
Malam pun tiba April baru saja selesai mandi ia pun keluar dari kamarnya ia begitu senang kala melihat rumah eyang sudah dipenuhi riasan bunga dimana-mana .
Ia melihat tangga dipenuhi dengan berbagai bunga ada bunga plastik bahkan yang masih segar dan wangi pun terpajang disana, belum lagi setiap rumah di hias dengan kain-kain lembut yang menyelimuti setiap dinding dirumah itu.
"Bukankah acarannya di hotel... tapi kenapa rumah ini dihias sedemikian rupa sehingga menyerupai tenda pernikahan...." gumamnya sambil menatap sekeliling rumah itu.
"Enak nih yang udah jadi ratu... merasa tambah gede tuh kepalanya ...." ujar seseorang dari belakang April
"Mel..maksud kamu apa..." jawab April bingung
"Apa.... udah puass lo menghancurkan pestanya kak Bella, selamat bersenang-senang diatas penderitaan orang lain deh...." ujarnya sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan April yang sudah merasa sesak dihatinya.
April masih menatap kepergian Melly ia begitu heran mengapa adik iparnya itu masih saja membencinya.
"Apa salah ku padanya sehingga ia tak bisa berdamai dengan ku..." ucapnya dalam hati penuh kesedihan
Ia pun tak ingin terlalu keras memikirkan perkataan adik iparnya barusan ia pun lebih memilih menatap ke bawah lagi. April yang sedang berada di lantai 3 itu pun melihat kebawah begitu indahnya pemandangan ini melihat seluruh keluarganya begitu bahagia dan berkumpul.
Ia pun menghampiri pagar yang sudah dipenuhi dengan bunga ia pun menyandarkan sikunya sambil memegang dagunya ia begitu bersyukur keluarga Oemar begitu perhatian kala melihat perbincangan ibu serta kakaknya.
"Apa kamu senang Bee...." suara bariton itu mengagetkannya
Ia pun berbalik dan tersenyum
" Eh..Mas... ia aku senang sekali keluarga mu menerima kehadiran ku beserta keluarga ku..."
Oemar pun merangkulkan tangannya pada pinggang ramping istrinya itu.
"Mereka sangat antusias Bee dengan pernikahan kita..."
"Resepsi masss... kita kan sudah nikah..." jelas April
"Hehehehe... iya yah... kita sudah nikah bahkan kawin juga sudah..." ucapnya terkekeh
April pun mencubit pinggang suaminya itu
"Nackal....ya kamu masss hem...."
"Iya..iya..sayang tapi emang bener kan..."
"Tau ah.... "April pun meninggalkan suaminya dan pergi menuruni tangga
"Bee...." panggilnya sambil mengejar istri kesayangannya itu , tapi April tak menghiraukan nya ia terus berjalan mengelilingi seluruh rumah yang indah dengan berbagai dekorasi di setiap sudutnya.
Ini baru pertama kalinya April melihat rumah dengan dekorasi seindah ini ,rumah yang begitu besar bak istana itu semakain indah dengan dihiasi berbagai kain yang menjuntai dan bunga-bunga yang menempel serta banyak lampu yang menjadi semakin estetik.
"Kamu..mau kemana sih Bee... " panggilnya kembali namun sang empunya tak juga menoleh.
Oemar pun yang jengkel karena tak dihiraukan akhirmya menarik April kedalam lorong yang sepi namun begitu indah dengan dekorasi bernuansa biru itu yang dihiasi lampu remang-remang namun masih sangat jelas.
Ia pun mendorong istrinya hingga menempel pada dinding dan ia segera mengapit tubuh istrinya itu .
"Ukh..masss sakit ih...."jawabnya kala melihat pergelangan tangannya di tarik paksa oleh suaminya
Namun Oemar tak menghiraukannya ia menempelkan satu tangan nya pada dinding dan tangan satunya mengelus wajah istrinya itu
"Liat nih..tangan aku merah banget kenapa sih kamu eemmph......." ucapan April terhenti kala mendapat serangan dari Oemar secara tiba-tiba
Suaminya menempelkan bibirnya dan menciumi istrinya ia begitu merindukan bibir yang sudah menjadi candu baginya itu,ia memegang tengkuk istrinya dan terus memperdalam ciumannya, April yang terkejut pun malah menikmati serangan dadakan itu, tak dapat dipungkiri jika ia sangat mendambakan bibir sexy suaminya ini. April melingkar kan kedua tangannya pada pinggang suaminya dan ia pun membalas setiap ciuman yang diberikan suaminya. ******* demi ******* dari mereka pun menambah ******* dan kecapan suara halus dari kedua insan yang saling merindu.
Hingga tangan Oemar malah terus bergerilya mencari gundukan favoritnya, benda kenyal itu begitu pas ditangan sang pria tampan yang kekar , Deru nafas mereka semakin dalam dan ciuman itu terus menuntut untuk lebih dan lebih.
"Ekhem... ekhem...." tiba-tiba terdengar suara batuk dari ujung lorong,
Mereka pun terkejut dan menghentikan aktifitas panasnya itu
"Bagus...ya... eyang tinggal sebentar udah maen sosor - sosoran aja kayak soang...." ucap Eyang yang sudah menangkap basah suami istri itu
"E-eyang, ... "jawab April terbata ia begitu malu dan sumpah demi apapun ia ingin menghilang saja dari situ...
