Duren & Jantik

Duren & Jantik
Ngidam



Dikamar yang sudah porak poranda dan tak berbentuk lagi ,sepasang suami istri yang baru saja usai melakukan pergulatan tengah merebahkan tubuhnya.


"Mas... aku pengen makan gudeg... katanya dijogja paling enak gudeg nya...." ucap April yang baru saja merilex kan tubuhnya namun keinginan itu tiba-tiba saja terbesit dalam pikirannya.


"Hah... ini udah malem sayang , lihat itu udah jam setengah 2 pagi...." sahut Oemar sambil melirik istrinya


"Justru itu mas di Jogja paling enak malem-malem kayak gini... udah ah aku pengen pokonya titik...." ucapnya kekeh sambil bangkit dari kasur


"Oeky..oke... aku suruh Vino yang cari ya.. kamu disini aja....aku masih pengen nambah tau Bee..."pintanya mememlas sambil menghamipri April


"Enggak mau... aku maunya makan, kalau kamu gak mau nganter ya udah aku berangkat sendiri...." ucapnya sambil berlalu ke kamar mandi


"Haish.... sekarang istriku jadi lebih galak gak kayak biasanya... Bumil... bumil...." gwrutunya , ia pun pasrah dan mengikuti sang istri.


Keluar dari kamar hotel mereka berjalan sambil bergandengan tangan ,tak lupa April memakai jaket yang tebal , meski ia tak mau namun tetap ia pakai siapa lagi yang memaksa kalau bukan suaminya karena diluar sangat dingin.


Saat mereka telah keluar dari hotel sepasang mata pun melihat mereka dari atas kamar.


"Lhoo bukankah itu kak April..." tanya Tian


Devan ,Vino dan Kevin yang belum tidur pun langsung bangkit dan melihat keluar jendela


"Iyah bener itu April sama Oemar ..." ucap Devan membenarkan


"Mau kemana mereka malem-malem gini..." sahut Vino


"Jalan lagi...." sahut Kevin


"Mungkin keluar ada yang mereka butuhkan ..."timpal Tian


"Biasanya jika membutuhkan sesuatu dia akan menyuruh ku..."ucap Vino sambil melirik handphone di tangannya dan benar saja tak ada notifikasi apapun


"Gue kira mereka bakalan ***-*** dikamarnya belah duren broo... eh..lah kok malah keluar tengah malem gini...." ucap Kevin sambil terkekeh dan terus melihat punggung mereka dari jendela


"Kayaknya mereka lagi jalan-jalan...." ucap Tian yang membuat para jomblowers itu saling lirik


Mereka pun bergegas ke arah pintu hendak memakai sendal


"Lhoo bang pada mau kemana..." sahut Tian yang bingung melihat tingkah mereka


"Mau nyusul mereka, dari pada dikamar mending ngintilin penganten...." sahut Kevin bersemangat sambil membuka pintu..


"Eh..bang ikut..."


"Ayooo...."


Mereka pun pergi meninggalkan kamar


Saat berjalan menuju lift mereka melewati kamar Karin yang kebetulan Karin dan Tiara memang hendak mau keluar


"Lhoo... kalian pada mau kemana kok rame-rame gitu..." tanya Karin


"Mau jalan-jalan .... kamu mau kemana masih malem gini..." tanya Devan balik


"Hmm... kita mau keluar cari cemilan soalnya gak bisa tidur...." jawabnya sambil menggaruk kepala yang tak gatal


"Ya udah kak gabung aja yuk kita juga mau gabung sama manten...." jawab Tian


"Manten...." ucap Karin dan Tiara bersamaan


"Udah..buru.. nanti keburu ngilang..." jawab Kevin cepat


Saat di dalam lift Vino terlihat curi-curi pandang menatap Tiara


Ia terlihat terpesona dengan kecantikannya malam itu, wajahnya yang tanpa riasan memperlihatkan wajah ayu nan alami gadis belia di depannya. Padahal dia hanya memakai celana kain dan kaos lalu memakai jaket dan tangannya ia masukkan ke dalam saku jaket rambut hitamnya ia tutupi dibalik topi jaket itu entah mengapa membuat Vino berdesir kagum saat melihatnya.


Sesampainya di luar hotel mereka pun saling mencari keberadaan Oemar dan April


"Cari apaan sih..." tanya Karin pada mereka yang masih belum mengerti


"Itu mereka.... ucap Devan..." sambil menunjuk ke arah samping hotel


Mereka pun bergegas menyusul pasangan pengantin itu yang masih berjalan menyusuri indahnya kota Jogja yang masih ramai disana.



"April...Oemar..." panggil Kevin dan mereka pun menoleh ke belakang,pasangan itu pun terkejut saat melihat ke 6 orang di belakangnya


"Lhoo.... kalian mau kemana..." tanya Oemar pada mereka


"Lah kalian mau kemana...." tanya Vino balik


"Cih...ditanya malah balik tanya..." hardik Oemar


"Ara .. kamu mau kemana malem-malem gini..."ucap April menanyai adiknya


"Ehm.. gak tau kak hehehe Ara cuma ngikutin mereka aja...." ucap Tiara sambil menuding kesamping nya


April dan Oemar pun mengerenyitkan dahinya


"Rin..mau kemana sih rame-rame banget..." kini April bertanya pada Karin


"Tadinya aku ma Tiara mau cari cemilan terus ketemu mereka deh gak tau mau kemana..." jawabnya sambil menaikkan bahunya


"Lah kalian pada mau kemana sih...." ucap Oemar semakin bingung


"Kita ngikutin elu lah..." jawab Kevin santai


"Lah... ngapain ngikuti gue ...."


