
"Cih....dasar wanita tak tahu diri , bisa-bisanya dia bahagia setelah membuat kak Bella menderita...." celutuk Melly yang sudah di dalam kamar sambil menyimpan tasnya diatas meja .
Meskipun Melly sudah di marahi oleh Hendro dan Diva namun tak sedikit pun ia merasa menyesali perbuatannya. Baginya orang rendahan dan miskin tak sebanding dengan keluarga dirinya yang dari kasta konglomerat.
Sedangkan April yang sudah selesai rebahan di ruang tamu kini ia pergi ke kamarnya...
Ia pun melihat sang suami sedang menyisir rambutnya di depan cermin dan suaminya juga sudah memakai outfit santai.
"Mas udah mandi...." tanya nya mesra sambil mendekati sang suami
"Iya Bee gerah banget.. kenapa... mau gabung..." godanya seraya menangkup pinggang sang istri
"Ish...kamu ini mas... selalu aja kesitu arahnya.... "
" Kamu lagi hamil gini malah tambah sexy Bee...bikin nagih terus ...." ucapnya sambil memeluk sang istri dan mendusel kan kepalanya ke arah dada April yang kini sudah bertambah besar sizenya.
Cuup
Oemar mengecup keningnya ,pipinya, dan bibirnya... dengan gemas ia terus ******* bibir kenyal yang sedari tadi sudah meresahkan ingin di kecup.
ah....
"Mas... aku mau mandi lho...." ucap April seraya melepaskan ciuman yang membuatnya kehabisan oksigen .
"Sebentar sayang...." jawabnya sambil terus membuka hijab sang istri dan terlihatlah leher jenjang putih yang sudah menggodanya.
Ia pun langsung menyerbu leher itu dan meninggalkan bekas merah keunguan disana yang membuat April meremang serta menggelinjang geli namun nikmat.
Oemar yang merasa sesak di bagian bawahnya karena cumbuan itu terasa nikmat . Entah mengapa setiap ia menyentuh istri yang tengah hamil benih miliknya ia terus saja merasa ingin melakukan lebih dan lebih.....
Tak kuat dengan senjatanya yang terus bangun ia pun mengangkat sang istri dan membaringkan nya perlahan ke atas kasur .
Dengan perasaan yang menggebu ia pun melucuti seluruh pakaian sang istri dan pemandangan inilah yang selalu membuat senjata nya terus mengibarkan bendera perang panas di atas tempat tidur.
Oemar pun terus menindih dan mencubu wanita yang tengah hamil muda itu dengan lembut dan perlahan,hingga penyatuan itu membuat dirinya harus kembali mandi dan keramas lagi.
.
.
Disisi lain dirumah pengantin baru yang kini sudah sepi karena para tamu hanya sedikit itu telah pulang satu persatu. Kini tinggalah 2 tamu yang masih setia disana Karin dan Devan .
"Rin...pulang yuk gak enak nih gangguin penganten baru hihihi ...." ajak Devan pada Karin seraya menggoda kedua sahabatnya
"Apaan sih loe Van..." sahut Salsa kesal
"iya nih.. yuk kita pulang..biar mereka bisa mengulang nya kembali.... "tutur Karin yang membuat kedua pengantin baru itu bersemu malu kala mendengar nya.
"Mulai...deh mulai...." sahut Frans sewot padahal dadanya sudah bergemuruh saat diingatkan tentang kejadian tempo hari lalu
"Gak papa kali Frans... sekarang mah udah halal ini ..." Devan
"Udah sono-sono pulang lu...." tutur Frans sambil mengibaskan jarinya pada sahabat somplaknya itu.
"Diih .. dah kagak tahan ya lu...."
"Iya.. ganggu banget lu...puasss..."
"Udah yuk Rin..ada yang mau main kuda lumping diatas kasur hahahah...." ucap Devan sambil meraih tangan Karin yang masih terduduk itu
Seerrrr
Karin pun terkejut dan menatap ke arah Devan yang sudah mencekal telapak tangannya..
Namun Devan yang masih bergurau dengan Frans tak menyadari jika perbuatannya itu membuat seseorang tengah merasakan hatinya yang tak karuan.
