
Dipagi hari yang cerah April memandang ke luar jendela hotel, begitu indah pemandangan di Turki itu.
Setelah puas memandanginya Ia pun kemudia bersiap karena hari ini ia akan menemui sang putra,begitu rindu ia kepada putra tersayangnya, demi menuntut ilmu agama ia rela berpisah dengan buah hati yang teramat ia sayangi.
April pun pergi sarapan usai sarapan ia meninggalkan handphone miliknya diatas nakas, tak ada niat untuknya menyalakan hp itu karena jika ia menyalakannya sudah dipastikan jika suami serta mertuanya pasti akan menemukannya.
"Baru sehari tapi bunda udah kangen kamu nak.. maafkan bunda... " lirihnya menatap bingkai foto yang ia bawa , tak dipungkiri jika ia begitu merindukan sang putri yang jauh disana.
.
.
Sementara itu dari semalam Oemar sudah bersama Vino ia mencari kebenaran dari vidio itu, namun vidio itu terlihat nyata dan tak ada editannya sama sekali .
"Loe yakin gak ngelakuin ini sama Bella..."
"Gue yakin banget Vin.. bukankah kita satu kamar kan.. tapi kenapa ada vidio ini...."
"Tapi gue udah coba selidiki dan katanya vidio ini real... bukan rekayasa atau pun editan... " kekeh Vino
"Tapi Vin kalo ini real kenapa gue gak inget.. kapan coba itu terjadi... gue gak merasa disentuh apalagi bersentuhan sama mantan gue...."
"Berati kita harus cari Bella... ada kemungkinan dia yang jebak elo...." tebak Vino
Oemar pun terkesiap mendengar nya dan segera saja mereka pergi mencari keberadaan Bella.
Sesampainya di tempat pemotretan Bella dia pun langsung di cecar habis dengan pertanyaan oleh mantan suaminya.
"Kamu kan yang uda ngejebak aku Bell...."
"Maksud kamu apa Bell ngelakuin hal seperti ini..."
"Oh...ayolah Oem jika malam itu pun kau menikmatinya...." jawab Bella santai
"Apa kita satu kamar..kurasa kita tak pernah bertemu selain di loby hotel waktu itu..."
"Dan setelah itu kita menikmati malam panas kita Oem.. kau masih merindukanku bahkan aku masih merasakan ranjang panas di tubuh ku ini...." goda Bella sambil memamerkan lekuk tubuhnya yang sexy itu
Oemar pun meradang mendengar ucapan nya dan segera ia pun mencekik leher Bella
"Cih... Kau.... aku tak pernah melakukan hal menjijikan itu... ini semua pasti ada yang salah aku yakin itu...." ucap Oemar penuh amarah
"Oem sa-kit...."desak Bella yang berusaha melepaskan cekikan itu
"Jangan pernah bermain-main dengan ku... " geramnya
"Oem..cukup.. loe bisa bikin dia mati... gk ada gunanya juga.. " sergah Vino yang berusaha melepaskan tangan Oemar dari leher wanita itu
Oemar pun melepaskan cengkramannya
"Arrrkh.... Tapi gue tau ini semua pasti ulah dia Vin..." teriaknya sambil menunjuk Bella , namun pandangannya seketika ambyar saat melihat Bella sudah berlari meninggalkannya.
Mereka pun mengejar Bella namun wanita itu menghilang begitu saja. Oemar pun kesal dan memukul tembok di sampingnya.
Bugh
"Brengsek....." kesalnya
Sementara itu Bella yang segera berlari langsung menghampiri mobil miliknya.
"Huh...untung saja gue cepet-cepet kabur dari mereka... bisa ketauan rencana gue.... " ucapnya sambil menggos-menggos karena berlari tadi
"Tapi Oemar tadi terlihat begitu menakutkan ,baru kali ini dia marah seperti itu sama aku,bahkan saat dulu aku pergi meninggalkannya pun dia tak semarah itu..." gumamnya sambil menyalakan mobil miliknya.
Ia begidik ngeri saat dirinya di terkam tadi, bekas merah berbentuk jari di lehernya pun masih terlihat jelas
"Sialan.... sakit banget leher gue...." ucapnya mendengus menatap spion di depannya.
.
.
Di Turki April yang baru saja turun dari taxi ia menatap gedung menjulang tinggi itu,ya... sebuah pesantren terbesar disana.
Ia masih tak menyangka putra nya yang pintar dan jenius bisa menimba ilmu disini, meski biayanya yang terbilang cukup mahal namun karena beasiswa sang putra jadi meringankan beban dirinya. Apalagi saat ini biaya kebutuhan sang putra sudah di jamin oleh ayah sambungnya yang membuat ia begitu bahagia namun sekaligus sedih melihat keadaanya saat ini.
"Assalamualaikum Umi Farida.... saya mau menjenguk Abhi..." sapa nya yang sudah sampai di ruang yayasan itu
"Waalaikumsalam... masya Allah bunda Abhi..." jawabnya senang melihat kehadiran April
"Iya Umi...." ia pun tersenyum seraya berpelukan dengan Umi Farida itu,ia memang mengenal akrab sang pengasuh karena guru Abhi terdahulu yang menitipkan serta dengan kecerdasan Abhi disini sehingga menjadi kesayangan para guru serta pengasuh pesantren.
"Sebentar ya bunda... saya panggilkan Abhi dulu..."
"Baik umi terima kasih...."
Tak lama sang putra pun datang dengan senyum yang mengembang dan mata berkaca-kaca ia pun berlari menghampiri bundanya
"Bunda...." panggil Abhi sambil menangis di pelukan sang bunda
April yang tak kuasa pun menangis memeluk erat sang putra yang amat ia rindukan.
