Duren & Jantik

Duren & Jantik
Penghinaan



(Salsa vs Frans )


***💧


❄***


Didalam rumah yang besar dan Asri keluarga besar Salsa bercengkrama ria,karena mereka sudah mengenal Frans dan keluarganya dari dulu jadi mereka terlihat akrab dengan Frans.


Berbeda dengan Frans yang biasanya ia selalu menghidupkan suasana dengan kejahilan dan ketengilan nya kini ia terlihat begitu gugup dan hanya membalas senyum setiap candaan dari mereka.


"Oh ya Frans.. apa kamu sakit... tak biasanya kau pendiam seperti itu..." ucap Bima kakak sulung dari Salsa yang kini sudah menikah dan memiliki 3 orang anak.


"Ah..enggak kok kak.. biasa aja..." jawab Frans sambil tersenyum ramah,padahal hatinya udah deg-degan menanti jawaban dari pernyataan yang akan ia lontarkan.


"Ah..gak seru kamu Frans ,biasanya kalian berdua kayak tom and jerry lhooo sekarang malah kayak tom dan jerry yang berdamai,hahahaha..." jawab Nina kakak perempuan Salsa yg sedari tadi menggendong bayinya


"Hehehe...."ucap Frans bingung


"Kak Frans lagi dapet kali ya..jadi pendiem gini.. PMS ya kak.. hihihihi..." ucap Sinta adik dari Salsa


Salasa yang sedari tadi sedang mencari celah untuk berbicara serius dengan kekuarga nya kini ia menarik nafas dalam-dalam sambil menggenggam tangan Frans.


Keluarga mereka pun yang duduk di soffa dengan melingkar seraya terkejut melihat perlakuan Salsa yang menggenggam tangan lawan jenis disampingnya .


"Mah. pah... Salsa mau ngomong,kalau Salsa dan Frans ingin meminta restu karena kami ingin segera menikah...." ucap Salsa lantang sambil menatap kedua orang tuanya .


Duuaar...


Bagai petir di malam hari padahal saat itu tak ada hujan, tapi kediaman Bagaskara alias papanya Salsa mendadak menjadi tegang dan sunyi setelah mendengar pernyataan Salsa barusan.


"Apa...menikah... apa maksud kamu Sal...." ucap mami Salsa bingung


"Tante...maaf sebelumnya...sebenarnya kedatangan Frans kali ini bukan hanya silaturahmi seperti biasa,tapi kami ingin meminta restu bahwa kami akan segera menikah, Frans mohon om dan tante bisa merestui keinginan kami..." tutur Frans dengan gugup namun sebisa mungkin ia menghalau kegugupannya itu.


"Menikah...." kini Bagaskara yang mengeluarkan suara " Apa ini lelucon kalian...."


"Enggak pih... kami serius... kami ingin segera menikah... " ujar Salsa meyakinkan papinya


"Kamu pikir pernikahan adalah mainan Sal.. pernikahan itu sakral dan gak bisa seperti ini,sejak kapan kalian pacaran hah... mami rasa kalian ini hanya bergurau kan... dan lagi kamu sudah mau mami jodohkan dengan teman sosialitanya mami... "


"Enggak mih... Salsa udah bulat pokonya Salsa mau menikah sama Frans...." ucapnya bersikeras


"Kamu itu apa-apaan sih Salsa.. mami gak pernah larang kamu untuk berteman dengan siapa saja baik itu dari kalangan kaya maupun melarat,tapi jika tentang pernikahan gak semudah itu , kamu lihat kita ini dari keluarga terpandang Sal..." ucap Devi yang kini sudah emosi mendengar permintaan putrinya


"Tante, Om , Frans janji akan membahagiakan Salsa, Om sama tante juga tahu kan Frans dari keluarga baik-baik dan kami serius dengan keinginan kami yang ingin menikah...."sahut Frans


"Justru itu karena kami tahu siapa kamu jadi mami gak bisa merestui hubungan kalian.. pokonya mami nggak setuju...." teriak Devi keras pada mereka.


Salsa dan Frans pun saling melirik bingung serta tak menyangka meski keluarganya sudah saling mengenal tapi mereka tak merestuinya.


"Tapi kenapa tan...." ucap Frans yang bingung


"Karena bebet dan bobotnya kamu itu gak setara dengan keluarga kita Frans... kamu itu dari kalangan bawah, enak saja kamu mau menikahi putri saya yang dari kalangan atas serta terpandang ini...." sarkas Devi menyunggingkan senyum kebencian padanya


Frans pun terkejut mendengarnya , pasalnya selama ini Frans sering bermain kerumah itu bersama Devan dan April juga apalagi Frans orang yang paling mereka kenali sejak kecil ,tapi tak menyangka jika sifat asli mamanya Salsa seperti itu ,padahal maminya biasa ramah dan santun saat berbicara dengan nya namun kini dia merendahakn dirinya dan keluarganya.


