Duren & Jantik

Duren & Jantik
Rekam Medis



Akan selalu ada hari - hari yang menyakitkan


Dan kita tidak tahu kapan hari itu menghantam kita


Tapi akan selalu ada hari - hari berikutnya


Memulai bab yang baru bersama matahari terbit


🍃Happy Reading 🍃


...----------------...


Pagi pun tiba matahari yang baru saja terbit untuk menyinari bumi ini bersamaan dengan Oemar yang baru saja tiba di tanah air. Ia pun menaiki taxi yang ada di depan bandara, selama perjalanan ia melihat pesan dari Smith yang memberi tahu letak kamar April.


Setibanya disana dia bergegas ke rumah sakit, dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan istrinya itu.


Tak lama ia pun sampai di rumah sakit dengan cepat sambil berlari dia menuju kamar dimana April dirawat. Dengan cepat ia pun membuka pintu itu.


"Bee......"ucapnya memanggil nama istrinya itu


Karin yang tengah sarapan pun terkejut melihat kehadiran Oemar yang mengagetkan itu .


"Kakak.... pelan - pelan dong ... ngagetin aja deh... disini ada Nia lagi tidur..." ucap Karin menatap kakak nya itu


Namun Oemar tak menghiraukan ocehan adiknya itu, ia langsung berjalan ke arah Bed dimana April tengah berbaring disana.


"Bee... bangun bee... aku datang... maaf terlambat...." ucap Oemar sedih melihat istrinya yang terbaring lemah dengan di infus ditangan serta diberi oxygen yang menutupi kecantikan bibir istrinya itu.


"Kak April masih belum sadar kak...." ucap Karin sambil menghampiri kakak nya yang sedang bersedih di hadapan istrinya.


"Kenapa bisa begini.... dan juga kenapa dia belum membuka kedua matanya, bukankah dari kemarin dia belum sadar...."


" Entahlah kak... dokter bilang dia akan sadar pagi ini, tapi sampai sekarang dia belum sadarkan diri juga..."


"Kakak mau menemui dokternya...." ucap Oemar yang hendak pergi namun langkahnya terhenti saat melihat Smith yang baru saja masuk ke dalam.


"Lhooo ... kapan datengnya bro cepet banget...." sapa Smith pada sahabatnya itu yang masih memakai jas putih khas seorang dokter.


"Cepet..cepet.. mata lu soak... itu liat April kenapa masih belom sadar juga, loe dokter bukan sih......" tanya Oemar kesal sambil mengahampiri Smith


"Sabar broo.... ini gue mau meriksa bini lu dulu...." jawabnya sambil berjalan melewati Oemar dan menghampiri April yang masih terbaring.


"Cepet Smith... "


"Cckk......"sahut Smith menggelengkan kepalanya... menghadapi Oemar saat ini lebih sulit dari pada menghadapi Oemar yang kacau karena bisnis ...


Smith pun lanjut memeriksa April. Dia pun membuka mata April dan menyenterinya ,lalu mengecek selang infus di sampingnya dan memeriksa darah April juga dan mencatat seluruh hasilnya. Usai melakukan serangkaian pemeriksaan ia pun lantas menarik nafasnya berat.


"Gimana bro.... "tanya Oemar tak sabar


"Dia baik -baik saja,mungkin sebentar lagi dia akan segera sadar... dan juga karena ini pengaruh obat dan akibat kelelahan istri kamu selama ini...." tutur Smith menjelaskan


"Tapi kenapa dia bisa seperti ini ??? tak mungkin jika dia hanya kelelahan dan kau lihat Smith wajahnya yang semakin kurus dan pucat ...." ucapnya sedih


"Sebaiknya kau ikut ke ruangan ku ada yang perlu ku jelaskan padamu...." ajak Smith pada Oemar


Oemar pun menurut... dia pun berjalan beriringan dengan Smith menuju ruangannya.


Sesampainya disana Oemar pun dipersilahkan duduk. Ya... begitulah pertemanan mereka.. sama seperti Vino, jika dalam mode on mereka akan profesional pada pekerjaan tapi jika pada mode off mereka akan saling adu mulut penuh canda...


Smith pun duduk di kursi kebesarannya lalu membuka laci disampingnya... diambilnya kertas berwarna putuh didalam laci itu dan memberikannya pada Oemar.


"Apa ini...."tanya Oemar sambil mengambil kertas yang diberikan Smith itu


"Bacalah.... itu hasil rekam medis istrimu...." ucap Smith serius


"Apa April baik - baik saja... apa ada masalah dengan kesehatannya,apakah dia ada penyakit...." cecar Oemar penuh pertanyaan


"ish.... kau ini.... sudah bukalah dulu lalu kau baca sendiri... pertanyaan mu membuat ku pusing..." ucap Smith kesal sambil berdiri dari kursinya dan perlahan menghampiri Oemar


"Iih... bagaimana kau bisa jadi dokter jika sikapmu galak seperti ini..." gerutu Oemar sambil membuka kertas yang di pegang nya


"A-a-..apa... ini Smith ... positif... April..." ucap Oemar terbata kala membaca laporan medis April


"Selamat broo kau akan menjadi ayah lagi...." ucap Smith tersenyum sambil menepuk pundak sahabatnya itu


Oemar pun menatap Smith sambil berkaca -kaca lalu memeluknya


"Thank you brooo...." ucap Oemar senang


"April sekarang lagi hamil usia kandungan nya sudah menginjak 6 minggu. Inilah yang menyebabkan dia tak kunjung sadar karena usia kehamilannya yang masih muda jadi obat-obatan tak dianjurkan untuk merangsang kesadarannya... dia hanya butuh istirahat, bersabarlah secepatnya dia akan kembali sadar dengan sendirinya...."


