
Tepat tengah malam, mereka sampai di rumah masing - masing. Rasa lelah memghantam mereka selama perjalanan. Di tambah lagi terjadi kemacetan saat arah pulang karena ada insiden kecelakaan.
Sesekali mereka saling bergantian membawa motor. Hanya Febry yang tidak bergantian karena Lisa tidak bisa mengendarai motor.
Karena tak tega melihat sahabatnya kelelahan Feby meminta Febry untuk bergantian dengannya. Awalnya Lisa tidak setuju kalau dibonceng oleh Feby. Namun Febry dan Jacky membujuknya pelan - pelan dan akhirnya Lisa setuju.
Setelah mereka samapai rumah mereka beristirahat. Sampai keesokan harinya mereka tidak ada yang beraktifitas di luar karena sangking lelahnya perjalanan kemarin.
Hingga malam tiba mereka baru menampakan diri mereka.
" Puas banget ya kemarin "
" Iya, tubuh ku terasa pegal semua "
" Mana besok kerja lagi "
" Semangat cari cuan lagi ! "
" Udah jangan pada ngeluh mending ngopi nih "
Begitu percakapan mereka. Disana juga ada Laras, Lisa dan Jacky yang senantiasa menemani sang kekasih.
Saat Deni mengecek sosial medianya banyak sekali yang memposting pasar malam. Tempatnya juga tidak terlalu jauh dari komplek mereka.
" Guys - guys ada pasar malem nih "
" Dimana Den ? "
" Dekat taman "
" Kita kesana yuk "
" Ayo ! "
Mereka pun bergegas pergi kesana. Sudah lama sekali mereka tidak ke pasar malam. Terakhir kali mereka kesana saat mereka masih sekolah.
Sesampainya disana banyak sekali permainan. Orang - orang juga sangat antusias untuk mengunjungi pasar malam itu.
Lisa agak minder saat berada disana karena ini bukan levelnya dia. Namun saat melirik Jacky, Jacky sangat bersemangat sekali. Padahal Jacky sama seperti Lisa dari kalangan atas tapi Jacky tidak risih berada di tempat seperti ini.
" Kamu mau naik itu ? " Febry menunjuk sebuah kincir angin. Namun Lisa hanya diam saja.
" Kamu risih ya ? Maaf aku tidak bisa membawa mu ke dufan karena aku lebih senang di tempat seperti ini "
" Iya tidak apa - apa. Selama ada kamu di sisi ku aku tidak keberatan "
Langakah mereka terhenti di tempat permainan melempar kaleng dengan bola. Jika bersil menjatuhkan semua kaleng akan mendapatkan hadiah.
Mereka sangat tertarik dengan permainan ini bahkan mereka berlomba untuk menjatuhkan kaleng tersebut.
Febry, Roby, Sahrul, Deni dan Jacky sudah bersiap di posisi masing - masing dengan memegang tiga buah bola di tangan mereka. Sambil berhitung sampai tiga mereka langsung melemparkan bola tersebut kearah kaleng.
Bugk
Bugk
Bugk
Bugk
" Yesss "
Roby berhasil menjatuhkan semua kaleng. Dan yang lainnya hanya menjatuhkan beberapa kaleng. Febry hanya mendaptkan teh pucuk dan yang lain mendapat makanan ringan.
Laras melompat kegirangan karena sang kekasih berhasil menjatuhkan semua kaleng. Dan mendapatkan hadia satu boneka beruang. Kemudian Roby memberikan boneka itu untuk Laras.
Sekarang giliran Feby, Laras dan Lisa. Tiga bola sudah berada di tangan mereka. Hitungan ketiga mereka segera melemparkan bola itu. Dengan sekuat tenaga dan sekali lemparan Feby berhasil menjatuhkan semua kaleng.
Lemparan kedua lima kaleng masih berdiri kokoh dan lemparan ketiga Feby hanya berhasil menjatuhkan tiga kalenh dan menyisakan dua disana.
Para laki - laki bersorak saat melihat aksi Feby melempar bola. Sedangkan Laras dan Lisa hanya berhasil menjatuhkan beberapa kaleng. Penjaga permainan itu lekas memberikan hadia pada Feby sebuah boneka beruang berwarna biru dan sebuah boneka boba berukuran sedang.
" Ini untuk mu sayang " ucap Feby menggoda Jacky.
" Kamu sudah gila ya memberikan boneka untuk ku ! "
" Kan tadi kamu tidak berhasil menjatuhkan kaleng. Jadi aku persembahkan ini untuk mu hahaha "
Jacky hanya menggelengkan kepalanya dan dia tidak mau kalah dengan Feby. Febry, Deni dan Sahrul juga ikut bermain lagi mengikuti Jacky.
Dah akhirnya Febry dan Jacky mendapatkan boneka sedangakan Deni dan Sahrul memdapatkan penggorengan dan teflon.
" Lumayan buat ibu dirumah hehee " ucap Deni.
" Iya betul Den. Kalau dapat boneka kita mau kasih kesiapa ? Ayang aja kita ga punya " balas Sahrul.
Perkataan mereka berdua membuat yang lain tertawa.
