
Hari-hari pun berlalu tak terasa sudah Satu minggu berlalu, keluarga Ghurair sedang di sibukkan dengan pernikahan Karin yang akan di gelar meriah di Mansion Ghurair, karin menolak diadakan di gedung karena mengingat keluarga nya pun sedang mendapat musibah dengan kehamilan Melly yang di luar nikah itu.
Atas permintaan Eyang Gendhis pun pernikahan Karin boleh diadakan di rumah namun tetap harus meriah, keluarga Hendro pun sepintar mungkin menutupi kasus yang menimpa Melly, meski kehamilan Melly ini sudah 2 bulan lebih namun perut nya masih belum terlihat apalagi kini Melly sering memakai pakaian yang longgar baik itu disekolah maupun dirumah.
Saat pulang sekolah tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Melly dari samping.
"A-...." ucap Melly tercekat saat mulutnya pun sudah di tutup sebuah tangan.
"Ssssttttt diem...." ucap seseorang yang membekap nya, Melly pun membulat ia begitu hafal suara seorang pria ini.
Tak lama pria itu pun melepas bekapan nya dan memutar tubuh Melly untuk menghadap nya
"Bob...apa yang loe lakuin...." ucap Melly terkejut dengan kehadiran Bobby di hadapan nya.
"Mel...maafin gue, gue udah berusaha pengen bertemu dengan loe, tapi keluarga loe selalu menghalangi gue agar gue gak bisa menemui loe lagi..."ucap Bobby sambil menatap Melly dengan serius
"Untuk apa loe mau menemui gue lagi, bukan nya loe udah gak percaya sama gue lagi, sudah lah bener kata bokap sama kakak gue kalo loe emang gak pantes buat dipertahanin karena loe cuma pria pengecut yang bersembunyi dibalik ketek bokap dan nyokap loe...." ujar Melly ,ia pun meluapakan amarahnya yang selama ini ia pendam pada Bobby.
Bobby pun terkejut mendengar amarah dari Melly, ucapan nya yang begitu kasar berbeda dengan dulu wanita didepan nya sering bermanja dan menurut pada setiap ucapan nya.
"Sialan..kayaknya bakalan susah nih buat ngerayu nya lagi..." ucap Bobby dalam hati ia pun merasa kesal
"Mel...gue sungguh minta maaf, semua yamg udah terjadi membuat gue begitu syok, loe tahu gue masih sekolah dan untuk menjadi seorang ayah membuat gue merasa tak siap tapi setelah berfikir berkali-kali gue benar-benar sangat menyesali semua ini...." ucap Bobby sambil menitihkan air matanya.
Melly pun menatap Bobby dengan seksama ini pertama kalinya ia melihat Bobby menangis untuk nya,
"Apakah dia sudah benar-benar menyesali nya...ah... tidak-tidak kata mama jika pria sudah berlaku kasar pada wanita maka dia pasti akan melakuakan nya lagi, dia sudah membuat ku dan kak April dalam bahaya aku tak ingin hal itu terulang lagi, kuat Mell..kuat...." ucap Melly dalam hati sambil mengalihkan pandangan nya untuk menatap Bobby
"Cukup Bob, gue gak mau dengar penjelasan loe lagi Bob , cukup sudah loe sama keluarga loe menghina gue bahkan kalian pun menuduh jika anak ini bukan darah daging loe, padahal gue hanya melakukan nya dengan loe , dan loe juga yang udah ngambil hal pertama itu dulu..." Melly pun berucap dengan suara bergetar tak kuasa ia mengingat hal indah dan buruk yang ia terima dalam hidupnya, matanya pun mulai mengembun mengingat semua itu.
Bobby yang tak pantang menyerah ia pun berjongkok dan berlutut dihadapan Melly
"Loe boleh hukum gue, tampar gue, lakuin apapun yang loe mau, tapi tolong maafin gue, gue mau kita perbaiki semua nya dari awal, demi ..demi anak kita Mel...." Bobby pun meraih perut Melly dan medekap nya, ia pun membenamkan kepalanya diatas perut Melly.
Melly yang terkejut dengan perlakuan Bobby pun ia tersentuh mendengar penyesalan dari Bobby.
"Apa loe sekarang sedang mengakui bayi didalam perut ini hiks....." ucap Melly yang sudah terisak
Bobby pun mengangguk dan mendongakkan kepalanya
"Gue percaya sama loe Mel, dan gue akan memperbaiki hubungan kita lagi..." ucap Bobby sambil bangkit dan kembali menatap Melly dengan lekat.
Melly yamg sudah tersentuh akan perlakuan Bobby membuat nya kembali luluh
Mereka pun saling berpelukan dan berjanji akan kembali membangun hubungan nya demi bayi dalam kandungan nya.
"Gue harus balik Bob, nanti Bodyguard papa nyariin ..."