"Ngledek lu... tadi kagak sabaran ,sekarang malah ketawa ketiwi lu.... " kesal Smith , pasalanya lagi melow-meloew nya sahabatnya itu malah ngebanyol lagi.


"hahahahhaa....."


"Tapi broo setelah dia siuman loe harus ngerawat dia dengan ekstra,jangan buat dia stres dan gue sarankan sebaiknya April tidak bekerja lagi, karena kondisi kandungannya saat ini sangat lemah, terbukti dengan kondisinya saat ini...." ucap Smith kembali serius.


"Oke... gue faham. , gue bakal pastiin April dan bayi dalam kandungannya baik-baik aja..."


"Jangan lupa pesen gue penting ini... jangan pernah loe sakitin perasaannya ,jangan bikin dia menangis atau bikin dia stres , karena akan berpengaruh dengan janin dalam kandungannya... loe harus hati-hati..."


"Oke broo... thank you... oh ya apa keluarga gue udah tau semuanya...." tanya Oemar


"Belum ada yang tahu, gue sengaja nunggu elu dateng dulu karena gue rasa yang berhak tahu lebih dulu kan loe...."


"Thank you shob.... loe emang sahabat terbaik gue......" ucap Oemar senang dan memeluk Smith kembali.


"Siip...."


"Kalau gitu gue mau menemui April dulu.. oh ya.. soal kehamilan April loe rahasia in dulu dari keluarga gue ya, karena gue mau bikin mereka kejutan...." pinta Oemar


"Oke shob... " jawab Smith tersenyum


Oemar pun langsung pergi meninggalkan ruangan Smith itu dan kembali menghampiri kamar April .


Sesampainya disana ia pun melihat Nia yang tengah duduk dan bermain di sofa bersama karin.


"Hay.. cantik... udah bangun ya..."


"Papah.... papah kapan pulang...Nia kangen papah..." ucapnya sambil memeluk papa nya itu


" Papah baru datang tadi pagi..."


"Pah... liat itu bunda.... bunda masih nggak mau bangun-bangun pah.... Nia juga kangen bunda ,tapi bunda bobo terus...." ucap Nia sambil menangis


"Eh...anak cantik papah jangan nangis dong... kalau nangis nanti bunda sedih... bunda kan lagi sakit.. nanti kalau sudah sembuh, bunda bakalan main sama Nia lagi ya..." hibur Oemar sambil menyeka air mata putrinya itu


"Iya pah.. "ucap nya menurut


"Rin... kamu bawa Nia pulang ya... kasihan dia kalau disini terus dia akan sedih terus ngelihat bundanya...." titah Oemar pada Karin


"Tapi.. kak April belum siuman kak..." keluhnya


" Gak apa-apa nanti kalau sudah siuman kakak secepatnya kabarin kamu ,kasihan nia kalau lama-lama di rumah sakit dia masih kecil..."


"Iya deh kak , habis ini Karin akan pulang dulu sama Nia..."


"Oh ya Rin.. papa sama mama belum datang??? ..."


"Belum kak.. kata mama ,papa gak bisa kembali sebelum eyang mengijinkannya... malah sekarang disana semakin parah..."


"Parah ???...memang kenapa disana..." tanya Oemar heran


"Kemarin Melly bilang kalau eyang mau mengadakan pesta untuk penyambutan nenek sihir, Karin gak percaya lalu tanya mama tadi dan ternyata kata mama memang benar besok eyang mau mengadakan pesta untuk penyambutan nenek sihir...." kesalnya


"Apa.... penyambutan.. tapi untuk apa menyambut dia..." tanya Oemar terkejut


"Entahlah kak.. Karin juga kurang tahu..."


"Ehm.. pantas saja dari kemarin eyang bolak balik telfon terus,rupanya mau membahas perihal ini..." gumam Oemar


"Ya udah kak.. kita pulang dulu ya.. jangan lupa kabarin Karin kalau kak April sudah sadar..."


Oemar pun mengangguk kan kepalanya... Nia pun berpamitan pada papanya memeluk serta menciumnya,tak lupa ia pun menghampiri bunda tercintanya dan menciumi nya.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit. sedangkan Oemar ia lekas membersihkan diri nya karena dari kemarin ia merasa kegerahan,dia pun mengambil paper bag berisi pakaian di atas sofa yang sudah disiapkan Smith untuknya. . .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay..Readers... terima kasih sudah mampir di karya perdana q , jangan lupa like dan komen ya guys....🙏🙏🙏🙏


🍃Happy Reading 🍃


.