"Liat itu anak mantu kamu... suruh dipingit 2 hari gak boleh deketin istrinya malah nyosor terus...." ucap Eyang pada Diva
"Haduuh.... kalian itu ya... susah bener sih dibilangin... nurut dikit napa sama eyang cuma 2 hari ini kok...." jawab Diva menasehati
"Ehm... ini eyang mas Oemar nih...." jawab April membela diri sambil menunjuk ke arah suaminya
"Bee.. kok aku sih kan kamu juga tadi menyukainya.... " bela Oemar
"Tapi kan gara-gara mas nih yang narik-narik aku kesini... "
"Ya tapi kan kamu juga keenakan..."
Bluuussshh.... April pun merona malu kala Oemar mengatakan itu ,tak dipungkiri ia memang menikmatinya.
"Sudah...sudah kalian itu ya... malah salah-salahan.... "Ucap Eyang menengahi
"Sini kamu... besok si kutilang gak bakalan eyang biarin ketemu sama sarang tawon... " lanjutnya sambil menjewer telinga pria tampan itu
"Yah... eyang... jangan dong.... lagi ON nih... "
"Bodo amat... habisnya kamu gak mau nurut sama eyang...." ucapnya sambil membawa Oemar pergi.
April dan Diva pun terkekeh melihat Oemar yang dijewer seperti anak kecil itu.
" Sudah nak ayoo kita ke dalam, ada yang mau mama tunjukan ... " ajak diva
Saat April sudah di ruang keluarga tiba-tiba ia dikejutkan kembali dengan kehadiran F4 yang mebuatnya begitu senang.
Ia melihat ke 3 sahabat nya tengah berdiri bersama Karin di ambang pintu utama
"Salsa, Devan, Frans...." gumamnya senang
" Itu.... kejutan buat kamu sayang... mereka datang untuk menemani acara kalian sampai selesai...." ucap Diva pada menantunya
April pun menatap sang mertua dengan haru
"Mah... terima kasih ya... hari ini mamam sudah membuat April bulak balik nangis ,tangis kebahagian karena bisa berkumpul dengan keluarga serta teman-teman April...."
Mereka pun berpelukan dan April langsung berlari menghampiri ketiga sahabatnya
"Ya Allah.. gue kangen banget ma loe...."ucap Salsa sambil memeluknya
"Aku juga...."
Usai berpelukan dengan Salsa , April pun bersalaman dan TOS dengan kedua teman prianya,
"Cie... calon manten udah bau kembang...." ucap Frans
"Manten nya uda kadaluarsa tau...."sahut April
"Gimana...gimana... seneng gak nih.. sahabat kita yang dulunya mau makan batagor aja mikir dulu sekarang bak ratu di dalam istana nih...." ucap Devan menggoda April
"Iya nih Van gue seneng banget mereka bener-bener menyayangi aku dan keluarga ku,makasih yah kalian udah mau datang..."
Merekapun tersenyum dan bersenda gurau.
"Kakak ipar... maaf ya.. menggangu yuk kita kesana.... pesta Henna akan dimulai..." ucap Karin
"Ih.. kamu Rin , sini sini gabung sama mereka ya.. jangan jauh-jauh..." Tarik April dan mendorongnya hingga menabrak Devan
Deg....
Dada mereka berdesir dan bergemuruh, Karin dan Devan pun saling pandang malu
Apaan sih ini.... aduh... si April bikin gue salting aja ..."ucap Karin dalam hati
"Oh ya Ara....sini.."panggil April pada adiknya
Tiara pun mengahampiri kakaknya
"Ada apa kak...." jawabnya
"Kenalin ini temen-temen baik kakak.. ini Salsa ,Devan, Frans dan ini Karin temen kakak sekaligus adik ipar kakak, oh ya.. kalian kenalin ini adek aku Tiara dia baru aja dateng tadi siang...." ucap April memperkenalkan adiknya pada para sahabtnya
"Hay... wiih.. bening amat adek loe Pril..." sahut Frans dengan rayuan gombalnya
"Udah jangan kamu godain adek aku dia masih polosss banget awas loh kamu macem-macem...." ancam April sambil terkekeh
"Wiih...mbak nya langsung ngamuk...hahahah.."sahut Frans
" Oh ya..titip Tiara juga ya gaesss kasihan disini gak ada temen yang dia kenal..."pinta April
"Udah yuk kita kesana udah ditungguin sama eyang dan yang lainnya...." ucap Karin menyudahi
Mereka berenam pun pergi menuju ruang Henna...
Sesamapinya disana April terkejut yang melihat ruang tamunya sudah disulap menjadi ruang Henna yang begitu indah...
Disana sudah banyak Kang henna yang sudah dipanggil khusus untuk menghenna keluarga Ghurair
"Gilaa... bagus amat yak... bisa betah nih disini..." ucap Salsa
"Masya Allah bagus banget..... " ucap April sambil melihat kanan kiri
"Nah.. itu penganten nya dateng ..."ucap istri dari kakak sulung Hendro,ia pun menghampiri April dan menarik tangannya untuk duduk ditengah bersama Kang henna profesional
"Ini kamu henna ya.. kaki dan telapak tangannya pakai yang maroon kalau punggung tangannya pakaikan henna putih ya..." ucap Isrinya kakak Hendro merequest kepada Kang henna
"Baik nyonya... untuk sekarang yang maroon dulu ya.. kalau yang putih besok pagi jam 4 saya henna lagi karena jika sekarang takutnya nanti aksesorisnya akan mengelupas saat terkena air yang putih akan banyak aksesories dan gliternya. .." ucap kang Henna menjelaskan
"Baiklah terserah kamu saja pokonya henna nya harus cantik dan bagus...." ucap Diva ikut menimpali
Dan mereka pun langsung memulai meng henna seluruh keluarga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay...Readers... terima kasih sudah mampir.. jangan lupa like dan komen ya... 🙏🙏😻😻😻
🍃Happy Reading 🍃
.
.