"Ya udah loe dan bayi kita hati-hati dijalan yah... gue janji bakalan ngomong sama keluarga loe perihal hubungan kita, tapi untuk sementara ini kita rahasia kan hubungan kita ya dari semua orang..."pinta Bobby sambil membelai pipi mulus Melly
"Tapi kenapa... bukannya loe mau memperbaiki hubungan kita..." ucap Melly heran
"Gue tau Mel, tapi alangkah baiknya hubungan kita dibicarain sama sesama keluarga, gue bakalan ngomong sama papa dan mama kalo gue pengen nikahin loe, dan setelah kita nikah loe ikut gue ke Inggris kita bangun rumah tangga kita disana bersama anak-anak kita ya..." ucap Bobby penuh keyakinan
"Hem.. baiklah Bob gue bakalan rahasiain dulu, tapi secepatnya loe bilang ya sama papa dan mama biar kita cepat menikah kalo nggak perut gue tambah besar nanti..."
"Tentu....eeemmmuuach...." ucap Bobby sambil mengecup kening Melly dengan mesra dan mereka pun berpisah .
Usai pertemuan nya dengan Bobby Melly begitu senang, akhirnya kekaksih nya mau bertanggung jawab, meski ia sempat ragu bamun demi anak dalam kandungannya ia pun memaafkan Bobby.
Hari-hari pun berlalu, Diva yang melihat sang putri tak lagi murung membuatnya senang. Ia mnegintip nya dibalik tembok kolam
"Mama kenapa...." tanya April sambil menepuk pundaknya
Diva pun terkejut dan menoleh
"Bukankah itu bagus Ma untuk Melly dan anaknya dari pada murung terus..." ucap April menatap iba pada Melly disana.
"Kamu benar nak... tapi mama kasihan sama Melly dia harus menjalani kehamilan nya tanpa seorang suami..." ucap Diva yang kini kembali sedih meratapi nasib sang putri
"Mama tenang saja mas Oemar tengah berusaha untuk membuat keluarga Gerald bertanggung jawab, tapi April juga khawatir sih Ma, semalam kata mas Oemar kalau keluarga Gerald pun tak sudi menerima Melly meski hasil test DNA itu membuktikan jika Bobby ayahnya atau pun bukan..."
"Kamu benar Pril, semalam papa juga bilang seperti itu sama mama, mama pun sedih mendnegar nya entah bagaimana nasib putri bungsu mama nanti ..."
"Sabar ya Ma..semoga kita cepat menemukan jalan keluar nya..."
"Aamiin... ya udah mama mau pergi dulu ya sore ini mau mengajak Devan sama Karin fitting pakaian bersama keluarganya...."
"Baik Ma...hati-hati dijalan ya.. salam buat mereka ya ma dari April...."
"Oke sayang...." Diva pun pergi meninggalkan Manision miliknya.
Kini April pun tengah melihat Melly yang sedang duduk yang sudah di temani oleh Tian. April pun pergi mencari putri kesayangan nya.
Sementara itu Melly tengah bercanda ria bersama sang kakak.
"Nih gue beliin snack box buat loe, kata kak April makanan kayak gini bagus buat bumil...." ucap Tian seraya memberikan box kecil berisi makanan itu.
"Makasih kak...." ucapnya sambil membuka makanan didalam box itu, rupanya isinya berisi aneka dessert dan granola bites yang sangat menggiurkan.
"Hem..."
Melly pun menikmati makanan yang dibelikan sang kakak, makanan nya begitu enak dan segar membuatnya begitu lahap memakan nya.
"Ehm...kak enak banget ini, apalagi ada cake dan puding nya aduh...bikin meleleh lidah Melly tau kak...." ucap Melly sambil mengunyah makanan itu.
"Iya..abisin yah..." ucap Tian menatap sang adik penuh kasih sayang,
"Malang bener sih dek nasib loe,..." gumamnya dalam hati melihat sang adik hamil diluar nikah tanpa seorang suami, ia begitu marah namun tak ada yang dapat ia lakukan.
"Oh ya kak beliin ini cuma buat Melly doang apa, kak April juga pasti suka nih, biar Melly kasih sebagian ya buat kak April..." ucapnya hendak bangkit dari duduknya
"Udah gak usah... loe abisin aja sendiri tadi kakak udah beliin juga buat kak April kan dirumah ini ada dua bumil jadi ya.. harus dapet semua..."
"Oh.. syukur deh kalo gitu Melly abisin ya kak, habisinya enak sih... " Melly pun tersenyum senang, mereka pun berbincang ria di pinggir kolam bersama.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay.... Readers..... terima kasih sudah mampir ya... jangan lupa Like dan Komen ya.....
Jangan lupa kasih bintang juga nih buat babang Oemar dan neng April nya yah.....
🍃Happy Reading 🍃
🌞
💞
.