Febry & Feby

Febry & Feby
I LOVE YOU



Makan siang yang di pesan Feby kali ini adalah nasi padang. Tentu saja Feby memilih yang harganya receh tapi rasanya tidak recehan hehehe. Karena Feby bukan tipe wanita yang meninggi, dia lebih sederhana. Jika teman - temannya mengajaknya makan di lestoran Feby suka menolak, dia lebih memilih makan di lesehan.


" Laras, kamu gak keberatan kalau aku ajak makan ditempat seperti ini ? "


" Tidak kok Kak. Malah aku bersyukur jadi aku bisa irit hehe "


Feby hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Kemudian melanjutkan memakan makanannya.


" Hai girls "


Tiba - tiba Jacky datang dan duduk di hadapan mereka berdua.


" Oh God. Kamu lagi " ucap Feby dengan memasah wajah kesal.


" Mas ini "


Seorang pelayan mengantarkan pesanan Adna.


" Terimakasih ya "


" Kaya jalangkung aja ! "


" Apa ?! "


" Ah tidak "


Feby merasa kesal karena Jacky duduk tanpa permisi.


" Biasa aja kali mukanya " ledek Jacky karena dia melihat wajah Feby yang kesal.


" Ribet ! "


" Hati - hati nanti benci jadi cinta "


" Ihhhh amit - amit "


Laras hanya diam memperhatika mereka berdua yang berdebat. Sedangkan Feby makan sambil menahan kesal pada Jacky.


" Feby "


" Apa ? "


" Pulang kerja main yuk ? " ajak Jacky.


" Gak ada waktu ! "


" Ayolah "


" Gak ! "


" Teman mu ini keras kepala ya "


Laras hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Jacky.


" Nih cowo gak ada hentinya godain aku " gumam Feby sambil menahan senyumnya.


" Kalau mau senyum, senyum aja gak usah di tahan " goda Jacky. Seketika wajah Feby memerah karena di goda terus oleh Jacky


" Bener - bener ya dia ! Bisa - bisa nanti jadi suka sama dia ! "


" Lucu banget Feby mukanya sampe merah aku godain terus hehee "


" Udah berapa banyak cewe yang kamu godain hmm ? " tanya Feby dengan wajah serius.


" Banyak "


" Pantas ! "


" Aku jujur loh "


" Iya terus ? "


" Udah sebulan ini aku selalu memperhatikan kamu "


" Terus ? "


" Ya aku tertarik sama kamu "


" Terus "


" Kamu udah kaya tukang parkir aja ngomongnya terus - terus "


" Terus aku harus bilang WOW ?! "


" Iya harus "


" Oke intinya apa ? "


" I LOVE YOU "


Uhuk uhuk uhuk


Laras yang me dengar perkataan Jacky langsung batuk - batuk. Dia tidak percaya ada yang berani mengatakan cintanya pada seniornya itu.


" Minum Ras "


Laras segera mengambil minuman yang di berikan pada Feby.


" Kamu si ! Temen aku jadi batuk - batuk ! "


" Kok aku. Aku hanya mengutarakan isi hati aku "


Feby jadi malas menanggapinya.


" Gimana Feb ? "


" Aku pikir - pikir dulu "


" Tapi jangan lama - lama mikirnya ya "


" Bodo ! "


" Oke aku pergi dulu ya. Aku tunggu jawaban mu "


" Sana - sana pergi ! "


Jacky pergi dengan wajah yang sangat gembira. Lalu Jacky berbalik dan mengedipkan matanya pada Feby. Feby yang melihatnya langsung malu.


" Dasar gila ! "


" Aku gak percaya ada yang bilang itu ke Kakak hehee " ucap Lara


" Udah jangan di tanggepin Ras "


" Tapi Kakak suka kan ? hehee "


" Apa si ! "


" Lihat wajah Kakak memerah hahaa "


" Masa si ? "


" Lihat saja sendiri " Laras memberikan kaca yang selalu dia bawa di dalam tasnya.


" Ihh iya si hahahaa " Feby malah tertawa melihat wajahnya sendiri.


Feby dan Laras pun kembali ketempat kerja karena waktu istirahat sudah habis.


" Cie - cie yang di dekitin sama cowo kantor sebelah " kata teman kerja Feby.


" Tau dari mana kamu ? "


" Taulah. hehee cie - cie "


" Biasalah paling cuma meenggoda doang " jawab Feby santai.