"Apa kabar sayang...."tanya nya lembut
"Alhamdulillah Abhi sehat bunda...."
Mereka pun berbincang senang,April pun menyempatkan untuk makan bersama sang putra dan ia pun tak lupa memberikan segala macam makanan yang ia beli tadi sebelum ia menuju ke pesantren .
Lama sudah kunjungan April sehingga membuat sang putra harus kembali karena jadwal yang padat ia pun tak ingin mengganggu kegiatan sang putra,apalagi ia berkunjung bukan disaat libur santri namun disaat para santri dan siswa tengah melakukan ujian.
¤¤¤¤☆☆☆☆
3 Hari pun berlalu Oemar yang begitu stres memikirkan keberadaan sang istri ia pun dibuat semakin bingung dengan sang putri yang terus menanyakan perihal bunda cantiknya yang tiba-tiba menghilang sejak 3 hari ini.
"Oma...Nia kangen sama bunda... bunda kemana Oma...." tanya Nia dengan deraian air mata
"Sabar ya nak... bunda sedang banyak pekerjaan jadi Nia jangan khawatir ya nanti bunda pasti secepatnya pulang kok..." terang sang nenek
"Tapi Oma.. bunda gak bisa di telfon,kalau bunda sibuk biasanya suka telfon Nia tapi ini.. nggaka ada Oma...." rengeknya
Diva yang tak tahu harus apa pun menjadi bingung dan serba salah,ia tak menyalahkan April yang tiba-tiba saja pergi karena mungkin dia membutuhkan tempat untuk menenangkan diri ,namun di lain sisi ia begitu kasihan melihat anak dan cucunya yang terus merindukan sosok April yang tak kunjung pulang.
"Kamu dimana sih nak... mama udah pusing ini..."
"Yang satu uring-uringan yang satu ngerengek terus..." gumam Diva yang sudah pusing dengan keadaan sekitarnya.
.
.
Sementara itu April yang masih sendiri di Turki kini mulai kesepian, ia yang tengah sarapan di balkon restoran pun sedang menikmati segala makanan yang sudah di hidangkan .
Tiba-tiba sebuah pikiran pun terlintas dibenaknya dan ia pun segera meminjam telfon kepada pelayan di restoran itu.
tut tut tut
Suara deru telfon memanggil seseorang disana
"Hallo.. assalamualaikum... Karin" sapanya
"Waalaikumsalam... ini siapa ya...."
"Rin... ini aku April ...."
Karin pun terkejut saat melihat penelfon diseberangnya, ia pun menatap nomor itu namun tak dikenal
"April.. ini benar kamu...."
"Iya Rin... apa kabar...."
"Ya Allah Alhamdulillah kamu baik-baik aja Pril kamu kemana aja sih.. tau nggak disini lagi genting banget ruwet poolll pokok e... "ucap Karin senang
"Aku baik.. tolong jangan bilang siapa-siapa kalau aku menelfon kamu ya...."
"Tapi Pril...
"Rin..please.. aku masih butuh waktu untuk menerima...aku cuma mau tanya gimana kabar Aghnia sama mas Oemar...."
"Mereka sedang tidak baik-baik aja Pril, kamu tahu.. Aghnia ngerengek terus menanyakan kabar kamu dan suamimu itu dia terus mencari kamu sehingga terbengkalai sudah segala pekerjaannya dan akulah korbannya nih...." jelas karin menceritakan keadaan disana saat ini
"Maafkan aku Rin... tapi..."
"Aku tahu Pril semua pasti berat buat kamu, dengar kamu baik-baik saja aku sudah senang.. aku mendukung kamu kok.. aku tahu mungkin kakak ku brengsek tapi aku juga berharap kalian bisa menyelesaikan permasalahan kalian secepatnya...."
"Makasih ya Rin kamu selalu ada untukku..."
"Oh ya.. sekarang kamu dimana.. ini sepertinya panggilan internasional ya...."
"Ehm... aku gak bisa mengatakannya Rin... maaf jangan tersinggung , aku masih butuh untuk sendiri...."
"Baiklah terserah kamu Pril asalakan kamu baik-baik saja dan juga menjaga baby kamu ya..."
"Pasti Rin...."
"Oh ya... apa kau tahu.. Salsa juga menghilang... aku dengar kabar dari Devan jika Salsa tiba-tiba mengajukan cuti dari kantor, lalu Devan dan Frans menjenguknya karena heran , tapi mereka malah dikejutkan dengan Salsa yang hilang tak ada kabar seperti kamu ini, dan para temannya tak ada yang tahu kemana Salsa pergi..."
"Oh ya... aku gak tau sejak kapan Rin..."
"Dari kemarin Pril..."
"Semoga dia baik-baik aja... ya sudah Rin aku tutup dulu ya... maaf aku belum bisa memberitahumu keberadaanku...."
"Tak apa Pril.. aku bisa mengerti kamu...."
Mereka pun mengakhiri panggilan itu.
Usai melakukan panggilan dengan sahabatnya ia pun meringim e-mail kepada sesorang.
Jika kau membutuhkan ketenangan datanglah kemari .. aku tahu kau sesang tidak baik-baik saja... datanglah ke Pera Palace Hotel , Istanbul Turki.
Begitulah isi e-mail yang ia kirim dan setelahnya ia pun mengembalikan handphone milik pelayan tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay... readers... terima kasih sudah mampir.. jangan lupa Like dan Komen ya....
🍃Happy Reading 🍃
🌞
.