Saat sampai di depan Sepeda motornya Devan baru menyadari jika ia begitu erat menggenggam tangan gadis di sebelahnya.
Deg deg deg
Sesaat itulah ia baru merasakan jantungnya kembali berdetak kencang, ia pun langsung menghempaskan tangan itu.
"Uh..sorry Rin...." ucapnya gugup sambil menaiki motor didepannya dan memasangkan helm di kepalanya.
Tak lupa ia pun memasangkan helm juga pada Karin dan saat menatap dekat wajah gadis di depannya , dadanya pun kembali berdetak kencang.
"Ehm...kalau di liatin dari deket gini manis juga ya...gemes... " ucapnya dalam hati "Aih...apaan sih yang gue pikirin...." lanjutnya sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Kamu kenapa Van...." tanya Karin khawatir
Mereka pun membelah jalanan di malam hari dengan perasaan yang tak dapat diartikan.
Didalam rumah pengantin baru Salsa pun hendak beranjak ke kamar tamu yang sedari kemarin kamar itu sudah ia tinggali.
"Mau kemana Sal...." tanya Frans yang melihat Salsa sudah bangkit dari duduknya
"Ehm... mau mandi Frans sambil melepas aksesoris ini... " jawabnya sambil menunjuk pakaian dan perhiasan yang sudah melekat di tubuhnya
Frans pun hanya menganggukkan kepalanya dan ia pun bangkit dari sana dan membersihkan diri juga di atas .
Setelah selesai membersihkan diri masing-masing Frans kembali ke bawah dan membereskan ruang tamu yang masih berantakan itu, meski hanya sebagian kecil yang berantakan namun Frans begitu apik dengan seorang pria yang menyukai kebersihan .
Saat dia menyapu lantai itu tiba-tiba Salsa keluar dari kamar sambil memakai baju tidur selutut berbahan satin meski tak nerawang tapi balutan baju itu membentuk lekuk tubuh Salsa yang ramping dengan kulit putih langsat yang dimilikinya.
Frans yang melihatnya pun begitu ternganga saat melihat pemandangan di depannya. .
Cantik, sexy
gumam Frans dalam hati yang melihat kehadiran Salsa di depannya
"Biar aku bantu...." ucap Salsa sambil meraih sapu yang dipegang nya.
"Eh...." jawabnya terkejut melihat sapu yang ia pegang sudah berpindah tangan
Frans pun menyadarkan pikirannya dan kembali membereskan ruang tamunya itu .
Usai membersihkan bersama mereka pun duduk diatas soffa depan tv.
Lama hening diantaranya tak ada percakapan. Namun tiba-tiba Salsa memulai perbincangan terlebih dahulu.
"Frans...." panggilnya
"Ya...." jawabnya sambil menatap Salsa di depannya,
"Apa kamu akan meminta hak kamu Frans... " tanya Salsa sambil menundukkan kepala nya karena sungguh malu ia mengatakan hal seperti itu pada sahabat yang kini sudah menjadi imam baginya.
Frans pun kaget mendengar penuturan Salsa yang menurutnya sangat membuat darahnya itu bedesir.
"A-a-aku...." ucapnya gugup dan terhenti sambil menatap lekat manik wajah di depannya.
"Bicaralah Frans...." ucapnya yang sudah sangat malu , namun ia begitu ingin tahu jawaban dari Frans
Frans pun menghirup nafasnya dalam-dalam untuk menghilangkan kegugupannya.
"Sebenarnya.. aku ingin berbicara serius dengan mu Sal...aku ingin menyentuh mu lagi,aku ingin memiliki sebuah hubungan rumah tangga yang harmonis ,namun karena keadaan pernikahan kita yang seperti ini aku tak ingin menyentuhmu sampai dimana hari datang bulan mu datang, aku ingin melihat apa kau hamil atau tidak...." tuturnya jelas
Salsa pun terkejut mendengar penuturan Frans yang membuat hatinya serasa sesak
"A-apa jika aku tidak hamil kau akan menceraikanku...." ucapnya bergemuruh
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay....readers... jangan lupa Like ,Komen dan Vote ya....
Terima Kasih.....
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.
.