" Dia serius tau "


" Masa ? "


" Jadi udah sebulan ini dia perhatiin kamu. Dia kan nanyanya sama aku hehee "


" Kok kamu gak bilang ? Wah parah nih "


"Dia bilang jangan kasih tau kamu, biar dia aja yang berjuamg deketin kamu "


" Dah ah kerja - kerja " kata Feby yang mulai salah tingkah.


" Cie - cie jangan lupa ya kalau udah jadian "


" Bodo "


Waktu pulang sudah tiba semua karyawan pun pulang begitu pula dengan Feby yang sudah mengendarai motornya keluar gerbang.


" Hei Judes "


" Ihhh bisa gak, gak ngalingin jalan aku ! "


Jacky sengaja menjegat Feby saat Feby melalui temapt kerjanya.


" Mau apa si ? "


" Mau jawaban dari kamu "


" Nanti aja deh "


" Sekarang aja deh "


" Awas aku mau pulang ih "


Jacky malah mencabut kunci motor Feby dan menaruhnya di saku celanannya.


" Balikin gak kuncinya " Feby sudah mulai emosi.


" Ambil saja sendiri "


" Jangn membuat ku marah ya "


" Emang bisa marah ? "


" Jacky cepat kembalikan ! Aku gak mau ya sampe berbuat kasar sama kamu "


" Ambil saja sendiri ! Kalau kamu berani " bisik Jacky di telingah Feby.


Feby jadi geram dengan kelakuan Jacky dan dia terpakas mengeluarkan jurus bela dirinya.


Dengan cepat Feby melayangkan pukulannya namun Jacky menghindar dan berbalik memyerang Feby dengan memegang kuat kedua tangan Feby kebelakang.


Feby tidak menyangka kalau Jacky bisa membalas serangannya dengan cepat. Feby mencoba melepaskan tangannya dari gemggaman Jacky namun tidak berhasil.


" Ayo ambil kalau bisa "


" Jacky lepaskan ! Malu dilihat orang "


" Aku mau tau sebrapa tangguhnya kamu "


" Aku gak mau. Cepat lepasin ! "


" Aku mau jawaban mu sekarang "


" Oke besok akan aku jawab "


" Oke sayang "


Jacky mulai melonggarkan genggamannya.


" Terkejut ? " tanya Jacky yang melihat jelas ekspresi wajah Feby.


" Tidak " Feby membuang muanya kesamping.


" Ini kunci motor mu " Jacky segera memasang kembali kunci motor itu pada tempatnya.


" Hati - hati dijalan ya I LOVE YOU "


" Iya "


Tanpa menatap wajah Jacky, Feby langsung melesat pergi.


Antara marah, kesal namun jantung Feby berdegup kencang saat berdekatan dengan Jacky.


" Ihh rese banget tuh cowo perkataannya terngiyang - ngiyang begini si ! Kenapa juga bela dirinya lebih hebat dari aku ! Kan aku jadi suka " Feby berbicara sendiri sambil mengendarai motornya.


Ternyata kejadian tadi dilihat oleh Roby dan Laras. Ingin rasanya dia mengadu kepada Febry kalau sahabatnya di ganggung. Tapi sepetinya Feby sudah mulai tumbuh benih - benih cinta di hatinya. Jadi Roby mengurungkan niatnya.


" Itu laki - laki yang menggoda Feby ? "


" Iya sayang. Katanya dia sudah memperhatikan Kak Feby selama sebulan "


" Oh gitu "


" Kamu kenapa cemburu ? "


" Tidak "


" Kok kamu seperti tidak suka melihatnya "


" Bukan begitu sayang. Aku takut persahabatan Febry dan Feby hancur karena mereka sudah mempunyai kekasih masing - masing "


" Iya juga si. Tapi sepertinya Kak Feby juga menyukai laki - laki itu "


" Masa si ? "


" Soalnya saat di goda oleh laki - laki itu wajah Kak Feby memerah "


" Ya ampun Feby "


" Kalau dilihat - lihat Kak Feby cocok dengan laki - laki itu "


" Kalau dengan Febry cocokan mana? "


" Mmmm " Laras berpikir sejenak. " Dua - duanya cocok si sayang "


" Hmmmm yasudah kita pulang saja "


" Oke "


Sejak Feby pergi Jacky masih duduk di atas motornya sambil tersenyum mengingat kejadian tadi.


" Tinggal sedikit lagi, kamu akan menjadi kekasih ku Feb " begitu kata Jacky.