"Mah... jangan seperti itu..." pinta Salsa pada maminya


"Kamu juga Sal apa-apaan sih kamu kok malah mau nikah sama dia.. kalo mau berteman oke-oke saja tapi kalau untuk menikah kamu harus lihat dulu kemapanan nya dan keluarganya,lihat tuh.. kakak-kakak kamu, Bima menikahi anak dari pemilik hotel di jakarta, dan kakak perempuan kamu menikahi pemilik perusahaan exspedisi terkenal,sedangkan kamu apa coba ,masak kamu mau nikah sama seorang karyawan dan anak dari tetangga kita dulu yang miskin...." tutur Devi menyeringai senyum sombongnya


"Tante.. tolong jangan seperti itu.. kekuarga saya memang miskin tapi saya yakin saya bisa menafkahi Salsa dengan usaha saya...." ucap Frans meyakinkan, meski hatinya sedang dipenuhi api emosi namun ia tetap menahan amarahnya.


"Halah...sudah lah Frans.. saya itu tahu keluarga kamu, orang tua kamu saja masih punya hutang dimana-mana gimana kamu mau menghidupi putri saya jika kamu saja hanya bawahan orang ...." sinis Devi


"Mah....please...jangan merendahkannya...." ucap Salsa memohon


Anggota keluarga lainnya tak ada yang berani menyahuti percakapan itu , karena mereka sendiri tahu jika permasalahan itu hanya tentang orang tua dan yang bersangkutan saja.. bahkan kakak iparnya ada yang pergi ke ruangan lain untuk mengajak putra putrinya.


Sedangkan adik Salsa yang bernama Sinta tadi malah malas dengan drama keluarganya ia pun pergi masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu punya apa berani menikahi putri saya...." kini suara bariton dari Bagaskara yang menanyai Frans , meski sedari tadi diam ia hanya melirik intens pada Pria yang sangat ia kenal itu.


"Frans memang tak punya banyak materi Om, tapi Frans sudah punya rumah di daerah perumahan gading permata indah, yang Frans cicil sedari dulu om...." jawabnya pelan namun masih terdengar oleh seluruh anggota keluarga disana


"Mobil, deposito ...." tanya Bagaskara lagi


Frans pun menggeleng


"Hanya sepeda pria yaitu H*nda CB200X dan Frans juga punya tabungan yang insya Allah akan cukup untuk menghidupi Salsa kelak...."


"Hah.. cuma sepeda motor dan rumah yang masih kredit, mau ditaro dimana muka kita pih kalo mereka nekat menikah..." ucap Devi yang penuh dengan nada menghina


"Kalau begitu maaf Frans saya tak bisa merestui keinginan kalian ini,bagi saya dan keluarga status sosial itu penting, kamu tentu faham akan posisi keluarga kami...." ucap Bagaskara lembut dan pelan namun begitu menyakitkan


"Kamu dengar itu Frans jangan mentang-mentang kita sudah mengenal kamu, jadi kamu bisa mudahnya meminang putri saya, enak saja.. semua anak-anak saya harus menikah dengan orang yang terpandang karena saya adalah seorang politisi sedangkan suami saya seorang Dekan terkenal di sebuah kampus terbesar...." ucap Devi dengan angkuh.


Frans pun hanya menghela nafasnya mendengar penuturan dari kedua orang itu.


"Mami sama papi keterlaluan..." timpal Salsa


"Sudah kamu jangan banyak protes kalau kamu mau menikah bilang saja sama mami nanti akan mami carikan kamu calon suami yang mapan, kaya dan terhormat ...."


" Gak mau pokonya Salsa maunya sama Frans titik...." jawabnya kekeh


"Sudah lah mah..pah... biarkan saja jika mereka saling mencintai...." sahut Bima yang sedari tadi jengah melihat pertengkaran soal kasta itu


"Diam kamu Bima... ini soal pernikahan adik kamu, cinta dari mana hah..memangnya kalian bisa hidup apa jika hanya makan cinta, hidup itu harus pakai uang dengan pekerjaan nya yang hanya seorang karyawan biasa dan keluarga nya yang melarat itu mau bahagaia dari mana..."


Frans pun mengepalkan tangannya penuh amarah namun masih ia tahan mendengar semua penghinaan itu dan Salsa yang geram dengan mami papinya itu ia pun bangkit dari tempat duduknya


"Terserah kalian mau setuju atau tidak pokonya Salsa hanya mau menikah dengan Frans karena Salsa sedang hamil sekarang...." ucapnya dengan lantang di hadapan maminya.


Lagi-lagi semua orang terkejut dengan ucapan Salsa itu , bukan hanya anggota keluarga saja tapi Frans pun ikut terkejut dibuatnya


" kenapa Salsa melakuakn hal itu...." gumamnya dalam hati


"Apa... hamil....berani kamu menghamili anak saya Frans... " ucap Bagaskara yang langsung menghampiri Frans dan meraih kerah bajunya


"O-o-om..maaf om..maafkan kami,kami hi--khi-khilaf om..." ucap Frans dengan terbata pasalnya ia masih bingung dengan pengakuan Salsa namun kini ia sudah di serang dengan wajah penuh amarah dari sang calon mertuanya.


"Pih..sabar pih...." ucap Bima seraya meraih lengan sang papi untuk melepaskan baju Frans itu


"Cih...." desis bagas menghempaskan nya


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


**Hay Readers.... jangan lupa Like dan Vote ya.... biar othornya tambah semangat nih....


Silahkan tinggalkan jejak ya di komentar...


Terima kasih sudah mampir 😘😘😘🙏🙏🙏


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️**


.