"Kita liat lu dari jendela jam segini keluar kamar gue kira lu mau kemana gitu malem-malem penganten bukannya di kamar ***-*** malah keluar..."


"Nih... pingin makan gudeg katanya.. lagi ngidam..." ucap Oemar sambil melirik istrinya


"Ikuutt....." ucap mereka bersamaan


Mereka pun tertawa bersama lalu berjalan mencari warung gudeg yang enak.


"Biasanya telfon Mar kok gak hubungin gue kalo mau apa-apa ..." tanya Vino


"Maunya gitu tapi April gak mau pengennya makan disana secara langsung katanya...."



"Waah.. mas pokonya aku mau semua menu ya...." ucap April yang sudah tergiur dengan segala masakan disana


"Iya Bee.... " jawabnya dan langsung memesankan semua menu untuk istri dan bayi didalam perutnya


Dan tak lama pesanan mereka pun sudah terhidang siap.


"Pengen banget ya Pril..." ujar Karin yang melihat April begitu lahapnya saat menyantap makanan didepannya


"He'em Rin enak banget...."


Mereka pun tertawa melihat April yang makannya begitu banyak tak seperti biasanya ia makan dengan porsi banyak seperti itu.


"Habisin bumil... kalo kurang entar di borongin juga sama warung-warungnya...." gurau Tian pada kakak iparnya


"Oke dek...."


Usai mereka makan mereka pun berjalan-jalan sambil bercanda dan mata April pun kembali berbinar kala melihat beraneka jajanan dan angkiran dipinggir jalan itu.


"Mas...mau itu..." tuding April pada sebuah angkringan yang menghidangkan berbagai cemilan nusantara yang nikmat,ada sate bakar, pentol nmbakar, tahu bakar, sate usus dan lain-lain.



"Ya udah beli aja...." sahut Oemar lembut kepada istrinya


April pun langsung mengambil semua menu jajanan itu dan memasukkannya ke dalam kresek lalu ia menyuruh suaminya untuk membayarnya.


"Bee...banyak banget..."


"Biarin ah mas.. pengen tau.. udah cepetan dibayar..." titahnya


Oemar pun hanya menurut usai membayar ia pun disuruh membawanya.


Para teman nya kini menertawakan sikap April yang menyuruh sang CEO tampan itu untuk menjinjing makanan pinggir jalan.


Tak sampai disitu April malah menginginkan makan street food ala-ala korea yang ada disana



Beraneka menu jajanan tersaji disana April pun kembali mengambil semua menu disana dan memasukkannya kedalam kantong , hingga terhitung sudah 10 kantong yang terisi penuh jajanan.


Oemar hanya menggelengkan kepalanya melihat sang istri begitu antusias memborong jajanan disana.


"Bayar mas...."


"Iya sayang....."


"Yuk kuta cari rempat duduk yang enak...." ajaknya pada para temannya itu


Dan mereka pun terus menyisiri jalan Malioboro itu hingga April pun melihat penjual Wedang Ronde ia pun memesan menu itu dan ia pun duduk di pinggir jalan trotar yang luas itu diikuti oleh mereka yang ikut duduk bersamanya.


"Bee... liat banyak banget yangnkamu beli apa mau kamu habisin...." tanya Oemar sambil menujukkan bawaannya yang banyak sampai-sampai di bantu oleh Vino dan Tian membawakannya.


"Hehehe... gak tau mas aku pengen ambil aja tapi gak mau makan...." ucapnya polos


"Hah...." mereka pun semakin heran dengan April


"Sabar.... bawaan bayi...." tepuk Vino pada sabatanya itu sambil menertawakannya


Akhirnyamereka pun memakan jajanan yang diambil tadi ditemani semangkuk wedang Ronde hangat . Namun saking banyaknya cemilan yang mereka bawa mereka pun sampai membagi kan nya pada orang yang nongkrong disana ,Sedangkan April pelaku yang membelinya ia tak sedikit pun memakan jajanan itu ia hanya fokus pada minuman hangatnya.


"Oh ya.. si Frans kemana kok gak ikut..." tanya April pada mereka


Mereka pun saling menatap tak tahu dan baru sadar jika memang tak ada Frans dari tadi


"Salsa juga kemana Rin...." tanya Nya kembali


"Gak tau..."


"Lah kamu kan sekamar...."


" Tadi kita balik duluan ke kamar ya kan Ra...."


"Iya kak ... tadi kak Salsa sama kak Devan kok..." ucap Tiara sambil melihat pada Devan


"Ehm.. aku juga gak tau.. tau gak tadi mereka tu mabok terus aku suruh Frans anterin Salsa ke kamar kalian emangnya gak nyampe..." tanya Devan balik


"Lhoo gak ada tuh Van malah aku pikir Salsa masih nongkrong sama kamu..." sahut Karin


"Hah.. kemana ya mereka... mereka pergi udah dari jam set 1 kok...." jawab Devan heran


"Ya udahlah palingan mereka kesasar atau ketiduran di pinggir hotel kali..." ujar Kevin


"Ish... si Salsa kan kasian tau ..."


"Udah kamu telfon...." tanya April lagi


"Enggak... lawong aku gak tau kalo gak ada ...."


"Ya udah coba telfon...."


Tapi tak ada yang menjawab suara panggilan itu.


Sedangkan di kamar hotel yang remang-remang itu sepasang manusia tanpa ikatan pernikahan sedang berkuda ria dengan setengah kesadaran mereka.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay... Readers... terima kasih sudah mampir jangan lupa like dan komen ya...


🌞


☀️