Dari bermain lempar kaleng dengan bola mereka beralih kepermainan kora kora dimana sebuah kapal besar yang berayun ke atas dan ke bawah.
" Kalian mau naik ini ? Apa ini aman ? " tanya Lisa yang bergedik ngeri melihatnya apalagi permainan itu tanpa pengaman.
" Tenang aman kok ! " ucap Deni.
" Aku tidak ingin naik ! "
" Ya sudah, ayo guys " kkata Feby sambi melangkahkan kakinya namun di tarik oleh Jacky.
" Tunggu dulu ! "
" Ada apa ? Jangan bilang kamu takut seperi dia !? "
" Percaya pada ku ini sangat menyenangkan " Feby segera menarik tangan Jacky agar mengikutinya. Sedangkan Roby, Laras, Deni dan Sahrul sudah duduk di kora - kora.
Terlihat wajah Jacky yang ketakutan dan berkeringat dingain namun Feby tidak menggubrisnya.
" Feb ayo naik ! "
" Iyaa sebentar ! "
" Lisa ayo kita naik "
" Tapi ! "
" Ada aku " Febry mencoba meyakinkannya.
" Hmmmmm oke " Lisa terpaksa menurutinya.
Febry dan Lisa duduk di depan Roby dan Laras sedangakan Feby dan Jacky duduk di hadapan Febry dan Lisa. Dan untuk para jomblo Deni dan Sahrul duduk di belakan Feby dan Jacky.
Kora - kora perlahan berayun, yang tadinya kecepatannya lambat tiba - tiba berubah menjadi cepat. Tidak lupa Feby mengabadikan momen itu, dimana kekasihnya ketakutan.
Saat keceptaannya meningkat semua orang berteriak sangat kencang. Jacky dan Lisa berteriak histeris sambil memejamkan mata mereka. Feby juga ikut berteriak namun dia berteriak karena senang bukan ketakutan.
" Jacky buka mata mu ! " teriak Feby.
" Tidakkk ! Aku ingin turun ! "
Feby tertawa melihat ketakutan kelasihnya itu. Dia lanjut merekam ke arah teman - temannya. Sahrul dan Deni mengeluh ingin muntah. Roby dan Laras saling memejamkan mata dan berpegangan. Sedangan Febry tidak beraksi apa - apa dia hanya diam menatap Feby dan tangannya memegang tangan Lisa dengan erat agar Lisa tidak ketakutan.
Feby bingung kenapa Febry hanya diam dan tidak berteriak. Namun Feby sengaja mengarahkan kameranya ke arah Febry yang berwajah datar. Feby malah tertawa melihat ekspresi Febry yang datar.
Jacky mulai gelisah dan berkata yang tidak - tidak, akhirnya Feby memegang serat tangan Jacky agar dia bisa lebih tenang namun itu sama sekali tidak mempan.
" Dasar aneh ! pacar ku ketakuta dan berteriak histeris sedangkan sahabat ku tidak beraksi apa - apa wajahnya datar sambil menatap ku " batin Feby.
Beberapa menit kemudian kora - kora berhenti berayun - ayun. Mereka lekas turun dari sana dan bergantian dengan yang lain.
Ueekkk
Ueekkk
Ueekkk
Ueekkk
Suara muntah terdengar kerasa sekali di telingah. Jacky, Deni dan Sahul tidak sanggup lagi menahan rasa mualnya. Feby hanya tertawa melihat mereka yang muntah - muntah naik kora - kora.
" Sumpah ini membuat ku mual "
" Benar sekali bro, rasanya aku ingin mengeluarkan isi perut ku "
" Cukup sekali aku tidak akan menaikinya lagi "
Keluh mereka bertiga sambil terduduk lemas.
" Ini minum dulu " ucap Febry sambil memberika tiga botol air mineral.
" Makasih Feb ! "
" Hmmm "
Tak lama Lisa juga ikut muntah di hadapan mereka semua.
Ueekkkkkk
Mereka semua kaget dan segera menghindar agar tida terkena muntah Lisa.
Febry langsung meminat leher Lisa dengan lembut. Setelah puas memuntahkannya Lisa terduduk lemas.
" Maaf ya " kata Febry yang mulai cemas dan merasa bersalah.
" Aku lemas "
" Ya sudah duduk dulu saja " titah Febry.
Saat Febry hendak melangkah pergi, Feby segera memberikan air mineral padanya.
" Ambilah "
" Terimakasih "
Ternyata saat Lisa muntah Feby segera membelikan air mineral untuk Lisa.
" Walaupun kamu membencinya tapi kamu selalu memperlakukannya dengan baik " dalam hati Febry.
Setelah mereka sudah kembali pulih, mereka segera pergi meninggalkan pasar malam karena waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.
" Padahal aku ingin menaiki biang lala " keluah Laras yang kecewa tidak sempat menaiki yang dia mau.
" Tidak usah kecewa sayang, nanti kita kemari lagi ya tapi berdua aja jangan sama mereka "
" Ihhh kenapa ? Gak seru tau kalau berdua doang ! "
" Huhhh iya - iya "
" Jangan mau Laras diajak berduaan sama Roby ! " teriak Feby.
" Rese !! "