaikan baik - baik ya
📞Feby : Aku malas berhubungan lagi dengannya kak
📞Hilwa : Apa sebesar itu masalah mu sampai kamu malas berhubungan lagi dengannya ?
📞Feby : Nanti akan ku ceritakan, sekarang aku ingin melihat keponakan ku yang ganteng ini
📞Andri : Besok kami juga akan pulang
📞Hilwa : Nanti kamu jemput kami ya
📞Feby : Siap mbak, udah dulu ya aku mau tidur
📞Andri : Oke
Feby menutup telponnya dan segera menarik selimutnya.